Posts

Air Terjun Cicurug Destinasi Wisata Lampung Selatan

HAWA udara yang dingin dan sejuk serta lingkungan alam pegunungan yang masih asri, air yang tumpah dari ketinggian meluncur ke bawah, menawarkan pesona alam yang alami kepada para pengunjung yang datang ke lokasi ini.

Air terjun Sarmun, demikian orang menyebutnya. Terletak di ketinggian sekitar 900 meter dia atas permukaan laut lereng sebelah Timur Gunung Rajabasa, di Desa Cugung, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Air terjun Cicurug yang berasal dari bahasa Sunda, Curug yang berarti air terjun. Air terjun ini ramai dikujungi pada hari biasa dan hari libur.

Air terjun Cicurug merupakan salah satu air terjun favorit yang ada di Lampung Selatan karena banyak pengunjungnya. Butuh waktu 45 menit dari Kalianda untuk menuju lokasi ini dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Setelah itu untuk menuju air terjun tersebut wisatawan harus berjalan sekitar 500 meter dari jalan Desa Cugung. Namun, kondisi jalan yang belum lebar dan jalan paving yang mulai amblas dan retak di beberapa titik dan jalan paving juga tidak sampai ke lokasi air terjun.

Pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat harus memarkirkan kendaraannya jauh dari lokasi dan dilanjutkan berjalan kaki ke air terjun. Sedangkan pengguna kendaraan roda dua bisa mencapai lokasi. Jalan paving blok yang dibuat cukup mambantu meski pada musim penghujan cukup licin.

Untuk menarik wisatawan baik lokal maupun luar daerah perlu dibenahi berbagai infrastruktur penunjang. Diantaranya jalan yang menuju ke lokasi air terjun perlu diperlebar, tempat parkir, dan beragam infrastruktur lainnya yang mendukung untuk lokasi wisata.[]

Teluk Kiluan dan Legenda yang Menyelimuti Pulau Kiluan

JIKA berbicara tentang Lampung dan lumba-lumba, keduanya akan membawa kita ke satu tempat, Teluk Kiluan. Reputasinya sebagai tujuan observasi lumba-lumba di alam lepas telah menyebar dari mulut ke mulut di kalangan turis mancanegara. Kiluan pun kini menjadi salah satu tujuan wisata populer di kalangan backpacker. Keberadaan objek wisata dengan rute yang cukup ekstrim ini pun mengundang rasa penasaran para pemburu eksotisme alam yang mencari pengalaman wisata yang berbeda.

Kiluan atau secara lengkap disebut Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, ini memang menawarkan suasana yang benar-benar eksotis. Desa ini dapat dijangkau dari Bandar Lampung setelah 3-7 jam perjalanan melalui rute perbukitan yang menawarkan pemandangan yang menawan. Rute dari Bandar Lampung melewati Teluk Betung, Lempasing, Markas Komando Brigif 3 Marinir, Padang Cermin, Desa Bawang Kelumbayan, hingga tiba di Pekon Kiluan Negeri. Perasaan terbebas dari rutinitas kehidupan kota amat terasa karena desa ini belum tersentuh jaringan PLN dan jaringan telepon seluler pun baru dapat ditemui jika kita naik ke atas bukit.

Salah satu hal yang menarik dari pariwisata di Teluk Kiluan adalah peran serta masyarakat setempat yang amat dominan. Sebagian besar warga setempat menyediakan rumahnya sebagai homestay bagi para wisatawan yang datang ke Kiluan. Masyarakat setempat yang umumnya berprofesi sebagai nelayan dan peternak udang lobster juga menyewakan perahu mereka untuk pengamatan lumba-lumba, snorkeling, dan memancing dengan biaya yang cukup murah. Daya tarik lainnya adalah keramahan warga yang membuat wisatawan betah berlama-lama di Kiluan.

