Posts

Asal Mula Hari Raya Idul Fitri

Idul Fitri (Bahasa Arab: عيد الفطر ‘Īdul-Fiṭr) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran begitu sangat identik dengan tradisi mudik, halal bihalal, kesuka citaan, hidangan kue lebaran dan lain sebagainya.

Idul Fitri merupakan salah satu hari raya yang diperingati umat Muslim di seluruh dunia pada tanggal 1 Syawal di kalender Hijriah. Hari raya ini juga diberi sebutan sebagai hari kemenangan, karena pada hari ini umat Muslim sudah berhasil melawan hawa nafsu selama sebulan penuh. Sejarah hari raya Idul Fitri sendiri bisa ditelusuri kembali pada jaman Rasulullah SAW.

Ada sebuah riwayat yang menceritakan tentang asal mula terjadinya Hari Raya Idul Fitri disyari’atkan pada tahun pertama bulan hijriyah, namun baru dilaksanakan pada tahun kedua Hijriyah. Pada masa Rasulullah SAW, di sebuah kota yang terletak di Madinah ada dua hari yang di dalamnya terdapat kaum-kaum Yasyrik yang menggunakan dua hari tersebut dengan berpestapesta dan bersenang-senang semata, yang terkesan lebih berfoya-foya. Ke-dua hari tersebut dinamakan hari An-Nairuz dan hari Al-Mahrajan[1] dan konon hari itu sudah ada sejak zaman Jahiliyah dulu sehingga menjadi sebuah tradisi yang melekat pada orang Madinah kaum Yasyrik.

Ketika hal tersebut menjadi sebuah tradisi dan budaya kaum Yasyrik, sampailah kabar tersebut pada Rasulullah SAW. Sehingga Rasulullah ingin mencari tahu, bahwa apa yang sedang mereka lakukan dengan kedua hari tersebut. Kemudian orang-orang Madinah pun menjawab:

“Wahai Rasul pada hari ini kami sedang merayakan pesta untuk kesenangan dan kepuasan kita, dan kita akan menjadikan hari ini menjadi sebuah tradisi kita karena hari ini suda ada
sejak zaman kaum Jahiliyah”.[2]

Mendengar hal tersebut Rasulullah kaget dan tersentak hatinya untuk menyuruh mereka berhenti melakukan hal yang tidak bermanfaat. Sehingga kemudian Rasulullah berkata kepada kaum Yasyrik tersebut, kalian harus tahu bahwa sesungguhnya Allah menggantikan kedua hari tersebut dengan hari yang lebih baik daripada sekedar berpesta-pesta dan berfoya-foya saja yang hanya akan menjadikan kalian umat yang bodoh yang akan menggunakan waktu dan harta kalian dengan Mubazir atau sia-sia.

Sesungguhnya Allah SWT telah mengganti kedua hari tersebut dengan Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri, yang penuh dengan makna dan hikmah-hikmahnya. Peristiwa tersebut menjadi sebuah riwayat yang menjadi Hadist yang terdapat dalam kitab Fiqh Madzahib Al-Arbaah.[3]

Dalam kitab Bulugh Al-Marrom, ada sebuah hadis pula yang hamper sama dengan hadis di atas tentang sejarah terjadinya Hari Raya Idul Fitri. Hal ini untuk memperkuat sumber-sumber tentang sejarah asal mula terjadinya Hari Raya Idul Fitri. Sejarah asal mula terjadinya Hari Raya Idul Fitri tersebut, dijadikan sebagai landasan dasar theologi yaitu untuk merubah hari yang tidak baik menjadi hari yang sangat baik yang di dalamnya penuh dengan keberkahan.

idul fitri

[1] Kedua hari tersebut ditentukan oleh pemimpin yang berkuasa pada masa itu. Penyebab ditentukannya hari itu sebagai hari raya buat mereka adalah karena pada kedua hari tersebut adanya kestabilan situasi kondisi dan suhu udara dan selain itu dari keistimewaan yang sangat nyata bagi orang yang memperhatikan perkara itu. Hannan Hoesin Bahannan Dkk, Tuntunan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya(Maktabah Salafy Press, 2002), h. 214.
[2] Hannan Hoesin Bahannan Dkk, h. 213.
[3] Abdurrahman Al-Jaziri, Fiqh Madzahib al-Arba’ah-Dalilun Masyru’iyyatun Sholat al- ‘Idain (Kairo: Daar Al-Hadist, Tt), h. 271.

|sumber: wikipedia.org, perpusmuslim.com, portalsejarah.com.[]

Potret Pembagian Sertifikat Program Pembinaan Agama Islam

Program Pembinaan Agama Islam (PPAI) menggelar pembagian sertifikat di Mushola Universitas Malahayati pada Senin, 13 Juni 2016. Dihadiri oleh puluhan mahasiswa asrama, kegiatan ini berjalan lancar. Terlihat pula Rayendra Hermansyah, dokter Sri Maria, Ustad Muslih, Ustad Sutikno, Ustad Burwani, Ustazah Ema dan Ustazah Siti menghadiri kegiatan tersebut.

