Posts

Hari Lupus Sedunia; Kenali Penyebab dan Gejalanya Untuk Deteksi Dini

Hari Lupus Dunia diperingati setiap tanggal 10 Mei. Lupus merupakan penyakit yang terkait dengan kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit autoimune. Penyakit inflamasi kronis ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi akibat lupus dapat menyerang berbagai bagian tubuh, misalnya: Kulit, Sendi, Sel darah, Paru-paru, Jantung

 

World Health Organization mencatat jumlah penderita lupus di dunia hingga saat ini mencapai lima juta orang, dan setiap tahunnnya ditemukan lebih dari 100 ribu kasus baru. Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online 2016, terdapat 2.166 pasien rawat inap yang didiagnosis penyakit lupus. Tren ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2014, dengan ditemukannya 1.169 kasus baru. Tingginya angka kematian akibat lupus perlu mendapat perhatian khusus karena 25% atau sekitar 550 jiwa meninggal akibat lupus pada tahun 2016. Sebagian penderita lupus adalah perempuan dari kelompok usia produktif (15-50 tahun), meski begitu lupus juga dapat menyerang laki-laki, anak-anak, dan remaja.

Lupus terdiri dari beberapa macam jenis, salah satu jenis yang paling sering dirujuk masyarakat umum adalah Lupus Eritematosus Sistematik (LES). LES dikenal sebagai penyakit ‘Seribu Wajah’ merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis yang hingga kini belum jelas penyebabnya. LES juga memiliki sebaran gambaran klinis yang luas serta tampilan perjalanan penyakit yang beragam, sehingga seringkali menimbulkan kekeliruan dalam upaya menganalisanya. LES dapat menyerang jaringan serta organ tubuh mana saja dengan tingkat gejala yang ringan hingga parah.

Les memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga sulit untuk dideteksi. Tingkat keparahannya pun beragam mulai dari ringan hingga yang mengancam jiwa. Gejala LES dapat timbul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan. Pasien LES dapat mengalami gejala yang bertahan lama atau bersifat sementara sebelum akhirnya kambuh lagi. Kesulitan dalam upaya mengenali LES sering kali mengakibatkan diagnosis dan penanganan yang terlambat.

Guna menekan tingginya prevalensi LES, Kementerian Kesehatan RI mencanangkan program deteksi dini LES yang disebut dengan Periksa Lupus Sendiri (SALURI). SALURI dapat dilakukan di Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU), Puskesmas atau di sarana pelayanan kesehatan lainnya dengan cara mengenali gejala-gejala sebagai berikut, antara lain demam lebih dari 38 derajat celcius, rasa lelah dan lemah, sensitif terhadap sinar matahari, rambut rontok, ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu, ruam kemerhan di kulit, sariawan yang tidak kunjung sembuh terutama di atap rongga mulut, nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai serta menyerang lebih dari 2 sendi dalam waktu lama, ujung-ujung jari tangan dan kaki pucat hingga kebiruan saat udara dingin, nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas panjang, kejang atau kelainan saraf lainnya, kelaianan hasil pemeriksaan laboratorium atas anjuran dokter (anemia,leukositopenia, trambositopenia,hematuria dan proteinuria,positif ANA dan atau Anti ds-DNA).

Jika pasien mengalami minimal 4 gejala dari seluruh gejala yang disebutkan, maka dianjurkan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter di Puskesmas atau rumah sakit agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Bagi pasien yang sudah didiagnosis menderita LES, perlu memperhatikan beberapa hal untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup sehingga penderita LES dapat hidup normal dan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan, seperti hindari aktivitas fisik yang berlebihan, hindari merokok, hindari perubahan cuaca karena mempengaruhi proses inflamasi, hindari stres dan trauma fisik, diet khusus sesuai organ yang terkena, hindari paparan sinar matahari secara langsung khususnya UV pada pukul 10.00 hingga 15.00, gunakan pakaian tertutup dan tabir surya minimal SPF 30PA++ selama 30 menit sebelum meninggalkan rumah, hindari paparan lampu UV, hindari pemakaian kontrasepsi atau obat lain yang mengandung hormon estrogen, kontrol secara teratur ke dokter, dan minum obat secara teratur.

|sumber: id.wikipedia.org dan p2p.kemkes.go.id

Potret Aksi Solidaritas Mahasiswa Psikologi Universitas Malahayati

Autis merupakan gangguan perkembangan pada anak dengan 3 ciri atau gejala utama yaitu gangguan pada interaksi sosial, gangguan komunikasi dan pola tingkah laku. Ciri-ciri anak autis pada umumnya dapat terlihat pada pola perilaku, aktivitas, dan interaksi yang cenderung terbatas dan berulang ulang.

Demi memperingati Hari Peduli Autis Sedunia, mahasiswa Universitas Malahayati jurusan Psikologi yang tergabung dalam ILMPL (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Lampung) membuat aksi solidaritas stop menggunakan kata “autis” untuk bahan ejekan. Kegiatan sosial yang mengusung tema “Strong With Autism, Tersenyum Bersama Anak Autis”  ini berlangsung pada Minggu, 08 April 2018 di Tugu Adipura Lampung.

Berikut potret kegiatannya:

Aksi Solidaritas Mahasiswa Psikologi Universitas Malahayati dalam Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia

Autis merupakan gangguan perkembangan pada anak dengan 3 ciri atau gejala utama yaitu gangguan pada interaksi sosial, gangguan komunikasi dan pola tingkah laku. Ciri-ciri anak autis pada umumnya dapat terlihat pada pola perilaku, aktivitas, dan interaksi yang cenderung terbatas dan berulang ulang. Selain itu, ciri- ciri anak autis juga tampak pada perilakunya, suka membolak-balik, menyentuh, mencium objek atau benda tertentu dengan berlebihan. Penyebab umumnya karena faktor genetik dan faktor lingkungan. Pada setiap tanggal 02 April diperingati sebagai hari autis sedunia setelah diputuskan dalam sidang umum PBB No. 62/137 pada tanggal 18 Desember 2007 lalu.

Demi memperingati Hari Peduli Autis Sedunia, mahasiswa Universitas Malahayati jurusan Psikologi yang tergabung dalam ILMPL (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Lampung) membuat aksi solidaritas stop menggunakan kata “autis” untuk bahan ejekan. Kegiatan sosial yang mengusung tema “Strong With Autism, Tersenyum Bersama Anak Autis”  ini berlangsung pada Minggu, 08 April 2018 di Tugu Adipura Lampung.

Dalam kegiatan ini masyarakat diajak berpartisipasi dalam mendukung anak autis dengan memberikan tanda tangan mereka pada petisi di banner yang telah disediakan. Selain mahasisw Universitas Malahayatikegiatan ini juga diikuti mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Lampung, dan UIN Raden Intan Lampung.

Randy Mursady, mahasiswa Psikologi Universitas Malahayati selaku ketua pelaksana Kegiatan mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memberitahu masyarakat untuk tidak dan jangan pernah membuat perbedaan kepada siapapun. Hal ini juga guna mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap mereka yang berkebutuhan khusus.

“Jika ada orang yang mengejek anak autis, katakan pada mereka jangan katakan seperti itu, mereka itu sama seperti kita tetapi mereka perlu perhatian khusus. Jadi, Stop menggunakan kata Autis untuk bahan ejekan,” kata Randy menambahkan.

[*Heru

2 April: Hari Buku Anak Internasional

Sejak tahun 1967 dunia merayakan 2 April sebagai Hari Buku Anak Internasional atau International Children’s Book Day (ICBD).

Penggagas utama Hari Buku Anak Internasional adalah Dewan Internasional tentang Buku Untuk Anak Muda, atau Board Book on Books for Young People (IBBY). IBBY didirikan di Zurich, Swiss, pada tahun 1953, dan saat ini memiliki lebih dari 70 cabang di seluruh dunia.

Penetapan tanggal 2 April merujuk pada hari ulang tahun penulis buku anak terkenal, Hans Christian Andersen karena kontribusinya yang besar dalam perkembangan buku anak. Diantaranya buku The Little Memaid, The Snow Queen dan The Real Princess. Bahkan, film Frozen (2013) terinpirasi dari cerita The Snow Queen yang ditulis oleh H.C. Andersen.

