Posts

Pesona Bukit Kabut Bawang Bakung Lampung Barat

SETELAH Pantai Gigi Hiu di Pegadungan, Kelumbayan, Tanggamus berhasil mencuri perhatian para fotografer nasional, kini hadir tempat di Lampung yang juga bakal menjadi spot foto idola para pemotret dan para traveler. Tempat tersebut adalah Bukit Kabut Bawang Bakung atau yang juga dikenal Bukit Geredai yang berada di Kota Besi, Liwa, Lampung Barat.

Bukit yang memiliki pemandangan kota Liwa dari atas ketinggian ini, menghadirkan pesona tak kalah menakjubkan dibanding Pananjakan, Gunung Bromo, Jawa Timur. Karena di sini kita serasa menempati negeri di atas awan dengan pemandangan Gunung Pesagi dan Seminung yang tampak di kejauhan.

Bukit Bawang Bakung ini sendiri letaknya tidak begitu jauh dari pusat kota Liwa. Hanya sekitar 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Akses jalan yang ada pun sudah cukup baik. Kendaraan roda dua dan roda empat bisa masuk. Namun, dianjurkan untuk kendaraan roda empat berukuran besar, agar parkir di bawah atau di dekat perkampungan warga karena jalan tidak begitu lebar.

Selama perjalanan menuju ke sini, kita akan mendapati perkampungan masyarakat Lampung Barat dengan rumah-rumah tradisionalnya serta aktivitas masyarakatnya kala pagi hari. Mulai dari pergi ke sawah, mandi di pancuran dan sungai, hingga anak-anak yang berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki atau mengendarai motor. Persawahan yang ada juga sangat menarik untuk jadi obyek foto. |sumber: pariwisatalampung.com

Pesona Curup Gangsa, Air Terjun di Kabupaten Way Kanan

KABUPATEN Way Kanan merupakan salah satu dari kabupaten di Provinsi Lampung yang letaknya paling utara dari kabupaten lainnya,  berbatasan langsung dengan Kabupaten Oku Timur Provinsi Sumatra Selatan. Mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa di bumi petani ini banyak sekali objek wisata yang belum tergarap dengan maksimal. Mulai dari wisata alam hingga wisata budaya seperti kampung-kampung tua yang masih tetap eksis dengan keragaman budayanya.

curup gangsa(rumah)

 Rumah Panggung khas Suku Semendo

Perjalanan ke Curup Gangsa merupakan perjalanan panjang untuk menemukan “surga” yang tersembunyi di pedalaman Lampung. Jalanan yang lumayan terjal saat memasuki kawasan kasui hingga desa Kotaway sempat saya rasakan. Sepanjang perjalanan rimbunnya pepohonan tersembul di berbagai sisi. Kebun kopi, lada dan aneka tanaman perkebunan juga banyak ditemukan disini.

Sesekali perkampungan khas pedesaan yang kondisinya masih sepi tampak bergerombol di beberapa titik. Jejeran rumah panggung suku Semendo juga sempat saya lihat di beberapa kampung. Semua berpadu, menjadi bagian yang tak terpisahkan menuju kawasan wisata Curup Gangsa.

Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Baradatu yang menjadi sentra ekonomi di Way Kanan membutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan. Dari Baradatu kita melanjutkan perjalanan menuju desa Kota Way di Kecamatan Kasui, dimana tempat air terjun Curup Gangsa berada. Hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam kita akan sampai di objek wisata Air Terjun Curup Gangsa. Jalanan dari desa Kota Way menuju Curup Gangsa mulus dan tak banyak tikungan.

Air terjun Curup Gangsa bersumber dari patahan sungai Way Tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur melalui beberapa desa di Kasui seperti Tanjung Kurung dan Lebak Peniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjung Raya.

curup gangsa (pemandangan sisi kiri)

Pemandangan Alam berupa Sawah berundak-undak di sisi sebelah kiri Curup Gangsa

Air terjun Curup Gangsa terletak di  dusun Tanjung Raya, Kampung Kota Way Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan berjarak sekitar 10 km dari Kecamatan Kasui. Kasui sendiri bisa disebut sebagai transit area. Aneka kebutuhan hidup bisa didapat dengan mudh disini sebelum memasuki kawasan objek wisata Curup Gangsa. Anda juga bisa memesan aneka makanan dan kudapan disini.