Mengenai harga sewa penginapan dan berbagai fasilitas yang dibutuhkan selama berada di Kiluan, pengunjung dapat menegosiasikannya dengan warga sekitar. Warga di sini cukup ramah dan tidak mematok harga yang kaku untuk berbagai fasilitas akomodasi dan transportasi. Tarif sewa kapal untuk pengamatan lumba-lumba atau memancing sekitar Rp250.000-450.000 per trip. Sementara, biaya homestay berkisar Rp300.000-500.000 per rumah – yang dapat menampung hingga 10 orang.

Meskipun dikelola secara swadaya oleh masyarakat, kondisi alam Teluk Kiluan tetap terjaga dengan baik. Keasrian kawasan Kiluan yang terjaga ini tak lepas dari pengelolaan wisatanya yang berorientasi pada konsep ekowisata yang ramah lingkungan. Hal ini berkat adanya pendampingan dari Yayasan Ekowisata Cikal, salah satu LSM yang peduli dengan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Di tengah kesederhanaanya, pariwisata Kiluan pun menjelma menjadi sumber pencaharian yang menjanjikan bagi penduduk tetapi tetap mengutamakan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Pulau Kiluan adalah salah satu pulau yang terdapat di kawasan Teluk Kiluan. Pulau ini berada tepat di tengah mulut teluk, sehingga ombak yang menerpa pantai di sepanjang Teluk Kiluan relatif bersahabat. Seperti juga perkampungan warga di sisi utara teluk, pulau ini menyediakan akomodasi bagi para pelancong yang ingin melakukan pengamatan lumba-lumba. Sensasi berbeda berada di tengah pulau membuat biaya menginap di sini sedikit lebih tinggi dibanding beberapa homestay di perkampungan warga.

Eksotisme yang dimiliki Pulau Kiluan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk singgah di pulau ini. Pantai Pulau Kiluan yang berpasir putih masih sangat asri dan terjaga. Selain itu, keindahan bawah laut di balik terumbu karang membuatnya layak menjadi tujuan aktivitas snorkeling. Hampir seluruh pulau ditutupi pepohonan rindang yang membuatnya nyaman sebagai tempat istirahat.

Selain kondisi alam yang menawan, hal lain yang menjadi daya tarik Pulau Kiluan adalah legenda menyelimutinya. Di tengah pulau ini, terdapat makam yang dipercaya milik Raden Arya Antawijaya – tokoh sakti dari tanah Banten. Dikisahkan, karena kesaktiannya, Raden Arya Antawijaya sulit dibunuh oleh musuh-musuhnya. Suatu saat, Raden Arya Antawijaya mendapat ilham bahwa ajalnya telah dekat. Ia pun membuka rahasia cara membunuhnya kepada musuh terakhirnya. Hingga kini, kisah legenda ini mengundang rasa penasaran wisatawan dari berbagai tempat.

pantai kiluan kiluan selamat datang di teluk kiluan lumba lumba

 

Berekreasi di Pantai Hiburan Duta Wisata

JIKA sedang berada di Bandar Lampung, tidak perlu jauh-jauh mencari tempat wisata untuk sekadar merasakan udara pantai sore hari atau menikmati rekreasi air bersama keluarga. Ada sebuah objek wisata pantai bernama Pantai Hiburan Duta Wisata yang layak untuk disinggahi. Pantai ini terletak di Jln. Laksamana R.E. Martadinata – hanya berjarak kurang lebih 5 km di sisi barat Teluk Betung.

Pantai Duta Wisata termasuk pantai dengan tepian berkarang, sehingga cocok untuk melakukan aktivitas olahraga air. Pada akhir pekan, tersedia berbagai fasilitas seperti jetski, banana boat, sepeda air, kano, dan lainnya.