Kegiatan diisi dengan pemberian materi tentang akhlak oleh dokter Sri Maria dan Ustad Burwani. Kemudian pemberian hadiah kepada mahasisiwa berprestasi dengan nilai tertinggi. Berikut Potret Program Pembinaan Agama Islam Gelar Pembagian Sertifikat:

DSC_0270

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Program Pembinaan Agama Islam Gelar Pembagian Sertifikat

Program Pembinaan Agama Islam (PPAI) menggelar pembagian sertifikat di Mushola Universitas Malahayati pada Senin, 13 Juni 2016. Dihadiri oleh puluhan mahasiswa asrama, kegiatan ini berjalan lancar. Terlihat pula Rayendra Hermansyah, dokter Sri Maria, Ustad Muslih, Ustad Sutikno, Ustad Burwani, Ustazah Ema dan Ustazah Siti menghadiri kegiatan tersebut.

Kegiatan diisi dengan pemberian materi tentang akhlak oleh dokter Sri Maria dan Ustad Burwani. Kemudian pemberian hadiah kepada mahasisiwa berprestasi dengan nilai tertinggi.

Sertifikat prestasi diperoleh oleh mahasiswa asrama dari jurusan dan semester yang berbeda. Pemilihan mahasiswa PPAI ini melewati tahap ujian dan seleksi yang luar biasa terlebih dulu, tentunya dengan persaingan melawan ribuan mahasiswa asrama lainnya.

Kemudian diakhiri dengan pembagian sertifikat PPAI dari masing-masing tutor. Lulusan Universitas Malahayati wajib memiliki 7 sertifikat untuk sarjana dan 5 sertikat untuk program Diploma.

 

Galeri Foto Diklat Unit Kegiatan Mahasiswa Karim Universitas Malahayati

UNIT Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Keluarga Muslim (Karim) gelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi anggota baru, Minggu 17 Januari 2016. Kegiatan ini berlangsung di area Danau Universitas Malahayati.

Karim yang merupakan salah satu Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Diklat yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti sekita 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa/i Fakultas Kedokteran angkatan 2015. “Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah dan silahturahmi antar sesama,” kata Muhammad Arlek, Ketua Umum Karim.

Berikut galeri foto kegiatan diklat UKM Karim:

 

Unit Kegiatan Mahasiswa Karim Gelar Diklat Bagi Anggota Baru

UNIT Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Keluarga Muslim (Karim) gelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi anggota baru, Minggu 17 Januari 2016. Kegiatan ini berlangsung di area Danau Universitas Malahayati.

Karim yang merupakan salah satu Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Diklat yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti sekita 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa/i Fakultas Kedokteran angkatan 2015. “Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah dan silahturahmi antar sesama,” kata Muhammad Arlek, Ketua Umum Karim.

Kegiatan diklat merupakan agenda rutin yang diselenggarakan UKM Karim. Materi yang diberikan pada diklat kali ini mengenai kekompakan, kerjasama, kreatifitas, kepemimpinan, daya ingat dan kepercayaan antar anggota. Selain materi, adapun dapun games yang mendidik guna mengaplikasikan materi yang diperoleh.

Arlek berharap agar peserta diklat lebih erat ukhuwahnya, silahturahminya lebih terjaga. Yang mana nanti mereka lah yang akan menjadi ujung tombak untuk Karim. “Supaya karim ini tetap bisa berjalan, dan dakwah ini tetap bisa berlanjut,” kata Arlek menambahkan.[]

PPAI Sebagai Proteksi Dari Efek Negatif Kemajuan Teknologi

Bicara mengenai tentang pendalaman agama Islam pada mahasiswa tentunya akan mengarah kepada dampak positif yang akan diperoleh pribadi yang menjalani nya. Karena di era globalisasi yang diiringi perkembangan teknologi yang semakin pesat, pengetahuan tentang aqidah dan Islam sangat diperlukan sebagai filter dan proteksi diri dari hal-hal negatif. Sehingga manfaat dari teknologi itu sendiri akan terasa optimal dan bermanfaat. Oleh karena itu Program Pembinaan Agama Islam (PPAI) dinilai cocok dan penting untuk diikuti oleh mahasiswa Malahayati.

Ustadz Muslih, ketua PPAI juga mengatakan bahwa mempelajari tentang Islam adalah hal yang sangat indah. Jadi pengetahuan yang kita miliki jika dibarengi dengan aqidah lalu diaplikasikan, maka akan menjadi sesuatu yang luar biasa dan berkah.

“Hidup itu harus seimbang, baik duniawi maupun akidah. Pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat saat ini jika dibarengi dengan pengetahuan agama pasti mampu menjadi proteksi diri dari hal negatif yang ikut bersamanya. Lagipula sesuai dengan visi Malahayati yang beretika religius. Maka kecerdasan intelektual harus berbarengan dengan kecerdasan spiritual,” kata Muslih saat berbincang dengan malahayati.ac.id di Kabara Foodcourt.