Sementara didalam kawasan wisata susah ditemukan tempat berjualan. Namun, jika Anda ingin berbelanja snack, banyak warung-warung kecil yang bisa kita jumpai di Kota Way. Sementara dari Blambangan Umpu, Ibukota kabupaten Way Kanan, menuju Curup Gangsa berjarak sekitar 40 km.  Obyek Wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat atau dua. Namun, sepertinya kendaraan roda dua lebih menantang dan menyenangkan.

Pemandangan yang sungguh luar biasa, air terjun yang berpadu dengan hijaunya hutan di lereng pegunungan. Untuk menikmati debur sungai dan derasnya curup gangsa kita harus menuruni anak tangga yang berjumlah sekitar 67 anak tunggu. Ketinggian air terjun ini mencapai ± 50 m dengan lebar pematang air sekitar 20 meter, disisi lain ada juga air terjun kecil yang terpisah tetapi masih dalam satu kawasan. Pemandangan yang benar-benar menakjubkan jika kita lihat air terjun ini dari aliran sungai.

Lebar sungai Gangsa ini kurang lebih 20 meter. Banyak sekali batu-batu besar yang bertebaran di sepanjang sungai. Pemdangan air terjun secara keseluruhan tampak jelas dari sungai ini. Letaknya yang berada di daerah perbukitan sangat cocok untuk wisata adventure, memancing, berrenang ataupun aktivitas air lainnya.

Konon, nama ‘Gangsa’ berasal dari legenda masyarakat setempat yang artinya suara gemerincing air terjun ini bagaikan suara seruling Gangsa. Seruling Gangsa sendiri merupakan seruling bambu yang biasa digunakan oleh masyarakat pada masa lalu. Nah, dari suara inilah nama Curup Gangsa kemudian disematkan pada air terjun yang masih alami ini.

curup gangsa curup gangsa (alam sekitar) curup gangsa (pesona

|sumber: lampungtreveller.blogspot.com, jayanjayan.com

Gunung Tanggamus, Destinasi Pendakian Yang Menantang

Gunung Tanggamus adalah sebuah gunung yang terletak di Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Gunung ini berada di sebelah timur laut dari Kota Agung dengan jarak sekitar 10 km. Gunung ini adalah gunung tertinggi kedua di Provinsi Lampung setelah Gunung Pesagi.

Gunung ini memiliki panorama yang sangat menarik. salah satu panorama yang menjadi favorit yaitu panorama teluk semangka secara keseluruhan melalui puncaknya. Selain itu gunung ini juga unik dan memiliki tantangan tersendiri. Menuju lokasi itu saja sudah punya cerita khusus, apalagi jalur pendakian ke tempat peristirahatan pertama hingga puncak.

Memiliki ketinggian 2.100 MDPL gunung ini merupakan salah satu gunung yang menjadi destinasi para pendaki. Biasanya jalur paling umum adalah dari Gisting. Dari Gisting pendaki harus berjalan sejauh 5 KM untuk sampai di ujung aspal. 5 KM lagi pendaki akan menemukan base camp snorkeling. 15 menit dari sana, pendaki menemukan pintu masuk (rimba). Lalu, 3 jam dari sana, pendaki akan menemukan shelter ke-2.

Namun Pendaki harus hati-hati dengan tebing terjal. Pendaki harus menggunakan alat bantu. Dan Jangan lupa untuk membawa air karena tidak adanya air di puncak atau base camp snorkeling. Puncak dari pendakian ini kita akan menemukan hutan lumut yang sangat sejuk dan eksotik di puncak Gunung Tanggamus.

Destinasi Wisata Air Terjun Way Kalam Kabupaten Lampung Selatan

AIR Terjun Way Kalam merupakan salah satu objek wisata alam Gunung Raja Basa yang berada di Kabupaten Lampung Selatan tepatnya di Desa Way Kalam Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung.

Perjalanan menuju Air Terjun Way Kalam cukup berliku. Selepas melewati perkampungan yang didominasi masyarakat Jawa Serang (Jaseng) kita harus melanjutkan perjalanan melewati jalan setapak. Sepanjang perjalanan tanaman kakao, durian, pohon pisang serta aneka pepohonan akan menyambut kita. Perjalanan yang melelahkan akan terbayar saat kita melihat Air Terjun Way Kalam yang sangat jernih bak air susu dari surga.