Selama Hari Buku Anak Internasional akan ada sejumlah acara yang diadakan di seluruh dunia, termasuk menulis untuk kompetisi dan pembicaraan dari penulis terkenal dan ilustrator. Ada banyak penulis buku anak-anak yang luar biasa di dunia ini, menunggu untuk ditemukan. |Dari berbagai sumber.[]

Hari Peduli Autisme Sedunia; Stop Bullying Autism, Karena Mereka Unik, Istimewa dan Bagian Dari Kita

Autisme adalah suatu kondisi neurologis seumur hidup yang muncul pada anak usia dini, terlepas dari jenis kelamin, ras atau status sosial ekonomi. Gangguan ini ditandai oleh kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, dan perilaku repetitif. Autisme memiliki pengaruh besar pada anak-anak, keluarga, dan masyarakat. Merawat dan memberikan edukasi pada anak-anak dan orang dengan kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan kesehatan dan pendidikan.

Hari Peduli Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day) diperingati tanggal 2 April setiap tahunnya setelah sebelumnya ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 18 Desember 2007. Melalui Hari Peduli Autisme Sedunia, PBB menghimbau agar semua negara anggotanya untuk mengambil langkah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap autisme di kalangan masyarakat, yang dapat dilakukan dengan diagnosis dini untuk pemberian intervensi dini.

Peringatan ini disahkan Majelis Umum PBB pada 1 November 2007 dan ditetapkan pada 18 Desember 2007 mealui Resolusi Majelis Umum PBB 62/139. Resolusi ini diinisiasi melalui Sidang Majelis Umum PBB ke-62 oleh Perwakilan Negara Qatar dan didukung oleh seluruh Negara anggota PBB. Resolusi ini disahkan dan diadopsi terutama sebagai suplemen untuk inisiatif PBB sebelumnya untuk meningkatkan Hak Asasi Manusia (HAM).

Hari Autisme Dunia juga merupakan salah satu dari empat Hari Kesehatan resmi PBB. Hal ini membuat organisasi autisme di seluruh dunia bergerak secara bersama-sama untuk membantu dalam hal-hal seperti penelitian, diagnosis, pengobatan dan kepedulian bagi mereka dengan gangguan pervasif tersebut secara keseluruhan.

Melalui kegiatan hari kepedulian terhadap Autisme ini membantu meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dunia anak-anak dan orang dewasa dengan gangguan spektrum autisme. Selain itu juga dapat dilakukan dengan menyalurkan dan membanggakan bakat unik dan keterampilan para penyandang autisme dan hari ketika individu dengan autisme menjadi relasi sosial dalam acara komunitas di seluruh dunia. Stop Bullying Autism, karena mereka unik, istimewa dan bagian dari kita.

||sumber: id.wikipedia.org dan berbagai sumber  lainnya.[]

Mengenal Lebih Dekat Dengan Bank Dunia

Bank Dunia adalah lembaga keuangan internasional yang memberikan pinjaman ke negara-negara di dunia untuk program pemberian modal. Bank Dunia terdiri dari dua lembaga: the International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), and the International Development Association (IDA). Bank Dunia adalah komponen dari World Bank Group.

Tujuan resmi Bank Dunia adalah pengurangan kemiskinan. Menurut Articles of Agreement Bank Dunia (sebagaimana telah diubah, efektif sejak 16 Februari 1989) seluruh keputusannya harus diarahkan oleh sebuah komitmen untuk mempromosikan investasi luar negeri, perdagangan internasional, dan memfasilitasi investasi modal.

Baca juga: Hari Bank Dunia Diperingati Setiap 01 April

Bank Dunia diciptakan pada Konferensi Bretton Woods 1944 bersama dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Bank Dunia dan IMF keduanya berbasis di Washington, D.C., dan bekerja erat satu sama lain.

Aktivitas Bank Dunia saat ini difokuskan dalam bidang seperti pendidikan, pertanian dan industri. Bank Dunia memberi pinjaman dengan tarif preferensial kepada negara-negara anggota yang sedang dalam kesusahan. Pihak Bank juga meminta bahwa langkah-langkah ekonomi perlu ditempuh agar misalnya, tindak korupsi dapat dibatasi atau demokrasi dikembangkan.|| Sumber: en.wikipedia.org dan id.wikipedia.org

 

|Rahmanisya.

02 Oktober Diperingati Sebagai Hari Batik Nasional, Berikut Sejarahnya!

INDONESIA melalui badan PBB untuk kebudayaan UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpieces of the oral and intangible Heritage of Humanity) pada 02 Oktober 2009. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik sebagai bentuk peringatan Hari Batik Nasional.