Tempat ini pun menyediakan pondok-pondok di sepanjang tepi pantai yang dapat digunakan pengunjung untuk bersantai dan bercengkerama bersama keluarga. Selain olahraga air dan bersantai di pondok, bagi Anda yang memiliki hobi memancing, pantai ini juga cocok sebagai tempat memancing. Ada beberapa spot di pantai ini yang bisa Anda gunakan untuk memancing dan bersantai menikmati suasana pantai.

Berikut potret Pantai Duta Wisata:

pantai duta wisata2 pemandangan disisi pantai duta wisata tempat rekreasi duta wisata duta wisata pantai duta wisata

Berwisata bagi Pecinta Wisata Minat Khusus

SEBAGAI taman nasional, Taman Nasional Way Kanan (TNWK) memiliki beberapa tipe ekosistem yang menjadi tempat pelestarian keanekaragaman hayati. Di kawasan ini, berbagai satwa dan tumbuhan liar diupayakan dapat hidup seperti di habitat alaminya. Sebagian di antaranya adalah jenis hewan dan tumbuhan langka yang keberadaannya harus dilindungi secara intensif. Karena tujuan inilah, sebagian besar kawasan TNWK tidak terbuka bagi masyarakat umum. Tapi bagi wisatawan yang berminat melihat pelestarian flora dan fauna di kawasan ini, pihak pengelola mengakomodasinya dalam konsep wisata minat khusus.

Wisata minat khusus ini dapat diartikan sebagai aktivitas wisata yang bersifat terbatas dan hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang. Keterbatasan ini dapat terjadi baik karena dorongan ketertarikan khusus pada suatu bidang tertentu atau karena alasan lain seperti menjaga kelestarian alam. Yang termasuk bentuk wisata minat khusus yang berkaitan dengan kelestarian alam antara lain pengamatan satwa liar, pengamatan burung nokturnal, biosistematika tumbuhan, dan jelajah hutan. Wisata minat khusus yang berkaitan dengan konservasi ini terwadahi dengan keberadaan Resort Way Kanan.

Resort Pengelolaan TNWK di Taman Nasional ini merupakan wahana yang dikhususkan untuk kepentingan penelitian sekaligus tujuan bagi mereka yang tertarik dengan wisata minat khusus yang terkait pelestarian alam. Way Kanan terletak sekitar 13 kilometer dari gerbang masuk Plang Ijo atau kurang lebih 19 kilometer dari Jalan Lintas Timur Sumatera.  Di tempat ini, pengunjung bisa menemukan berbagai satwa liar yang berkeliaran bebas, antara lain gajah Sumatera, tapir, rusa, kijang, babi hutan, siamang, dan beruang madu. Selain itu, masih terdapat kurang lebih 286 jenis burung, antara lain rangkong (bucerotidae), kuntul putih (egreta sp.), ayam hutan (gallus gallus), elang laut, dan raja udang (halycon funebris).

Di kawasan Way Kanan, terdapat jungle track sepanjang 2,5 kilometer menembus hutan yang dapat disusuri oleh mereka yang ingin melakukan pengamatan satwa dan burung liar. Dengan menggunakan speedboat, pengunjung dapat menyusuri sungai menembus hutan hingga ke Pantai Kuala Kambas yang dapat ditempuh dengan perjalanan selama 1 jam. Sepanjang perjalanan, vegetasi alami hutan dan aktivitas satwa liar dapat teramati di sepanjang tepi sungai. Way Kanan juga memiliki fasilitas akomodasi yang memadai bagi para peneliti dan pengunjung.

tugu selamat datang resort waykanan aktivitas liar para satwa yang dapat dinikmati destinasi wisata way kanan

Menikmati Keindahan Danau Ranau dengan Paralayang Di Lampung Barat

KEINDAHAN Danau Ranau di Pekon Lumbok Kecamatan Sukau Lampung Barat memang luar biasa, demikian diungkapkan berbagai kalangan yang pernah berkunjung ke Lumbok. Ditempat itu kita bisa menyaksikan hamparan biru danau dengan latar belakang Gunung Seminung yang menjulang tinggi dan perbukitan hijau. Wisatawan juga menikmati kehangatan air panas dikaki gunung seminung, berperahu,dan berpiknik bersama keluarga.

