Posts

Keindahan Pantai Ketang Kalianda, Lampung

KEINDAHAN alam di Indonesia memang tidak ada habisnya, tak terkecuali Lampung. Mulai dari hijaunya pegunungan sampai hamparan laut nan indah. Lampung adalah sebuah negeri dengan dua suku, Sai Bumi Ruwa Jurai. Lampung terletak di bagian paling selatan dari Pulau Sumatera, salah satu dari 5 pulau besar di Indonesia. Salah satu keindahan alam Lampung ini, yaitu Pantai Ketang.

Pantai yang berada di Kelurahan Way Urang, Kalianda ini menawarkan keindahan dan kenyamanan bagi pengunjungnya. Dan sejauh ini untuk masuk ke pantai ini tidak dipungut biaya. Pantai yang berjarak 2 kilometer dari Jalan Lintas Sumatera atau 1 kilometer dari komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Kalianda ini berlatar belakang Gunung Rajabasa.

Bebatuan hitam menghiasi bibir pantai ini merupakan sisa peninggalan bukti letusan krakatau. Disisi lain hamparan pasir putihnya yang cukup luas dan jernihnya air laut ini menjadi salah satu daya tarik pengunjung.

Tak kalah menarik lainnya, pengunjung pun dapat menikmati pemandangan matahari tenggelam di area pantai ketang ini.

Pantai Ketang 3 Pantai Ketang 2 Pantai Ketang 1Pantai KetangPantai Ketang 4

|Dikutip dari berbagai sumber

Pantai Jandong, Pantai Unik di Kabupaten Kalianda

PANTAI adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di daerah pesisir laut. Lampung salah satu Provinsi yang kaya akan daerah pesisir laut. Seperti kekayaan yang satu ini, pantai Jandong.

Pantai Jandong adalah pantai yang berada di kawasan desa wisata Kunjir, Kalianda Lampung Selatan. Untuk dapat menikmati indahnya pantai Jandong ini membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 30 menit dari pusat kota Kalianda.

Pantai ini memiliki nama yang unik yakni Jadong yang merupakan singkatan dari “Jajan Dong”. Nama ini pertama kali dicetuskan oleh salah seorang penduduk desa kunjir yang memang memiliki warung pecel dan soto di pantai itu. Nama Jandong ini sengaja dibuat agar para pengunjung dapat membeli serta menikmati makanan dan minuman yang dijual di sana.

Sebab tujuan awal dari pantai jandong ini dibuat agar masyarakat dapat belajar membuka usaha di bidang kuliner dan memanfaatkan lokasi yang ada.

Pantai jandong dilengkapi dengan beberapa pondokan dan beberapa pepohonanan sehingga pantai ini menjadi tempat favorite bagi para pengandara untuk menjadikannya rest area karena selain mereka dapat beristirahat mereka juga dapat menikmati makananan dan minuman yang murah meriah ditambah lagi dengan pemandangan alam pantai yang indah.

Di pantai ini selain perut Anda dimanjakan oleh kuliner nan lezat, Anda juga bisa berenang sambil menikmati indahnya langit sore. Mata Anda pun akan dimanjakan dengan pemandangan matahari terbit saat fajar menyingsing dan matahari terbenam saat senja tiba.

Sunset di pantai jandong tak kalah cantik dan romantis dengan pantai lainnya yang ada di Lampung, begitupun dengan sunrise. Jika Anda mau minikmati indahnya sunrise, Anda dapat menunggu dari pukul 05.00 hingga 06.00 pagi Anda akan melihat matahari muncul ke permukaan dan merasakan hangatnya sinar mentari pagi desa kunjir. Untuk Anda para pecinta sunset pantai, Anda bisa merasakan indahnya matahari tenggalam dari pukul 17.30 hingga 18.00. Keduanya dapat Anda nikmati di pantai jandong dengan suasana desa wisata yang nyaman dan angin semilir.

Dan satu hal lagi yang tak boleh terlewatkan. Bagi Anda yang hobby berenang atau snorkeling jangan khawatir karena pantai jandong juga meyuguhkan pemadangan alam yang cukup indah, namun Anda harus siapkan sandal karet yang tahan air atau kaki katak karena karang di pantai jandong masih terjaga dengan apik dan jangan lupa membawa camera untuk mengabadikan moment di pantai jandong ini.