Bahkan, melalui surat edaran bernomor SE-11/Seskab/X/2013, tertanggal 1 Oktober 2014, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam meminta para menteri dan seluruh pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) untuk memerintahkan kepada seluruh pegawai di bawah jajajrannya agar memakai baju batik hari ini.

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 02 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.
Penetapan Hari Batik Nasional juga sebagai usaha pemerintah dalam meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif indonesia di forum internasional. Karena pengakuan terhadap batik sebagai warisan leluhur bangsa indonesia sama hal nya dengan pengakuan dunia internasional terhadap mata budaya Indonesia. Tujuan lain dari pengakuan batik sebagai warisan leluhur indonesia adalah untuk menumbuhkan kecintaan serta rasa bangga masyarakat indonesia terhadap kebudayaan Bangsanya.

Dalam situs resmi UNESCO ditulis bahwa Batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, alam, kebudayaan lokal dan sejarah itu sendiri. Batik merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Batik dipercaya menjadi bagian penting yang tak terpisahkan pada masyarakat Indonesia sejak ia lahir hingga meninggal. Karena Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia, khususnya Jawa, yang sampai saat ini masih ada.

||sumber: id.wikipedia.org, www.markijar.com dan berbagai sumber lainnya.

Potret Antusiame Peserta di Hari Kedua PKKMB [part 3]

UNIVERSITAS Malahayati menggelar acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun ajaran 2016/2017. Kegiatan yang bertemakan “Melalui PKKMB Kita Bentuk Generasi Cerdas, Beretika dan Religius“ ini digelar di Gedung Graha Bintang Universitas.

Sesuai dengan tema, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada seluruh mahasiswa baru dan menjadikannya sebagai mahasiswa yang cerdas, beretika dan religius. Seperti yang terlihat pada Kamis, 22 September 2016. Para peserta PKKMB serius menyimak materi-materi yang disampaikan oleh para pemateri.

Berikut Potret Antusiame Peserta di Hari Kedua PKKMB:

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Antusiame Peserta di Hari Kedua PKKMB

UNIVERSITAS Malahayati menggelar acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun ajaran 2016/2017. Kegiatan yang bertemakan “Melalui PKKMB Kita Bentuk Generasi Cerdas, Beretika dan Religius“ ini digelar di Gedung Graha Bintang Universitas.

Sesuai dengan tema, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada seluruh mahasiswa baru dan menjadikannya sebagai mahasiswa yang cerdas, beretika dan religius. Seperti yang terlihat pada Kamis, 22 September 2016. Para peserta PKKMB serius menyimak materi-materi yang disampaikan oleh para pemateri.

Setelah pemberian materi oleh Dr Dessy Hermawan dan Oktareni Setiawati, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-U) Rudi Winarno menyemangati dengan mengajak para peserta melakukan gerakan perenggangan tubuh. []

 

Ini Kata Imam Suhadak Tentang Lingkungan Hidup

IMAM Suhadak, adalah mahasisiwa jurusan Teknik Lingkungan Universitas Malahayati. Memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 05 Maret, Imam memberikan pendapatnya mengenai Lingkungan hidup.

Menurut Imam Lingkungan hidup merupakan hubungan antara satu dan yang lain (baik benda hidup maupun benda mati) yang dapat mempengaruhi kesejahteraan manusia serta kondisi lingkungan itu sendiri 9lingkugan masih terjaga dengan baik atau sudah tercemari).

Dalam upaya melestarikan lingkungan baiknya kita mulai lebih bijak dalam membuang sampah dan menggunakan fasilitas sehari-hari. “Pertama mulailah lebih bijak untuk sesalu membuang sampah pada tempatnya, Kedua kita juga harus bijak dalam menggunakan fasilitas sehari-hari (barang ramah lingkungan), serta tidak merusak lingkungan dengan menebang pohon tanpa memperhitungkan kelangsungan dimasa yang akan datang,” ujar Imam kepada malahayati.ac.id via telepon Minggu, 05 Juni 2016.

Imam juga mengatakan bahwa kita harus bijak dalam menggunakan air. “Gunakanlah air secukupnya serta tidak mencemarinya,” ujar Imam. Ia juga terus mengajak kita semua agar selalu meningkatkan kesadaran dalam diri akan kelestarian hidup dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang. []