Posts

Cahya Sukma Pamungkas; Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Akademi Keperawatan

MENGENAKAN seragam putih dengan jas almamater saat ditemui di Ruang Tax Center Universitas Malahayati. Ia adalah sosok pemuda yang ramah dan humoris. Meski begitu tak mengurangi kewibawaannya. Ialah Cahya Sukma Pamungkas, pemuda asal Lampung Tengah yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Akademi Keperawatan (KEMA-Akper) Universitas Malahayati.

Cahya, sapaan akrab pemuda kelhiran Metro, 03 Desember 1996 ini dipercaya oleh teman-temannya mengemban amanah sebagai ketua umum KEMA periode 2016-2017. Ini merupakan tahun ketiga ia bergabung dengan KEMA sejak 2014 sebelum pada akhirnya ia dilantik pada Selasa, 02 Februari 2016. Banyak pengalaman yang ia dapat dalam kurun waktu itu sehingga ia siap menjadi ketua umum Kema.

Motivasinya menjabat sebagai ketua umum Kema ini ingin menjadikan organisasi ini lebih baik lagi dan lebih maju serta ingin melanjutkan program kerja yang belum terealisasi pada masa jabatan kepengurusan lama. “Ingin lebih mengenalkan Kema Akper, tak hanya di Universitas Malahayati saja namun di Instansi lainnya dan masyarakat luas,” kata Cahya.

Pengalamannya dalam dunia organisasi tak perlu diragukan lagi, ia pernah bergabung dalam organisasi Pramuka Ambalan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Adapun program kerja baru yang akan dilaksanakan pada periode ini seperti melakukan promosi kesehatan kedesa-desa, penyuluhan dan program lainnya sesuai bidang keilmuan.

Ia berharap, amanah memimpin Kema Akper setahun kedepan bisa ia emban dengan baik. Meningkatkan kreatifitas dan prestasi mahasiswa Akper adalah prioritas utamanya.[]

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan KEMA Akademi Keperawatan Malahayati

PELANTIKAN dan Serah Terima Jabatan ketua dan kepengurusan Keluarga Mahasiswa Akademi Keperawatan (Kema Akper)  yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Februari 2016 di Tax Center Universitas Malahayati. Dihadiri oleh Direktur dan Wakil Direktur serta mahasiswa/i D3-Keperawatan.

Kema Akper adalah himpunan jurusan yang di kelola oleh mahasiswa/i D3 keperawatan.

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan ini bertemakan Optimalisasi Tata Organis yang Administratif Bersinergi dan Berprestasi. Acara ini bertujan untuk melantik  dan melakukan serah terima jabatan ketua umum Kema Akper dari Dani Prasetyo ke Cahya Sukma Pamungkas serta divisi-divisinya dari kepengurusan priode 2015-2016 ke kepengurusan priode 2016-2017.

“Saya berterimakasih kepada kepengurusan lama yang telah membantu dan membimbing kepengurusan baru. Semoga waktu dan tenaganya dapat bermanfaat untuk Akademik Keperawatan, Universitas Malahayati maupun masyarakat dan negara,” Kata Muhammad Ricko Gunawan, Wakil Direktur non Akademik Akademi Keperawatan.

Acara yang berjalan dengan lancar dan sukses, terlihat semua rundown acara yang berlajan sesuai dengan yang diharapkan dan kelancaran dalam pembacaan janji pelantikan oleh ketua dan devisi kepengurusan baru priode 2016-2017 agar dapat mengemban tanggung jawab di pundaknya.[]

 

D3 Keperawatan Malahayati Ikuti Try Out Uji Kompetensi Keperawatan

D3 Keperawatan Malahayati ikuti pengarahan Try Out Uji Kompetensi. Kegiatan ini serentak dilaksanakan se-Indonesia hari ini. Di Universitas Malahayati sendiri berlangsung di Malahayati Carrer Centre (MCC). Kegiatan wajib ini guna memberi pengarahan try out uji kompetensi yang akan diadakan di Gedung GrahaBintang Universitas Malahayati Bandar Lampung, Sabtu 05 Desember 2015.

Tak Hanya Mahasiswa D3 Keperawatan Malahayati saja, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa D3 Keperawatan se-Provinsi Lampung. Kegiatan ini diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat tiga D3 Keperawatan.

“Try out ini guna untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi uji kompetensi keperawatan mendatang,” kata Dani Prasetyo, salah satu peserta try out uji kompetensi itu.[]

Potret Pengarahan Uji Kompetensi D3 Keperawatan Se-Provinsi Lampung

PENGARAHAN Uji Kompetensi D3 Keperawatan se-Provinsi Lampung. Kegiatan ini serentak dilaksanakan se-Indonesia hari ini. Provinsi Lampung sendiri mengadakan di tiga tempat yaitu Poltekes, Panca Bhakti dan Malahayati.

Di Universitas Malahayati, berlangsung di Gedung Graha Bintang. Uji kompetensi ini adalah syarat memperoleh sertifikat uji kompetensi. “Sertifikat itu untuk membuat Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai syarat perawat bekerja,” ujar Rahma Elliya S Kep M Kes.

Berikut potret yang tertangkap kamera malahayati.ac.id:

Pengarahan Uji Kompetensi D3 Keperawatan Se-Provinsi Lampung

PENGARAHAN Uji Kompetensi D3 Keperawatan se-Provinsi Lampung. Kegiatan ini serentak dilaksanakan se-Indonesia hari ini. Provinsi Lampung sendiri mengadakan di tiga tempat yaitu Poltekes, Panca Bhakti dan Malahayati.

Di Universitas Malahayati, berlangsung di Gedung Graha Bintang. Uji kompetensi ini adalah syarat memperoleh sertifikat uji kompetensi. “Sertifikat itu untuk membuat Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai syarat perawat bekerja,” ujar Rahma Elliya S Kep M Kes.

