Posts

Puisi Berjudul “Nona Manis” Karya R Bara Pratama

Nona Manis

Karya R Bara Pratama

 

Nona manis berlesung pipit
Rambut diikat membuatku terpikat
Menyendiri di bangku taman
Wajah muram mengapa gerangan?

Boleh kah aku mendekatimu?
Menghapus suram, mencoba menghiburmu
Aku ingin memberi senyum di sudut bibir mu
Membuat nanar di mata indahmu

Biarkan tubuh hangatku mendekapmu
Mengganti cinta yang meninggalkanmu
Memberi keindahan yang coba kau lupakan
Menggores kenangan baru dalam hidupmu

Aku bukan malaikatmu
Kaulah malaikatku!
Denganmu aku mampu mengerti indahnya penantian
Denganmu aku paham tegarnya ketulusan
Denganmu….
Aku mampu menjadi yang terbaik

Kinilah saatnya menghapus jarak antara kita
Aku tunjukkan Cinta Sejati itu apa!
Jika kau merasa akulah orangnya
Biarkan aku bersamamu selamanya

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi “Kisah Cinta Musim Semi” Karya R Bara Pratama

Kisah Cinta Musim Semi

Karya R Bara Pratama

Semilir angin di musim semi
Cerita Dedaunan dengan kisah musim dinginnya
Para Kolibri nampak asyik muncucup nektar kesuakaannya

Aku masih ditemani secangkir kopi hangat
Melongok keluar jendela
Mengintip para jangkrik yang sedang memadu cinta
Benak ku melayang pada sosok mu yang begitu kurindukan
Engkau yang kini mungkin damai bahagia disana
Bersama sang pencinta…

Aku sangat merindukanmu
Begitu merindukan senyummu…
Masih ingatkah dengan ku sayang?
Lihat aku kini, aku dan kesuksesanku
Dengan segala yang kumiliki, aku masih merindukanmu
Merindukan cerita kita
Kisah tentang cinta dan keabadian

Diwaktu ini aku tak bisa bersamamu
Menemani malam dinginmu
Berada disampingmu..
Tapi kau ada disini, terpatri kokoh di relung hati
Hanya kasih dan doa tulus caraku mengenangmu
Mengenang kisah musim semi kita,
Kisah Cinta, asa dan keabadian rasa

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi “Mencintaimu” Karya R Bara Pratama

Mencintaimu

Karya R Bara Pratama

Kuyakin cintaku bukanlah cinta yang paling sempurna
Hanya sebatas hati yang ingin memberi dan memiliki
Karena mencintaimu adalah keindahan dilangit biru
Kan kulakukan meski sulit bagi ragaku
Kesempurnaan..kebahagiaan..
Bukan apa dan siapa
Cukup ada “kita” semua akan terasa indah dan sempurna

Aku mencintaimu
Seperti bunga mencintai keharumannya
Seperti hujan mencintai tetasan airnya
Seperti bulan mencintai cahayanya malamnya
Seperti mentari yang mencintai kehangatannya

Aku mencintaimu bukan karena aku ingin memiliki apa yang ada didirimu
Hanya ingin manis senyum mu
Melukis rasa bahagia disetiap titian hidupmu

Mungkin jantung ini takan pernah berdetak selamanya
Tapi jika Tuhan mengizinkan
Selama jantungku berdetak
Ragaku mampu bergerak
Ijinkan kucintai mu dalam ketulusan

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi Berjudul “Metamorf Perjuangan” Karya R Bara Pratama

Metamorf Perjuangan

Karya R Bara Pratama

Berawal dari sebuah cerita kehidupan
Memaknai arti hidup dan keinginan untuk terus berjuang
Berjuang untuk hal yang dicintai
Berkorban untuk cinta yang kadang menyakiti

Tak salah jikalau aku berjuang terlalu keras
Bukankah hidup adalah tentang perjuangan?
Perjuangan soal hati, perjuangan soal kebenaran
Meski lelah akan tetap kuperjuangkan

