Posts

Potret Makan Bersama Adik Yatim di Kegiatan Pengajian Rutin Malahayati [part2]

Universitas Malahayati kembali mengadakan kegiatan rutin bersama adik yatim binaan Yayasan Alih Teknologi pada Sabtu, 21 Mei 2016. Rayendra Hermansyah, Kelapa Green Dormitory terlihat mengikuti kegiatan. Selain itu terlihat pula Ustad Fadli, Ustad Muslih, Ustad Sutikno dan Ustad Burwani. Kegiatan ini berlangsung khidmat sejak awal dimulai hingga selesai.

Kegiatan tersebut berupa pembacaan surah yasin dan doa, makan bersama serta penyantunan. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan di Danau cinta yatim, namun kali ini dilaksanakan di Mushola Universitas Malahayati, karena Danau cinta yatim sedang dalam tahap perbaikan.

Berikut Potret Makan Bersama Adik Yatim di Kegiatan Pengajian Rutin Malahayati:

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Potret Kegiatan Sakral Bersama Anak Yatim Binaan Yayasan Alih Teknologi

PULUHAN anak yatim binaan Yayasan Alih Teknologi kembali hadir dalam kegiatan rutin Universitas Malahayati. Bukan tanpa alasan mereka didampingi sang ibu hadir seray untuk memanjatkan doa agar Universitas Malahayati terus maju. Kegiatan sakrat tersebut digelar di Mudhola Universitas Malahayati pada Sabtu, 28 Mei 2016.

Rayendra Hermansyah, Tironsyah, Ustad Muslih, Ustad Sutikno dan Ustad Burwani tak bosan menghadiri kegiatan ini. Diawali dengan Sholat Dzuhur berjamaah, kemudian dilanjutkan pembacaan Surat Yasin dan Doa dipimpin oleh Ustad Sutikno dan Purwazi salah satu anak yatim binaan Yayasan Alih Teknologi.

Berikut potret kegiatan sakral bersama anak yatim binaan Binaan Yayasan Alih Teknologi:

yatim8 yatim9 yatim10 yatim11 yatim12 yatim13 yatim14

Surah Yasin Menggema di Mushola Universitas Malahayati

Universitas Malahayati mengadakan kegiatan rutin bersama adik yatim binaan Yayasan Alih Teknologi pada Sabtu, 21 Mei 2016. Terlihat pula Rayendra Hermansyah, Ustad Fadli, Ustad Muslih, Ustad Sutikno dan Ustad Burwani hadir pada kegiatan tersebut. Kegiatan rutin tersebut berupa pembacaan surah yasin dan doa serta penyantunan. Kegiatan ini berlangsung khidmat sejak awal dimulai hingga selesai.

Biasanya kegiatan ini dilaksanakan di Danau cinta yatim, namun kali ini dilaksanakan di Mushola Universitas Malahayati, karena Danau cinta yatim sedang dalam tahap perbaikan.

Meskipun tak bisa bermain ataupun memencing ikan didanau, namun adik-adik yatim tetap antusias dalam mengikuti kegiatan. Bersama sang ibu mereka memanjatkan doa untuk keberlangsungan Universitas Malahayati.

Menyayangi dan menyantuni anak yatim adalah suatu kewajiban yang selalu diajarkan oleh Rusli Bintang, Pendiri Yayasan Alih Teknologi Universitas Malahayati kepada semua yang dikenalnya. Setiap pejabat rektorat, dosen bahkan mahasiswa diwajibkan untuk menyantuni anak yatim minimal satu orang.

Potret Sabtu Sakral Bermunajat Bersama Para Yatim di Danau Cinta [part2]

ALUNAN merdu surah yasin kembali terdengar di Danau Cinta Universitas Malahayati, Sabtu, 26 Maret 2016. Anak yatim bersama ibunya terlihat khusuk membaca ayat demi ayat hingga selesai. Dimpimpin oleh Bobby Yoga A, anak yatim Binaan Yayasan Alih Teknologi Malahayati alunan surah yasin terasa begitu merdu dan khidmat ditelinga pendengarnya. Terlihat juga Rayendra Hermansyah, dr Yunus, dr Edy Ramdhani, Tironsyah dan para Ustadz Green Dormitory mengiringi ayat demi ayat yang dibaca.

Mereka bermunajat kepada Allah SWT agar Universitas Malahayati selalu diridhoi oleh Allah. Terutama Rusli Bintang dan civitas akademika agar selalu diberi kesehatan dan berkah dunia serta akhirat. Tak lupa mereka mengirim doa untuk Almarhum Kapten Anumerta dr Yanto Sp OT yang gugur saat menjalankan tugasnya di Poso, seminggu silam. Dokter Yanto merupakan lulusan terbaik Fakultas Kedokteran angkatan 1999 yang selalu menjadi kebanggan Universitas Malahayati. Mereka berdoa agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dibalik rasa duka yang mendalam atas kepergian salah satu anggota keluarga Malahayati, nampak pula wajah polos anak yatim yang membuka lembar demi lembar buku di tangannya. Lantunan ayat suci yang keluar dari mulut mereka bahkan terasa indah dan menenangkan dibandingkan dengan keelokan danau cinta dan teduhnya rerimbunan pohon sengon yang menaunginya.