Sunrise di Pantai Jandong

Sunrise di Pantai Jandong

Sunset di Pantai Jandong

Sunset di Pantai Jandong

Bawah Laut Pantai Jandong

Bawah Laut Pantai Jandong

Pantai Jandong

Pantai Jandong

|sumber: desawisatakunjir.com

Panorama Air Terjun Way Secakhah di Kalianda, Lampung Selatan

KEINDAHAN alam di Indonesia memang tidak ada habisnya, tak terkecuali Lampung. Mulai dari hijaunya pegunungan sampai hamparan laut nan indah. Lampung adalah sebuah negeri dengan dua suku, Sai Bumi Ruwa Jurai. Lampung terletak di bagian paling selatan dari Pulau Sumatera, salah satu dari 5 pulau besar di Indonesia. Salah satu keindahan alam Lampung ini, yaitu Air terjun Way Secakhah.

Way secakhah merupakan air terjun alami yang masih asli dan belum tersentuh oleh pengelolaan dari pihak manapun. Keindahannya tiada dua, bagaikan lukisan dari Sang Mahajana itu sendiri. Airnya deras mengalir membelah bebatuan yang dilaluinya. Jernih dan segarnya siap menghapus dahaga dan penat sehari-hari para pendatang yang berkunjung ke tempat ini. Suasana pegunungan yang masih asri dan hening menambah keindahan tempat ini. Suara air yang mengalir jatuh membuat perasaan tenang dan makin terhanyut untuk menikmati keindahan Way Secakhah ini.

Air terjun Way secakhah terletak di Kecamatan Rajabasa, yang berjarak sekitar 30 km dari ibukota Kabupaten Lampung Selatan, Kalianda. Sekitar 40 menit berkendara menuju desa Kunjir. Way secakhah dapat dicapai dengan dua alternatif, yakni berjalan kaki melalui perbukitan selama 45 menit, atau menggunakan sepeda motor dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 15 menit.

Terdengar sukar memang untuk mencapai way secakhah ini. Namun, keindahannya yang bagai muli betik hati ini pantas untuk diperjuangkan. Way secakhah, sebuah keindahan yang terisolasi dari tangan-tangan luar. Bisa Anda bayangkan betapa masih alami dan eksotisnya spot yang satu ini. Tempat ini merupakan tempat yang cocok bagi anda yang mencintai hiking. Lelah akan perjalanan pasti terbayar dengan pesona keindahan Way Secakhah yang bersumber dari tiga cabang aliran sungai.

Keindahan lainnya yang dapat Anda nikmati di area air terjun ini adalah sumber air panasnya. Sumber air panas yang membutuhkan waktu sekitar lima menit dengan berjalan kaki dari Way Secakhah ini bahkan belum memiliki nama. Kepulan asap putihnya berpadu dengan hijaunya alam pegunungan sekitar, seolah menghipnotis pengunjung untuk datang dan mengeksplorasi.

Namun karena kondisinya yang masih sangat alami, tidak disarankan bagi pengunjung untuk melihat terlalu dekat sumber air panas ini karena kondisi tanah disekitar yang masih labil. Selain itu, disarankan juga untuk membawa masker karena kepulan asap belerang dapat memberi dampak negative bai tubuh bila kita menghirupnya terlalu lama.

Way secakhah dan sumber air panas ini memang indah dan menarik wisatawan untuk berkunjung mendatanginya. Tak salah jika Anda menjadikan tempat ini sebagai daftar wisata yang wajib dikunjungi.

|sumber: desawisatakunjir.com 

Pemandian Air Panas Way Belerang, Kalianda

WAY Belerang merupakan sebuah tempat pemandian air panas yang bersumber dari air belerang yang Keluar langsung dari bawah kolam, ada juga sumber air yang mengucur langsung dari gunung Rajabasa Kalianda Lampung selatan. jika dari Bandar Lampung kita akan menempuh perjalanan sejauh 65KM, jika menggunakan kendaraan roda empat bisa ditempuh selama 2 jam.

