Posts

Universitas Malahayati Berikan Beasiswa Penuh Bagi Mahasiswa Berprestasi!

KABAR gembira, Universitas Malahayati berikan beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi!

Universitas Malahayati mengajak siswa/siswi berprestasi di bidang Akademik dan Non Akademik untuk mendapatkan BEASISWA PENUH kuliah di program studi (prodi) Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, Psikologi, Hukum, Ekonomi, Teknik dan Kesehatan Masyarakat.

Dengan Persyaratan:

  1. Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah SMU/ sederajat.
  2. Fotocopy piagam/ sertifikat prestasi siswa.
  3. Mengisi formulir pendaftaran.
  4. Pas photo 4×6 berwarna 2 lembar.
  5. Diutamakan dari keluaraga kurang mampu, dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu.

Berkas dikirim ke bagian Kemahasiswaan lantai 5 Gedung Rektorat Universitas Malahayati Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung. Berkas dikirim paling lambat 31 Maret 2017.

Pengumuman untuk mengikuti tes wawancara akan diinformasikan melalui website Universitas Malahayati www.malahayati.ac.id pada 23 April 2017.

DOWNLOAD FORMULIR KLIK DISINI

Contact Person:

M. Ricko Gunawan S Kep M Kes  (085279900901)

img-20161126-wa0000

02 Oktober Diperingati Sebagai Hari Batik Nasional, Berikut Sejarahnya!

INDONESIA melalui badan PBB untuk kebudayaan UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpieces of the oral and intangible Heritage of Humanity) pada 02 Oktober 2009. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik sebagai bentuk peringatan Hari Batik Nasional.

Bahkan, melalui surat edaran bernomor SE-11/Seskab/X/2013, tertanggal 1 Oktober 2014, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam meminta para menteri dan seluruh pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) untuk memerintahkan kepada seluruh pegawai di bawah jajajrannya agar memakai baju batik hari ini.

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 02 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.
Penetapan Hari Batik Nasional juga sebagai usaha pemerintah dalam meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif indonesia di forum internasional. Karena pengakuan terhadap batik sebagai warisan leluhur bangsa indonesia sama hal nya dengan pengakuan dunia internasional terhadap mata budaya Indonesia. Tujuan lain dari pengakuan batik sebagai warisan leluhur indonesia adalah untuk menumbuhkan kecintaan serta rasa bangga masyarakat indonesia terhadap kebudayaan Bangsanya.

Dalam situs resmi UNESCO ditulis bahwa Batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, alam, kebudayaan lokal dan sejarah itu sendiri. Batik merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Batik dipercaya menjadi bagian penting yang tak terpisahkan pada masyarakat Indonesia sejak ia lahir hingga meninggal. Karena Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia, khususnya Jawa, yang sampai saat ini masih ada.

||sumber: id.wikipedia.org, www.markijar.com dan berbagai sumber lainnya.

Temuan Populer dan Bermanfaat Ini Ternyata Karya Anak Bangsa Indonesia

 

INDONESIA memiliki anak bangsa yang begitu hebat dan berpotensi di segala bidang. Baik itu teknik, teknologi, kesehatan, dan masih banyak lagi. Misalnya si jago hacker tanpa kuliah Jim Geoverdi, lalu Warsito Taruno sang pencipta mesin scanning MRI , ada juga penemu kromosom Joe-Hin Tjio yang juga orang Indonesia. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Tapi kalian pasti tidak menyangka jika beberapa penemuan populer ini merupakan karya anak Indonesia. Penemuan itu seperti:

1. Kontainer Nuklir (Yudi Utomo Imardjoko)

container nuclear biologi

Seorang Peneliti dan Ketua Jurusan Teknik Nuklir Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM), Yudi Utomo Imardjoko, berhasil menemukan kontainer limbah nuklir. Temuan tersebut merupakan hasil penelitian bersama lima koleganya. Kontainer tersebut berbentuk silinder berbahan titanium. Diameternya 1,6 meter dengan panjang 4 meter. Sedangkan dindingnya setebal 24 sentimeter.

Pemikiran Yudi didasarkan pada kemungkinan penanganan limbah radioaktif nuklir dari uraian uranium dan plutonium. Diperkirakan jika ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia berkapasitas 1000 megawatt, paling tidak per tahun menghasilkan limbah sebanyak 797 ton. Klasifikasinya ialah 27 ton limbah aktivitas tinggi, limbah aktivitas sedang sebanyak 310 ton sedangkan limbah aktivitas rendah 460 ton. Untuk mendaur-ulangnya, dibutuhkan wadah penyimpanan yang memadai.

