Posts

Puisi “Cinta dan Perbedaan” Karya R Bara Pratama

Cinta dan Perbedaan

Karya R Bara Pratama

Menjadi sesuatu yang tak diinginkan itu sangat menyakitkan
Bahkan ketika ketegaran diuji sebagai harga mati
Di saat itu hati mu, hati ku, hati kita diuji sebagai sesuatu yang satu
Apakah rasa itu mampu bertahan?
Apakah benar adanya hanya aku yang kau inginkan?
atau insan lainkah?

Tanya demi tanya menghasut fikiranku
Pantas kah? Mampukah? Aku kah orang itu?
Rasa kecewa itu menusuk hingga relung hati terdalam
Begitu dalam bahkan tak mampu lagi terbayang

Tahukah kamu
Cinta itu bukan hanya tentang kesamaan
Cinta itu akan indah karena ada nya perbedaan
Perbedaan itu yg menjadikan kita satu
Tugas kita hanya menemukan formulanya dan tetap mempertahankan rasa
Jangan pernah menyesal atas apa yang pernah kau lakukan
Karena itu pilihan mu
Itu jalan yang kau pilih
Maka tak perlu melihat kebelakang…

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi “Domba Bodoh Penyendiri” Karya R Bara Pratama

Domba Bodoh Penyendiri

Karya R Bara Pratama

Aku adalah domba bodoh penyendiri
Kurus, kering, layu, lemah tak berdaya
Lidahku mampu berkata dan meminta
Namun tak pernah didengar oleh mereka
Kawananku tuli! buta!
Apa hanya aku yang merasa lapar?
Atau mereka yang terlalu kenyang menelan tipuan?

Bunga Edelweis tumbuh indah di sungai duka
Burung Kolibri bercinta dibalik padang ilalang
Dan Aku hanya bisa terdiam, seolah pasrah untuk dijajah

Aku berteriak pada kawananku
Hancurkan pagar bambu yang melukai itu
Biarkan anak kita makan dari petani yang tamak itu

Mereka yang tega memerah susu domba tanpa henti
Mereka yang tak berkeringat, hanya berkoar memeras sana sini
Habisi saja mereka!

Apa daya kawananku masih tuli!
Mereka tuli, pengecut, ingin rasanya kumaki
Ingat lah kau orang tamak
Aku akan menjadi sang soliter
Aku akan terus merasa lapar
Lapar akan keadilan dan kebenaran

Kini akulah sang serigala keji
Kan kucabik jiwa tamakmu hingga mati

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi Berjudul “Menghargai Hidup, Caraku Mencintai Tuhan” Karya R Bara Pratama

Menghargai Hidup, Caraku Mencintai Tuhan

Karya R Bara Pratama

Langkah yang berteman peluh
Lengan yang tak henti bergerak
Otak yang tak henti berfikir
Bukti seriusnya perjuangan hidup ini

Hidup yang sebagian orang jalani dengan santai
Tak pernah kulewati tanpa ambisi
Gerak dan doaku selalu kupacu untuk menghargai hidupku
Hidup yang tuhan beri dengan kesempurnaan
Penghidupan yang lebih baik dari insan kebanyakan

Meski cucuran air mata lebih deras dari rintik hujan
Meski cucuran keringat mengalir membasahi badan
Tak pernah sekalipun ku keluhkan semua penderitaan
Semua halangan yang melintang adalah tantangan yang harus kuterjang
Tak ada gunanya mengeluh Tak ada artinya mengiba

Tuhan sudah terlalu baik dengan memberi semua yang ku minta
Aku cintai hidupku sebagai mana tuhan mencintaiku
Aku mencintai tuhan dengan selalu bersemangat menjalani hidupku
Hidup yang hanya sebuah perjalanan singkat
Hidup yang fana dengan segala godaan nikmat
Tapi begini caraku mencintai tuhanku
Dengan bersyukur atas semua nikmat yang ia titipkan kepadaku

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi “Negri Ku Termakan Ketamakan” Karya R Bara Pratama

Negri Ku Termakan Ketamakan

Karya R Bara Pratama

Negri ku bukanlah tanah kering tanpa kehidupan
Negri ku bukanlah pertiwi yang tak mengasihi
Negri ku itu surga yang tuhan beri kepada kami
Meski kini negriku bingung diombang ambing keresahan

Air mataku menetes diujung senyum sinis
Melihat Ibu pertiwi menangis saat jiwanya teriris
Pedih hatiku mendengar, melihat, mengecap pahitnya tetesan keringat bangsaku
Mataku nanar melihat bangsaku dirundung pilu
Si kaya yang hanya memperkaya dirinya
Penguasa yang menindas kaum tak berdaya
Tapi tangan ini tak mampu berbuat apa-apa

Hutanku dibakar!
Laut ku diracuni!
Bumiku digerogoti habis oleh manusia tamak tak berhati!
Riau! Freeport! Apalagi?!
Mereka bukan bangsaku! bukan tumpah darahku
Tapi mereka yang membuat saudaraku mati kelaparan lumbung makanan

Tuhan, Aku merindukan surgaku yang dulu
Tak sanggup aku melihat tangisan ibu pertiwi menelan korban lebih banyak lagi
Amarahnya yang mengguncangkan bumi
Dan hembusannya yang membuat anak tak berdosa mati
Semoga tuhan memberi penguasa yang penuh nyali
Yang memimpin negri ini dengan hati nurani.

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan.

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr