Posts

Mewisuda 591 Mahasiswa Secara Daring, Rektor Universitas Malahayati Lampung Minta Lulusan Berdaya Saing dan Matang Teknologi

BANDAR LAMPUNG : Universitas Malahayati Lampung menggelar Rapat Senat Luar Biasa dan terbuka secara daring dalam rangka mewisuda  591 mahasiwa Program Magister, Profesi, Sarjana dan Program Diploma Periode ke-30 pada Sabtu, (23/1/2021). Tema wisuda tahun ini Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dalam Meningkatkan Adaptabilitas di Era Tatanan Baru.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati, Dr. dr. H.Achmad Farich., M.M. mengatakan Indonesia dan sebagian besar negara di dunia mengalami kejadian luar biasa yaitu pandemi Covid-19. Seluruh sektor kehidupan ikut terdampak termasuk bidang pendidikan.

“Universitas Malahayati Lampung telah mengambil keputusan menghentikan kegiatan belajar tatap muka langsung hingga saat ini berdasarkan intruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai gantinya kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring, keputusan ini diambil untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” kata Achmad Farich.

Menurut Rektor Unmal tersebut, penggunaan teknologi di dunia pendidikan merupakan hal wajar tetapi menjadi keharusan di masa pandemi ini. Indonesia diperkirakan baru akan mengalami kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan beberapa tahun kedepan.

“Adanya pandemi Covid-19, menjadikan transformasi digital berlangsung lebih cepat. Kondisi ini memaksa perguruan tinggi, tenaga pengajar, dan tenaga non akademik harus mampu merancang sistem dan menggunakan teknologi pembelajaran dan pelayanan adminsitrasi yang efektif dan unsur lebih banyak dari pada sebelum masa pandemi,” ungkapnya.

Rektor menambahkan, saat ini Universitas Malahayati sedang membangun platform digital dalam menopang civitas akademika supaya mampu beradaptasi terhadap teknologi terkini. “Penggunaan teknologi terus meningkat secara signifikan selama masa pandemi. Langkah digitasi menghasilkan banyak data yang dikonversikan ke format digital, begitu juga yang sedang terjadi di Universitas Malahayati,” jelasnya.

Achmad Farich mengajak, semua pihak untuk patuhi protokol kesehatan dan mengambil hikmah dari pandemi Covid-19 khususnya dalam bidang pendidikan. Rektor juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan mendidik putra putrinya di Universitas Malahayati.

“Terimakasih kepada para orang tua, yang mempercayakan putra putrinya kepada kami, saya ucapkan selamat kepada seluruh wisudawan/wisudawati. Semoga menjadi lulusan yang berguna dan berdaya saing di daerahnya masing-masing,” terang Rektor.

Komisi X Anggota DPR RI Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H mengucapkan selamat kepada orang tua atas dedikasi dan kerja kerasnya telah mengantarkan putra-putrinya ke gerbang pintu keberhasilan. “Adik-adik wisudawan harus bersukur dan jadi penyemangat sehingga nantinya ilmu yang diperoleh menjadi bermanfaat bagi masyarakat,” pesanya.

Kadafi Juga mengucapkan selamat atas diluncurkannya Malahayati News, hal itu merupakan terobosan baru yang luar biasa, “Selamat diluncurkannya Malahayati News, kita tahu teknologi mempercepat informasi dan perkembangan. Berbeda seperti dulu, jika dulu berita terbitnya besok namun sekarang berita dapat terbit saat ini juga,”ujarnya.

Peserta terbaik Wisudawan/wati Periode Ke-30 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Khairona IPK 3,90, Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Sutini IPK 3,88. Fakultas Kedokteran Program Studi (Prodi) Profesi Ners, Melisa Tabrani IPK 3,92, Prodi Sarjana Kedokteran, M. Rheza F Zamzami IPK 3,86, Prodi D IV Kebidanan, Agustina Triani IPK 3,60, Prodi D III Kebidanan, Desi Ratna Sari IPK 3,90, Prodi Sarjana Keperawatan, Samsu Nazila IPK 3,74,  Prodi D III Analisis Farmasi dan Makanan, Dania Aprilia IPK 3,86, Prodi D III Keperawatan, Lilis Marlia IPK 3,77 dan Prodi Sarjana Farmasi, Ni Wayan Wulantika IPK 3,79.

Fakultas Ekonomi Program Studi (Prodi) Akuntansi Program Magister, Apip Alansori IPK 4,00 dan Prodi Sarjana Akuntansi, Satria Gana Albar IPK 3,67. Dalam acara wisuda hadir Kepala L2DIKTI Wilayah II, Wakil Rektor, Dekan Fakultas dan Civitas Akademika Universitas Malahayati. (Rls)

99 Dokter Baru Lulusan Universitas Malahayati Diambil Sumpah, Rektor: Harus Menjadi Contoh Kesehatan di Masyarakat

BANDAR LAMPUNG (Malahayati.ac.id) : Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati (Unmal) menggelar pengambilan Sumpah Dokter Ke-55 dengan tema ‘Semangat dan Integritas Dokter Yang Unggul Untuk Bersatu dan Bangkit Dari Pandemi’. Prosesi pengambilan Sumpah Dokter dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, Rabu (13/1/2021).

Sumpah Dokter dilaksanakan setelah para mahasiswa sudah dinyatakan lulus program profesi dokter melalui tahap Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) pada bulan November 2020 lalu. Sekitar 99 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Unmal membacakan ikrar sumpah dokter, sebanyak 12 poin yang dibacakan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unmal dr. Toni Prasetia., Sp.PD., FINASIM.

“Selamat, sebagai orang tua di kampus dan di rumah kami sangat bangga atas pencapaian yang diperoleh kalian saat ini, selamat atas keberhasilan yang telah dicapai. Ini merupakan cita-cita yang panjang semua proses sudah dilalui dengan baik, semua kelebihan dan kekurangan itu adalah suatu anugerah. Kita harus bersyukur ini adalah pembuktian kita kepada dunia,” Kata Toni Prasetia dalam sambutan acara.

Toni juga menambahkan, bahwa profesi dokter itu tidaklah mudah, banyak sekali rintangan yang harus dihadapi. Toni juga berpesan kepada dokter baru, ini bukanlah akhir melainkan awalan yang harus ditempuh untuk perjuangan kedepannya.

“Ini adalah awal pintu masuk kita untuk kesuatu ruangan yang akan menjadi tempat perjuangan dan ladang amal, seperti apakah kita akan mengabdikan kepada pemerintah, masyarakat ataupun suatu perusahaan tergantung pilihan dan cita-cita yang akan diraih. Saya juga mengingatkan kepada para dokter baru untuk selalu menjaga nama baik almamater dan nama baik orang tua, karena kedepannya akan ada banyak rintangan yang harus dihadapi,” tambah Toni Prasetia.

Rektor Universitas Malahayati, Dr. dr. Achmad Farich, M.M., mengatakan dalam sambutannya mengapresiasi atas keberhasilan dan sumbangsih Fakultas Kedokteran yang telah meluluskan dokter baru. Dan Rektor Unmal juga berpesan agar dokter baru bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, apalagi sekarang ini pada masa pandemi Covid-19.

“Hari ini menjadi suatu keberhasilan Fakultas Kedokteran yang telah meluluskan 99 dokter baru, artinya inilah sumbangsih dari Universitas Malahahayati terhadap bangsa dan negara, kita sudah meluluskan alumni yang siap membantu dan mensejahterakan masyarakat. Dimasa Pandemi Covid-19 ini peran dokter baru sangat berat, karena sebagai garda terdepan dan juga harus bisa juga memberikan contoh kesehatan kepada para masyarakat,” ucap Achmad Farich.

