Posts

Keindahan Wisata Pantai Lampuuk, Bukti Kekayaan Alam Indonesia

SENGATAN sang surya diatas hamparan pasir putih seakan menyilaukan mata. Indah dan birunya lautan lepas juga menghipnutis para pengunjung akan indahnya pantai Lampuuk ini. Terdengar riuh ombak yang bersahabat untuk para peselancar. Sambil menikmati indahnya pantai, saya menunggu keanggunan matahari terbenam. Disinilah para pengunjung bisa menikmati kesempurnaan tempat wisata pantai Lampuuk yang terletak di wilayah Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, yang menghadap ke Samudra Hindia.

Pantai ini berpasir putih bersih nan lembut, air laut berwarna biru kehijauan, melihat ke arah daratan terdapat pepohonan pinus yang rimbun dan lebih jauh lagi terlihat deretan pegunungan yang hijau dengan ukiran tebing yang sangat menawan.

Ketika malahayati.ac.id ke pantai tersebut pada 25 Juli lalu, terlihat para pengunjung menikmati suasana pantai tersebut. Ada pengunjung yang berenang sembari bermain ombak, ada yang membuat istana dari pasir, ada yang bermain banana boat, dan ada pula yang sekadar duduk di pinggiran pantai atau di pondokan sembari minum es kelapa muda.

Ketika menjelang petang, pengunjung pun bergegas ke pinggir pantai menanti sang surya turun ke peraduannya. Kebanyakan mereka bersiap dengan kamera masing-masing untuk mengabadikan keindahan alam kala sang surya terbenam di ufuk barat.

Panorama alam itu membuat Pantai Lampuuk menjadi salah satu primadona wisata di Aceh. Apalagi, pantai itu berada di daerah perkampungan yang masih sepi dan tenang. Di sana, wisatawan bisa sesaat melepas penat dari hiruk-pikuk suasana kota yang bising.[]

Kampus Hijau Malahayati; Tak Pernah Jemu Untuk Diceritakan

TAK sekalipun terasa jemu ketika menceritakan tentang salah satu kampus yang dimiliki oleh Dr (HC) H Rusli Bintang. Terletak di Jalan Pramuka, Bandar Lampung, Universitas Malahayati hadir menjadi pelita para mahasiswa yang ingin menimba Ilmu dan meraih kesuksesan. Fasilitas yang lengkap, lahan luas dengan kontur berbukit yang unik. Kampus ini dikenal dengan sebutan “Kampus Hijau” Lampung. Karena memang didominasi oleh warna hijau dan lingkungan yang begitu terjaga keasriannya.

Saat pertama kali melewati pintu gerbang kampus, mata anda akan disuguhkan dengan pemandangan dan perasaan yang berbeda dari kampus lainnya. Anda akan seolah merasa sedang berada di puncak Bogor, karena rindangnya pepohonan yang membuat udara menjadi sejuk. Dengan luas sekitar 84 hektar, lahan berkontur berbukit itu disulap menjadi bagunan nan megah namun tetap mengutamakan kelestarian lingkungan.

Letaknya yang cukup sentral, dan diapit oleh Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Lampung Selatan menjadikan kampus ini berperan aktif dalam pelestarian lingkungan selain sebagai gudang ilmu pengetahuan tentunya. Karena jika kita lihat dari ketinggian, nampak jelas bagaimana Universitas Malahayati ribuan pohon yang mengelilinginya menjadi paru-paru Kota dan pemukiman penduduk disekitarnya.

Selain fasilitas pendidikan yang lengkap, juga dilengkapi asrama, apartemen dosen, sarana olahraga seperti golf, badminton, futsal, hingga kolam renang, helipad juga dilengkapi tempat kuliner. Bahkan ada fasilitas rumah sakit yang terletak beberapa meter di sebelah kiri gerbang kampus yang diberi nama Rumah Sakit Bintang Amin. Salah satu pendidikan yang dimiliki oleh Malahayati yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamina Jakarta.

Dan yang membuat kampus ini berbeda adalah visi yang diembannya yaitu menciptakan lulusan yang beretika religius. Sehingga mahasiswa dari lima fakultas seperti Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Teknik, Ekonomi dan Akafarma dituntut tidak hanya mampu unggul dalam skill namun juga memiliki etika yang baik pula. Tak hanya itu, Universitas Malahayati juga mewajibkan karyawan dan mahasiswanya untuk menyantuni setidaknya satu anak yatim. Sehingga 1300-an lebih anak yatim secara bergantian, melakukan silaturahmi, makan bersama dan membaca Surah Yasin setiap Sabtu ditepian danau yang juga diperuntukan khusus bagi anak yatim binaan Malahayati.

Jadi tunggu apalagi, lets join us at Malahayati University, and Lets Challenge the future together.

Rewind The Beautifull Memory With Orphans in The Lake of Love

LAKE Orphans or sometimes people called it “The Lake of Love”. Located in the middle of Malahayati University, Bandar Lampung. This lake is a place for sharing of love, stories and sustenance to orphans that assisted by Malahayati University. In turn 1300 more orphans attend this place every Saturday with their mother to reciting Surah Yasin. They Pray together to God for Malahayati University Goodness.

Today, Wednesday, December 23, 2015, I repeat that memory. I threw my legs through the trail made of papping. I saw the shades of Sengon Trees Towering my steps to the best spot for relaxing my mind. Altought not too far, hilly ground contours make my sweat dripping endlessly. I tried to wipe away the sweat with a small handkerchief, and trying to feel the breath of life around me.

Not long after, I came to the edge of the lake. In the middle of lake there is a small island like Samosir Island in Toba Lake. Nila looks set Mujair and swim without free while fighting over breadcrumbs intentionally threw earlier. Swan-shaped also lined up neatly shores of the lake because it was not able to operate again.

I set my seat, leaning against the wooden gallows. I started to close my eyes, release all tired of lecture that some time is noticeably burden me. Gurgling water from the drain discharge pipe, gently rubbing the leaves by the wind makes me feel drift and enjoying my afternoon break at this place. Deeper I drift in the calmness, my memory about this lake rewinded. I Felt i was in a different dimension.

I heard the strain of Surah Yasin so sweetly from this place. This sounds the same sound I heard last Saturday this place I guess. Cheerful face a little boy who fed by her mother. Laugh off while they are playing seesaw, feels so real stick in my mind. Some of them going fishing and joy when the baby Nila gain at the end of their fishing rod. Feels like I want to wipe their hair and gave them candy in my right pocket. By Saying “Thanks kak” is a pray for me that certainly heard by Allah.
But when I tried to approach them and do my intentions …

Krekkkkkkkkk … .Brakkkkkkkkkkkk !!! ” Sounds right tree branches falling on the roof over my head. I woke up, my eyes dispersed, I immediately got up from where I sat. I saw around me, no one here. Just a security guard at his post I saw from distance. “Oh my God” I thought to myself . The sound was damaging the beautiful memories with the orphans on Saturday. I saw the clock already showed 07.30 am , time for me to go back and get ready to go back again, struggling with classroom this morning. [ ]