Untuk memanjakan wisatawan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah membangun berbagai sarana seperti fasilitas 2 Cottage dengan kolam renang, hotel standar bintang 3 dengan 16 kamar,Restoran dan Convention Hall dengan kapasitas 30 orang lantai dasar dan 400 orang lantai atas.

Selain menikmati keindahan alam danau, wisatawan yang hobi olahraga paralayang dapat melakukannya disini. Kegiatan dirgantara paralayang merupakan bagian atraksi wisata. Dari ketinggian sekitar 400 meter,wisatawan dapat menikmati kontur alam yang begitu indah, danau ranau yang dilingkupi oleh pegunungan yang tegak menjulang salah satunya Gunung Seminung serta areal persawahan yang membentang luas sungguh panorama alam yang menyejukkan hati.

Wisatawan melakukan take off di bukit Mandi Angin, Pekon Lumbok dengan ketinggian 400 meter dpl. Site paralayang di Lumbok Ranau secara teknis sangat layak dan memiliki pemandangan alam yang lengkap.

Berikut potret wisata Danau Ranau dan Paralayang di Lampung Barat:

Main Paralayang-5 paralayang Wisata-Lumbok-Ranau-Lampung-Barat (1) Wisata-Lumbok-Ranau-Lampung-Barat (5) danau ranau resort

 

Menyusuri Danau Bekri di Lampung Tengah

DANAU Bekri merupakan danau alam yang terbentuk dari dua danau kecil dan berada diantara perkembunan kelapa sawit PT. Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII). Di tengah danau terdapat gundukan tanah yang ditumbuhi pepohonan. Untuk mencapainya ada jembatan sebagai penghubung dan dipulaunya terdapat tempat bersantai/ peristirahatan. Dari pusat ibukota kabupaten, untuk menjangkau tempat tersebut dapat melalui Kampung Wates, Kecamatan Bumiratu Nuban atau dari Gotongroyong Kecamatan Gunung Sugih. Jarak tempuh dari Gunung Sugih menuju Danau Bekri ini adalah sejauh 24 km dan merupakan salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi di Lampung Tengah.

Fasilitas yang disediakan di danau bekri adalah tempat bersantai yang dibangun di tepi dan di tengah danau. Selain sebagai tempat beristirahat, fasilitas ini juga berfungsi sebagai jembatan penghubung menuju tengah danau, di tengah danau terdapat semacam gundukan tanah yang ditumbuhi dengan pepohonan seperti pulau kecil di tengah laut. Namun, objek wisata ini belum dikelola secara maksimal, baik oleh pemerintah maupun warga setempat. Jika tempat ini dikelola dengan baik, mungkin fasilitas-fasilitas pendukung lainnya akan dibangun, dan juga mungkin dapat disediakan sewa perahu, kano, ataupun sejenisnya sebagai usaha warga setempat.

Tempat yang sangat indah jika dinikmati sembari menyusuri danau dengan perahu, dan  dapat sekaligus memancing ikan-ikan di sana. Bagi para travellers yang bosan dengan hirup pikuk kota tidak salahnya berkunjungan di Danau Bekri.[]

Pantai Canti yang di Karuniai Dengan Kesejukan

BERBEDA dengan pantai lain yang biasanya berhawa panas, Pantai Canti dikaruniai hawa yang sejuk. Pantai indah dan alami di kawasan desa yang luasnya sekitar 620 hektar ini terletak 12 kilometer dari Kalianda, ibu kota Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Di sini terdapat sebuah tempat wisata atau rekreasi pantai yang masih jernih seluas 1,5 hektar ini juga terdapat kawasan pelabuhan rakyat yang biasa digunakan sebagai gerbang menuju obyek wisata Gunung Krakatau atau tur kawasan Teluk Lampung.

