Posts

Kesan Dokter Lula Kamal Menjadi Narasumber Seminar di Graha Bintang Malahayati

DOKTER Lula Kamal, menjadi narasumber yang dinantikan kehadirannya pada seminar BBLR dan Metode Perawatan Kangguru hari ini, 27 Maret 2015 di Graha Bintang Malahayati. Ini adalah kali kedua ia hadir untuk mengisi seminar di Graha Bintang. Sebelumnya ia mengisi materi tentang pendidikan seks usia dini, kali ini ia memberikan materi seputar BBLR. Sama seperti peserta seminar, ia pun sangat excited dengan antusiasme peserta saat mengikuti seminar.

“Saya senang ya, saya pikir saya akan bertemu hanya dengan mahasiswa kebidanan atau keperawatan saja. Ternyata orang tua, para bidan yang sudah praktik juga hadir. Antusiasme mereka sangat luar biasa. Sudah jadi bidan tapi masih semangat mencari ilmu. Itu jauh lebih bagus, karena mereka sudah praktik langsung, jadi bisa diaplikasikan ilmu yang diperoleh hari ini,” kata Lula Kamal saat berbincang dengan malahayati.ac.id usai memberikan materi.

Bicara soal Malahayati, Ia mengatakan perkembangan Malahayati selama 2 tahun terakhir ini cukup signifikan. Lebih rapi dan semakin berkembang dari segi fasilitas dan mahasiswanya. “Saya belum sempat keliling di Malahayati, tapi dua tahun terakhir ini terlihat lebih rapi ya. Saya dengar juga Kebidanan dan Kedokteran Malahayati yang terbesar. Perkembangan fasilitas dan segala aspek yang mendukung juga harus dijaga dan dikembangkan,” ujar Lula.

Ia berharap Seiring dengan semakin besar dan semakin bagusnya fasilitas yang dimiliki, Universitas Malahayati terus menjaga konsistensinya dan terus meningkatkan kualitas yang dimilikinya.[]

Tidak Hanya diatas Kertas MoU

KEMBALI hasil kerjasama Universitas Malahayati dan Universiti Putra Malaysia (UPM) bermanfaat untuk mahasiswa di kedua belah pihak. Bukan hanya sekedar kerjasama diatas kertas, tapi realisasinya yang sangat penting.

Universitas Malahayati akan kedatangan mahasiswa keperawatan UPM untuk melaksanakan praktik di Lampung, tepatnya di Desa Sumbersari Bantul, Kota Metro.

Kedatangan 7 orang mahasiswa dari UPM tersebut disambut baik oleh pihak Keperawatan Universitas Malahayati. “Kerjasama ini harus benar-benar kita manfaatkan untuk menimba ilmu dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa dari UPM” Ujar Ketua Prodi Keperawatan, Andoko, S.Kep.,Ns.,M.Kes

Ketujuh mahasiswa UPM tersebut akan tiba di Malahayati pada Sabtu, 27 Juni 2015. Setelah semalam menginap di Green Dormitory Unimal, mereka akan menuju ke desa tempat praktik pada Minggu 28 Juni 2015. Di Desa Sumbersari, mereka akan menginap di rumah-rumah warga sebagai salah satu pendalaman dalam mengkaji kesehatan komunitas dan keluarga.

Selama 2 minggu mahasiswa dari UPM tersebut akan melaksanakan Praktik Keperawatan Komunitas. Selain itu, mereka juga akan ditempatkan di Puskesmas untuk dapat menyaksikan, mempelajari dan membantu bagaimana proses melahirkan. Dari perawatan kehamilan sampai dengan setelah melahirkan.

Selain Keperawatan Komunitas dan Keperawatan Kehamilan, direncanakan juga mereka akan berbaur di Taman Kanak Kanak di bantul, di TK ini mahasiswa dapat melihat tumbuh kembang anak.

Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Ahmad Farich, dr.,MM mengatakan, kerjasama ini harus terus berjalan. Selain menerima mahasiswa UPM, Unimal juga beberapa kali mengirimkan mahasiswa untuk belajar ataupun praktik disana. seperti Fakultas Kesehatan Masyarakat dan kebidanan.