Hidup tanpa perjuangan adalah hidup yang tak layak dihidupi
Lelah itu biasa, kesal, dongkol itu hanya bumbunya
Percayalah…semua selalu ada waktunya
Selalu ada waktu yang tepat untuk hal yang tepat

Tak ada sebuah sukses dari kemalasan
Lihat mereka!
Keringat darah yang bercucur deras
Darah yang luput dari matamu
Darah yang kini berganti emas
Bukti nyata metamorf perjuangan

Berjalan lah terus kedepan…
Berlarilah sekencang-kencangnya
Nikmati perjuangan ini dengan semilir angin kehidupan
Ukir ceritamu dengan metamorf perjuangan

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi Berjudul “Bersyukur Atas Kehidupan” Karya R Bara Pratama

Bersyukur Atas Kehidupan

Karya R Bara Pratama

Hidup memang tak seindah cerita buaian
Kisahnya tak selalu berakhir indah bak cerita dongeng
Terkadang manis, Dalam Tragedi
Kadang pahit Dalam Percintaan

Hidup selalu digambarkan seperti roda…
Berputar dan terus berputar…
Dan kita hanyalah aktor sebuah skenario kehidupan
Yang sudah tertulis tak bisa terhindarkan

Lalu pantaskah kau menghujat Tuhanmu?
Yang telah baik mengukir kisah di hidupmu!
Memberi segala nikmat yang kau rasa hingga saat ini
Yang mencintaimu melebihi ciptaan lainnya

Manusia kadang lupa dari mana ia berasal
Bagaimana ia bisa hidup
Hingga berani mencaci sang pencipta hanya
Karena kerikil kecil yang menjegalnya

Haruskah kau melihat Tuhanmu dulu baru mengerti?
Atau menunggu terbelenggu oleh tipu daya kemunafikan
Sadarlah saudaraku..
Bersyukur adalah cara terbaik menikmati hidup
Tanpa hal itu, apa yang kau miliki saat ini hanya angin lalu..kosong..dan menyakiti

Potret Delegasi Malahayati Pada Pembukaan HIPMI-PT se-ASEAN [part1]

DUA mahasiswa Universitas Malahayati, Riyan Bara Pratama dan Rudi Winarno hari ini berangkat menuju Telkom University, Bandung untuk Jambore Nasional HIPMI-PT se ASEAN yang akan berlangsung 22-26 Mei 2016. Selain mereka, mahasiswa Unila, Teknokrat juga ikut mewakili Lampung untuk mengikuti acara ini. Lampung sendiri mendelegasikan 15 peserta untuk mengikuti acara yang bertajuk Connection, Collaboration, Winner”.

Dibuka langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo. Kegiatan ini diikuti lebih dari 4000 pengusaha muda yang ada di Perguruan Tinggi di Asia Tenggara. Berikut potret delegasi lampung saat pembukaan HIPMI-PT se-ASEAN:

Puisi “Hati Yang Terbelenggu” Karya R Bara Pratama

Hati Yang Terbelenggu

Karya R Bara Pratama

Kami adalah jiwa yang terbelenggu
Terbelenggu kenikmatan dunia
Terbelenggu perasaan yang sulit diungkapkan
Terbuai dalam Indahnya kenistaan

Berlariku dari semua dosa ini
Bersembunyiku dari rasa bersalah
Rasa yang dulu begitu kunikmati
Namun kini begitu menghantui

Saat kulihat nanar matamu
Masih kulihat tetesan cinta disana
Mungkin berat meninggalkan semua kenangan kita
Tapi kumerasa ada yang salah

Mungkin engkau tak bersalah
Cinta juga tak salah
Bahkan semua kenangan itu tak pernah kusalahkan

Aku hanya bosan
Bosan terbelenggu di satu keadaan
Aku hanya ingin bebas
Terbang kemanapun ku mau
Berjalan kemanapun kusuka
Tanpa terikat dengan cinta dan perasaan

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi Berjudul “Bualan Cinta” Karya Mahasiswa Ekonomi

Bualan Cinta

Karya R Bara Pratama

Cinta itu…

Anugerah terindah dalam hidup

Satu waktu membuatmu kuat

Banyak waktu melemahkanmu

Cinta itu suci katanya

Tapi banyak dosa dibuat karenanya

Cinta itu murni katanya

Tapi ribuan kesalahan berlindung dibaliknya

Pernah engkau merasa jatuh cinta?