Baik sebagai pelabuhan, dan terutama sebagai tempat wisata, Canti menyimpan daya tarik alami yang jika ditata dapat menjadi eksotik. Laut yang biru, jernih, dan tenang memberikan rasa teduh. Tempat wisata pantai ini menyuguhkan ombak beriak kecil pada saat air pasang. Sebaliknya, saat surut, di garis pantai sepanjang sekitar 200 meter itu terhampar pasir nan bersih. Pengunjung bisa mengumpulkan batu koral atau kulit siput untuk koleksi.

Pantai ini landai, dan biasanya juga digunakan pengunjung untuk berenang. Pengunjung dapat berenang sepuas- puasnya karena airnya jernih, bersih, dan belum terkontaminasi oleh sampah rumah tangga atau sampah lainnya. Di darat tumbuh pohon-pohon yang rindang. Daratan ini bertekstur dataran tinggi yang lebarnya berkisar 25-50 meter dari bibir pantai, selebihnya berupa bukit-bukit kecil. Sebuah palung sungai kecil yang ditumbuhi rumput dan pepohonan hijau dan rindang membelah dua bukit. Pada bagian tepi palung itu dibangun tiga kamar kecil baru tanpa atap dan sangat sederhana. Tak jauh dari kamar kecil itu ada dua kamar mandi yang reyot, tetapi airnya dingin karena mata airnya berasal dari perbukitan. Tidak ada fasilitas lain lagi di sana, kecuali beberapa tempat duduk yang juga sudah mulai rusak.

Di barat palung terdapat goa alam. Orang-orang Canti atau masyarakat Lampung pesisir di Canti menyebutnya Goa Sawung (artinya kurang lebih lubang). Pengunjung tempat wisata ini biasanya suka masuk ke goa untuk melihat stalaktit dan stalagmit.

Setiap kali hujan turun, terutama pada saat air surut, goa ini menjadi tempat berteduh yang bisa menaungi ratusan pengunjung. Sebab, di kawasan wisata ini tidak ada pondok-pondok yang dapat digunakan sebagai tempat berteduh, kecuali di rumah-rumah penduduk sekitarnya. Kalau air laut pasang seluruh goa ini akan terisi air laut, sehingga nyaris tidak ada celah buat tempat berteduh.

Tiga mil laut di depan Pantai Canti, ada tiga pulau kecil yang dikenal dengan nama Pulau Tiga. Perairan sekitar tiga pulau itu hingga ke tepi Pantai Canti amat jernih dan bersih. Wisatawan yang hendak tur ke Kepulauan Krakatau melintasi perairan ini. Sebagai gerbang ke Kepulauan Krakatau (Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang), di pelabuhan tersedia beberapa perahu sewaan. Sewa perahu khusus untuk tur ke kepulauan yang merupakan sisa dari gunung berapi Krakatau purba itu berkisar Rp 500.000-Rp 750.000 per hari. Dari Canti, gugusan kepulauan Gunung Krakatau dicapai dalam tiga jam.

Udara di Pantai Canti sejuk pada siang hari, dan cenderung dingin pada malam hari. Bila hujan turun, terutama pada musim penghujan seperti sekarang ini, udara siang hari juga relatif dingin. Selain merupakan desa yang terletak di tepi pantai, Canti juga berada di kaki Gunung Rajabasa yang legendaris itu. Di kaki gunung ini juga terdapat pos pengamat atau pemantau aktivitas letusan Gunung Krakatau. Daerah sekitar kaki gunung ini dahulu terkenal sebagai sentra tanaman cengkeh utama di Lampung. Selain itu juga dikenal sebagai penghasil kopra. Kawasan ini menjadi sangat subur karena telah “disirami” debu Gunung Krakatau yang meletus pada 26-27 Agustus 1887.

