Posts

Potret Diksar Mahapala di Youth Camp

PENDIDIKAN dasar (diksar) calon anggota muda Mahapala Universitas Malahayati yang dilaksanakan di Taman Wan Abdurrahman, Hanura, Lampung berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari, terhitung sejak 11-13 Desember 2015 adalah test yang harus dilewati sebelum resmi menjadi anggota muda Mahapala. Selama diksar, kekuatan fisik dan mental mereka digodok dengan berbagai test uji kemampuan. Disana, mereka dituntut unutk mampu bertahan dari segala macam kendala dengan peralatan seadanya atau biasa disebut survival.

Berikut galeri foto saat diksar MAhapala angkatan 006:

Kesan Anggota Muda Mahapala Selama Mengikuti Pendidikan Dasar

PENDIDIKAN Dasar Mahapala yang diikuti oleh 8 calon anggota muda terasa begitu berkesan. Terhitung sejak 11 Desember, selama tiga hari mereka melaksanakan diksar di Taman Wan Abdurahman (Youthcamp), Hanura. Mereka dituntut untuk bisa bertahan meski dengan persediaan yang seadaanya. Disana mereka harus bisa memanfaatkan alam sekitar, tanpa sedikitpun merusaknya. Ini bertujuan agar mereka lebih dekat dan bisa bercengkrama dengan alam tanpa merusak alam itu sendiri.

Selain harus bisa bertahan dengan persediaan yang minim, gemblengan fisik juga mereka dapatkan selama diksar. Mereka dilatih secara fisik, mental dan kecepatan berfikir agar kelak mampu bertahan ketika berada di alam bebas. Karena saat di alam bebas, semua bisa terjadi oleh karena itu, setiap pecinta alam harus tangguh, tangkas dan terampil.

“Kami benar-benar merasa tiga hari selama diksar adalah hal yang takkan pernah terlupakan. Mental dan fisik kami ditempa habis-habisan. Fisik, otak dan mental kami dipacu terus agar mampu bertahan meski dengan persediaan minim. Yang kami miliki hanyalah bekal latihan selama diksar dan keluarga mahapala yang lain. Diksar itu membuat saya sadar betapa berharganya sebuah kehidupan. Bagaimana cara bertahan hidup meski itu sulit. Selama ada teman disebelah kita, kita pasti mampu melewati kesulitan itu,” ujar Sodik, peserta diksar.

Senada dengan hal itu, Keket yang juga mengikuti diksar mengatakan betapa berkesannya diksar kali ini. Ia merasa kekeluargaan yang dibangun di Mahapala begitu erat dan kokoh. Ia yang kebetulan seorang wanita, sangat dilindungi oleh para saudara calon Anggota Muda yang lain selama diksar. Ia mengatakan 3 hari diksar adalah tiga hari terberat, terpanjang, terindah yang mengajarkannya arti bersyukur dan apa itu arti solideritas dan kekeluargaan.

Galeri Foto Upacara Pelepasan Diksar Calon Anggota Muda Mahapala

UPACARA pelepasan peserta pendidikan dasar (diksar) Mahapala berlangsung khidmat di Lapangan Helipad Universitas Malahayati, Jumat 11 Desember 2015. Selain diikuti oleh anggota Mahapala, upacara ini juga dihadiri oleh perwakilan Fakultas Teknik Mesin, SAR Medis, dan DPM-U. Upacara ini dipimpin oleh Alfajar dan Yuri Aldino sebagai pembina Upacara.

Berikut galeri foto saat upacara pelepasan berlangsung:

Upacara Pelepasan Peserta Diksar Mahapala Berlangsung Khidmat di Helipad

UPACARA pelepasan peserta pendidikan dasar (diksar) Mahapala berlangsung khidmat di Lapangan Helipad Universitas Malahayati, Jumat 11 Desember 2015. Selain diikuti oleh anggota Mahapala, upacara ini juga dihadiri oleh perwakilan Fakultas Teknik Mesin, SAR Medis, dan DPM-U. Upacara ini dipimpin oleh Alfajar dan Yuri Aldino sebagai pembina Upacara.

Yuri yang juga anggota senior Mahapala mengimbau kepada seluruh peserta diksar untuk mempersiapkan mental, fisik dan tidak lupa untuk berdoa kepada tuhan agar diksar kali ini tidak mengalami kendala yang berarti.

“Saya berharap peserta diksar kali ini dapat mengaplikasikan semua latihan yang telah diberikan para senior sebelumnya. Semua materi ruang yang diperoleh harus bisa diaplikasikan di alam bebas. Tetap berdoa dan jangan mengeluh saat melaksanakan diksar. Jadilah anggota muda yang berkarakter, tangguh, tangkas dan terampil sesuai dengan tema diksar kali ini,” kata Yuri yang akrab disapa Apuak.

Tak lupa ia mengucapkan selamat melaksanakan pendidikan dasar kepada para peserta. Tetap semangat dan selalu mampu berpikir positif adalah kunci untuk menyelesaikan diksar ujarnya menutup sambutannya.[]

Potret Persiapan Calon Anggota Muda Mahapala Sebelum Diksar

PESERTA pendidikan dasar (diksar) calon anggota muda Mahapala terlihat sibuk menyiapkan segala keperluan mereka di ruang sekretariat Mahapala, Jumat, 11 Desember 2015. Ada yang menyiapkan webbing, survival kit, tas carrier, dan aneka peralatan pendukung lainnya. Hal ini harus dilakukan untuk mengcek kembali peralatan sebelum keberangkatan diksar mereka agar tidak ada yang tertinggal.