Rute perjalanan dimulai dari jalan Soekarno-Hatta (By Pass) lalu jalan lintas Sumatera sampai menuju kota Kalianda. saat sampai di simpang Kota kalianda, belokkan kendaraan ke arah kanan menuju kantor Bupati Lampung Selatan. dari simpang tersebut kita akan menempuh perjalanan sejauh 5KM menuju lokasi Pemandian air panas Way Belerang Kalianda Lampung Selatan. Kondisi Jalan aspal halus, anda tinggal sedikit bertanya maka semua orang akan membantu Anda untuk menunjukkan lokasi pemandian.

Lokasi Way Belerang berada di lereng gunung Rajabasa, suasananya masih sejuk, banyak pohon-pohon besar, dan air belerang pemandian ini muncul dari bawah kolam dan ada juga yang mengalir langsung dari gunung rajabasa, sehingga benar-benar masih murni.

Suasana kolam seperti layaknya kolam renang komersil, hanya saja bagian lantainya diisi dengan batu bulat kecil-kecil dan tingkat kedalaman berundak-undak sehingga memungkinkan kita berendam sambil duduk. ada dua buah kolam di sini. Yang bagian atas berwarna lebih pekat dan aroma belerang lebih menyengat kedalamannya sekitar 100 cm, ada pancuran air panas bersuhu 50-60 derajat Celcius yang baru turun dari gunung, pastikan kulit beradaptasi terlebih dahulu sebelum benar-benar menyentuh air pancuran ini.

Kolam yang bagian bawah lebih jernih dan lebih luas, juga lebih dalam yaitu 150 cm. sumber air belerang alami muncul dari bagian bawah kolam, airnya hangat dan jika kita dekat dengan sumber belerangnya maka terasa agak panas. Selain dua kolam di atas, ada juga air belerang dingin yang mengalir di parit kecil, parit ini nampaknya terbentuk secara alami, aroma belerang kurang menyengat, warna air jernih, dan dingin.

Tempat ini juga menyediakan sebuah pondokan 2×2 meter sebagai tempat meletakkan barang-barang bawaan. suasana sejuk dan banyak pepohonan sehingga memungkinkan kita untuk duduk-duduk santai sambil menikmati makanan yang kita bawa dari rumah. Untuk urusan bilas, Way Belerang menyediakan ruangan bilas pria dan wanita, tempatnya terpisah, masing-masing dilengkapi dengan bilik-bilik dan air tawar yang segar.

Tidak hanya Pemandian air panas, kawasan rekreasi way Belerang juga menyediakan taman bermain untuk anak-anak, bahkan ada fasilitas kolam renang air tawar dan flying fox, balai pertemuan, arena bermain, kantin, dugan party, delman lengkap dengan kudanya dan arena taman terbuka. untuk urusan sholat tempat ini juga menyediakan musholah. Harga tiket masuk lokasi hanya dibanderol Rp10.000 saja sudah termasuk Parkir dan Asuransi. jika kita hendak berenang di kolam renang air tawar komersil, maka kita harus membayar tiket masuk tambahan sebesar Rp5,000.

Saat masuk lokasi, kita akan ditawarkan sabun belerang dengan harga Rp1.000 isi 2 keping kecil, sabun inilah yang konon berkhasiat untuk mengobati gatal-gatal pada kulit, dan lebih berkhasiat lagi jika kita gunakan sambil berendam di kolam belerang. kolam belerang menurut penduduk sekitar memang berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit kulit.

Tempat wisata ini dikelola oleh Dinas Pariwisata Lampung Selatan, kebersihan terjaga, sehingga kita nyaman untuk berekreasi di tempat ini. Selain sabun belerang, ada juga pedagang yang menyediakan kelapa muda, otak-otak, dan berbagai jajanan pasar, sehingga kita tidak takut untuk kelaparan.[]

Kalianda, Kota Kecil Sejuta Keindahan

PEMANDANGAN alam dan objek wisata pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi Kabupaten Lampung Selatan, terutama di kawasan Kalianda. Kabupaten dengan garis pantai mencapai 200 kilometer lebih ini selalu menjadi tujuan wisata pantai bagi para wisatawan.

Begitu menginjakkan kaki di Pelabuhan Bakaheuni, yang ada di pikiran adalah bagaimana segera beristirahat dengan tenang sambil menghirup aroma pantai yang khas. Kalianda merupakan salah satu tempat yang menjanjikan hal ini. Cukup dengan perjalanan selama setengah jam menggunakan agen perjalanan dari Pelabuhan, sampailah Anda di Kota Kalianda.