Jalan menuju Canti beraspal mulus dan nyaris tidak ada kerusakan, dengan lebar badan jalan sekitar empat meter. Jarak antara Kalianda-Canti sekitar 12 kilometer, atau 77 kilometer dari Bandar Lampung, dan 35 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Ruas jalan Kalianda-Canti berkelok-kelok. Sepanjang jalan padat dengan rumah penduduk dari etnis Jawa, Lampung, Sunda, atau Banten. Sebelum tiba di Canti, pengunjung akan melewati perkampungan penduduk Desa Maja dan Rajabasa. Tiga desa ini berada di wilayah Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Menurut para pengunjung, Pantai Canti amat berbeda dengan pantai-pantai lain di Teluk Lampung karena udaranya yang sejuk dan bahkan cenderung dingin. Bagi wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya, jika tidak membawa kendaraan dapat menyewa kendaraan yang tersedia di Bakauheni. Perjalanan bisa melewati Kalianda dengan jarak 35 kilometer, namun lebih singkat jika melewati Palas dan mengitari Gunung Rajabasa. Sedangkan jika datang dari utara, terutama dari Bandar Lampung, dapat menggunakan bus reguler trayek Terminal Induk Rajabasa (Bandar Lampung)-Kalianda (Lampung Selatan). Tarif angkutan umum (bus) di lintas itu berkisar Rp 8.000-Rp 15.000, tergantung jenis busnya.

canti2 canti3 canti1

Destinasi Wisata Bersama Keluarga di Pantai Klara

LAMPUNG yang berada di selatan Pulau Sumatera memang dianugerahi oleh garis pantai yang cukup panjang. Beberapa telah dikelola menjadi destinasi wisata menarik, sementara lainnya menjadi pantai perawan yang menunggu untuk ditelusuri keindahannya.

Dari sekian banyak pantai di Lampung, ada satu pantai yang selalu ramai dikunjungi. Adalah Pantai Kelapa Rapat. Pantai ini oleh masyarakat setempat biasa dikenal dengan sebuat Pantai Klara, singkatan dari kelapa rapat. Konon, asal muasal nama kelapa rapat itu maksudnya merujuk pada jejeran pohon kelapa yang berbaris rapat di sepanjang pantai.

Lokasi Pantai Klara berada tidak jauh dari pusat kota Bandar Lampung yang juga merupakan ibukota dari provinsi Lampung. Pantai yang berada di wilayah administratif Kabupaten Pesawaran ini bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam bila menggunakan kendaraan bermotor menuju lokasi pantai. Jalanan menuju ke Pantai Klara pun terbilang lumayan menantang, beberapa jalan ada yang mulus selebihnya lubang dengan diameter cukup lebar siap menyapa Anda.

Satu lagi yang perlu diperhatikan. Mengingat jalanan menuju Pantai Klara tidak begitu lebar, anda harus berhati-hati jika akan mendahului. Sebab alih-alih dapat mendahului, anda bisa kecelakaan bertabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan.

Sementara untuk memasuki pantai Klara pengunjung harus membayar karcis masuk sebesar Rp 25.000 per mobil yang bisa dibayarkan ke petugas penjaga loket masuk, atau Rp 15.000 jika menggunakan motor. Tiket masuk per orangnya Rp 10.000, motor Rp 15.000 dan mobil Rp 25.000. Tiket ini termasuk biaya parkir pengunjung.

Ada sebuah dermaga lengkap dengan gazebo yang cukup luas untuk ditempati beberapa orang sekaligus di pantai Klara. Untuk menuju gazebo yang ada ditengah laut tidak jauh dari bibir pantai ini, anda bisa menggunakan jembatan kayu yang menjulur di bibir pantai.