Wajah-wajah serius nampak jelas di kamera malahayati.ac.id saat mereka mengecek kembali barang bawaan mereka. Berikut galeri foto sebelum keberangkatan mereka diksar:

Pesan Alfajar Kepada Calon Anggota Muda Mahapala Sebelum Diksar

MENGGUNAKAN Seragam lengkap khas Mahapala Malahayati, ia nampak hangat menyambut kedatangan malahayati.ac.id di sekretariat Mahapala, 9 Desember 2105. Ialah Alfajar, mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Malahayati yang juga anggota Mahapala angkatan 004. Pria asal Bengkulu yang akrab disapa Lemot (nama rimba) ini adalah ketua pelaksana pendidikan dasar (diksar) calon anggota muda Mahapala angkatan 006.

Ia mengatakan diksar ini adalah tahap akhir yang harus dilalui anggota baru sebelum diresmikan menjadi anggota muda. Namun, diksar ini hanya boleh diikuti oleh mereka yang dianggap siap dan telah lolos pelatihan fisik dan materi ruang. Semua itu sengaja ia terapkan agar ketika diksar di alam bebas, peserta tidak mengalami kendala yang berarti.

“Diksar ini wajib bagi mereka yang ingin menjadi anggota muda Mahapala. Tapi tidak semua bisa ikut diksar, hanya mereka yang dianggap siap dan memiliki keinginan yang tinggi saja. 21 orang calon anggota cuma 8 yang bisa ikut diksar. Semua itu demi kebaikan mereka juga. Bercengkrama di alam bebas itu perlu fisik dan pengetahuan yang baik tentang alam. Agar tidak merusak alam dan diri kita sendiri,” kata Alfajar Menjelaskan.

Ia juga mengimbau kepada peserta diksar untuk menyiapkan mental, fisik dan merewind kembali ilmu yang sudah didapat selama pradiksar. Setelah diksar pun semua hal itu tidak boleh dilupakan begitu saja karena masih ada banyak tahapan sebelum menjadi anggota tetap dan bisa menggunakan seragam lengkap seperti para senior.

“Ibarat sebilah belati yang akan semakin tajam apabila terus menerus diasah, seperti itulah diri kita yang akan semakin tangguh, tangkas dan terampil apabila terus belajar dan mengaplikasikan ilmu yang dimiliki,” ujar Alfajar.

Galeri Foto Diksar Ruang Calon Anggota Muda Mahapala

CALON anggota muda Malahayati Pecinta Alam (Mahapala) sore ini, 09 Desember 2015 Melaksanakan Ujian tertulis atau biasa disebut diksar ruang di ruangan 1.24. Ujian ini adalah puncak dari Pra Pendidikan Dasar (Pradiksar) untuk mengetahui kemampuan teori yang dimiliki Calon anggota muda sebelum pendidikan dasar di Alam bebas. Adapun materi yang diujikan mencakup Divisi Gunung Hutan, Rock Climbing, Rafting dan Lingkungan Hidup.Kegiatan ini bdihadiri oleh 8 orang calon anggota muda serta didampingi beberapa senior sebagai pengawas.

Berikut galeri foto yang tercapture kamera malahayati.ac.id:

 

Calon Anggota Muda Mahapala Melaksanakan Diksar Ruang

CALON anggota muda Malahayati Pecinta Alam (Mahapala) sore ini, 09 Desember 2015 Melaksanakan Ujian tertulis atau biasa disebut diksar ruang di ruangan 1.24. Ujian ini adalah puncak dari Pra Pendidikan Dasar (Pradiksar) untuk mengetahui kemampuan teori yang dimiliki Calon anggota muda sebelum pendidikan dasar di Alam bebas. Adapun materi yang diujikan mencakup Divisi Gunung Hutan, Rock Climbing, Rafting dan Lingkungan Hidup.Kegiatan ini bdihadiri oleh 8 orang calon anggota muda serta didampingi beberapa senior sebagai pengawas.

Menurut Alfajar, ketua pelaksana diksar, ujian tertulis ini adalah persiapan akhir sebelum para calon anggota muda (Amud) terjun di Alam bebas. Ia mengatakan selain ujian tertulis, mereka juga sudah melatih fisik para calon amud sejak beberapa bulan yang lalu. Menurutnya, selain pengetahuan, ketangkasan fisik juga penting bila ingin bercengkrama dengan alam.

“Uji tertulis atau diksar ruang ini sebagai tolak ukur penyetaraan materi calon Amud sebelum kita diksar nanti. Mereka sudah menjalani materi ruang dan latihan fisik sejak beberapa bulan lalu. Semua itu demi kesiapan para peserta agar tidak memiliki kendala sewaktu pendidikan dasar. Pengetahuan adalah dasar, fisik adalah penunjang, keduanya sangat penting saat pengaplikasian di Lapangan,” kata Alfajar yang akrab disapa Lemot.

Ia juga mengatakan sebelum menjadi anggota muda mereka sudah melewati beberapa tahapan seperti wawancara, pemberian materi ruang serta menjalani pendidikan dasar.[]