Posts

Imbauan Kepada Mahasiswa Asrama Agar Berpartisipasi Dalam Dzikir Akbar

PERGANTIAN tahun baru masehi yang tinggal menghitung hari, tak bisa dipungkiri menjadi magnit yang begitu besar dengan euphoria yang terkadang menyesatkan. Namun alangkah baiknya jika euphoria itu diisi dengan sikap tawadhu kepada Allah SWT.

Kepala Green Dormitory Drs Rayendra Hermansyah MM ini juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa dan segenap civitas Universitas Malahayati untuk hadir dan ikut memeriahkan acara dizkir akbar yang akan diadakan 31 Desember 2015, pukul 07.00 sampai selesai di Graha Bintang.

“Mahasiswa wajib untuk hadir dan ikut serta dalam acara ini, lebih baik mengikuti acara dirumah sendiri dibandingkan menghabiskan pergantian malam dengan sesuatu yang tidak pasti dan lebih beresiko jika menghabiskan waktu diluar,” ujar Kepala Green Dormitory, Drs Rayendra Hermansyah MM.

“Dapat dibayangkan resiko yang terjadi bila mereka memaksa keluar asrama dan bila terjadi yang tidak diinginkan, belum lagi kecelakan dan lain sebagainya. Itu yang saya ingin hindari. Saya ingin melindungi anak-anak saya di asrama,” ujar Drs Rayendra Hermansyah MM.

Komentar Kepala Bagian Administrasi Umum Tentang Musyawarah Boma

KEPALA Bagian Administrasi Umum (BAU) Universitas Malahayati, Tironsyah hadir sebagai tamu undangan dalam pembukaan musyawarah besar Badan Organisasi Asrama (boma), Senin 16 NOvember 2015 di Malahayati Career Center (MCC). Ia mengatakan sangat mengapresiasi boma yang telah menjadi wadah apresiasi para mahasiswa di asrama. Ia berekspetasi kelak boma bisa menjadi awal yang besar bagi para anggotanya. Menurutnya boma adalah lingkungan rumah tangga yang akan menjadi dasar dari implementasi penghuni asarama dalam berorganisasi.

“Boma ini kan di dalam rumah istilahnya, jadi boma akan membentuk karakter organisasi para penghuninya sebelum ia bergabung di organisasi lain. Ibarat suatu wadah, boma adalah wadah yang menjadi dasar penggodokan mental dan pengetahuan dalam berorganisasi. Dan sama seperti kata Rektor Kadafi, jika solideritas dan ikatan yang terjalin antar anggota boma kuat maka bukan tidak mungkin, boma akan mendominasi di segala sektor kelak,” kata lelaki yang akrab disapa Tiron ini.

Tiron juga mengatakan betapa ruginya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) karena kelak setelah lulus kuliah mereka tidak akan menemukan organisasi yang ada di kampus. Menurut Tiron, organisasi akan melatih kecakapan dan berperan penting dalam membentuk karakter seseorang. Keilmuan itu penting sebagai dasar, tapi menjadi organisator yang baik saat bekerja itu juga wajib hukumnya.

“Ilmu yang saya pelajari di bangku kuliah, tidak semua terpakai di dunia kerja. Hanya sekian persen yang terpakai, sisanya ya bagaimana memanage segala aspek yang berkaitan dengan pekerjaan. Dan ilmu itu bisa nyata kita dapatkan di organisasi. Meski begitu organisastor yang baik adalah orang yang mampu menyeimbangkan porsi keorganisasian dengan keilmuan yang ada di bangku perkuliahan. Jadi intinya organisasi lanjut, IPK naik terus,” ujar Tiron sambil tersenyum.[]

Rayendra Hermansyah; Kepala Asrama Green Dormitory

RAYENDRA Hermansyah dosen Fakultas Ekonomi yang juga seorang kepala Asrama Green Dormitory. Ia lahir di Karang Waru, 29 Mei 1957. Meski ia lahir di Sumatera Selatan namun sebagian besar hidupnya ia habiskan di Lampung dan di Kota Bandung untuk menimba ilmu.

Selalu tampil rapih dan klimis begitu cara ia berpenampilan. Dengan baju merah berkerah, rambut yang selalu tertata rapi, dipadukan kacamata bening membuktikan hal itu. Saat ia bertemu malahayati.ac.id di Kabara Foodcourt, 25 September 2015.

Ray, begitu biasa ia disapa, adalah lulusan Strata Satu Fakultas Ekonomi di IKIP Bandung. Sebelum akhirnya meraih gelar Magister Manajemen di Universitas Lampung. Ayah dari seorang putra ini sangat menyukai organisasi, ia aktif mengikuti organisasi sejak SMA. Osis dan Pramuka adalah wadah penyaluran hobinya itu.

“Pendidikan formal itu penting, tapi organisasi juga perlu karena hidup itu berkaitan dengan organisasi dan manajemen. Di dalam kelas kita bisa mendapat ilmu teoritis, organisasilah yang membentuk diri kita untuk mampu memanage dan memimpin orang lain,” ujarnya.

Saat kuliahpun ia sempat menjadi Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen dan Sekretaris Umum Senat Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Penasihat dan Kabid Organisasi Pemuda Pancasila Kodya Bandung. Jabatan Ketua Majelis Tinggi Ikatan Dosen Swasta (IDS) Lampung juga sempat ia emban.

Asam garam dunia kerja sudah ia rasakan. Hal itulah yang selalu ia ajarkan dan tanamkan kepada setiap mahasiswa sebagai motivasi. Ia berharap mahasiswa dan lulusan Malahayati, bisa cerdas dalam religius, keilmuan, prilaku dan kepekaan pada lingkungan. Sesuai dengan visi misi Malahayati tentunya.

“Jadi mahasiswa itu harus cerdas. Cerdas Religius, cerdas keilmuan, cerdas berperilaku dan bersikap itu yang harus dimiliki. Setelah itu jangan lupa peka terhadap lingkungan. Empat hal itu yang membedakan mahasiswa dengan yang bukan mahasiswa,” kata Ray dengan penuh semangat.

Ray bergabung di Universitas Malahayati sejak tahun 2004 .sebagai Kepala Biro Administrasi Umum (BAU). Tahun 2007, ia diperbantukan sebagai kepala BAU Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin sebelum akhirnya menjadi kepala asrama Green Dormitory hingga sekarang.

Ray sendiri memulai karir dengan mengajar di berbagai institut di Bandung seperti AMIK , ASMI, ISMI,
ISEI, dan STIMIK Bandung. Dilampung, ia sempat menjadi Wadir bidang akademik DCC Lampung, Direktur Lembaga Avidya Utama, STIMIK dan STIE Darmajaya. Kepala BAU dan Kepala biro SDM STIMIK dan STIE Darmajaya hingga 2004.[]