Posts

Puisi Berjudul “Benalu Kecil Ini Takkan Menghentikan Mimpiku” Oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi

Benalu Kecil Ini Takkan Menghentikan Mimpiku

Karya R. Bara Pratama

Ini hanya cara kecil tuhan mengingatkanku
Betapa lalainya aku menjalani hidup ini
Betapa tak pedulinya aku dengan raga sempurna yang diberi tuhan
Betapa terlenanya aku dengan kenikmatan yang menyesatkan

Sahabat…
Tubuh ini rasanya sudah tak mampu menahan rasa sakit yang teramat
Benalu kecil bernama cancer mulai merangsek menggerogoti raga yang kucintai
Mengiris kadang membuatku meringis
Perlahan menggigit hingga terasa begitu sakit

Sahabat…
Aku tahu ini kehendak tuhan
Aku sadar semua terjadi tentu karena salahku sendiri
Percayalah semua rasa ini, asa ini akan terus hidup bersamaku
Aku tak kan kalah dengan benalu kecil di darahku ini
Malaikat berjas putih akan terus membantuku

Aku ingin mewujudkan semua mimpiku
Takkan kubiarkan benalu kecil menghentikannya
Virus kecil itu bukan apa-apa dibandingkan senyuman kalian
Senyuman saat aku mampu bertahan melalui rangkaian penyembuhanku

Sahabatku…
Jaga dirimu sebaik tuhan memberikan kenikmatan kepadamu
Jangan pantik penderitaan dengan gaya hidup tak karuan
Cukup aku yang lalai menjaga milikku
Sadarlah, dan jaga kenikmatan yang tuhan berikan kepadamu

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. puisi ini saya dedikasikan untuk semua penderita cancer di dunia untuk terus bangkit melawan cancer dan kembali menggapai mimpinya. Serta mengingatkan kepada manusia untuk terus menjaga kenikmatan yang selama ini tuhan titipkan.

Puisi Untuk Mama di Peringatan Hari Ibu Sedunia

Mama; Bidadari di taman Surgawi

Karya R Bara Pratama

Mama………
Engkau bidadari ditaman surgawi
Malaikat suci penjaga hati
Engkaulah pelita dimalam gelapku
Mendekap hidupku dengan selimut kasihmu
Menuntun suksesku dengan rangkaian doa mu

Mama….
Tanpa lelah kau merawatku
Meski perih dengan semua kenakalan ku
Aku sadar senyumanmu itu topeng kesedihanmu
Wajar tegar itu hanya untuk menenangkanmu

Sendiri kau berjuang demi cita-citaku
cintamu…kelembutan itu…kesabaran itu
Bagaimana aku mampu membalasnya?

Tetesan air mata disetiap do’a
Tetesan peluh disudut kening itu
Bagaimana aku menggantinya?

Meski kuberi dunia dan isi nya
Masih tak berarti dibandingkan dengan pengorbananmu
Cukupkan semua itu ma…
Kini giliranku membahagiakanmu

Selamat hari ibu untuk semua ibu hebat di dunia ini. Ibu yang tak kenal lelah mengandung, mengasuh, merawat sejak nol bulan hingga ia tak mampu melakukan apa-apa. Sehat selalu ma, semoga tuhan memberiku kesempatan untuk membahagiakanmu meski ku takkan pernah bisa membalas semua kasih sayangmu.[]

Puisi Tentang Gunung Karya Mahasiswa Fakultas Ekonomi di Peringatan Hari Gunung Internasional

Gunungku Habis Ditelan Ketamakan

Karya R Bara Pratama

Disana…
Tempatku bermain bercengkrama dengan alam
Tempatku berbagi kisah kepada sang pencipta atas masalahku
Tempatku bergumul bersama bebatuan dan sungai yang mengalirinya

Dulu gunungku begitu indah
Kicauan Kutilang dipagi hari
Derik Jangkrik di malam hari
Adalah Alunan melodi merdu teman tidurku

Sungai yang mengalir deras dari hulu
Adalah pelepas dahagaku setiap waktu
Ia adalah sumber kehidupan tanaman dan ternak ayahku
Dan pembasuh cantiknya wajah ibuku