Walaupun didominasi masyarakat Jaseng, namun, nama air terjun ini menggunakan Bahasa Lampung. Way berarti air atau sungai. Sedangkan, Kalam itu berarti batu putih yang keluar dari cadas. Penamaan ini sebagai penghormatan masyarakat setempat kepada masyarakat lokal. Jika dilihat air terjun ini memang seolah keluar dari batu cadas yang begitu besar.

Akses menuju air terjun ini telah dipaving blok sejak 2011 oleh Menteri Kehutanan kala itu. Jalanan itu hingga kini masih terjaga. Para pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Namun, hanya bisa sampai kawasan parkiran. Selepas dari parkiran kita harus berjalan sekitar 20 menit dengan menuruni lereng. Kayu-kayu yang dibuat semacam tangga sangat membantu pengunjung menjangkau Air Terjun Way Kalam.

Lokasi air terjun ini berada di Kawasan Hutan Lindung Register 3 Gunung Rajabasa yang dikelilingi oleh tebing yang cukup curam. Tebing-tebing ini semakin mempercantik pemandangan. Air terjun Way Kalam bersumber dari Way Penengahan. Sungai besar ini mampu mengairi 20 desa di sekitar Gunung Rajabasa. Masyarakat setempat memanfaatkan air bersih itu untuk keperluan sehari-hari dan untuk dikonsumsi juga. Ibu Lilis, warga setempat yang sudah lama bermukim, mengatakan Way Penengahan mampu mengairi desa-desa di sekitarnya karena debit airnya yang banyak. Air terjun Way Kalam sendiri menjadi bagian yang dialiri sungai besar ini. “Airnya bersih dan jernih, makanya banyak warga yang memanfaatkannya untuk kehidupan sehari-hari”, kata dia.

Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 40 meter ini tampak semakin eksotis dengan pepohonan di sekitarnya yang masih rimbun. Cipratan air terjun yang jatuh menimpa bebatuan di bawahnya membuat tubuh kita yang berbalut baju menjadi basah. Padahal jarak antara titik kita berdiri dengan air terjun mencapai 500 meter. Kita bisa berfoto di dekat air terjun maupun berenang di bawah lereng yang curam.

Bagi pengunjung yang datang ke sini dikenai tiket masuk sebesar Rp 10ribu / motor. Tiket tersebut sudah termasuk dua orang yang mengendarainya. Namun, jika kita datang menggunakan mobil atau angkutan lainnya kita dikenai tiket masuk Rp 3000 per orang.Lereng yang curam di Air Terjun Way Kalam dulu banyak dihuni kelelawar. Namun, seiring banyaknya wisatawan yang berkunjung ke sini, kelelawar itu berpindah mencari habibat baru. Bebatuan juga banyak memenuhi aliran sungai di bawah air terjun. Batu dengan berbagai ukuran itu memang menjadi pemandangan yang semakin asyik. Pengunjung juga bisa berfoto dari atas batu yang banyak bertebaran di sekitar area air terjun. Namun, di sini tidak ada ruang ganti atau bilas. Sebaiknya Anda membawa sarung atau kain penutup lainnya untuk melindungi Anda saat berganti pakaian.

Air Terjun Way Kalam sangat rekomendid untuk Anda kunjungi. Selain air terjunnya yang sangat menawan, udara yang begitu segar juga menjadi sajian dari alam yang tak terlewatkan. Maka jangan ragu-ragu, ayo ambil ranselmu dan menjelajahlah, Air Terjun Way Kalam menunggumu.[]

Karang Di Pantai Tembakak Lampung Barat

PANTAI Tembakak salah satu pantai yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai akses penting untuk menuju Pulau Pisang. Disini bersandar beberapa perahu yang siap mengantarkan wisatawan, masyarakat setempat atau barang kebutuhan masyarakat pulau Pisang. Namun dibalik itu semua, pantai menyimpan keunikan yang bisa membuat para wisatawan berdatangan.

pantai Tembakak ini terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, dekat dengan Ibukota Kabupaten Pesisir Barat yaitu Krui. Jika dari Bandar Lampung dengan menggunakan kendaraan pribadi, kita bisa mengambil jalur menuju Kota Krui melintasi Kotaagung. Rutenya yaitu Bandar Lampung-Kemiling-Pringsewu-Talang Padang-Gisting-Kotaagung-Tanjakan Sedayu-Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)-Bengkunat-Krui-Pantai Tembakak. Kondisi jalan cukup baik, namun mulai tanjakan sedayu hingga pantai Tembakak, jalan mulai berlubang-lubang.