Kalianda adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Indonesia yang terletak di kaki Gunung Rajabasa, kota kecil yang bersahaja. Kota ini juga terletak di tepi pantai di sepanjang Teluk Lampung.

Kalianda tak hanya menjanjikan keindahan teluk pantai, disini juga terdapat beberapa objek wisata yang harus dikunjungi, seperti wisata sejarah mengunjungi Taman Makam Nasional Pahlawan Radin Inten II. Seperti diketahui, Radin Inten II adalah pahlawan nasional yang berjuang keras memerangi penjajah di tanah Lampung yang kemudian tewas diracun.

Gunung Rajabasa yang sarat dengan bekas peninggalan benteng dan kubu pertahanan perang adalah saksi bisu kepahlawanan Radin Inten II. Makamnya terletak di Desa Gedung Harta, dikenal dengan nama Benteng Cempaka, sekira 18 km dari Kota Kalianda, Ibu Kota Kabupaten Lampung Selatan.

Dari jantung Kota Kalianda, terdapat Pantai Bom yang merupakan sarana menikmati sunset secara gratis. Tak hanya pasangan muda-mudi yang nampak seringkali terlihat, juga masyarakat sekitar yang membawa sanak keluarga menyaksikan fenomena tenggelamnya matahari. Jika cuaca sedang cerah, Anda akan mendapat bonus berupa keindahan anak Gunung Krakatau di Selat Sunda yang berada di balik gugusan Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku, yang ikut memancarkan keindahannya.

Ada banyak objek pariwisata di Kalianda, di antaranya Way Belerang, Pantai Batu Kapal, Pantai Canti, dan Pantai Gunung Botak atau Pantai Wartawan. Ada juga air terjun atau curug Way Kalam dengan tujuh tingkat air terjunnya. Selain itu, pariwisata di kecamatan lain seperti wisata Krakatau, Kalianda Resort, Krakatoa, Pantai Merak Belantung, Way Panas Kalianda, Way Belerang Simpur, Pantai Laguna Helau, dan Menara Siger.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi anak Gunung Krakatau, alangkah baiknya jika datang dari Dermaga Canti, Lampung Selatan, dibandingkan dari kawasan Anyer. Pasalnya, Anyer merupakan wilayah laut lepas sehingga ombaknya sangat besar. Jika berangkat dari lampung, ombak yang menghantam cenderung kecil karena pulau-pulau di kawasan ini mampu meredamnya.

Untuk menuju tempat ini, bagi Anda yang tidak mau repot naik turun kendaraan umum, terdapat bus Damri yang khusus berangkat dari Jakarta sampai Bandar Lampung. Anda dapat meminta kepada supir bus untuk menurunkan Anda di perempatan Fajar, Kalianda. Setelah itu, dengan menumpang ojek, Anda bisa diantar ke tempat atau resor yang Anda tuju.

Masyarakat Kalianda mayoritas petani. Selain padi, ada juga kebun coklat, kebun kopi, kebun pisang dan kelapa/ kopra.

Desa yang ada di Kecamatan Kalianda

1. Desa Kesugihan 2. Desa Pematang 3. Desa Kecapi 4. Desa Sukaratu 5. Desa Negeri Pandan 6. Desa Palembapang 7. Desa Babulang 8. Desa Buah Bekhak 9. Desa Maja 10.Desa Pauh Tanjung Iman 11.Desa Tengkujuh 12.Desa Jondong 13.Desa Sumur Kumbang 14.Desa Gunung Terang 15.Desa Merak Belantung 16.Desa Bulok 17.Desa Agom 18.Desa Sukatani 19.Desa Taman Agung 20.Desa Marga Catur 21.Desa Tajimalela 22.Desa Canggu 23.Desa Kedaton 24.Desa Munjuk Sampurna 25.Kelurahan Way Handak 26.Kelurahan Way Ukhang 27.Kelurahan Bumi Agung.

||Sumber: okezone.com

                   id.wikipedia.org

Tempat Wisata Ini Cocok Bagi Pencinta Petualangan

JIKA pantai dikenal sebagai sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir yang terdapat di daerah pesisir laut. Berbeda dengan pantai yang satu ini. Disini pengunjung tidak akan menemui hamparan pasir, melainkan bebatuan berundak tersusun rapi.

