Posts

Willem Einthoven; Penemu Elektrokardiogram

ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) ditemukan pada 1903 oleh Willem Einthoven. Einthoven lahir di Semarang, Jawa, Hindia Belanda (kini Indonesia) pada 21 Mei 1860. Ia juga meraih hadiah Nobel dalam bidang kedokteran atas penemuannya itu. Ayahnya, seorang dokter, meninggal ketika Eindhoven masih kecil. Ibunya kembali ke Belanda dengan anak-anaknya pada tahun 1870 dan menetap di Utrecht. Orang tua dan nenek moyangnya adalah Belanda, keturunan ibunya adalah Belanda dan Swiss.

Pada tahun 1885, Einthoven menerima gelar medis dari Universitas Utrecht. Ia menjadi profesor di Universitas Leiden pada tahun 1886. Pada tahun 1902 ia menjadi anggota dari Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences.

Sebelum penemuannya, diketahui bahwa detak jantung yang dihasilkan arus listrik dengan instrumen waktu tidak bisa secara akurat mengukur fenomena ini tanpa menempatkan elektroda langsung pada jantung. Dimulai pada tahun 1901, Einthoven menyelesaikan serangkaian prototipe dari galvanometer senar. Perangkat ini menggunakan filamen yang sangat tipis konduktif kawat lewat antara magnet yang sangat kuat. Ketika arus melewati filamen, medan magnet yang diciptakan oleh arus akan menyebabkan string untuk bergerak.

Sebuah cahaya bersinar pada string akan melemparkan bayangan pada gulungan bergerak kertas fotografi, sehingga membentuk kurva kontinu menunjukkan pergerakan string. Mesin diperlukan pendingin air asli untuk elektromagnet kuat, memerlukan 5 orang untuk mengoperasikannya dan beratnya sekitar 270 kilogram. Perangkat ini meningkatkan sensitivitas galvanometer standar sehingga aktivitas listrik jantung dapat diukur meskipun isolasi dari daging dan tulang.

Meskipun kemajuan teknologi kemudian membawa perangkat EKG portabel yang lebih baik, banyak terminologi yang digunakan dalam menggambarkan EKG berasal Einthoven. penugasannya dari huruf P, Q, R, S dan T ke sejumlah defleksi masih digunakan. Istilah segitiga Einthoven bernama baginya. Hal ini mengacu pada imajiner terbalik sama sisi segitiga berpusat pada dada dan poin menjadi standar mengarah pada lengan dan kaki.

Setelah pengembangan tentang galvanometer senar, Einthoven melanjutkan untuk menjelaskan sifat-sifat elektrokardiografi sejumlah gangguan kardiovaskuler. Kemudian dalam kehidupan, Einthoven mengalihkan perhatiannya untuk mempelajari akustik, terutama suara hati yang ia teliti dengan Dr. P. Battaerd.

Pada tahun 1924, Einthoven dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran untuk menciptakan sistem praktis pertama elektrokardiografi digunakan dalam diagnosis medis.

Dia meninggal pada 29 September 1927 di Leiden di Belanda pada usianya ke 67 tahun. Dan dimakamkan di pemakaman Gereja Reformed di 6 Haarlemmerstraatweg di Oegstgeest.[]

Apa Itu EKG? Dan Bagaimana Sejarahnya?

ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Namanya terdiri atas sejumlah bagian yang berbeda: elektro, karena berkaitan dengan elektronika, kardio, kata Yunani untuk jantung, gram, sebuah akar Yunani yang berarti “menulis”. Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting.

Beberapa fungsi adalah menentukan standar untuk mendiagnosis aritmia jantung, memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien yang dicurigai ada infark otot jantung akut, membantu menemukan gangguan elektrolit (misalnya:hiperkalemia dan hipokalemia), memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi (misalnya: blok cabang berkas kanan dan kiri).

EKG juga digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selama uji stres jantung dan kadang berguna untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (misalnya:emboli paru atau hipotermia). Elektrokardiogram tidak menilai kontraktilitas jantung secara langsung. Namun, EKG dapat memberikan indikasi menyeluruh atas naik-turunnya suatu kontraktilitas.

Sejarah EKG berawal pada tahun 1872 di St. Bartholomew’s Hospital seorang mahasiswa bernama Alexander Muirhead menghubungkan kabel ke pergelangan tangan pasien yang sakit untuk memperoleh rekaman detak jantung pasien. Aktivitas ini direkam secara langsung dan divisualisasikan menggunakan elektrometer kapiler Lippmann oleh seorang fisiolog Britania bernama John Burdon Sanderson.

Orang pertama yang mengadakan pendekatan sistematis pada jantung dari sudut pandang listrik adalah Augustus Waller, yang bekerja di St. Mary’s Hospital di Paddington, London. Mesin elektrokardiografnya terdiri atas elektrometer kapiler Lippmann yang dipasang ke sebuah proyektor. Jejak detak jantung diproyeksikan ke piringan foto yang dipasang ke sebuah kereta api mainan. Hal ini memungkinkan detak jantung untuk direkam dalam waktu yang sebenarnya. Pada tahun 1911 ia masih melihat karyanya masih jarang diterapkan secara klinis.

Sehingga muncullah gebrakan baru yang bermula saat seorang dokter Belanda kelahiran Kota Semarang, Hindia Belanda bernama Willem Einthoven, yang bekerja di Leiden, Belanda, ia menggunakan galvanometer senar yang ditemukannya pada tahun 1901, yang lebih sensitif daripada elektrometer kapiler yang digunakan Waller.

Einthoven menuliskan huruf P, Q, R, S dan T ke sejumlah defleksi, dan menjelaskan sifat-sifat elektrokardiografi sejumlah gangguan kardiovaskuler. Pada tahun 1924, ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran untuk penemuannya.

Meski prinsip dasar masa itu masih digunakan sekarang, sudah banyak kemajuan dalam elektrokardiografi selama bertahun-tahun. Sebagai contoh, peralatannya telah berkembang dari alat laboratorium yang susah dipakai ke sistem elektronik padat yang sering termasuk interpretasi elektrokardiogram yang dikomputerisasikan.

|sumber: wikipedia.org dan dikutip dari berbagai sumber