Pengunjung bisa bersantai menikmati keindahan pantai Klara dari gazebo. Sambil duduk santai di lantai kayu gazebo dengan kaki yang menjulur ke arah air laut, anda bisa melihat bentangan dataran tinggi yang menghijau sambung-menyambung di kejauhan. Sepertinya gazebo ini dibangun oleh TNI AL karena ada nama mereka yang terpampang di atap gazebo yang berwarna biru.

Tak jauh dari Pantai Klara terdapat sebuah pangkalan militer yang digunakan TNI AL untuk tempat latihan. Ketika anda memasuki jalan menuju ke Pantai Klara juga akan disambut dengan banyak tulisan “Selamat Datang di Kawasan TNI AL”. Lokasi ini biasanya dijadikan sebagai tempat latihan bagi Batalyon Infanteri 7 Marinir Piabung.

Untuk sekedar menikmati pantai dengan pasir putih, pantai ini cukup memanjakan kaki. Pasirnya cukup halus dan minim karang. Pun jika anda ingin sekedar berenang anda bisa dengan mudah menemukan penyewa ban karet yang biasanya digunakan oleh anak kecil untuk berenang dan bermain di pantai. Air Pantai Klara yang dangkal membuat anak kecil seringkali bermain jauh dari bibir pantai menggunakan ban karet mereka.

Disepanjang Pantai Klara dibangun pondok-pondok kayu sederhana yang beratapkan daun. Selain sebagai tempat berteduh, pondok ini bisa digunakan untuk menaruh barang bawaan seperti tas yang berisi handuk dan pakaian ganti.

Selain itu karena pondok tersebut menghadap langsung ke arah laut, maka para orangtua bisa duduk santai diatas pondok sambil mengawasi anak mereka yang sedang berenang. Jangan khawatir, ombak di Pantai Klara sangat kecil, jadi aman bagi anak-anak untuk berenang.

Hanya saja fasilitas pondok yang ada di pantai tidaklah gratis. Anda harus membayar lagi Rp 25.000- Rp 50.000 untuk menggunakan pondok. Jangan khawatir, biaya tersebut bukanlah biaya per jam, namun biaya sekali pakai selama kunjungan di Pantai Klara.

3 2

Eloknya Pantai Terbaya di Tanggamus

LAMPUNG tidak hanya terkenal dengan Pusat Latihan Gajah Way Kambas, Habitat Lumba-lumba Teluk Kiluan , Snorkeling di Pulau Pahawang , atau Ombak yang selalu dirindukan Para Surfer Dunia di Pantai Tanjung Setia yang merupakan surganya para peselancar air mancanegara. Lampung juga memiliki pantai-pantai cantik yang cocok untuk dijadikan destinasi liburan. Salah pantai cantik yang masih cukup alami adalah Pantai Terbaya di Tanggamus.

Kota Agung merupakan ibukota Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kota kecil ini merupakan kota lama terletak di kaki Gunung Tanggamus dan di tepi utara Teluk Semangka. Panorama pantai dengan latar Gunung Tanggamus adalah salah satu kemewahan di Pantai Terbaya.

Posisi jalan raya dan pintu masuk lokasi berada pada ketinggian sekitar 25 mdpl. Situasi ini memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan yang luas ke arah Teluk Semangka serta pantai berpasir yang rentangnya seolah tak bertepi di kedua ujungnya. Di jalan menurun menuju pantai, terdapat sumber mata air jernih yang dapat digunakan untuk cuci serta bilas. Pengelolaan pantai yang masih belum tersentuh peralatan modern serta tradisi masyarakatnya yang masih terjaga baik, menjadikan tempat ini tampak asli alami.

Tak hanya itu, lautnya yang luas, dengan larat belakang Gunung tanggamus, menghadirkan sunset yang elok berkilau di kala senja menjelang.

Pantai Terbaya

Menikmati Pulau Tangkil dari Parasailing

LAMPUNG sangat identik dengan pantai-pantainya yang indah dan masih asli. Di antara sekian banyak pantai yang ada di Lampung, Pulau Tangkil adalah salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.