Perjalanan dari Bandar Lampung ke kota Krui sekitar 6-7 Jam, dari kota Krui ke Tembakak hanya menempuh jarak 30 menit saja, dan tentunya tetap hati-hati karena jalan penuh lubang.

Selain ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa, pantai menjadi pelabuhan kecil untuk menyebrang ke pulau pisang ini, punya keunikan yang khas. Selain pasir hitamnya yang halus, pantai ini mempunyai batu karang besar yang khas.

Pantai Krakatau Kahai Resort Kalianda

PANTAI Krakatau Kahai lokasi pantai ini terletak di Kalianda atau di belakang Gunung Rajabasa. Sebenarnya Pantai ini sudah dibuka sejak tahun lalu, namun jaraknya yang cukup jauh dan membuat banyak orang tidak tahu tentang lokasi pantai ini.

Untuk mencapai lokasi ini dari Bandar Lampung membutkan waktu 2jam/70km, rute yang bisa dilalui adalah Bandar Lampung-Kalianda,dari Kalianda kita bisa memilih jalan yang melewati gunung ataupun yang melewati pinggir laut, namun jika ingin lebih cepat disarankan untuk melalui jalan yang melewati gunung.

Pantai ini hanya diwajibkan membayar parkir kendaraan sebesar 5.000, sedangkan biaya masuk Pantai 15.000 dan tidak dikenakan biaya sewa pondokan.

Fasilitas yang ditawarkan sangat beragam, berikut potret keindahan dan beragam fasilitasnya:

Rekreasi Sambil Menikmati Wisata Satwa

Tidak sulit mencari wahana rekreasi yang juga menawarkan wisata edukasi bagi anak-anak di sekitar Bandar Lampung. Di Teluk Betung, terdapat sebuah wahana wisata yang cocok sebagai tujuan untuk mengajak anak-anak melihat beraneka satwa. Namanya Taman Wisata Bumi Kedaton (Bumi Kedaton Resort). Wahana wisata ini terletak di Jalan Wan Abdul Rahman 1-3, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.

Bumi Kedaton menggabungkan konsep taman satwa, aktivitas rekreasi outdoor, dan penginapan bergaya cottage. Koleksi satwa di taman wisata ini antara lain gajah, buaya, monyet, burung merak, ayam kalkun, serta siamang. Kecuali gajah, satwa-satwa tersebut ditempatkan di dalam kandang-kandang. Sedangkan untuk gajah, disediakan area khusus yang cukup luas – gajah-gajah dapat melakukan atraksi di depan penonton.

Selain berkeliling mengamati berbagai satwa, pengunjung juga dapat mencoba aneka aktivitas outdoor. Aktivitas outdoor yang bisa dinikmati di sini antara lain memancing, berkeliling dengan kuda poni, outbound, flying fox, dan berkemah. Bumi Kedaton merupakan tempat yang cocok untuk membawa seluruh anggota keluarga berjalan-jalan.

Bumi Kedaton juga menyediakan akomodasi bagi pengunjung yang ingin menikmati waktu lebih panjang di sini. Penginapan berkonsep cottage dengan berbagai fasilitas seperti air panas, TV parabola, dan kolam renang tersedia di sini. Kamar-kamar yang ada mulai dari kelas standard hingga president suite bisa menjadi pilihan Anda ketika berada di Bumi Kedaton.

Berikut Foto destinasi wisata dan rekreasi bersama keluarga:

Eksotisme Pantai Marina di Lampung Selatan

INDONESIA yang terdiri dari 17.000 gugusan pulau serta dikelilingi oleh lautan tidak akan pernah kehabisan stok pantai baru yang wajib masuk dalam list tempat eksotis. Salah satu pantai yang pasti akan membuat pengunjungnya berdecak kagum adalah Pantai Marina yang terletak di Provinsi Lampung, untuk itu anda wajib mengunjunginya.

