Posts

Jurnal Ade Maria Ulfa yang Berjudul Perbandingan Kadar Ampisilin Dalam Sediaan Tablet Dengan Nama Generik Dan Nama Dagang Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

SEORANG dosen Program Studi Kebidanan Universitas Malahayati, Ade Maria Ulfa. Dalam jurnal Kebidanan Malahayati Volume 2 nomor 2, April 2016. Menulis jurnal yang berjudul “Perbandingan Kadar Ampisilin Dalam Sediaan Tablet Dengan Nama Generik Dan Nama Dagang Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi”.

Jurnal ini dilatarbelakangi oleh anggapan masyarakat yang cendrung menilai bahwa obat yang berkhasiat adalah obat yang mempunyai harga mahal, persepsi yang salah tersebut menyebabkan obat generik dinilai tidak bermutu maka, dalam penelitian ini, dilakukan penetapan kadar ampisilin dalam sediaan tablet generik dan nama dagang. Ampisilin adalah salah satu antibiotik yang digunakan untuk pengobatan infeksi pada saluran pernapasan, saluran cerna dan saluran kemih. Agar dapat menimbulkan efek terapi yang diinginkan kadar ampisilin harus memenuhi persyaratan kadar yang telah ditetapkan Farmakope Indonesia Edisi IV yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 120,0% dari jumlah yang tertera pada etiket.

Sample yang digunakan tablet ampisilin generik (A I) dan tablet nama dagang (BI). Penetapan kadar tablet ampisilin secara kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) menggunakan fase gerak campuran air : asetonitril : KH2PO4 : asam asetat dengan perbandingan 909:80:10:1 laju alir 1,0 ml/menit menggunakan kolom C18 dan detektor 254 nm.

Baca selengkapnya:

cover-jkm-2

img_20161125_232405_206 img_20161125_232351_785 img_20161125_232337_494 img_20161125_232317_369 img_20161125_232300_213 img_20161125_232236_291