Dalam kesempatan ini pula Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Perwakilan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Dr. dr. Fatah Satya Wibawa, Sp. THT-KL, menyampaikan selamat kepada para dokter baru. “Pegang selalu Sumpah Dokter dan Kode Etik Kedokteran Indonesia baik yang secara tertulis dan yang diucapkan, dapat diamalkan dan diimplementasikan kepada masyarakat. IDI juga berpesan kepada dokter baru jadi pada saat pandemi saat ini, jaga diri dengan cara mematuhi protokol kesehatan, jadi teladan bagi lingkungan, dan jadilah motivator perubahan,” kata Fatah Satya Wibawa.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, IDI Wilayah Kota Bandar Lampung, Direktur Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA), Pengawas Yayasan Alih Teknologi, Plh. Wakil Rektor I, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran, Ka. Prodi Profesi dr, dan para dosen Fakultas Kedokteran dan akademisi Universitas Malahayati. (rls/Lampungpro.co)

Beasiswa Alumni, Dua Mahasiswa Universitas Malahayati Ini Dapat IPK Sempurna

BANDAR LAMPUNG: Dua mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Malahayati yakni Apip Alansori (26) mahasiswa S2 dan Satria Gana Albar (22) S1, meraih nilai IPK tertinggi dalam Prodinya masing-masing. Keduanya baru saja mengikuti Yudisium Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati di Gedung Rektorat, Selasa (12/1/2021).

Apip Alansori yang berasal dari Jambi ini, meraih IPK sempurna yakni 4,0. Apip Alansori meresa senang, karena dapat meraih mimpinya untuk terus melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi berkat beasiswa alumni dari Universitas Malahayati. “Saya merasa berterimakasih kepada Universitas Malahayati yang sudah mewujudkan mimpi saya, untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi pasca sarjana,” kata Apip Alansori.

Ia berharap, kedepannya Universitas Malahayati dapat lebih baik lagi dan lebih menjunjung tinggi tri darma perguruan tinggi. Kemudian dapat meningkatkan sarana dan prasarana akademik yang ada. Apip Alansori sangat mengapresiasi yang kepada pihak kampus, yang sudah memberikannya beasiswa alumni, yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi lagi.

“Saya sangat berharap beasiswa alumni selalu ada setiap tahunnya, karena dengan adanya beasiswa alumni ini, biaya kuliah mendapat potongan hingga 50 persen. Dengan adanya beasiswa alumni ini, sangat membantu saya untuk melajutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi,” ujar Apip.

Sementara itu Satria Gana Albar mengungkapkan, ua sangat berterima kasih kepada Universitas Malahayati atas ilmu yang didapatkan selama menjalani perkuliahan dan dapat menerapkan semua ilmu yang sudah diberikan. Satria juga berharap, Universitas Malahayati kedepannya dapat terus berkembang dan selalu meningkatkan sarana dan prasarana kampus.

“Saya akan menerapkan ilmu yang sudah saya terima dari Universitas Malahayati, kepada diri saya pribadi dan masyarakat. Kedepannya saya berharap Universitas Malahayati ini, terus berkembang dan meningkatkan sarana dan prasarana kampus,” ungkap Satria Gana Albar. (Rls/Lampungpro.co)

Universitas Malahayati Menggelar Yudisium Fakultas Ekonomi, Rektor Minta Lulusan Kembangkan Softskill

BANDAR LAMPUNG : Mahasiswa Fakultas Ekonomi program studi (Prodi) S1 Akuntansi, S1 Manajemen, dan Prodi Akuntasi S2 Pasca Sarjana Universitas Malahayati melaksanakan Yudisium di Gedung Rektorat Universitas Malahayati Bandar Lampung, Selasa (12/1/2021). Pelaksanaan Yudisium kali ini berbeda dari sebelumnya, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Rektor Universitas Malahayati Achmad Farich mengatakan, kepada para mahasiswa yang mengikuti Yudisium agar mampu beradaptasi di dunia kerja era pandemi Covid-19. Kemudian mahasiswa juga dapat mengembangkan soft skill yang ada, untuk menunjang era revolusi industri 4.0.

