Posts

Indah Lia Puspita; Dosen Terbaik Tahun 2015 dari Fakultas Ekonomi

DOSEN terbaik, siapa yang tak bangga jika memperoleh predikat seperti itu. Begitupun dengan wanita yang satu ini. Bernama lengkap Indah Lia Puspita SE, M.Si, bergabung dengan Universitas Malahayati sejak 2006 lalu.

“Bersyukur, tetapi masih harus lebih banyak belajar. Dan saya sangat apresiasi atas penghargaan yang diberikan Universitas Malahayati,” ujarnya saat ditemui tim malahayati.ac.id dikantornya, Jum’at 28 Agustus 2015.

Wanita yang akrab disapa Indah ini mengaku bahwa penghargaan yang diperoleh, memotivasinya untuk memberikan hal lebih bagi kampus ini.

Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN) Yogyakarta ini pernah menjabat sebagai wakil dekan Fakultas Ekonomi pada 2009 hingga 2013.

You Are You Think, kamu adalah apa yang kamu pikirkan,” ujarnya sebagai motivasi. Yang artinya harus yakin akan kemampuan diri sendiri, “karena jika yakin semua itu pasti bisa”,  kata Indah manambahkan.

Dan baginya Universitas Malahayati adalah keluarga, “karena kelebihan dan kekurangan yang saya miliki kampus ini masih mau menerima saya,” katanya.[]

Pameran dan Bazar Mewarnai Hari Kedua Perayaan Dies Natalis ke-22

HARI Kedua Perayaan Dies Natalis Universitas Malahayati semakin meriah dengan dibukanya berbagai Stand Pameran berbagai karya mahasiswa yang unik dan menarik untuk dilihat. Berbagai pameran karya mahasiswa ini diadakan di halaman komplek Kabara Foodcourt, pagi ini.

Fakultas Ekonomi, Teknik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Akademi Farmasi dan beberapa stand umum terlihat menghiasi tenda-tenda dengan berbagai karya.

Misalnya fakultas teknik menampilkan karya terbaik mereka dari teknik mesin yaitu Gokart Project atau mini formula one, Selain itu Fakultas Teknik juga menampilkan cara mendaur ulang barang bekas dan alat sederhana untuk menyaring air agar lebih jernih dan bersih.

Fakultas Ekonomi juga memamerkan berbagai jurnal-jurnal ekonomi berupa karya tulis ilmiah dan berbagai penghargaan yang sudah mereka capai selama ini. Selain itu Fakultas Ekonomi sendiri membuka konsultasi pajak. Dengan membayar 10ribu rupiah, pengunjung bisa berkonsultasi mengenai berbagai hal yang berkenaan dengan perpajakan disini.

Prodi Akademi Farmasi juga tak mau kalah, berbagai jurnal dan poster imbauan mereka pamerkan. Stand mereka juga menwarkan penjelasan bahaya penggunaan formalin pada makanan dengan memamerkan sampel beberapa contoh makanan yang mengandung formalin, misalnya tahu, ikan dan mie berformalin dan menjelaskan ciri-ciri yang alami dan berformalin.

Senada dengan hal itu Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Prodi Kebidanan juga menampilkan berbagai macam alat kesehatan dan membagikan sticker dan poster imbauan tentang bahaya merokok dan lain-lain.

Selain Menampilkan berbagai macam karya mahasiswa dari masing-masing fakultas, stand pameran juga di isi dengan bazar murah misalnya hijab, baju, bedcover, earphone, USB, dan masih banyak lagi.
Servis motor murah juga ada disini, hanya dengan uang Rp10ribu, motor anda akan di tune up oleh para mahasiswa teknik mesin agar performa motor menjadi lebih baik.[]

Dekan Fakultas Ekonomi: Yudisium Bukan Akhir Perjuangan

Dekan Fakultas Ekonomi Azli Fahrizal SE, M.Si dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada ke duabelas mahasiswa Fakultas Ekonomi yang telah diyudisium pada Kamis, 13 Agustus 2015 ini. Keduabelas mahasiswa ini terdiri dari 6 orang prodi ekonomi manajemen dan enam orang prodi ekonomi akuntansi.

Dalam yudisium ini juga disampaikan oleh Dekan Azli bahwa perjuangan mahasiswa belum selesai hanya sampai di yudisium ini, tetapi justru baru saja dimulai. “Dalam dunia kerja dan bermasyarakat, disitulah kalian benar-benar berjuang” Dekan Azli menambahkan.

