Posts

Yum Soemarsono; Bapak Helikopter Indonesia

Letnan Kolonel Udara (Anumerta) Yum Soemarsono (lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 10 Desember 1916 – meninggal di Jakarta, 5 Maret 1999 pada umur 82 tahun) adalah seorang ilmuwan , tentara angkatan udara dan penerbang asal Indonesia. Ia juga dikenal sebagai bapak Helikopter Indonesia.

Berbeda dengan penemu dan pengembang helikopter lainnya, dia mengembangkan helikopter sendiri berdasarkan pengalaman dan intuisi serta keterampilannya yang tidak diperoleh dari pendidikan tinggi. Pengetahuan tentang teknologi, Soemarsono dapatkan dari lembaran stensilan karangan seorang ilmuwan Belanda, Ir. Oyen, tahun 1940 tentang aerodinamika dan sebuah gambar dari majalah Popular Science bekas pada tahun 1939.

Helikopter rancangannya pada saat itu tidak memiliki bentuk selayaknya helikopter yang dilihat sekarang, namun memiliki dan menerapkan prinsip kerja helikopter. Rancangannya berupa Rotor Stabilizer, dia buat berdasarkan intuisi dan pengalaman dalam merancang bangun sebuah helikopter.Yum Soemarsono merancang helikopter dengan hasil pemikirannya sendiri. Hal ini juga disebabkan karena informasi tentang perkembangan teknologi Helikopter sangat sukar diperoleh, selain karena Belanda menutup berbagai jalur komunikasi dan informasi pada masa pergolakan kemerdekaan Indonesia.

Ada empat helikopter yang berhasil ia rancang.

  1. Helikopter RI-H yang selesai pada tahun 1948 namun tidak sempat diterbangkannya karena lokasi pembuatannya di Gunung Lawu dibom Belanda pada saat Revolusi Kemerdekaan Indonesia.
  2. Helikopter YSH (Yum Soeharto Hatmidji) yang dirancang bersama Soeharto dan Hatmidji, selesai pada tahun 1950 dan melayang setinggi 10 cm di lapangan Sekip Yogyakarta.
  3. Helikopter Seomarcopter yang berhasil terbang setinggi 3 meter sejauh 50 meter dengan mesin berdaya 60 hp pada 1954. Penerbangan Helikopter ini disaksikan dan diawaki oleh Leonard Parish seorang Instruktur perusahaan Hiller Helicopter, Amerika Serikat,
  4. Helikopter Kepik , terjadi kecelakaan pada percobaanya pada 22 Maret 1964 dan menyebabkan Yum kehilangan tangan kirinya dan sekaligus menewaskan asistennya yang benama Dali. Nama kepik sendiri adalah nama pemberian presiden Republik Indonesia. |sumber: id.wikipedia.org

 

Universitas Malahayati Ikut Berduka Atas Musibah Helikopter TNI Jatuh di Poso

Kapten Corps Kesehatan Militer (CKM) dr Yanto yang meninggal dalam kecelakaan helikopter TNI AD di Poso meninggalkan istri yang sedang hamil enam bulan. Yanto diketahui baru menikah delapan bulan lalu dengan Isyana Satya Putri. Saat ini istrinya sedang mengandung anak pertama.

IMG_1670Kapten Yanto merupakan dokter spesialis tulang dan salah satu korban dari 13 korban lainnya atas jatuhnya helikopter TNI AD di Poso, Sulawesi Tengah, sekira pukul 17.55 Wita pada, Minggu (20/3/2016). Kapten Yanto meninggalkan istri bernama Isyana Satya Putri yang kini tengah hamil lima bulan.

Rektor Universitas Malahayati, Dr Muhammad Kadafi SH MH, menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Kapten CKM dr Yanto. Kadokes Korem Poso ini, adalah salah seorang korban jatuhnya helikopter TNI di Poso, Sulawesi Tengah. “Kapten Yanto adalah salah satu alumni terbaik Universitas Malahayati, kata Rektor Kadafi. Karena itu, seluruh civitas akademika Universitas Malahayati ikut berbelasungkawa atas musibah ini.

“Kami sangat merasa kehilangan. Saya atas nama Universitas Malahayati menyampaikan dukacita, kita berharap keluarga yang ditinggalkannya bisa tabah menghadapi cobaan ini. Semoga beliau juga mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,” kata Kadafi.

Yanto adalah salah seorang alumni Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Menurut dr Dahlan Gunawan, dokter Yanto seorang yang cerdas, ramah, dan pandai bergaul. []

Igor Sikorsky; Penemu Helikopter

Igor Ivanovich Sikorsky (25 Mei 1889 – 26 Oktober 1972), adalah seorang perintis pembuatan helikopter dan pesawat bersayap keturunan Rusia-Amerika. Ia juga merupakan perancang dan pesawat bersayap multi-mesin pertama di dunia. Igor dianggap sebagai “Bapak Helikopter” karena telah sukses membuat helikopter dengan desain karyanya sendiri. Pada tahun 1910, ia merupakan satu-satunya desainer yang bekerja di penerbangan helikopter terbesar.

Igor bekerja sebagai chief engineer pada perusahaan Baltic Railroad Car Rusia di Saint Patersburgh. Kemudian ia  mendirikan Manufacturing Company Sikorsky di Roosevelt, New York pada tahun 1912 dan bantu oleh beberapa mantan anggota militer Rusia. Ia mendapatkan dana dari Sergei Rachmaninoff . Dengan dana tersebut akhirnya ia dapat membuat S-29, sebuah pesawat yang memiliki mesin ganda pertama yang dapat menampung penumpang sebanyak 14 orang dengan kecepatan 115 mph dan perupakan satu-satunya pesawat bermesin ganda di Amerika Serikat.

Pada tahun 1929, ia mengajukan permohonan hak paten untuk penemuannya pesawat amfibi yang menggunakan udara untuk daya angkat baling-naling dan dua baling-baling kecil sebagai pendorong. Pada tahun 1931, ia mengajukan hak paten atas karyanya yang lain dan di berikan hak paten pada tahun 1935. Igor telah berhasil membuat helikopter VS-300 dengan penerbangan bebas yang dilakukan pada 24 Mei 1940. Keberhasilan Igor tersebut telah merubah desain R-4 , yang selanjutnya menjadi helikopter pertama di dunia yang diproduksi secara besar-besaran pada tahun 1942.

Igor meninggal di Easton, Connecticut, pada 26 Oktober 1972 dan dimakamkan di Saint John the Baptis Yunani, sebuah pemakaman Katolik yang terletak di Stratford.