Pantai Marina adalah sebuah pantai yang berada di kawasan Lampung, susana pantai yang indah begitu pula deburan ombak yang keras memberikan suasana pantai yang cantik ditambah hamparan pasir putihnya yang luas membuat semakin cantik pantai ini. Pantai Marina terletak di Kecamatan Sidomulyo, 43 kilometer dari Bandar Lampung atau 22 kilometer dari Kalianda.

Perjalanan menuju pantai marina melewati beberapa pantai di merak belantung diantaranya adalah pantai embe, beok, sapenan dan kalialnda resort. Jalan terus dilakukan menempuh jalur aspal lurus, kemudian jalan mulai menanjak sedang tetapi tanjakan yang lumayan panjang, setelah dari tanjakan perjalanan pun dilanjutkan menuju jalanan berbatu dan sampai di sebuah pertigaan jalan dan terdapat sebuah tanda masuk pantai marina. perjalanan tersebut menempuh jarak kurang lebih 7km. Meskipun memang terletak di daerah yang lumayan jauh, keindahan pantai ini sungguh akan memanjakan mata dan membuat kita tenang serta bisa menghilangkan stres.

Gulungan ombak, hamparan laut yang biru, serta batu karang menjadi sebuah sajian yang tidak tertandingi keindahannya. Pantai ini juga sangat tenang, sehingga cocok buat menyegarkan kembali pikiran kita setelah bekerja. Namun keindahan panorama pantai ini harus tetap membuat anda berhati-hati karena di pantai ini arus ombak lumayan keras, jadi jangan lupa untuk tetap menjaga keselamatan.

Berikut potretnya:

 

Pantai Sawmill di Tanggamus

TANGGAMUS adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung bagian selatannya berbatasan langsung dengan laut. Karena inilah Tanggamus kaya akan potensi baharinya. Tanggamus dan laut merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, karena laut memiliki manfaat yang sangat besar bagi kabupaten ini, misalnya pada sektor pariwisata. Tanggamus memiliki beberapa objek wisata laut diantaranya Teluk Kiluan dengan lumba lumbanya yang sudah terkenal hingga luar Lampung, Gigi Hiu dan Pantai Sawmill.

Pantai Sawmill adalah tempat penggergajian kayu. Namun karena sebab tertentu dan seiring berjalannya waktu kegiatan produksi sudah tidak berjalan lagi. Sawmill yang sekarang sudah beralih fungsi menjadi objek wisata karena Pantai Sawmill memiliki potensi wisata yang cukup menarik.

Pantai Sawmill adalah pantai yang berada di Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus tepatnya berada di ujung Teluk Semangka. Masyarakat yang tinggal disekitar pantai Sawmill seperti Kecamatan Wonosobo, Semaka, Bandar Negri Semuong, Pematang Sawa, dan bahkan Kotaagung menjadikan Pantai Sawmill sebagai tujuan wisata utama bagi mereka khususnya pada saat liburan.

Karena berada di teluk, maka ombak di pantai ini relatif kecil sehingga tidak terlalu membahayakan bagi para wisatawan yang ingin menikmati segarnya bermain air di pantai. Selain itu di sepanjang tepi pantai juga terdapat pepohonan yang teduh dan dapat digunakan untuk bersantai atau sekedar berkumpul berasama keluarga menikmati pemandangan di Pantai Sawmill.

Pemandangan di Pantai Sawmill sangat menarik untuk dinikmati. Dari Pantai Sawmill kita dapat melihat pemandangan Pegunungan Bukit Barisan disebelah kanan dan disebelah kiri, kita dapat melihat kemegahan Gunung Tanggamus. Tak hanya itu, kita juga dapat melihat Pulau Tabuan yang berdiri menyongsong langit ditengah Teluk Semangka.

Disepanjang pantai terdapat pasir halus yang berwarna agak coklat dan tidak berkerikil yang menyambut datangnya ombak. Jenis pasir hampir mirip dengan yang ada di Pantai Parangtritis di Yogyakarta, yang membedakan adalah kelandaian posisi bibir pantainya. Keberadaan pasir ini menutup kemungkinan adanya karang yang dapat membahayakan wisatawan.