Setelah Kembali ke Green Dormitory Unimal pada 11 Juli nanti, mereka akan buka puasa bersama dengan anak yatim dari Unimal yang mudah-mudahan dapat dihadiri oleh Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, SH.,MH.[]

Ini Filosofi Farich Menata Malahayati

FILOSOFI “menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain” membawa Achmd Farich, dr., MM., mampu duduki jabatan Wakil Rektor 1 Universitas Malahayati. Baginya banyak yang dapat dilakukan ketika ingin menjadi yang bermanfaat bagi orang lain, sehingga semua yang dilakukan menjadi lebih tertata.

Baginya Filosofi tersebut membuat aktifitasnya lebih tertata hingga ia mampu memperoleh jabatan yang tak pernah ia impikan sebelumnya.

“Filosofi ini membuat saya bangun hingga tidur hanya memikirkan apa yang akan dilakukan agar bermanfaat bagi orang lain,” jelas pria asli Surabaya ini.

Filosofi ini sudah ia pegang sejak masih duduk di banggu Sekolah Menengah Pertama (SMP).  Bahkan karena ingin melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain, ia semasa itu, sempat ditunjuk untuk menghidupkan kembali organisasi pimpong yang telah lama fakum.

“Saya pernah ditunjukoleh kakak kelas semasa SMP untuk menghidupkan kembali sebuah organisasi, kemudian saya ditunjuk sebagai ketuanya,” kata bapak tiga anak ini kepada Malahayati.ac.id, Jumat (12/6).

Kemudian ketika di bangku SLTA yang saat ini menjadi SMA,  filosofi ini mulai benar-benar ia tanamkan dalam diri. Hasilnya ia sempat dua periode menjabat sebagai ketua organisasi Persatuan Siswa yang saat ini lebih dikenal sebagai Organiasasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

“Saya tidak pernah berangan-angan ingin menduduki posisi tersebut, tapi orang lain selalu meminta saya untuk menjabat dalam posisi tersebut,” kata dia.

Setelah pensiun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS),  jiwa untuk melakukan yang terbaik bagi orang lain yang dimiliki membawanya menjadi WR 1 . Jabatan itu ia peroleh tidak mudah, ia memulai karirnya menjadi dosen tahun 2002, tepatnya saat Universitas Malahayati mulai membuka Fakultas Kesehatan Masyarakat.

“Karir saya di Malahayati dimulai saat masih menjabat sebagai kepala dinas kesehatan Provinsi Lampung. Saya menjadi dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Jumat, Sabtu,” kata dia.

Ia mengaku, filosofi yang ia pegang hingga saat ini, tak lepas dari pesan bapak ibunya, agar ia bisa menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Pesan tersebut ia jadikan tantangan untuk meraih kesuksesan seperti sekarang ini.

“Jadi lah orang yang berguna bagi orang lain, dengan begitu apapun pekerjaan yang kita lakukan akan menjadi ikhlas,” pesan dia.[]

Nama : Achmad Farich, dr., MM
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 30 September 1955
Istri : Dra. Hj. Elly Hasiati

Anak: 1. Dewi Fadila Sari, MT
2. Taufik Hidayat, M.Kom
3. Fadly Hakim, SH.

Ayah: H. Raden Abdul Hamid
Ibu : Mahwija

Riwayat pendidikan

TK Negeri Ambengan Surabaya
SD Negeri Ambengan. Surabaya
SMPN 3 Surabaya
SLTA 1 Surabaya
S1 Universitas Brawijaya, Malanag, 1984
S2 Universitas Budi Luhur, Tangerang, 2001
S3 Universitas Andalas Padang, dalam proses

Organisasi

Ketua Ampi Lampung Tengah

Ketua Lembaga Kesehatan NU Wilayah Lampung

Wakil Ketua Tanfijiah NU Lampung

Wakil Ketua Rohis Surya NU wilayah Lampung

Ketua Penanggulangan Adiksi Berbasis Masyarakat (PABM)  di Paul Umah Lampung

Konseler HIV/AIDS

Konseler Adiksi Kecanduan Narkoba

Sekertaris PPAD se-Provinsi Lampung

Ketua pemberdayaan Ekonomi Masyarakat lokal Lampung (KPEL)