Pantai Batu Lapis, bebatuan karang di bibir pantai sepanjang satu kilometer ini menyerupai punden berundak-undak. Batu karang yang diperkirakan berusia ribuan tahun ini terbentuk sempurna oleh alam seolah dipahat oleh seniman ternama. Bebatuan eksotis ini membatasi laut dengan daratan.

Terletak di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Lokasi wisata ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Ibukota Kabupaten Lampung Selatan. Menyusuri jalan lingkar pesisir dari arah Desa Gayam Kecamatan Penengahan menyusuri desa-desa dan perbuktian, sawah dan pemandangan alam Gunung Rajabasa adalah hadiah istimewa bagi yang akan menuju ke Batu Lapis.

Setelah melewati jalan beraspal, rute selanjutnya pengunjung harus menyusuri jalanan tanah yang berdebu. Batu batu besar, sungai kecil dengan air jernih, sawah dan beberapa petani yang menggarap sawahnya menjadi pemandangan saat menuju lokasi. Jalanan selebar empat meter akan berakhir dengan cegatan sebuah sungai yang sangat jernih airnya dan arah menuju ke Batu lapis dan Pulau Mengkudu akan berubah jalur menjadi jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh satu atau dua kendaraan bermotor.

Setelah sungai kecil tersebut pengguna kendaraan roda empat harus rela berjalan kaki atau berganti akomodasi kendaraan roda dua. Setibanya di ujung jalan pengunjung akan disambut dengan beberapa petugas yang memang menunggu lokasi parkir kendaraan roda dua. Ada beberapa pondok pedagang makanan dan minuman ringan juga disana, tentunya dengan harga yang bersahabat.

Tetapi perjalanan belum cukup sampai disitu. Pengunjung masih harus menuruni bukit dan menyusuri perkebunan untuk benar-benar sampai di pantai batu lapis. Meski lelah, semua terbayarkankan dengan pesona pantai batu lapis ini. Selain pantai batu lapis, pengunjung juga bisa sekaligus ke pulau mengkudu yang berada di sebelah kiri pantai ini.

Deburan ombak yang menghantam batu karang seluas lapangan tenis menyapa tiap pengunjung yang hadir di pantai batu berlapis. Karang-karang luas menghampar menjadi jalan dan tempat duduk-duduk untuk menikmati laut luas yang membentang didepan pantai.

Wisata ini rekomendasi bagi Anda pecinta petualangan. Namun jangan khawatir bagi Anda yang ingin cepat tanpa perlu repot, para penduduk sekitar menyediakan alat transportasi laut dengan akomodasi Rp.25.000,- perorang.[]

Pantai Krakatau Kahai Resort Kalianda

PANTAI Krakatau Kahai lokasi pantai ini terletak di Kalianda atau di belakang Gunung Rajabasa. Sebenarnya Pantai ini sudah dibuka sejak tahun lalu, namun jaraknya yang cukup jauh dan membuat banyak orang tidak tahu tentang lokasi pantai ini.

Untuk mencapai lokasi ini dari Bandar Lampung membutkan waktu 2jam/70km, rute yang bisa dilalui adalah Bandar Lampung-Kalianda,dari Kalianda kita bisa memilih jalan yang melewati gunung ataupun yang melewati pinggir laut, namun jika ingin lebih cepat disarankan untuk melalui jalan yang melewati gunung.

Pantai ini hanya diwajibkan membayar parkir kendaraan sebesar 5.000, sedangkan biaya masuk Pantai 15.000 dan tidak dikenakan biaya sewa pondokan.

Fasilitas yang ditawarkan sangat beragam, berikut potret keindahan dan beragam fasilitasnya:

Hamparan Pasir Putih di Pantai Sapenan

PANTAI Sapenan memiliki hamparan pasir putih yang cukup bersih, disana kita bisa berjalan dipantainya dan merasakan jilatan ombaknya yang pecah di pasir pantai. Lokasi Pantai Sapenan berada di Kabupaten Seribu Pantai, tepatnya terletak di Desa Merak Belatung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Nama Pantai “Sapenan” konon berasal dari Bahasa Lampung yang artinya “Mumpung”. Pantai ini mulai dibuka tahun 1990. Namun, pantai ini baru direnovasi dan ramai dikunjungi wisatawan sekitar tahun 2000. Sebagian kawasan Pantai Sapenan merupakan daerah berkarang dan terdapat spot yang bisa digunakan untuk renang di sini. Seperti halnya pantai-pantai lainnya yang terus berbenah, pantai cantik ini juga masih terus dikembangkan.

Pantai dengan pasir putih serta pepohonan yang rindang cocok untuk wisata bersama keluarga Anda. Pantai ini sangat rekomendid untuk akhir pekan maupun liburan Anda bersama keluarga. Berikut potret pantai sapenan:

pantai-sapenan-di-desa-merak-belatung pantai sapenan pantai-sapenan-di-kalianda pantai-sapenan

Pantai Canti yang di Karuniai Dengan Kesejukan

BERBEDA dengan pantai lain yang biasanya berhawa panas, Pantai Canti dikaruniai hawa yang sejuk. Pantai indah dan alami di kawasan desa yang luasnya sekitar 620 hektar ini terletak 12 kilometer dari Kalianda, ibu kota Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Di sini terdapat sebuah tempat wisata atau rekreasi pantai yang masih jernih seluas 1,5 hektar ini juga terdapat kawasan pelabuhan rakyat yang biasa digunakan sebagai gerbang menuju obyek wisata Gunung Krakatau atau tur kawasan Teluk Lampung.

Baik sebagai pelabuhan, dan terutama sebagai tempat wisata, Canti menyimpan daya tarik alami yang jika ditata dapat menjadi eksotik. Laut yang biru, jernih, dan tenang memberikan rasa teduh. Tempat wisata pantai ini menyuguhkan ombak beriak kecil pada saat air pasang. Sebaliknya, saat surut, di garis pantai sepanjang sekitar 200 meter itu terhampar pasir nan bersih. Pengunjung bisa mengumpulkan batu koral atau kulit siput untuk koleksi.

Pantai ini landai, dan biasanya juga digunakan pengunjung untuk berenang. Pengunjung dapat berenang sepuas- puasnya karena airnya jernih, bersih, dan belum terkontaminasi oleh sampah rumah tangga atau sampah lainnya. Di darat tumbuh pohon-pohon yang rindang. Daratan ini bertekstur dataran tinggi yang lebarnya berkisar 25-50 meter dari bibir pantai, selebihnya berupa bukit-bukit kecil. Sebuah palung sungai kecil yang ditumbuhi rumput dan pepohonan hijau dan rindang membelah dua bukit. Pada bagian tepi palung itu dibangun tiga kamar kecil baru tanpa atap dan sangat sederhana. Tak jauh dari kamar kecil itu ada dua kamar mandi yang reyot, tetapi airnya dingin karena mata airnya berasal dari perbukitan. Tidak ada fasilitas lain lagi di sana, kecuali beberapa tempat duduk yang juga sudah mulai rusak.

Di barat palung terdapat goa alam. Orang-orang Canti atau masyarakat Lampung pesisir di Canti menyebutnya Goa Sawung (artinya kurang lebih lubang). Pengunjung tempat wisata ini biasanya suka masuk ke goa untuk melihat stalaktit dan stalagmit.

Setiap kali hujan turun, terutama pada saat air surut, goa ini menjadi tempat berteduh yang bisa menaungi ratusan pengunjung. Sebab, di kawasan wisata ini tidak ada pondok-pondok yang dapat digunakan sebagai tempat berteduh, kecuali di rumah-rumah penduduk sekitarnya. Kalau air laut pasang seluruh goa ini akan terisi air laut, sehingga nyaris tidak ada celah buat tempat berteduh.

Tiga mil laut di depan Pantai Canti, ada tiga pulau kecil yang dikenal dengan nama Pulau Tiga. Perairan sekitar tiga pulau itu hingga ke tepi Pantai Canti amat jernih dan bersih. Wisatawan yang hendak tur ke Kepulauan Krakatau melintasi perairan ini. Sebagai gerbang ke Kepulauan Krakatau (Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang), di pelabuhan tersedia beberapa perahu sewaan. Sewa perahu khusus untuk tur ke kepulauan yang merupakan sisa dari gunung berapi Krakatau purba itu berkisar Rp 500.000-Rp 750.000 per hari. Dari Canti, gugusan kepulauan Gunung Krakatau dicapai dalam tiga jam.

Udara di Pantai Canti sejuk pada siang hari, dan cenderung dingin pada malam hari. Bila hujan turun, terutama pada musim penghujan seperti sekarang ini, udara siang hari juga relatif dingin. Selain merupakan desa yang terletak di tepi pantai, Canti juga berada di kaki Gunung Rajabasa yang legendaris itu. Di kaki gunung ini juga terdapat pos pengamat atau pemantau aktivitas letusan Gunung Krakatau. Daerah sekitar kaki gunung ini dahulu terkenal sebagai sentra tanaman cengkeh utama di Lampung. Selain itu juga dikenal sebagai penghasil kopra. Kawasan ini menjadi sangat subur karena telah “disirami” debu Gunung Krakatau yang meletus pada 26-27 Agustus 1887.

Jalan menuju Canti beraspal mulus dan nyaris tidak ada kerusakan, dengan lebar badan jalan sekitar empat meter. Jarak antara Kalianda-Canti sekitar 12 kilometer, atau 77 kilometer dari Bandar Lampung, dan 35 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Ruas jalan Kalianda-Canti berkelok-kelok. Sepanjang jalan padat dengan rumah penduduk dari etnis Jawa, Lampung, Sunda, atau Banten. Sebelum tiba di Canti, pengunjung akan melewati perkampungan penduduk Desa Maja dan Rajabasa. Tiga desa ini berada di wilayah Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Menurut para pengunjung, Pantai Canti amat berbeda dengan pantai-pantai lain di Teluk Lampung karena udaranya yang sejuk dan bahkan cenderung dingin. Bagi wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya, jika tidak membawa kendaraan dapat menyewa kendaraan yang tersedia di Bakauheni. Perjalanan bisa melewati Kalianda dengan jarak 35 kilometer, namun lebih singkat jika melewati Palas dan mengitari Gunung Rajabasa. Sedangkan jika datang dari utara, terutama dari Bandar Lampung, dapat menggunakan bus reguler trayek Terminal Induk Rajabasa (Bandar Lampung)-Kalianda (Lampung Selatan). Tarif angkutan umum (bus) di lintas itu berkisar Rp 8.000-Rp 15.000, tergantung jenis busnya.

canti2 canti3 canti1

Misteri di Balik Indahnya Pantai Guci Batu Kapal Kalianda

LAMPUNG Selatan, merupakan surganya pantai di Lampung atau bisa di sebut 1000 pantai karena di Lampung Selatan banyak pantai-pantai yang masih “perawan” dan masih alami belum terjamah oleh manusia.

Pantai Guci Batu Kapal adalah salahsatu panati yang masih asri karena masi sebagian orang tahu pantai ini. Pantai dengan suasana masih asri rimbunya pepohonan membuat pantai ini semakin eksotis, pemandangan ombak yang berlomba-lomba menghantam batu karang dan juga angin yang bertiup sepoy sepoy menambah rasa indahnya pantai ini.

Banyak mitos tentang pantai ini dari mulai dulunya pantai ini adalah dermaga penghubung pulau Jawa dan Sumatera pada zaman dulu, nama batu guci konon karena ditemukan sebuah guci peninggalan pedagang di atas karang yang paling besar.

Adapaun cerita lainya adalah batu batu karang yang terdapat di pantai ini adalah kapal kapal bangsa asing pada zaman Majapahit yang di kutuk oleh Si Pahit Lidah, Si pahit Lidah adalah tokoh legenda di Sumatera yang memiliki kesaktian mampu mengubah apapun yang di kutuknya menjadi batu.

Seperti tempat wisata pada umumnya pantai ini sangat ramai di kunjungi ketika akhir pekan dan libur. Dan kabar baik pantai ini akan menjadi tempat event terbesar para petualang indonesia yaitu “Festival Petualang Nusantara #5” acara ini di mualai pada tanggal 15-17 Agustus 2015. []

DSC_0116 DSC_0248