Potret sabtu sakral di Danau Cinta:

 

Potret Sabtu Sakral Bermunajat Bersama Para Yatim di Danau Cinta [part1]

ALUNAN merdu surah yasin kembali terdengar di Danau Cinta Universitas Malahayati, Sabtu, 26 Maret 2016. Anak yatim bersama ibunya terlihat khusuk membaca ayat demi ayat hingga selesai. Dimpimpin oleh Bobby Yoga A, anak yatim Binaan Yayasan Alih Teknologi Malahayati alunan surah yasin terasa begitu merdu dan khidmat ditelinga pendengarnya. Terlihat juga Rayendra Hermansyah, dr Yunus, dr Edy Ramdhani, Tironsyah dan para Ustadz Green Dormitory mengiringi ayat demi ayat yang dibaca.

Mereka bermunajat kepada Allah SWT agar Universitas Malahayati selalu diridhoi oleh Allah. Terutama Rusli Bintang dan civitas akademika agar selalu diberi kesehatan dan berkah dunia serta akhirat. Tak lupa mereka mengirim doa untuk Almarhum Kapten Anumerta dr Yanto Sp OT yang gugur saat menjalankan tugasnya di Poso, seminggu silam. Dokter Yanto merupakan lulusan terbaik Fakultas Kedokteran angkatan 1999 yang selalu menjadi kebanggan Universitas Malahayati. Mereka berdoa agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dibalik rasa duka yang mendalam atas kepergian salah satu anggota keluarga Malahayati, nampak pula wajah polos anak yatim yang membuka lembar demi lembar buku di tangannya. Lantunan ayat suci yang keluar dari mulut mereka bahkan terasa indah dan menenangkan dibandingkan dengan keelokan danau cinta dan teduhnya rerimbunan pohon sengon yang menaunginya.

Potret sabtu sakral di Danau Cinta:

Lantunan Merdu Surah Yasin di Danau Cinta Kembali Menggema

ALUNAN merdu surah yasin kembali terdengar di Danau Cinta Universitas Malahayati, Sabtu, 26 Maret 2016. Anak yatim bersama ibunya terlihat khusuk membaca ayat demi ayat hingga selesai. Dimpimpin oleh Bobby Yoga A, anak yatim Binaan Yayasan Alih Teknologi Malahayati alunan surah yasin terasa begitu merdu dan khidmat ditelinga pendengarnya. Terlihat juga Rayendra Hermansyah, dr Yunus, dr Edy Ramdhani, Tironsyah dan para Ustadz Green Dormitory mengiringi ayat demi ayat yang dibaca.

Mereka bermunajat kepada Allah SWT agar Universitas Malahayati selalu diridhoi oleh Allah. Terutama Rusli Bintang dan civitas akademika agar selalu diberi kesehatan dan berkah dunia serta akhirat. Tak lupa mereka mengirim doa untuk Almarhum Kapten Anumerta dr Yanto Sp OT yang gugur saat menjalankan tugasnya di Poso, seminggu silam. Dokter Yanto merupakan lulusan terbaik Fakultas Kedokteran angkatan 1999 yang selalu menjadi kebanggan Universitas Malahayati. Mereka berdoa agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dibalik rasa duka yang mendalam atas kepergian salah satu anggota keluarga Malahayati, nampak pula wajah polos anak yatim yang membuka lembar demi lembar buku di tangannya. Lantunan ayat suci yang keluar dari mulut mereka bahkan terasa indah dan menenangkan dibandingkan dengan keelokan danau cinta dan teduhnya rerimbunan pohon sengon yang menaunginya.

Kegiatan rutin ini merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari nadi kehidupan Universitas Malahayati. Menyayangi dan menyantuni anak yatim adalah suatu kewajiban yang selalu diajarkan oleh Rusli Bintang, Pendiri Yayasan Alih Teknologi Universitas Malahayati kepada semua yang dikenalnya. Setiap pejabat rektorat, dosen bahkan mahasiswa diwajibkan untuk menyantuni anak yatim minimal satu orang.

Jadi setiap Sabtu sebelum adzan dzuhur berkumandang, para anak yatim dan ibu mereka hadir untuk shalat berjamaah dan membaca yasin bersama untuk mendoakan Malahayati agar semakin maju dan berkembang. Setelah itu barulah mereka bercengkrama, makan bersama dan mengambil santunan bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.[]

Potret Lantunan Surah Yasin yang Kembali Menggema Tepi Danau Universitas Malahayati [part 2]

LANTUNAN surah yasin kembali menggema tepi Danau Universitas Malahayati, Sabtu 12 Maret 2016. Terlihat anak-anak berkumpul di bawah tenda di dekat dapur umum tempat pembakaran ikan. Mereka adalah anak-anak yatim binaan Yayasan Alih Teknologi Universitas Malahayati. Terlihat juga Ustad Sutikno, Ustad Muslih dan Ustad Fadli mengikuti kegiatan dengan khidmat.