“Para mahasiswa yang mengikuti Yudisium ini, kedepannya saya berharap harus mengembangkan softskill yang ada dalam era Revolusi Industri 4.0 dan dapat menguasai teknologi informasi. Artinya apa untuk menunjang sukses dalam dunia kerja, kedepannya kita harus dapat menguasai dan  mengembangkan teknologi,” kata Achmad Farich.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Iing Lukman mengungkapkan, ada 16 mahasiswa dari Fakultas Ekonomis, yang terdiri dari S1 prodi Akutansi lima orang, S1 Manajemen tiga orang, dan S2 Akutansi pasca sarjana delapan orang yang mengikuti Yudisium. Untuk mahasiswa terbaik S1 Akutansi diraih oleh Satria Gana Albar dengan IPK 3,67 dan S2 Prodi Akutansi Pasca Sarjana diraih oleh Apip Alansori dengan IPK 4,00.

“Banyak alumni Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati yang terserap dalam dunia kerja di perusahaan. Saya berharap kepada para alumni yang ingin melanjutkan studinya di Universitas Malahayati, nanti akan ada beasiswa yang diberikan,” ungkap Iing Lukman.

Iing Lukman menyebut, para alumi dari Fakultas Ekonomi banyak yang sudah terserap di dunia kerja, biasanya tempat mereka magang banyak yang menawari untuk kembali bekerja. Lalu untuk para alumni yang ingin melajutkan studinya ke S2, kampus akan memberikan beasiswa sebesar 50 persen. (Rls/Lampungpro.co)

Keindahan Wisata Pantai Lampuuk, Bukti Kekayaan Alam Indonesia

SENGATAN sang surya diatas hamparan pasir putih seakan menyilaukan mata. Indah dan birunya lautan lepas juga menghipnutis para pengunjung akan indahnya pantai Lampuuk ini. Terdengar riuh ombak yang bersahabat untuk para peselancar. Sambil menikmati indahnya pantai, saya menunggu keanggunan matahari terbenam. Disinilah para pengunjung bisa menikmati kesempurnaan tempat wisata pantai Lampuuk yang terletak di wilayah Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, yang menghadap ke Samudra Hindia.

Pantai ini berpasir putih bersih nan lembut, air laut berwarna biru kehijauan, melihat ke arah daratan terdapat pepohonan pinus yang rimbun dan lebih jauh lagi terlihat deretan pegunungan yang hijau dengan ukiran tebing yang sangat menawan.

Ketika malahayati.ac.id ke pantai tersebut pada 25 Juli lalu, terlihat para pengunjung menikmati suasana pantai tersebut. Ada pengunjung yang berenang sembari bermain ombak, ada yang membuat istana dari pasir, ada yang bermain banana boat, dan ada pula yang sekadar duduk di pinggiran pantai atau di pondokan sembari minum es kelapa muda.

Ketika menjelang petang, pengunjung pun bergegas ke pinggir pantai menanti sang surya turun ke peraduannya. Kebanyakan mereka bersiap dengan kamera masing-masing untuk mengabadikan keindahan alam kala sang surya terbenam di ufuk barat.

Panorama alam itu membuat Pantai Lampuuk menjadi salah satu primadona wisata di Aceh. Apalagi, pantai itu berada di daerah perkampungan yang masih sepi dan tenang. Di sana, wisatawan bisa sesaat melepas penat dari hiruk-pikuk suasana kota yang bising.[]

Kampus Hijau Malahayati; Tak Pernah Jemu Untuk Diceritakan

TAK sekalipun terasa jemu ketika menceritakan tentang salah satu kampus yang dimiliki oleh Dr (HC) H Rusli Bintang. Terletak di Jalan Pramuka, Bandar Lampung, Universitas Malahayati hadir menjadi pelita para mahasiswa yang ingin menimba Ilmu dan meraih kesuksesan. Fasilitas yang lengkap, lahan luas dengan kontur berbukit yang unik. Kampus ini dikenal dengan sebutan “Kampus Hijau” Lampung. Karena memang didominasi oleh warna hijau dan lingkungan yang begitu terjaga keasriannya.

Saat pertama kali melewati pintu gerbang kampus, mata anda akan disuguhkan dengan pemandangan dan perasaan yang berbeda dari kampus lainnya. Anda akan seolah merasa sedang berada di puncak Bogor, karena rindangnya pepohonan yang membuat udara menjadi sejuk. Dengan luas sekitar 84 hektar, lahan berkontur berbukit itu disulap menjadi bagunan nan megah namun tetap mengutamakan kelestarian lingkungan.