Pulau ini menawarkan beragam wahana air yang menggoda. Mulai dari banana boat, flying fish, snorkeling, kano, jetski, glass bottom boat hingga parasailing yang satu-satunya dan pertama di Lampung. Untuk mencapai pulau ini anda terlebih dahulu harus memasuki kawasan Pantai Mutun, di Kabupaten Pesawaran. Sebab lokasi pulau ini persis berhadap-hadapan dengan Pantai Mutun.

pulau-tangkil_20150704_161521

wahana Banana Boat

flying-fish_20150704_161314

Flying Fish Pulau Tangkil

Namun anda tidak perlu khawatir meski berada di Kabupaten lokasi Pulau Tangkil dan Pantai Mutun relatif dekat dengan Bandar Lampung, hanya 30 menit. Untuk dapat masuk ke Pantai Mutun akan dikenakan biaya sebesar Rp 10.000. Perjalanan pun dapat anda lanjutkan dengan menumpang perahu tradisional milik nelayan dengan biaya Rp 10.000 -Rp 15.000 per orang pergi pulang. Jarak tempuh dari Mutun ke Pulau Tangkil hanya sekitar 10 menit.

Lengkap dengan pemandangan indah dari hijau pepohonan yang masih menghiasi pulau. Wajar bila pulau iini yang jadi destinasi favorit warga Lampung. Setelah berlabuh di pulau anda akan kembali dikenakan tiket masuk Pulau Tangkil sebesar Rp 5.000. Jika berminat menyewa pondokan, disediakan puluhan pondokan bambu dengan luasan 4×3 m untuk duduk santai dengan biaya sewa Rp 100.000.

pulau-tangkil_20150704_161150

Pondokan Pulau Tangkil

Namun satu wahana yang jadi primadona sekaligus jagoan tempat wisata ini adalah parasailing. Menikmati keindahan Pulau Tangkil dari ketinggian dengan menggunakan parasailing selain memicu adrenalin juga membuat pengunjung akan menyadari bahwa tidak perlu ke Bali untuk sekedar menikmati keindahan pantai. Cukup berlibur di Lampung dengan sejuta pesona keindahan wisata pantainya. Bagi pengunjung yang ingin mencoba naik parasailing cukup mengeluarkan biaya Rp 150.000 per orang. Maka pengunjung akan disuguhkan keindahan permukaan pantai dari ketinggian. Ini sangat menarik, karena hingga sekarang, ini satu-satunya dan pertama di Lampung,

parasaling_20150704_161425

parasailing

Nah, bagi yang hobi menikmati keindahan bawah air, glass bottom dan snorkeling bisa jadi pilihan. Khusunya glass bottom, pengunjung harus membayar Rp 500.000 dan akan dipandu oleh tenaga ahli dari Pulau Tangkil untuk berjalan di bawah air hingga bermain-main dengan ikan menggemaskan. Jika hanya ingiin berkeliling pulau anda bisa menyewa kano dengan harga Rp 50.000.

 

Pilihan lain bisa menggunakan perahu nelayan setempat dengan biaya Rp 15.000 dengan minimal peserta 10 orang. Biaya itu akan digantikan dengan pengalaman melihat sisi lain Pulau Tangkil yang masih hijau, sisi yang berhadapan langsung dengan laut lepas dan belum dikelola oleh pihak manajemen.

Pulau Tangkil memang cocok untuk wisata bersama keluarga, karena tersedia banyak wahana untuk anak-anak dan remaja. Kalau tak ingin bertualang dengan water sport, bisa juga sekadar piknik bersama keluarga dengan menyewa pondokan dan bermain air.

download (2)

Dari pusat Kota Bandar Lampung anda bisa menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Selain itu, destinasi ini bisa juga dituju dengan menggunakan angkutan umum yaitu bus Damri jurusan Hanura dari Terminal Rajabasa.[]