Ide kontainer limbah nuklir Yudi dibangun berdasarkan fungsi untuk menimbun limbah tersebut. Limbah yang disimpan tersebut harus dibiarkan molekulnya meluruh sendiri dalam tenggang waktu yang panjang. Jika secara fisik dan kimia telah dinyatakan stabil barulah bisa dipindahkan ke tempat yang terisolasi dari lingkungan, karena bagaimana pun juga limbah nuklir tersebut tetap berbahaya bagi lingkungan.

Sayangnya temuan Yudi yang diperkirakan mampu menyimpan limbah nuklir sampai 10 ribu tahun tersebut tak terpakai, sebab hingga saat ini di Indonesia belum ada pembangkit listrik tenaga nuklir. Diperkirakan bangsa kita baru membutuhkannya 50 tahun mendatang. Padahal penemuan tersebut sudah memperoleh hak paten di Indonesia dan Amerika sejak lama.

2. Kontruksi beton penyangga jalan layang (Tjokorda Raka Sukawati)

konstruksi sosrobahu

Tjokorda Raka Sukawati berhasil menemukan teknik pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas karena bahu jalan kota besar yang sempit. Bahu tiang jalan layang yang kerap disebut Sosrobahu (artinya : seribu pundak) tersebut bisa memutar beton seberat 480 ton sebesar 90 derajat. Berdasarkan kalkulasi eksak, kontruksi Sosrobahu mampu bertahan hingga satu abad lamanya.

Teknik Sosrobahu dipakai pada pembangunan jalan layang tol Cawang-Tanjung Priok (16,5 kilometer) awal November 1989 silam. Namun enam tahun setelahnya Direktur Jenderal Hak Cipta Paten dan Merek Indonesia baru mengeluarkan hak paten. Hal tersebut tergolong lambat sebab tahun 1992 Jepang, Malaysia, dan Filipina sudah terlebih dahulu menerbitkan hak paten.

Tjokorda Raka Sukawati yang lahir di Ubud ini sempat meraih Gelar Insinyur di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menempuh karier di PT Hutama Karya hingga menjabat sebagai direktur perusahaan.

Hasil temuan Tjokorda yang dijuluki putra ASEAN ini sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

3. BJ Habibie jagoan pembuat pesawat terbang

pesawat N250

Tak dipungkiri, mantan presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, adalah jago pembuat pesawat terbang asli Indonesia. Ketika masih kuliah di Jerman dan tengah menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat mendapat gelar doktor, Habibie diharuskan membuat pesawat yang kecepatannya 20 kali kecepatan suara.

Waktu ia menyelesaikan S-3, ia wajib merancang pesawat terbang yang terbangnya 20 kali kecepatan suara. Seperti apa pesawatnya bahkan dia sendiri tidak bisa membayangkan tapi harus dikembangkan, kalau tidak, konon tidak dapat S-3. Sewaktu mengembangkan pesawat tersebut, Habibie bekerja di perusahaan kecil di Hamburg, Jerman. Singkat cerita, usai berhasil mengembangkan pesawat tersebut, Habibie langsung disuruh pulang ke Tanah Air. Dia diminta mengembangkan industri strategis di dalam negeri.

Sesampainya di Indonesia, Habibie mulai mengembangkan industri penerbangan nasional dengan membuat pesawat N 250 yang dikerjakan hanya 20 orang. Namun harapan untuk memajukan industri strategis ini kandas ketika Habibie diangkat menjadi Wakil Presiden.

4. Penemu jaringan 4G (Prof. Khoirul Anwar)

jaringan 4G

Teknolgi 4G LTE adalah teknologi yang banyak digunakan oleh produsen smartphone di seluruh dunia. Teknologi jaringan internet super cepat ini membuat proses transfer data lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dengan teknologi 3G yang selama ini banyak dikenal orang.

Prof. Khoirul Anwar adalah penemu teknologi 4G tersebut sekaligus pemegang hak paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Sistem ini mampu menurunkan energi hingga 5dB atau 100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan.

Hasil temuan anak bangsa Indonesia tersebut sejauh ini telah digunakan perusahaan elektronik besar asal Jepang. Selain itu teknologi ini tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei Technology.

Pria asal Kediri ini adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan predikat cumlaude. Lulus dari ITB dia melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor pada 2008. Khoirul juga sempat menerima penghargaan IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, di California.

Ide awalnya Khoirul mencoba mengurangi daya transmisi guna meningkatkan kecepatan laju data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) tapi hasilnya kecepatan transmisi justru meningkat.

Galeri Foto Bersama Usai Upacara Bendera

UNIVERSITAS Malahayati gelar upacara bendera peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Rabu 17 Agustus 2016 di halaman Gedung Rektorat Universitas Malahayati. Kegiatan rutin tahunan ini dimulai pukul 08.00 WIB, dan berjalan dengan begitu khidmat. Dipimpin oleh M Hadi, salah satu anggota Satpam Malahayati, Wakil Rektor I, dr Achmad Farich MM bertugas sebagai Inspektur Upacara kali ini.

Nampak hadir pula dosen, karyawan dan mahasiswa/i yang tak kalah semangatnya merayakan dirgahayu Republik Indonesia yang mereka Cintai. Pengibaran bendera dilakukan oleh satuan pengamanan Universitas Malahayati dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Tak sampai disini, usai pengibaran bendera para peserta upacara lakukan foto bersama dan adakan perlombaan guna peringati HUT-RI ke-71.

Berikut galeri foto bersama usai upacra bendera:

 

Potret Sang Saka Merah Putih di Langit Universitas Malahayati

UNIVERSITAS Malahayati gelar upacara bendera peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Rabu 17 Agustus 2016 di halaman Gedung Rektorat Universitas Malahayati. Kegiatan rutin tahunan ini dimulai pukul 08.00 WIB, dan berjalan dengan begitu khidmat. Dipimpin oleh M Hadi, salah satu anggota Satpam Malahayati, Wakil Rektor I, dr Achmad Farich MM bertugas sebagai Inspektur Upacara kali ini.

Nampak hadir pula dosen, karyawan dan mahasiswa/i yang tak kalah semangatnya merayakan dirgahayu Republik Indonesia yang mereka Cintai. Pengibaran bendera dilakukan oleh satuan pengamanan Universitas Malahayati dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Berikut potret Sang Saka Merah Putih di Langit Universitas Malahayati:

Potret Pengibaran Sang Saka Merah Putih di Langit Universitas Malahayati

UNIVERSITAS Malahayati gelar upacara bendera peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Rabu 17 Agustus 2016 di halaman Gedung Rektorat Universitas Malahayati. Kegiatan rutin tahunan ini dimulai pukul 08.00 WIB, dan berjalan dengan begitu khidmat. Dipimpin oleh M Hadi, salah satu anggota Satpam Malahayati, Wakil Rektor I, dr Achmad Farich MM bertugas sebagai Inspektur Upacara kali ini.

Nampak hadir pula dosen, karyawan dan mahasiswa/i yang tak kalah semangatnya merayakan dirgahayu Republik Indonesia yang mereka Cintai.

Ini dia potret pengibaran sang saka merah putih di langit Universitas Malahayati:

Potret Upacara Bendera Peringatan Hari Kemerdekaan di Universitas Malahayati [part 2]

UNIVERSITAS Malahayati gelar upacara bendera peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Rabu 17 Agustus 2016 di halaman Gedung Rektorat Universitas Malahayati. Kegiatan rutin tahunan ini dimulai pukul 08.00 WIB, dan berjalan dengan begitu khidmat. Dipimpin oleh M Hadi, salah satu anggota Satpam Malahayati, Wakil Rektor I, dr Achmad Farich MM bertugas sebagai Inspektur Upacara kali ini.

Nampak hadir pula dosen, karyawan dan mahasiswa/i yang tak kalah semangatnya merayakan dirgahayu Republik Indonesia yang mereka Cintai.

berikut potretnya:

Potret Upacara Bendera Peringatan Hari Kemerdekaan di Universitas Malahayati [part 1]

UNIVERSITAS Malahayati gelar upacara bendera peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Rabu 17 Agustus 2016 di halaman Gedung Rektorat Universitas Malahayati. Kegiatan rutin tahunan ini dimulai pukul 08.00 WIB, dan berjalan dengan begitu khidmat. Dipimpin oleh M Hadi, salah satu anggota Satpam Malahayati, Wakil Rektor I, dr Achmad Farich MM bertugas sebagai Inspektur Upacara kali ini.

Nampak hadir pula dosen, karyawan dan mahasiswa/i yang tak kalah semangatnya merayakan dirgahayu Republik Indonesia yang mereka Cintai.

berikut potretnya:

Khidmatnya Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Universitas Malahayati

KEHANGATAN Matahari pagi menyambut pelaksanaan Upacara Bendera peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Rabu 17 Agustus 2016 di halaman Gedung Rektorat Universitas Malahayati. Para petugas upacara, nampak sibuk menyiapkan segala kebutuhan upacara agar upacara berjalan lancar. Nampak hadir pula dosen, karyawan dan mahasiswa/i yang tak kalah semangatnya merayakan dirgahayu Republik Indonesia yang mereka Cintai.

Kegiatan rutin tahunan ini dimulai pukul 08.00 WIB, dan berjalan dengan begitu khidmat. Dipimpin oleh M Hadi, salah satu anggota Satpam Malahayati, Upacara berjalan lancar meski ada sedikit kendala teknis. Wakil Rektor I, dr Achmad Farich MM bertugas sebagai Inspektur Upacara kali ini. Dengan menggunakan batik berwarna hijau, ia begitu terlihat berwibawa berada di atas Podium Upacara.

Dr Farich berpesan kepada seluruh peserta upacara agar menjadikan momen bersejarah ini untuk membangkitkan rasa kebanggaan, kecintaan dan patriotisme kepada Negara Republik Indonesia. Karena ia merasa, dewasa ini rasa patriotisme itu agak memudar dan tidak bergelora seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Jadikan momen bersejarah ini sebagai pemacu diri kita agar lebih mencintai Negara ini. Membangun kembali kebanggan dan kecintaan kita terhadap Republik kita. Sambil kita meningkatkan prestasi sebagai momen kebangkitan diri dan Negara Indonesia ini. Dan jangan lupa gunakan dan cintai produk dalam Negeri, sebagai salah satu wujud kecintaan kita terhadap karya anak bangsa,” ujar dr Achmad Farich MM dalam amanatnya.

Selain itu dr Farich juga mengimbau kepada seluruh jajaran karyawan dan dosen untuk segera mempersiapkan diri. Karena pada 07 September 2016, perkuliahan sudah berjalan sebagaimana mestinya. Jadi tidak ada lagi “pemanasan” yang mengurangi tingkat efektifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).[]

Uniknya Harimau Sumatera, Hewan Endemik Asli Indonesia

PANTHERA Tigris Sumatrae, endemik pulau Sumatera yang pandai menyesuaikan diri di habitat. Akrab dikenal dengan sebutan Harimau Sumatera, hewan yang satu ini memiliki karakter yang cukup unik. Harimau Sumatera merupakan harimau terkecil dalam jenisnya, meski begitu ia memiliki kemampuan berenang yang hebat. Bahkan, ia dijuluki “kucing air” karena kemampuannya. Hal itu didukung oleh selaput yang terdapat di sela-sela jari kakinya. Selain berenang, Harimau Sumatera sangat pandai memanjat pohon dan menyesuaikan diri di segala kondisi baik itu di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Hewan ini juga termasuk hewan soliter, yang mengejar mangsanya di malam hari. Mangsa favoritnya seperti babi, kijang, rusa, unggas, ikan, dan orang utan adalah sederet jenis hewan yang menjadi target buruan Harimau Sumatera. Uniknya Harimau jenis ini juga gemar makan buah durian.

Harimau Sumatera secara fisik dapat dikenali dari warna dan bentuk tubuhnya yang khas. Selain berwarna lebih gelap dengan pola hitam yang dominan dibandingkan harimau lainnya, Harimau Sumatera memiliki tekstur belang yang tipis. Janggutnya ditumbuhi banyak rambut. Harimau Sumatera betina berbobot sekitar 200 pound atau setara dengan 91 kg dengan panjang 78 inci atau 198 cm, sementara Jantan lebih berat dengan bobot 300 pound atau 140kg dengan ukuran rata-rata 92 inci atau 250 cm dari kepala ke bagian kaki. Uniknya, bulu kawanan betina akan berubah menjadi hijau gelap kala melahirkan. Keunikan lainnya, fauna buas ini mempunyai mata dan telinga yang sangat tajam. Ini sangat berperan dalam membantu kehidupan mereka yang berkembang di alam hutan liar.

Anak Anak Harimau Sumatera tidak membutuhkan waktu khusus untuk masa reproduksi. Untuk melahirkan generasi baru, Harimau Sumatera betina memerlukan waktu selama 103 hari dan biasanya melahirkan 2 atau 3 ekor anak. Setelah anak harimau lahir Indera penglihatan anak harimau baru berfungsi pada hari ke sepuluh setelah hari kelahirannya. Selama 8 minggu pertama harimau kecil itu hanya meminum air susu induknya dan baru akan mengkonsumsi makanan padat. Menginjak usia 18 bulan, mereka sudah berani berburu tanpa didampingi induknya. Usia Harimau Sumatera dapat mencapai 15 hingga 20 tahun.

Senasib dengan kondisi hewan endemik pada umumnya, populasi Harimau Sumatera kian memprihatinkan. Perburuan, pembebasan lahan hutan, dan aktivitas ekonomi lainnya semakin mengganggu keseimbangan habitat mereka. Penangkapan babi dan rusa yang kerap dilakukan masyarakat juga merusak sistem rantai makanan para hewan di dalam hutan. Apalagi, dalam satu tahun setidaknya Harimau Sumatera membutuhkan 50 ekor babi sebagai makanannya. Berkurangnya jumlah hewan yang menjadi target mangsanya, tentu sangat mempengaruhi kelangsungan hidup mereka. Banyaknya peminat barang-barang yang terbuat dari kulit Harimau asli pun menjadi salah satu ancaman paling mengerikan bagi mereka. Semoga saja masyarakat semakin sadar akan pentingnya melestarikan ekosistem agar hewan-hewan endemik Indonesia tak hanya tinggal nama dan cerita.[]