Ustadz Muslih juga mengatakan, hal yang paling penting dari PPAI adalah pembentukan karakter mahasiswa. Jika kita terbiasa melaksanakan perintah Allah secara terus kontinyu, secara otomatis itu akan menjadi “reflek” dan akan terasa aneh jika tidak mengerjakannya.[]

PPAI Sebagai Pembentuk Etika Religius di Kampus Malahayati

MUSHALLA Kampus Malahayati semakin hari semakin ramai saja dihadiri jemaatnya. Setiap adzan berkumandang, para mahasiswa terlihat bergegas bersegera menuju mushalla. Perasaan sejuk terasa ketika melihat para mahasiswa duduk bersila sambil menunggu iqamah untuk menunaikan kewajibannya. Itulah sekilas gambaran tentang bagaimana Malahayati terus menerus menanamkan karakter yang beretika religius pada mahasiswanya.

Tidak bisa dipungkiri, terbentuknya karakter religius mahasiswa, khususnya mahasiswa asrama karena Program Pembinaan Agama Islam (PPAI) yang dilakukan secara kontinyu di Greendormitory. Setiap harinya mereka dibina oleh para ustadz Greendormitory untuk belajar tentang agama islam yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari seperti bersuci, salat, puasa, memandikan jenazah, dan lain-lain sesuai dengan modul dan jadwal yang sudah diatur sebelumnya.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua PPAI, Ustadz Muslih SHI, ia mengatakan PPAI adalah program rutin yang diadakan di Greendormitory setiap harinya. Agar sedikit demi sedikit mahasiswa lebih paham tentang agama Islam. Pelan namun pasti, etika religius akan tertanam dihati para mahasiswa karena mereka mempelajari aplikasi agama di kehidupan sehari-hari.

“PPAI sebenarnya dimulai setelah ba’da magribh, tapi biasanya mereka sudah standby sejak sebelum magribh. Jadi bisa salat magribh berjamaah dahulu. Dan ini dilakukan setiap hari di Greendormitory, sesuai dengan jadwal kelompok (lorong) yang ada di Greendormitory. Jadi dengan pembinaan yang berkesinambungan, sedikit demi sedikit akan membentuk karakter religius dihati para mahasiswa,” kata Ustadz Muslih, ketua PPAI saat berbincang dengan malahayati.ac.id di Kabara Foodcourt, Selasa 29 Desember 2015.

Selain itu Ustadz Muslih juga mengatakan, PPAI sebagai salah satu penopang agar terwujudnya Etika Religius yang merupakan Visi Universitas Malahayati juga sudah di SK kan oleh Rektor Khadafi. Sehingga ia berharap, di usia PPAI yang genap setahun ini, koordinasi dan supporting dari setiap unsur baik pihak greendormitory, rektorat, tim pembina dan mahasiswa akan semakin baik lagi demi mewujudkan Visi mulia Malahayati yaitu Membentuk karakter Etika Religius disanubari setiap Civitas Malahayati.[]

Ustadz Khumaidi; Pemateri Kumpulan Kajian Islam Universitas Malahayati

PEMATERI yang disapa Ustadz Khumaidi memberikan materi dalam Kajian Islam dilaksanakan di Mushola Kabara, Kamis 05 November 2015.

Kajian yang bertemakan “Siapakah Sahabatmu” ini dihadiri oleh 33 peserta. Dalam materinya ini Ust Khumaidi yang mengatakan seperti apa sahabat yang harus dimiliki dan dipertahankan.

“Sahabatmu adalah seseorang yang dapat membawamu ke surga dan menyelamatkanmu dari neraka, sahabat yang seperti ini lah yang harus dipertahankan,” kata Ustadz Khumaidi.

Ia pun menjelaskan mengenai Empat (4) Amalan yang akan membawa kita kedalam surga yaitu untuk Laki-laki yaitu memberikan/ menyebarkan salam, Bersilaturahmi untuk mencari sahabat, memberi makna dan shalat tahajud. Sedangkan, untuk yang Perempuan yaitu menjaga shalat Lima (5) waktu, puasa ramadhan, menjaga kehormatan, dan mentaati suaminya. Insyallah kalau menjalani nya kalian akan mendapat surga.

“ Carilah teman yang dapat membawamu masuk ke dalam surga bukan membiarkanmu atau mengajakmu kedalam neraka,” katanya manambahkan.[]

 

Hadiri! Kajian Islami Universitas Malahayati

Hadirlah pada Kajian Islami Universitas Malahayati

Tema : Mengambil Hikmah “Sirah Sahabat Yang Terlupakan”.
pemateri : Ustadz. Weka Indra Darmawan, S.T.,M.T

Hari/tgl : Kamis, 29 Oktober 2015
waktu : 16.30 wib s/d selesai
Tempat : Mushola Kabara Universitas Malahayati

present by:
– Universitas Malahayati
– QLC (Qur’an Learning Center) Universitas Malahayati
– Ukm Rohima Universitas Malahayati
– Karim FK Malahayati
– Formasi FT Malahayati

12188941_157632941255144_7435943875093946541_n