Pengarahan uji kompetensi ini terdiri 350 peserta dari 7 Institusi D3 Keperawatan se-Provinsi Lampung. kegiatan ini diperuntukkan bagi yang telah lulus D3 Keperawatan. “Ini wajib, jika tidak mengikuti pengarahan maka tak bisa uji kompetensi,” ujar Rahma, penanggung jawab lokasi.

Rahma berharap dengan adanya uji kompetensi. Perawat ini memiliki kemampuan profesional. Sesuai dengan standar perawat di Indonesia.[]

Edi dan Failan Berbagi Pengalaman Saat Praktik Klinik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin

Ada yang berbeda dari hari-hari Edi Gunawan saat menjalani kehidupan menuntut ilmu di Universitas Malahayati Lampung. Hari ini merupakan hari kelima, mahasiswa Akademi Keperawatan Malahayati itu menjalani sebagai mahaiswa praktik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA).

“Ini adalah pengalaman baru bagi saya dan kawan-kawan berbaur dengan pasien di rumah sakit,” kata mahasiswa yang biasa disapa Edi di Kabara Shop Kampus Malahayati, Selasa 8 September 2015.

Setiap hari dia harus menjalani rutinitas di rumah sakit dengan segala kesibukannya. Tidak lagi berkutat di ruang kelas untuk mendengarkan materi kuliah dari si dosen. Banyak pengalaman baru yang didapat oleh mahasiswa semester akhir ini saat bergaul dengan pasien rumah sakit yang memiliki karakter yang berbeda-beda.

“Yang penting menjalin kimunikasi dengan pasien serta meyakinkan mereka agar pasien tidak takut dan percaya sama kita,” katanya.

 

Potret Usai Sidang Karya Tulis Ilmiah Keperawatan

Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan karya tulis yang disusun mahasiswa dan diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Pendidikan Program Studi Diploma III Keperawatan. Seperti yang di rasakan Pipit Puspita Sari, yang sudah menyelesaikan sidang KTI.

Berikut potret yang tertangkap malahayati.ac.id, usai Sidang KTI:

Pipit: Universitas Malahayati It’s Amazing

MAHASISWA tingkat akhir DIII Keperawatan Malahayati sedang disibukkan dengan sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) di ruangan sidang Lantai 3 Gedung Rektorat, Kamis 3 September 2015.

Salah satu di antaranya adalah  Pipit Puspita Sari. “Lega, meski tegang saat sidang berlangsung namun masukan dari para penguji sangat bermanfaat,” ujarnya usai mengikuti sidang kepada malahayati.ac.id.

Mahasiswi yang akrab disapa pipit ini mengangkat judul KTI cukup menarik yaitu, Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Khususnya Tn. S Dengan Kasus Hipertensi di Kelurahan Sumber Sari Batul, Metro.

Pipit mengaku saat penyuluhan ia mengalami sedikit kendala, karena kurang pedulinya keluarga terhadap kondisi kesehatan Tn.S. Namun ia dapat menyelesaikannya dengan baik, terlihat dari rona wajah bahagianya usai menjalani sidang ini.

“Saran untuk teman-teman yang ingin sidang KTI, sebaiknya penguasaan materi yang baik dan persiapan matang untuk bahan materi dan lain-lain,” ujar Pipit menambahkan.

Mahasiswi kelahiran 1 Januari 1993 ini mengatakan Universitas Malahayati it’s Amazing.[]

Begini Suasana Sidang Karya Tulis Ilmiah Mahasiswi Akademi Keperawatan

Berada di lantai tiga Gedung Rektorat Universitas Malahayati, suasana ruang sidang Karya Tulis Mahasiswa (KTI) untuk Akademi Keperawatan Malahayati, tampak sunyi. Di dalamnya seorang mahasiswi bernama Pipit Puspita Sari tampak berwajah  tegang dan gugup. Sesekali ia menunjukkan senyuman tipis manisnya.

“Materi atau bahan yang di dapat harus terpercaya, akurat dan memang sudah terbukti,” ujar Rahma Elliya, S.Kep,.M.Kes salah satu penguji KTI kepada malahayati.ac.id, Kamis 3 September 2015.

Pipit menguasai materinya dengan baik, terbukti ia mampu menjawab dengan lancar semua pertanyaan dari pembimbing dan penguji. Pembimbing I dan II yaitu, Ricko Gunawan, S.Kep dan Wahid Tri Wahyudi, S.Kep, Ns dan untuk penguji, Rahma Elliya, S.Kep,.M.Kes.

Judul KTI yang ia buat cukup menarik yaitu, Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Khususnya Tn. S Dengan Kasus Hipertensi di Desa Sumber Sari Batul, Metro. Dengan judul yang menarik dan pembawaan materi yang cukup baik, ia menyelesaikan sidang KTI dengan lancar, namun mendapat catatan agar laporan kasusnya di perbaiki dahulu. []

Potret Serah Terima Mahasiswa Praktik Klinik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin

SERAH Terima Praktik Klinik Universitas Malahayati di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA), Bandar Lampung telah dilaksanakan pagi ini 2 September 2015.

Malahayati diwakilkan oleh Rahma, menyerahkan 23 Mahasiswa/i ini untuk menimba ilmu selama 2 minggu ke depan kepada J. Suwanto, Kepala bidang Keperwatan RSPBA.

Acara yang berlangsung tertib selama 60 menit ini diawali dengan pembukaan lalu sambutan dari pihak Malahayati dan RSPBA, dan ditutup dengan pembagian tugas kepada para mahasiswa praktik klinik.

Bagaimana potret serah terima ini? Berikut potret yang tertangkap kamera tim malahayati.ac.id: