Posts

Pantai Dewi Mandapa; Air Lautnya Yang Menyejukkan Mata

TAK bisa dipungkiri kini berlibur menjadi sebuah kebutuhan khusus. Semakin tahun jumlah tempat wisata di Provinsi Lampung semakin meningkat, hal itu tidak lepas dari peran pemerintah dan kesadaran warga untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai mata pencarian baru. Dan wisata alam menjadi pilihan favorit para pecinta wisata.

Salah satunya wisata alam Pantai Dewi Mandapa. Pantai ini terletak di Kab.Pesawaran atau lokasinya sendiri mudah ditemukan karena masih sejalan dengan pantai sari ringgung maupun pantai klara. Pantai ini kurang lebih berjarak 3km setelah pantai sari ringgung, lalu ada plang yang di sisi kiri dengan tulisan Pantai Dewi Mandapa.

Tak cukup sampai disitu, perjalan setelah mengikuti petunjuk awal Anda masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 2km untuk sampai di pantai ini. Menurut narasumber Eko Wahyuningsih, mahasiswa Universitas Malahayati kondisi jalan menuju pantai itu seperti memasuki sebuah perkampungan. Jalan yang cukup bagus di cuaca bagus dan ketika hujan turun jalan menjadi licin karena jalan disini masih tanah.

Pantai ini masih sangat alami dengan rerimbunan pohon bakau yang hijau. Ditambah lagi dengan air lautnya yang berwarna biru kehijauan nampak sangat menyejukkan mata. Bagi anda yang memang menginginkan suasana yang agak sedikit tenang, Pantai Dewi Mandapa dapat menjadi pilihan. Sebab, pantai kecil ini memang belum lama dikelola. Sempat agak terbengkalai setelah dibuka empat tahun yang lalu, pantai Dewi Mandapa kini mulai kembali menata wajah untuk memanjakan siapa saja yang haus akan pemandangan alam pantai yang menyegarkan.

Biaya masuk ke Pantai Dewi Mandapa
1 Orang =10k
Mobil =10k
Motor=5k
Masuk ke pulau cinta =5k
Masuk ke Balkon cinta =5k

|Narasumber: Eko Wahyuningsih, Mahasiswa Universitas Malahayati

Sumber foto:hasabizone.blogspot.com

Yeni Agustina, Iing Lukman, dan Indah Lia Puspita; Jurnal Estimasi Kondisi Penjualan Sebagai Analisis Kemungkinan Kebangkrutan Pada PT Gudang Garam Tbk

Yeni Agustina, Iing Lukman, dan Indah Lia Puspita bersama-sama melakukan sebuah penelitian yang tertuang dalam jurnal yang berjudul “Estimasi Kondisi Penjualan Sebagai Analisis Kemungkinan Kebangkrutan Pada PT Gudang Garam Tbk”.

Jurnal ini membahas mengenai pengaruh kondisi penjualan dengan Harga Jual Eceran (HJE) rokok naik 10% terhadap kemungkinan kebangkrutan perusahaan rokok. Industri rokok sendiri memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Peran besar industri rokok juga nampak dalam memberikan sumbangan pada APBN dengan jumlah yang sangat besar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemungkinan kebangkrutan yang dianalisa dari penggunaan laporan keuangan dan estimasi kondisi penjualan rokok jika HJE rokok naik sebesar 10% pada PT Gudang Garam, Tbk Kediri.

Berikut selengkapnya

Yeni Agustina, Iing Lukman, dan Indah Lia Puspita

Indah Lia Puspita; Jurnal Pengaruh Growth Asset Dan Intrinsic Value Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Food And Beverage di Bursa Efek Indonesia

Indah Lia Puspita SE M Si merupakan dosen Fakultas Ekonomi yang mengampu matakuliah  Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Keuangan Lanjutan, dan Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Perempuan yang bergabung dengan Universitas Malahayati sejak 2006 ini pernah dinobatkan sebagai Dosen Terbaik Agustus 2015 lalu.

Selain mengajar ia juga kerap membuat jurnal salah satunya jurnalnya yang berjudul “Pengaruh Growth Asset Dan Intrinsic Value Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Food And Beverage di Bursa Efek Indonesia”.

Jurnal ini dibuat untuk mengetahui pengaruh yang nyata dari asset growth dan intrinsic value terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Berikut selengkapnya:

INDAH 2-2-105-112

Kampoeng Wisata Tabek Indah Menyuguhkan Berbagai Arena Menarik

Kampoeng Wisata Tabek Indah beradaJl. Raya Natar Pemanggilan, Lampung. Wisata ini memiliki fasilitas arena permainan yang menarik seperti waterboom, outbound, flying fox, cottages, kolam pemancingan dengan berbagai fasilitas lengkap yang dibutuhkan pengunjungnya. Selai itu ada pula beberapa arena petualangan yang mengasyikan di antaranya, Paint Ball, sepeda air, dan skuter matic.

Tempat ini merupakan pilihan yang tepat apabila anda ingiin mengadakan acara dengan jumlah orang yang banyak, family gathering atau team building cocok sekali diselenggarakan di tempat ini. Selain memiliki arena yang menarik, pemandangan di tempat wisata ini juga tak kalah indah.

Tak butuh biaya yang banyak untuk menikmati wahana di tempat wisata ini cukup dengan lima ribu Rupiah anda sudah dapat menikmati fasilitas yang ada di Kampoeng Wisata Tabek Indah. namun apabila ingin menikmati wahana seperti flying fox, waterboom dan lain-lain anda dikenakan biaya tambahan.

Masalah kuliner jangan sedih, karena Kampoeng Wisata Tabek Indah ini memiliki Café, Bar & Resto seperti Bougenville Resto & café, Arai Resto serta Pool Bar yang menyajikan aneka masakan Indonesia dan internasional yang dapat memanjakan lidah.

Tersedia pula fasilitas penginapan berupa 18 Cottages yang nyaman, dengan sentuhan arsitektur tradisional Indonesia serta suasana yang alami dengan latar pemandangan landscape pepohonan yang rindang tentu menambah eksotisme wisata ini.

Pantai Canti yang di Karuniai Dengan Kesejukan

BERBEDA dengan pantai lain yang biasanya berhawa panas, Pantai Canti dikaruniai hawa yang sejuk. Pantai indah dan alami di kawasan desa yang luasnya sekitar 620 hektar ini terletak 12 kilometer dari Kalianda, ibu kota Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Di sini terdapat sebuah tempat wisata atau rekreasi pantai yang masih jernih seluas 1,5 hektar ini juga terdapat kawasan pelabuhan rakyat yang biasa digunakan sebagai gerbang menuju obyek wisata Gunung Krakatau atau tur kawasan Teluk Lampung.

Baik sebagai pelabuhan, dan terutama sebagai tempat wisata, Canti menyimpan daya tarik alami yang jika ditata dapat menjadi eksotik. Laut yang biru, jernih, dan tenang memberikan rasa teduh. Tempat wisata pantai ini menyuguhkan ombak beriak kecil pada saat air pasang. Sebaliknya, saat surut, di garis pantai sepanjang sekitar 200 meter itu terhampar pasir nan bersih. Pengunjung bisa mengumpulkan batu koral atau kulit siput untuk koleksi.

Pantai ini landai, dan biasanya juga digunakan pengunjung untuk berenang. Pengunjung dapat berenang sepuas- puasnya karena airnya jernih, bersih, dan belum terkontaminasi oleh sampah rumah tangga atau sampah lainnya. Di darat tumbuh pohon-pohon yang rindang. Daratan ini bertekstur dataran tinggi yang lebarnya berkisar 25-50 meter dari bibir pantai, selebihnya berupa bukit-bukit kecil. Sebuah palung sungai kecil yang ditumbuhi rumput dan pepohonan hijau dan rindang membelah dua bukit. Pada bagian tepi palung itu dibangun tiga kamar kecil baru tanpa atap dan sangat sederhana. Tak jauh dari kamar kecil itu ada dua kamar mandi yang reyot, tetapi airnya dingin karena mata airnya berasal dari perbukitan. Tidak ada fasilitas lain lagi di sana, kecuali beberapa tempat duduk yang juga sudah mulai rusak.

Di barat palung terdapat goa alam. Orang-orang Canti atau masyarakat Lampung pesisir di Canti menyebutnya Goa Sawung (artinya kurang lebih lubang). Pengunjung tempat wisata ini biasanya suka masuk ke goa untuk melihat stalaktit dan stalagmit.

Setiap kali hujan turun, terutama pada saat air surut, goa ini menjadi tempat berteduh yang bisa menaungi ratusan pengunjung. Sebab, di kawasan wisata ini tidak ada pondok-pondok yang dapat digunakan sebagai tempat berteduh, kecuali di rumah-rumah penduduk sekitarnya. Kalau air laut pasang seluruh goa ini akan terisi air laut, sehingga nyaris tidak ada celah buat tempat berteduh.

Tiga mil laut di depan Pantai Canti, ada tiga pulau kecil yang dikenal dengan nama Pulau Tiga. Perairan sekitar tiga pulau itu hingga ke tepi Pantai Canti amat jernih dan bersih. Wisatawan yang hendak tur ke Kepulauan Krakatau melintasi perairan ini. Sebagai gerbang ke Kepulauan Krakatau (Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang), di pelabuhan tersedia beberapa perahu sewaan. Sewa perahu khusus untuk tur ke kepulauan yang merupakan sisa dari gunung berapi Krakatau purba itu berkisar Rp 500.000-Rp 750.000 per hari. Dari Canti, gugusan kepulauan Gunung Krakatau dicapai dalam tiga jam.

Udara di Pantai Canti sejuk pada siang hari, dan cenderung dingin pada malam hari. Bila hujan turun, terutama pada musim penghujan seperti sekarang ini, udara siang hari juga relatif dingin. Selain merupakan desa yang terletak di tepi pantai, Canti juga berada di kaki Gunung Rajabasa yang legendaris itu. Di kaki gunung ini juga terdapat pos pengamat atau pemantau aktivitas letusan Gunung Krakatau. Daerah sekitar kaki gunung ini dahulu terkenal sebagai sentra tanaman cengkeh utama di Lampung. Selain itu juga dikenal sebagai penghasil kopra. Kawasan ini menjadi sangat subur karena telah “disirami” debu Gunung Krakatau yang meletus pada 26-27 Agustus 1887.

Jalan menuju Canti beraspal mulus dan nyaris tidak ada kerusakan, dengan lebar badan jalan sekitar empat meter. Jarak antara Kalianda-Canti sekitar 12 kilometer, atau 77 kilometer dari Bandar Lampung, dan 35 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Ruas jalan Kalianda-Canti berkelok-kelok. Sepanjang jalan padat dengan rumah penduduk dari etnis Jawa, Lampung, Sunda, atau Banten. Sebelum tiba di Canti, pengunjung akan melewati perkampungan penduduk Desa Maja dan Rajabasa. Tiga desa ini berada di wilayah Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Menurut para pengunjung, Pantai Canti amat berbeda dengan pantai-pantai lain di Teluk Lampung karena udaranya yang sejuk dan bahkan cenderung dingin. Bagi wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya, jika tidak membawa kendaraan dapat menyewa kendaraan yang tersedia di Bakauheni. Perjalanan bisa melewati Kalianda dengan jarak 35 kilometer, namun lebih singkat jika melewati Palas dan mengitari Gunung Rajabasa. Sedangkan jika datang dari utara, terutama dari Bandar Lampung, dapat menggunakan bus reguler trayek Terminal Induk Rajabasa (Bandar Lampung)-Kalianda (Lampung Selatan). Tarif angkutan umum (bus) di lintas itu berkisar Rp 8.000-Rp 15.000, tergantung jenis busnya.

canti2 canti3 canti1