Posts

Potret Kabara FoodCourt pada Saat Libur

TAK seperti biasanya, hari ini suasana nampak sangat berbeda di Kabara FoodCourt Universitas Malahayati. Tempat yang biasanya ramai didatangi mahasiswa ini terlihat sepi. Hanya terlihat beberapa pelayan yang berjaga di tempatnya.

Menurut Zulfa, salah satu waitress di sini, ini merupakan pemandangan yang biasa saat mahasiswa libur. Terlebih mahasiswa asrama pun pulang kampung. Karena libur kali ini bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah dan cuti bersama menjelang perayaan Natal.

Berikut potret Kabara FoodCourt saat libur yang tertangkap kamera malahayati.ac.id:

Kabara saat Libur Kabara saat Libur6 Kabara saat Libur5 Kabara saat Libur4 Kabara saat Libur3 Kabara saat Libur1 Kabara saat Libur2

 

Potret Kabara FoodCourt saat Libur

TAK seperti biasanya, hari ini suasana nampak sangat berbeda di Kabara FoodCourt Universitas Malahayati. Tempat yang biasanya ramai didatangi mahasiswa ini terlihat sepi. Hanya terlihat beberapa pelayan yang berjaga di tempatnya.

Menurut Zulfa, salah satu waitress di sini. Ini merupakan pemandangan yang biasa, saat mahasiswa libur. Terlebih mahasiswa asrama pun pulang kampung. Karena libur kali ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriah.

Berikut potret Kabara FoodCourt saat libur yang tertangkap kamera malahayati.ac.id:

11 12 13 14

Ferly; Komitmen Manager Multitalenta

BERMATA sipit dan berkulit putih, ia asli wong kito galo. Anak Palembang. Bernama lengkap Ferly Wijaya, ia adalah sosok sentral di balik perkembangan Kabara Food Court dan Rizky Golf Driving Range. Dua fasilitas ini berada di kompleks kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung.

Ia biasa disapa Ferly, kadang juga dipanggil “Farley”. Menjabat sebagai Manajer Kabara Food court dan Rizky Golf di kompleks Universitas Malahayat, pria matang yang berasal dari Baturaja, Sumatera Selatan, ini senang berbusana kasual dalam kesehariannya.

Saat ditemui team malahayati.ac.id di kantornya di Rizky Golf, ia menggunakan baju kerah lengan pendek bergaris berwarna putih terlihat cocok dengan kulitnya yang bersih.

Bicara pendidikan, sebetulnya Ferly bergelut di dunia cyber. Ferly menuntut ilmu di Universitas Pasundan di tahun 1997 namun ia memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Darmajaya pada 1998 untuk mengambil diploma tiga jurusan manajemen komputer. Di kampus yang sama, ia melanjutkan kuliahnya hingga menyelesaikan strata satu teknik informatika.

Ferly mengawali karirnya di dunia balap motor, kemudian bergabung di dunia event organiser dan radio serta sempat menjadi fotografer. Langkahnya kemudian berada di Universitas Malahayati sejak 2008.

Di  Universitas Malahayati, ia di percaya menjadi manajer Kabara Food court dan Rizky Golf dari 2008 – 2012. Ia sempat diperbantukan ke Universitas Abulyatama – Aceh hingga 2013. Selanjutnya ia kembali menangani Kabara Foodcourt dan Rizky Golf hingga sekarang.

Bila ditanya tentang hobi, tentu saja ia akan bilang balap motor. Maklum, ia memang memulai kariernya dari situ. Namun ia mengakui tak bisa melanjutkan hobinya itu lantaran berbagai kesibukan.

Kini, selain kesibukannya di Kabara Foodcourt dan Rizky Golf, ia mengisi harinya dengan kreatifitas sebagai visual jockey dan animasi efek serta mengutak – atik komputer yang notabene adalah bagian dari pekerjaannya. “Hobi itu kan perlu waktu luang, nah waktu luang yang saya miliki sekarang harus dimanfaatkan ke hal yang lebih bermanfaat,” ujarnya kepada malahayati.ac.id.

Pria yang juga menyukai desain dan fotografi ini berpesan: “dalam hidup jangan sampai salah ambil langkah, belajarlah mendengar, melihat, lalu merasakan, komitmen adalah yang utama,” katanya. []

Kabara Malahayati, Tempat Nongkrong Mahasiswa yang Edukatif

TEMPAT nongkrong yang asyik di Lampung, untuk kalangan mahasiswa rasanya bukan masalah. Terdapat banyak kafe yang tersebar pada beragam mal.

Namun untuk tempat nongkrong dengan desain yang asik, nyaman dan edukatif cukup sulit ditemukan, khususnya untuk kalangan mahasiswa. Itulah sebabnya, Universitas Malahayati memadukan tiga konsep ini untuk cafe yang diberi nama Kabara.

Kabara food court, tempat nongkrong mahasiswa di Universitas Malahayati menyajikan kesan kasual, rileks, sekaligus menyenangkan dan edukatif.

Menurut Manager Kabara, Ferly Wijaya, penamaan tempat nongkrong dan food court sesuai dengan harapan pengelola untuk menggoda pengunjungnya dengan makanan hingga kemudian mampir dan menikmatinya ditempat yang nyaman.

Jangan khawatir soal menu makanan, cafe mahasiswa universitas ini memiliki 6 gerai makanan, dengan 32 meja berbentuk bundar dilengkapi enam kursi dengan warna yang seragam, tersusun rapi sepenjang kabara seperti huruf L.

Guna mempermudah pengunjung dalam memilih menu yang disukai, pihak pengelola mengelompokkan beberapa gerai sesuai dengan sajian. Tentu saja dengan pilihan yang lengkap, tinggal pilih sesuai selera. Ada pula hidangan internasional, macam sajian oriental atau negeri barat. “Soal harga tak perlu khawatir, relatif kompetitif, sangat pas dengan kantong mahasiswa,” kata dia.

Tentu saja, banyaknya pilihan membuat para pengisi gerai bersaing sebisanya. Tak cuma menjual nama besar atau sajian enak, mereka juga mengundang pengunjungnya dengan cara yang sangat ramah. Seperti dengan memberikan tawaran untuk singgah tatkala ada pengunjung yang pas lewat.

“Kafe ini juga dilengkapi dengan musik instrumental dan LCD TV 42 inci tergantung di salah satu sudut yang memudahkan pengunjung untuk melihat dari semua meja,” kata dia.

Kerena kafe ini konsepnya pendidikan, hampir semua pengunjung membawa laptop, dan buku-buku. Tak jarang juga kabara ini dijadikan tempat untuk diskusi antara mahasiswa, dosen, maupun pengunjung luar negeri.

“Kabara ini memang sengaja didesain multiguna, selain untuk tempat makan minum, di sana juga bisa dimanfaatkan mahasiswa dan dosen untuk berdiskusi, membahas kuliah dan lainnya. Dilengkapi dengan wifi atrea untuk berselancar di dunia maya,” kata dia.

Setiap malam cukup ramai mahasiswa malahayati nongkrong di Kabara, mereka sekedar untuk makan malam, diskusi, belajar kelompok ataupun hanya sekedar nongkrong saja, hingga jam 9 malam.[]