Kegiatan rutin ini diawali dengan shalat dzuhur berjamaah. Setelah itu menggemalah surah yasin di danau cinta yang dipimpin oleh Purwaji, anak yatim Binaan Yayasan Alih Teknologi Malahayati.

Berikut Potret Lantunan Surah Yasin Kembali Menggema di Tepi Danau Universitas Malahayati:

Motivasi Menghadapi Dunia Perkuliahan Oleh Mahasiswa Malahayati di Danau Cinta Yatim

Ada yang berbeda dengan kegiatan rutin Danau cinta Sabtu, 12 Maret 2016. Biasanya kegiatan ini diawali dengan sholat dzuhur berjamaan, kemudian diisi dengan pembacaan surah Yasin dan Do’a dan makan bersama. Dipenghujung acara Ramdhani Subrata, mahasisiwa jurusan Akuntansi berinisiatif memberikan motivasi menghadapi dunia perkuliahan.

Mahasisiwa semester akhir tersebut menjelaskan bagaimana menghadapi dunia perkuliahan. Ia menganjurkan kepada adik-adik yatim yang hendak masuk perkuliahan agar terus belajar. “Tinggalkan hal-hal yang kurang penting, tingkatkan belajar,” ujar Dhani.

Ia juga menyarankan agar memilih jurusan sesuai dengan keahlian masing-masing. “Pilih jurusan yang sesuai dengan keahlian kamu,” ujar Dhani. Menurut Dhani, kuliah itu penting untuk menghadapi persaingan dunia kerja, Bukan Hanya sekedar tittle namun kemampuan personal yang telah mengenyam bangku kuliah juga akan dipertimbangkan.

Terakhir ia juga berpesan agar terus menabung untuk perkuliahan kelak. “Kuliah itu sulit, butuh biaya besar, jadi kalian nabunglah dari sekarang,” ujar Dhani. Meskipun sulit namun yakin pada diri bahwa kita dapat menghadapinya.

Potret Lantunan Surah Yasin yang Kembali Menggema Tepi Danau Universitas Malahayati

LANTUNAN surah yasin kembali menggema tepi Danau Universitas Malahayati, Sabtu 12 Maret 2016. Terlihat anak-anak berkumpul di bawah tenda di dekat dapur umum tempat pembakaran ikan. Mereka adalah anak-anak yatim binaan Yayasan Alih Teknologi Universitas Malahayati. Terlihat juga Ustad Sutikno, Ustad Muslih dan Ustad Fadli mengikuti kegiatan dengan khidmat.

Kegiatan rutin ini diawali dengan shalat dzuhur berjamaah. Setelah itu menggemalah surah yasin di danau cinta yang dipimpin oleh Purwaji, anak yatim Binaan Yayasan Alih Teknologi Malahayati.

Berikut Potret Lantunan Surah Yasin Kembali Menggema di Tepi Danau Universitas Malahayati:

IMG_1383 IMG_1385 IMG_1388 IMG_1393

danau 3 danau 2

 

Danau Kemuning di Desa Sribawono Kabupaten Lampung Timur

SELAIN Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur masih menyimpan beragam objek wisata yang berpotensi dikembangkan. Salah satunya Danau Kemuning Desa Sribawono, Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur.

Kejernihan air Danau Kemuning merupakan daya tarik bagi pengunjung. Selain jernih, air danau alami juga sejuk karena banyak bebatuan yang berada di dalamnya. Di lokasi itu, pengunjung mandi atau sekadar menikmati kesejukan dan keindahan alam sembari duduk di atas bebatuan untuk melepaskan penat.

Lokasi Danau Kemuning juga mudah dijangkau karena hanya terletak 1 km dari Jl. Ir. Sutami (jalan raya Kecamatan Bandar Sribawono). Jalan menuju lokasi itu juga sudah diaspal, sehingga mudah dilintasi kendaraan roda empat maupun dua.

Selain itu, pengunjung juga dapat nyaman dan aman bila berada di lokasi tersebut. Sebab, masyarakat setempat menyambut baik bila ada pengunjung yang datang. Karena itu, lokasi ini selalu ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada hari libur. Baik itu untuk sekadar bersantai, mandi, lalu makan bersama dengan keluarga maupun rekan-rekan mereka.

Selain berpotensi sebagai objek wisata, Danau Kemuning juga merupakan salah satu sumber air bagi ribuan hektare areal persawahan yang berada di Kecamatan Bandarsribawono dan Matarambaru. Danau Kemuning juga merupakan sumber air bagi daerah irigasi Way Curup.

Sebagian besar airnya berasal dari Danau Kemuning. Way Curup sendiri berfungsi mengaliri ribuan hektare sawah yang ada di Kecamatan Matarambaru, Labuhanmaringgai, dan sebagian di Kecamatan Wayjepara.

|sumber: lampungtimurkab.go.id