Hingga berhasrat memiliki segalanya?

Begitukah mencintai?

Merusak kesakralan yang tuhan beri!

Hey pujangga…

Berhenti membual soal cinta

Jika cintamu pada insan manusia

Itu hanya cinta buta!

Cinta sesungguhnya ada

pada setiap doa bunda

Cinta hakiki hanya teruntuk

Tuhan dan rasulnya.

Tentang penulis

R Bara Pratama, mahasiswa tingkat 3 Fakultas Ekonomi Malahayati. Hidup dari sebuah tulisan dan mati ketika tak mampu mengungkapkan. Follow line and instagram @bara_jr

Puisi Berjudul “Kenangan, Cinta, dan Harapan” Karya Mahasiswa Fakultas Ekonomi

Kenangan, Cinta dan Harapan

R. Bara Pratama

Kuberjalan melewati lembah kebisuan
Terombang ambing berlayar di lautan penyesalan
Pernah Kucoba bertahan di kerontangnya padang savana
Menghukum diri berharap menebus dosa
Tapi Lidahku kelu tak mampu berkata-kata
Bibirku terkunci tak mampu mengucap doa

Tahukah engkau..
Akulah malam yang berteman gelap; penuh kepiluan
Seperti bulan yang bersama bintang namun tak pernah saling menyapa
Bersama tapi tanpa rasa

Apa kau sedang menghukumku?
Atau ini hanya sebuah dejavu?
Apa telingaku tak mampu mendengar?
Mataku kah yang salah melihat?

Katakan padaku!
katakan!
Silap kah sikapku dulu hingga menggores hatimu begitu dalam
Mungkin Salahku tak pandai menyampaikan
Memang salahku tak paham mengungkapkan

Aku ingin engkau yang dulu
Aku ingin kita yang dulu
Aku, Kamu menikmati setiap detik bersama
Kau tau…
Aku hanya ingin menghentikan rantai kebencian ini
Dan menyimpan “kita” dalam memori

Tentang penulis:

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan.[]

Puisi Berjudul “Kita Indonesia” Karya Mahasiswa Fakultas Ekonomi

Kita Indonesia

Karya R.Bara Pratama

Bahasa yang satu mampu menyatukan kita
Apakah bahasa yang berbeda akan sebaliknya?
Bahasa ibuku dan bahasa ibumu berbeda
Kitapun hidup dibelahan bumi yang berbeda
Apakah itu sebuah masalah?

Aku sempat menyaksikan darah mengalir deras menghujam tanah karena perbedaan.
Berebut kuasa mengatasnamakan keyakinan
Milikku yang terbaik! Bukan milikmu
Apakah itu yang kau mau saudaraku?
Tetesan air mata para ibu karena kehilangan anaknya?

Aku mencintai tanah airku beserta seluruh isinya
Lembut tanahnya, wangi embunnya dan budaya yang menyelimutinya
Aku ini Indonesia! Kita Indonesia!
Bukan Jawa, Sumatera, atau Papua!
Indonesia!

Aku akan menghormati budayamu, tradisimu dan bahasamu
Tak peduli engkau berasal darimana
Bahasa apapun yang kau gunakan
Kau tetap saudaraku
Bagi rasamu untukku, kan kubagi kuatku padamu

Mari hancurkan sampah yang membelenggu

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Puisi ini saya buat karena teringat tragedi puluhan tahun silam ketika ratusan saudara kita di Pakistan mati sia-sia hanya karena perebutan “Bahasa Ibu” mana yang lebih pantas untuk dijadikan bahasa Nasional. Hingga harus berpisahnya Pakistan dan Pakistan Timur yang akhirnya membentuk negara Bangladesh.