Posts

Galeri Foto Bersama Dokter Baru Universitas Malahayati Bersama Rektor

SUMPAH Dokter periode 37 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berjalan khidmat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa 12 April 2016. Prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta. Nampak pula perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Bandar Lampung serta Dikrektur Rumah Sakit umum Abdul Moelok dan Direktur Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Lampung serta orang tua mahasiswa memenuhi kursi Undangan.

Wajah-wajah tegang berangsur berubah menjadi ceria selama prosesi berlangsung. Bahkan dengan suara lantang dan penuh keyakinan mereka bersumpah di depan saksi, akan menjalankan profesi sebaik-baiknya.

Berikut galeri foto bersama dokter baru usai disumpah profesi:

Berparas Ayu, Dokter Muda Widhia Meraih IPK 3,95

TERLIHAT anggun dengan tata rias dan busana yang sepadan saat ditemui malahayati.ac.id usai Sumpah Dokter periode ke-37, Selasa 12 April 2016. Prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta dengan tema “Dengan Revolusi Mental, Mari Kita Tingkatkan Dedikasi Profesi Dokter Melayani Masyarakat Demi untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Bangsa” ini melahirkan dokter muda yang berkualitas. Dialah Dokter N K Widhia Puspitasari, si peraih IPK 3,95.

Widhia begitu ia disapa, lahir di Metro, 06 Januari 1992. Ia menjalani koas di Rumah Sakit umum di Medan. Ia mengaku lega, karena perjuangan yang ia lalui cukup panjang. Mulai dari pendidikan sarjana kedokteran, jalani koas dan ikuti Uji Kompetensi Program Profesi Dokter (UKMPPD) hingga mengambil sumpah dokter.

Menjadi salah satu peraih IPK tertinggi adalah suatu kebanggaan, terlebih berkat motivasi dari orang tua dan orang terdekat. “Tidak menyangka, karena awalnya tak begini, semua ini karena motivasi dari orang tua dan orag-orang terdekat saya sehingga saya terdorong untuk membuktikan bagaimana menjadi peringkat terbaik,” kata Widhia.

Ia pun bangga kuliah di Universitas Malahayati. Menurutnya kuliah di Malahayati menyenangkan. “Siapapun bisa masuk dan menimba ilmu di sini, tapi tak semudah itu untuk keluar dari sini, butuh perjuangan dan kerja keras untuk menjadi lulusan berkualitas di kampus ini,” katanya menambahkan.

Ia juga berpesan kepada adik tingkat yang masih menempuh pendidikan dokter maupun yang sedang koas untuk terus belajar dan menggali keilmuan. Dan jika ingin sukses ingatlah orang tua, ingat dengan mereka akan mempermudah perjuangan diri dan tak ada proses yang akan menghianati hasil. Ia berharap setelah ini ia dapat menjalani internship dengan baik dan dapat melanjutkan sebagai dokter spesialis.

Widhia juga berharap Universitas Malahayati semakin maju, pendidikannya semakin baik, dan program studinya lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat melahirkan lulusan baru yang berkualitas lagi. “Untuk teman-teman sejawat selamat atas sumpah dokter ini dan mudah-mudahan bisa jadi dokter yang mengayomi masyarakat dan bekerja dengan hati nuarni,” kata wanita asal Metro itu.[]

Galeri Foto Sumpah Dokter Ke-XXXVI Universitas Malahayati [part1]

SUMPAH Dokter periode XXXVI Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati berjalan khidmat. Berlangsung di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Rabu 13 Januari 2016, prosesi sakral ini diikuti oleh 77 peserta. Juga dihadiri wakil Rektor I, Dekan dan Kaprodi Fakultas Kedokteran, serta perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan perwakilan dari Dinas Kesehatan.

Berikut galeri foto yang tertangkap kamera malahayati.ac.id:

Ucapan Terimakasih Dokter Baru Kepada Universitas Malahayati

OSCAR Prayogi, dokter baru asal Jambi ini merupakan dokter baru yang telah disumpah profesi di Graha Bintang, 25 November 2015. Dalam sambutannya, ia mewakili para dokter baru untuk mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh civitas Malahayati.

“Saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Alih Teknologi, Rektor Universitas Malahayati, dosen dan seluruh civitas akademika. Karena telah banyak membantu saya dan rekan-rekan dari awal hingga menjadi dokter seperti sekarang ini. Terutama kepada dosen yang telah bersusah payah mendidik dan mengajarkan kami baik etika maupun keilmuan sebagai bekal kami menghadapi tantangan di dunia kerja,” kata Oscar.

Ia juga mengatakan meski mereka terlihat tak pasti, selama mereka bisa dan mereka mampu mereka akan mencapai apa yang mereka inginkan. Mereka akan membawa harum nama almamater, dan akan membuktikan perjuangan orang tua mereka selama ini tidak akan sia-sia.

Oscar mengimbau para rekan sejawatnya untuk terus berjuang, belajar dan belajar lagi untuk menghadapi persaingan di dunia kerja dan menjawab segala tantangan yang kelak pasti akan datang.[]