Posts

Kampus Hijau Malahayati; Tak Pernah Jemu Untuk Diceritakan

TAK sekalipun terasa jemu ketika menceritakan tentang salah satu kampus yang dimiliki oleh Dr (HC) H Rusli Bintang. Terletak di Jalan Pramuka, Bandar Lampung, Universitas Malahayati hadir menjadi pelita para mahasiswa yang ingin menimba Ilmu dan meraih kesuksesan. Fasilitas yang lengkap, lahan luas dengan kontur berbukit yang unik. Kampus ini dikenal dengan sebutan “Kampus Hijau” Lampung. Karena memang didominasi oleh warna hijau dan lingkungan yang begitu terjaga keasriannya.

Saat pertama kali melewati pintu gerbang kampus, mata anda akan disuguhkan dengan pemandangan dan perasaan yang berbeda dari kampus lainnya. Anda akan seolah merasa sedang berada di puncak Bogor, karena rindangnya pepohonan yang membuat udara menjadi sejuk. Dengan luas sekitar 84 hektar, lahan berkontur berbukit itu disulap menjadi bagunan nan megah namun tetap mengutamakan kelestarian lingkungan.

Letaknya yang cukup sentral, dan diapit oleh Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Lampung Selatan menjadikan kampus ini berperan aktif dalam pelestarian lingkungan selain sebagai gudang ilmu pengetahuan tentunya. Karena jika kita lihat dari ketinggian, nampak jelas bagaimana Universitas Malahayati ribuan pohon yang mengelilinginya menjadi paru-paru Kota dan pemukiman penduduk disekitarnya.

Selain fasilitas pendidikan yang lengkap, juga dilengkapi asrama, apartemen dosen, sarana olahraga seperti golf, badminton, futsal, hingga kolam renang, helipad juga dilengkapi tempat kuliner. Bahkan ada fasilitas rumah sakit yang terletak beberapa meter di sebelah kiri gerbang kampus yang diberi nama Rumah Sakit Bintang Amin. Salah satu pendidikan yang dimiliki oleh Malahayati yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamina Jakarta.

Dan yang membuat kampus ini berbeda adalah visi yang diembannya yaitu menciptakan lulusan yang beretika religius. Sehingga mahasiswa dari lima fakultas seperti Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Teknik, Ekonomi dan Akafarma dituntut tidak hanya mampu unggul dalam skill namun juga memiliki etika yang baik pula. Tak hanya itu, Universitas Malahayati juga mewajibkan karyawan dan mahasiswanya untuk menyantuni setidaknya satu anak yatim. Sehingga 1300-an lebih anak yatim secara bergantian, melakukan silaturahmi, makan bersama dan membaca Surah Yasin setiap Sabtu ditepian danau yang juga diperuntukan khusus bagi anak yatim binaan Malahayati.

Jadi tunggu apalagi, lets join us at Malahayati University, and Lets Challenge the future together.

Kampus Hijau Malahayati; Paru-Paru Kota Bandar Lampung

TERLETAK di Jalan Pramuka, Bandar Lampung, Universitas Malahayati hadir tak hanya menjadi tempat menimba ilmu 6000 lebih mahasiswa namun menjelma menjadi paru-paru kota Bandar Lampung. Mengapa demikian?

Saat pertama kali melewati pintu gerbang Kampus Malahayati, mata anda akan disuguhkan dengan pemandangan dan perasaan yang berbeda dari kampus lainnya. Anda akan seolah merasa sedang berada di puncak Bogor, karena rindangnya pepohonan yang membuat udara menjadi sejuk. Dengan luas sekitar 84 hektar, lahan berkontur berbukit itu disulap menjadi bagunan nan megah namun tetap mengutamakan kelestarian lingkungan.

Di kampus ini, tumbuh menjulang tinggi pohon Sengon, Albasia, dan pohon jenis lainnya yang menaungi setiap meter persegi kampus. Ribuan pohon itulah yang menjadi penyuplai oksigen bagi kehidupan disekitarnya. Asap kendaraan, polusi udara, diserap oleh pepohonan dan tanaman hijau di tempat ini lalu diganti dengan oksigen segar untuk kelangsungan hidup mahluk disekitarnya.

Letaknya yang cukup sentral, dan diapit oleh Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Lampung Selatan menjadikan kampus ini berperan aktif dalam pelestarian lingkungan selain sebagai gudang ilmu pengetahuan tentunya. Karena jika kita lihat dari ketinggian, nampak jelas bagaimana Universitas Malahayati ribuan pohon yang mengelilinginya menjadi paru-paru Kota dan pemukiman penduduk disekitarnya. Jadi tak berlebihan rasanya, jika Malahayati dijuluki sebagai “Kampus Hijau Bandar Lampung”.

Berikut potret hijaunya Universitas Malahayati saat di foto menggunakan pesawat tanpa awak (drone) dari ketinggian.:

DCIM100MEDIADJI_0140.JPG

Malahayati nampak samping

DCIM100MEDIADJI_0152.JPG

malahayati dari belakang

DCIM100MEDIADJI_0163.JPG

Malahayati diantara rimbunnya pepohonan

DCIM100MEDIADJI_0172.JPG

Malahayati diantara padatnya pemukiman

|sumber foto: Surya Maxima Photography

Potret TBM Coronarius Memberi Materi Pendidikan Dasar

TIM Bantuan Medis (TBM) Coronarius Universitas Malahayati mengadakan pendidikan dasar untuk calon-calon anggota baru di ruangan perkuliahan Kampus Universitas Malahayati Minggu, 25 Oktober 2015. Materi pendidikan dasar yang diberikan setiap Minggu. Materi pembekalan pendidikan dasar juga berbeda-beda.

“Pemberian materi dasar ini bertujuan pemberian pembekalan materi selama 6-8 Minggu yang akan datang ini melahirkan calon-calon terbaik untuk anggota TBM Coronarius,” kata Hasbulloh salah satu pantia pelaksana acara itu.

“Di Minggu terakhir akan dilaksanakan ujian dari semua materi selain penguasaan materi, keaktifan dan skill juga dinilai dan untuk Minggu ini materi yang diberikan mengenai tali temali, navigasi darat dan nanti juga akan dilakukan praktek lapangan seperti teknik-teknik replying, flying fox,” kata Hasbulloh.

Berikut potret pemberian materi TBM Coronarius:

5 1 2 6 4 3