Pada saat liburan, pengunjung yang berwisata di pantai sangat banyak untuk mencapai pantai ini, diperlukan perjalanan yang cukup panjang dari ibukota Propinsi Lampung. Dari Bandar Lampung kita harus menempuh perjalanan ± 105 km melewati Kota Gedong Tataan, Pringsewu, dan Kotaagung sebelum sampai di Kecamatan Wonosobo. Kemudian di perempatan Wonosobo, belok kekiri menyusuri jalan yang lebih kecil sejauh ± 4 km hingga sampai di Pantai Sawmill.[]

Bagaimana anda tertarik untuk mengunjungi pantai sawmill ? karena terlalu mainstream  jika menghabiskan waktu liburan di Kota. Berikut beberapa foto yg diambil di Pantai Sawmill:

pasir di pantai sawmill

pasir di pantai sawmill

ramainya pantai sawmill

ramainya pantai sawmill

bukit barisan

bukit barisan

pesona gunung tanggamus

pesona gunung tanggamus

 

Anak Gunung Krakatau Tiap Bulan Tambah Tinggi?

KRAKATAU adalah sebuah warisan alam yang luar biasa yang membentuk sebuah kepulauan di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatera. Secara administratif, Krakatau terletak di dalam kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, provinsi Lampung

Pada 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau (27 Agustus 1883) muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau (Kepulauan Krakatau). Gunung yang muncul  dari kawasan kaldera purba ini masih aktif dan terus bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki.

Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya.

Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.

Anak Gunung Krakatau dan Kepulauan Krakatau saat ini dianggap sebagai laboratorium alam raksasa, meliputi lahan seluas 13.735,10 hektar, terdiri dari 11,200 hektar laut, dan 2.535,10 hektar darat.

Kepulauan Krakatau memiliki lahan geologi, biologi dan vulkanologi yang penting untuk penelitian. Bagi wisatawan, pemandangan dan aktivitas vilkanik yang luar biasa dari pulau-pulau yang ada adalahtempat yang layak untuk dijelajahi.

Berjalan kaki di gunung api yang masih aktif ini pasti menjadi salah satu sensasi tersendiri. Anda dapat menyaksikan Gunung Anak Krakatau yang secara alami yang terbentuk tahun 1927 ini masih sering mengeluarkan lava dan material lain yang terus bertambah setiap tahunnya.

Dalam pendakian, para wisatawan hanya akan dapat mendaki gunung anak krakatau sampai dengan ketinggian sekitar 200 meter yang dapat ditempuh selama 30-45 menit sampai pos terakhir pendakian. Saat ada pengunjung, biasanya akan didamping petugas dari KSDA Lampung yang ditugaskan selama seminggu secara bergantian di Kawasan Anak Krakatau.

Lingkungan laut di sekitar pulau ini juga menawarkan daya tarik tersendiri karena memiliki tidak kurang dari 50 spesiesikan dan terumbu karangnya yang belum terjamah.

Kepulauan sekitar Krakatau sempat dinyatakan pemerintah Hindia Belanda sebagai Cagar alam sejak 1919 dengan luas area 2.405,10 hektar. Kepulauan Krakatau kemudian dimasukkan ke Taman Nasional Ujung Kulon tahun 1984. Tahun 1990, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan memindahkan Cagar Alam Kepulauan Krakatau ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau Kantor Konservasi Sumber Daya Alam Lampung. Hal ini bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan integritas kawasan ini sebagai sebuah kawasan konservasi yang penting bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Pada tahun 1991, UNESCO mengakui Taman Nasional Ujung Kulon dan Cagar Alam Kepulauan Krakatau sebagai Warisan Alam Dunia. Anak Krakatau ini menawarkan sensasi tersendiri bagi ilmuwan dan wisatawan. Selain penelitian ilmiah dan pengamatan, Anda juga biSA menginjakkan kaki di daerah tersebut dan merasakan pasir vulkanik panas.[]

Berikut foto Anak Krakatau:

Wisata-Anak-Gunung-Krakatau- (3) Wisata-Anak-Gunung-Krakatau- (1)Wisata-Anak-Gunung-Krakatau- (5) Wisata-Anak-Gunung-Krakatau- (4)