Posts

HMJTL Gelar Rapat Untuk Persiapan MUBES 01 Mei 2016

HIMPUNAN Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan (HMJ TL) mengelar rapat untuk persiapan acara Musyawarah Besar (Mubes) Kamis, 21 April 2016. Kegiatan rapat ini diselenggarakan di Sekret Fakultas Teknik yang dihadiri oleh Gubernur, dan Bupati teknik lingkungan serta di hadiri oleh 17 perwakilan mahasiswa/i teknik lingkungan dari berbagai angkatan.

Musyawarah besar (MUBES) adalah acara rutin yang diselenggarakan oleh HMJTL setiap tahunnya. Acara mubes kali ini menyungsung tema”Mempererat solidaritas“. Rapat hari ini bertujuan untuk mempersiapkan acara mubes yang akan diselenggarakan pada awal mei 2016.

Kesimpulan rapat pada hari ini membahas mengenai anggaran dana dan pengiriman proposal ke bagian kemahasiwaan Universitas Malahayati.

“Saya berharap acara kita diberi kelancaran dan kemudahan akan terlaksananya MUBES kali ini”, kata Imam Suhadak, Bupati Fakultas Teknik Lingkungan.[]

Wakil Ketua HMTL: Bijaklah Dalam Menggunakan Air

Siti Sarah Soraya adalah Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan semester enam Universitas Malahayati. Sarah biasa disapa, memberikan pendapatnya mengenai hemat dan bijak dalam menggunakan air. Hal tersebut senada dengan diperingatinya  air dunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret 2016.

Menurut Sarah, konservasi kuantitas air di bumi ini tidak pernah berkurang akan tetapi kualitas air yang terus berkurang setiap harinya, Oleh sebab itu kita perlu meningkatkan kualitas air yang semakin menurun ini.

Dalam memperlakukan air diperlukan penghematan contohnya dengan mematikan keran ketika air sudah tidak digunakan lagi. “Kita harus sadar bahwa di luar sana banyak orang yang tidak bisa memperoleh air, bahkan mereka rela antri berjam-jam untuk memperoleh seteguk air minum,” Ujar Sarah kepada malahayati.ac.id di ruang perkuliahan lantai dua, Selasa, 22 Maret 2016.

Sarah juga berbagi pengalamnnya saat dia melaksanakan studi kasus di daerah Teluk Betung Bandar Lampung. Masyarakat mengeluh akan air PDAM yang tidak lancar. Masyarakat memperoleh air tidak kontinue atau tidak lancar. “Dua hari lancar sedangkan satu dua hari kedepan tidak lancar,” ujar Sarah.

Wakil Ketua Himpunan Mahasisiwa Teknik Lingkungan (HMTL) ini  menyarankan agar kita menghemat air, menjaga instansi penyediaan air bersih agar bisa mengcover seluruh cakupan pelayanan seperti PDAM dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam memakai air.

Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan Bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.[6] Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik.

Dengan ditetapkannya Hari Air Dunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret, Sarah berharap agar semakin banyak masyarakat yang peduli akan air dan terus bijak dalam menggunakan air dalam kehidupan sehari-hari.
“Air adalah sumber kehidupan jika bukan kita yang menjaga siapa lagi,”Ujar Sarah.