Tapi itu hanyalah kenangan
Gunungku kini mati digerogoti ketamakan
Rambutnya kini habis terbakar
Darahnya kering dihisap rakusnya nafsu manusia

Tak heran jika kini gunungku marah
Kicauan burung kini berganti jerit tangis ketakutan
Derik jangkrik berubah gemuruh longsor bebatuan
Air yang dulu memberi kehidupan kini berubah asap pekat kematian

Gunungku…
Ampuni kami yang lalai menjagamu
Ampuni kami yang tak pernah kenyang dan terbuai ketamakan
Cukupkan penderitaan atas ulah kami ini
Kami berjanji akan segera memperbaiki

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan.

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi Karya Mahasiswa Fakultas Ekonomi

Mati Rasa

Karya R. Bara Pratama

Rasanya tak perlu kembali bertanya

Rasanya kumulai mati rasa

Rasanya tak perlu memaling muka

Karena memang sudah tak berasa

Kau tahu, rasa itu bukannya pudar atau sirna terkikis masa

Rasa itu hanya menguap bersama keangkuhan yang kian menyakitkan

Bersama kebencian yang terasa memilukan

Bersama kenangan-kenangan pahit ketika dicampakkan

Dimataku…

Sang bunga tak membutuhkan lagi kumbangnya

Ia sudah terlena dengan manisnya nektar-nektar kehidupan

Seperti sang bintang yang seolah tak membutuhkan mentari

Karena merasa sudah memiliki cahayanya sendiri

Jadi Cukup kan semua tentang kita

Tentang asa yang pernah terukir indah diatas mega

Tentang Cinta yang dulu seakan memenuhi Nirwana

Tentang janji suci yang hanya sebatas mimpi

lalu Biarkan kulanjutkan tidur panjang ini

Lelahku tak tertahan lagi

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan.

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi “Koruptor” Karya Mahasiswa Fakultas Ekonomi

Sebut Dia Koruptor

Karya R. Bara Pratama

Ingin rasanya kuterjang binatang jalang yang asyik terlentang
Tertidur pulas diantara tumpukan uang
Bermimpi indah, berlayar mewah, di luasnya samudra
Bermandikan permata dari keringat rakyat jelata

Binatang itu kini mulai tertawa
Melihat si lemah termangu tak berdaya
Wajahnya sinis berkesan bengis
Meningkahi rasa lapar para pengemis

Binatang itu berwajah tampan
Berjas, berdasi, terlihat menawan
Mulutnya begitu manis, berkelit membuat sakit
Kuasanya membuat buta para jaksa sekilit
Siapakah gerangan, siapa binatang yang perkasa itu?

Mereka adalah kumpulan jiwa-jiwa tamak
Jiwa yang bangga dengan fananya dunia
Jiwa-jiwa kotor yang bangga disebut koruptor
Jiwa-jiwa korup yang membuat si lemah menderita

Ingin rasanya kuperas darah mereka hingga mengering
Untuk menebus dosanya kepada si lemah yang kurus kering
Tapi apa daya, disaat semua mengira binatang terkurung
Ia terbang bebas bagaikan burung
Siapa bisa menduga
Binatang cerdas bersekutu dengan sipir penjara

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan.

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

 

Caring for Better Living

EVERY people must be wanted for better living. But sometimes, many little things are forgetting by them. Little things such “Care”, padahal that things are the key. Sometimes, they forget little thigs like caring, caring for environment, caring each other, caring about life balance.

Rather than we talk to much about big change like equitable development, increase of regional potential, or increase of people economic. Why we don’t just start with our self, do we?

Mental revolution is needed, start from our self. Start with care about little things. Throw the rubbish in their place, do not smoking on public facilities, keep our environment clean, are great start for begin the better life. After that we have to open our eyes and our mind to see around us. Care about people difficulty, try to help them with your hands as you can. haw about if start from the closest people like your family, your best friend, then your neighbourhood. Life taste great and beautifull when we could useful for others right?

So, what are you waiting for? simple act must be bring a real change. Caring about environment will avoid us from disaster, caring each other will make us avoid from a fight and war. Greedy just bring us to sorrow. withouth disaster, without war, without killing each other the world will full of happiness.

So, Lets do little good things for better living.[]