Letaknya yang cukup sentral, dan diapit oleh Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Lampung Selatan menjadikan kampus ini berperan aktif dalam pelestarian lingkungan selain sebagai gudang ilmu pengetahuan tentunya. Karena jika kita lihat dari ketinggian, nampak jelas bagaimana Universitas Malahayati ribuan pohon yang mengelilinginya menjadi paru-paru Kota dan pemukiman penduduk disekitarnya.

Selain fasilitas pendidikan yang lengkap, juga dilengkapi asrama, apartemen dosen, sarana olahraga seperti golf, badminton, futsal, hingga kolam renang, helipad juga dilengkapi tempat kuliner. Bahkan ada fasilitas rumah sakit yang terletak beberapa meter di sebelah kiri gerbang kampus yang diberi nama Rumah Sakit Bintang Amin. Salah satu pendidikan yang dimiliki oleh Malahayati yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamina Jakarta.

Dan yang membuat kampus ini berbeda adalah visi yang diembannya yaitu menciptakan lulusan yang beretika religius. Sehingga mahasiswa dari lima fakultas seperti Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Teknik, Ekonomi dan Akafarma dituntut tidak hanya mampu unggul dalam skill namun juga memiliki etika yang baik pula. Tak hanya itu, Universitas Malahayati juga mewajibkan karyawan dan mahasiswanya untuk menyantuni setidaknya satu anak yatim. Sehingga 1300-an lebih anak yatim secara bergantian, melakukan silaturahmi, makan bersama dan membaca Surah Yasin setiap Sabtu ditepian danau yang juga diperuntukan khusus bagi anak yatim binaan Malahayati.

Jadi tunggu apalagi, lets join us at Malahayati University, and Lets Challenge the future together.

Rewind The Beautifull Memory With Orphans in The Lake of Love

LAKE Orphans or sometimes people called it “The Lake of Love”. Located in the middle of Malahayati University, Bandar Lampung. This lake is a place for sharing of love, stories and sustenance to orphans that assisted by Malahayati University. In turn 1300 more orphans attend this place every Saturday with their mother to reciting Surah Yasin. They Pray together to God for Malahayati University Goodness.

Today, Wednesday, December 23, 2015, I repeat that memory. I threw my legs through the trail made of papping. I saw the shades of Sengon Trees Towering my steps to the best spot for relaxing my mind. Altought not too far, hilly ground contours make my sweat dripping endlessly. I tried to wipe away the sweat with a small handkerchief, and trying to feel the breath of life around me.

Not long after, I came to the edge of the lake. In the middle of lake there is a small island like Samosir Island in Toba Lake. Nila looks set Mujair and swim without free while fighting over breadcrumbs intentionally threw earlier. Swan-shaped also lined up neatly shores of the lake because it was not able to operate again.

I set my seat, leaning against the wooden gallows. I started to close my eyes, release all tired of lecture that some time is noticeably burden me. Gurgling water from the drain discharge pipe, gently rubbing the leaves by the wind makes me feel drift and enjoying my afternoon break at this place. Deeper I drift in the calmness, my memory about this lake rewinded. I Felt i was in a different dimension.

I heard the strain of Surah Yasin so sweetly from this place. This sounds the same sound I heard last Saturday this place I guess. Cheerful face a little boy who fed by her mother. Laugh off while they are playing seesaw, feels so real stick in my mind. Some of them going fishing and joy when the baby Nila gain at the end of their fishing rod. Feels like I want to wipe their hair and gave them candy in my right pocket. By Saying “Thanks kak” is a pray for me that certainly heard by Allah.
But when I tried to approach them and do my intentions …

Krekkkkkkkkk … .Brakkkkkkkkkkkk !!! ” Sounds right tree branches falling on the roof over my head. I woke up, my eyes dispersed, I immediately got up from where I sat. I saw around me, no one here. Just a security guard at his post I saw from distance. “Oh my God” I thought to myself . The sound was damaging the beautiful memories with the orphans on Saturday. I saw the clock already showed 07.30 am , time for me to go back and get ready to go back again, struggling with classroom this morning. [ ]