Azli juga berterima kasih kepada mahasiswa dan dosen yang telah membantu pelaksanaan yudisium hingga dapat berjalan sesuai rencana.

Selain itu, Dekan Azli juga berpesan kepada mahasiswa yang sudah lulus untuk dapat meneruskan tradisi yang ada di Universitas Malahayati, yaitu menyantuni anak yatim. “Tradisi baik ini harus kalian teruskan, harus kalian lestarikan dan harus kalian tularkan kepada sesama kalian” ujar Azli.

Azli menjelaskan dengan mengutip sejarah pendiri malahayati yang pernah mengungkapkan bahwa ketika kita tidak mempunyai ayah adalah suatu hal yang menyedihkan, tetapi akan lebih menyedihkan lagi ketika kita tidak mempunyai ilmu.

Dari ungkapan itulah Rusli Bintang mendirikan Universitas Malahayati, Sebuah tempat untuk menimba ilmu, sebuah tempat untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Dan tentu saja menjadi tempat untuk anak yatim mendapatkan ilmu dengan cara memberikan beasiswa kepada anak yatim dan memberikan santunan untuk membantu anak yatim.

“Ketika kalian mendapatkan ilmu dengan baik, masih banyak anak yatim diluar sana yang sangat ingin bersekolah dan menimba ilmu, Jangan sia-siakan.” Dekan Azli Mengakhiri.

Agus Sutardjo: Belajarlah dari Orang Pintar Kalau Ingin Pintar

DENGAN menggunakan baju koko berwarna putih bercorak batik, 2 batu akik berukuran mungil menghiasi tangan kanan dan kiri pria yang bersuara lembut ini. Bernama lengkap Dr. Agus Sutardjo, SE, MSi. Ia lahir di Tasikmalaya dan tumbuh besar disana hingga lulus SMP. Ia pernah menimba ilmu di SD Emanuel Tasikmalaya, SMP 2 Tasikmalaya,  sebelum melanjutkan di SMA 28 Jakarta. Setelah lulus dari SMA, Agus merantau jauh ke Kota Padang untuk mejadi Sarjana di Universitas Eka Sakti Padang, Lalu ia Melanjutkan Pendidikannya di Universitas Padjajaran Bandung untuk mengambil gelar magister dan doktornya.

Mengajar adalah passion baginya, sejak masih berkuliah di Universitas Eka Sakti ia sudah menjadi Asisten Dosen hingga menjadi dosen mandiri di tahun 1994. Selama ia menimba ilmu di Universitas Padjajaran juga ia menghabiskan sela-sela waktu kuliahnya untuk mengajar sebagai Dosen.

Ia pernah mengajar dan menjadi Dekan di Universitas Ekasakti sebelum akhirnya bergabung ke Universitas Malahayati di awal tahun 2010 lalu. Di Universitas Malahayati juga ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Ekonomi sejak September 2010 hingga Februari 2015 sebelum akhirnya digantikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi yang baru.

Ayah dari dua orang putra ini Mengajar empat matakuliah seperti Perekeonomian Indonesia, Ekonomi Manajerial, Manajemen Operasi, Pengantar Ilmu Ekonomi di Universitas Malahayati.

Pria yang tinggal di Perumahan Griya Kencana Raja Basa Bandar Lampung ini sangat menggemari olahraga bulutangkis, setidaknya sekali dalam seminggu ia berlatih bersama rekan-rekannya. Selain berolahraga, ia juga aktif mengikuti penelitian dan kajian-kajian bersama rekan seprofesinya baik dari dalam dan luar daerah Lampung.

Ia juga selalu memotivasi para anak didiknya untuk terus belajar dan belajar. “Belajar dari orang pintar kalau ingin pintar,” ujarnya saat ditemuin team malahayati.ac.id.

Ia mengatakan, dengan terus memotivasi dan membangkit semangat kesuksesan mahasiswa dan rekan-rekannya pasti ia juga akan merasakan kebahagiaan mahasisawa dan reka sejawatnya. Karena ia selalu berprinsip:

“Saya senang bila melihat orang disekitar saya sukses, bisa memotivasi mereka adalah kepuasan tersendiri bagi saya,” ujarnya sambil tersenyum.