Posts

Ini kebijakan Prodi Keperawatan Universitas Malahayati

UNTUK menjaga kualitas akademik, Program Studi (Prodi) Keperawatan Universitas Malahayati (Unimal) melakukan kajian tentang proses pembelajaran melalui umpan balik dari dosen, mahasiswa,alumni, dan pengguna lulusan mengenai harapan dan persepsi mereka.

Menurut Ketua Prodi Ilmu Keperawatan Andoko, S.Kep.,Ns.,M.Kes, cara seperti ini lebih efektif, sehingga kebijakan yang dibuat oleh Prodi dapat lebih optimal. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kualitas akademik mahasiswa Keperawatan Unimal yang semakin baik.

“Kajian proses pembelajaran ini didapat dari penyebaran angket kepada dosen, mahasiswa, alumni, dan penguna. Mereka diwajibkan untuk mejawab setiap pertanyaan disertai dengan tindak lanjut yang harus dilakukan oleh prodi,” kata dia.

Berkat kajian ini, beberapa kebijakan mengenai proses pembelajaran diambil oleh prodi untuk mahasiswa, seperti memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat menggunakan laboratorium keperawatan secara mandiri, setelah perkuliahan berlangsung.

“Prodi juga berencana meningkatkan frekuensi pelaksanaan pelatihan ketrampilan keperawatan kepada mahasiswa yang dilakukan oleh alumni yang sudah bekerja di lahan praktek,” kata dia bdalam rilis yang diterima malahayati.ac.id .

Langkah merekrut dosen baru sebagai preceptor yang akan di letakkan pada lahan praktek yang sesuai dengan peminatan bidang keilmuannya, sehingga setiap preceptor hanya akan membimbing satu bidang ilmu disatu tempat praktek saja.

“Preceptor tersebut mendampingi dan melakukan monitoring setiap hari pelaksanaan tahap profesi, sehingga proses bimbingan pada tahap profesi dapat dilakukan dengan sangat baik,” kata dia

Preceptor ini diletakkan di lahan praktek selama minimal 2 tahun, kemudian akan difasilitasi untuk dapat mengambil S2 Keperawatan sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuninya. Sedangkan prodi akan merekrut preceptor baru untuk menggantikan yang kuliah dan proses ini direncanakan akan berkelanjutan, sehingga sistem perencanaan staf dosen akan berjalan dengan baik.

“Dengan langkah ini, pendampingan yang dilakukan oleh dosen/preceptor terhadap alumni dalam proses bimbingan di lahan praktek bisa lebih optimal lagi,” kata dia.

Prodi terus meningkatkan soft skill mahasiswa dengan menfasilitasi mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan akademik sehingga kemampuannya terus akan meningkat, termasuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi dan meningkatkan etika lulusan agar mampu menghormati semua tenaga kesehatan yang ada.

“Penanaman etika dengan memperbanyak kegiatan pembinaan selama tinggal di asrama. Dengan begitu setelah lulus tidak hanya memiliki kemampuan diatas rata-rata, tapi juga memiliki etika yang tinggi terhadap pasian, hal ini lah yang membedakan lulusan Unimal dengan lainnya,“ kata dia.[]

Seperti Ini Akademik di Prodi Keperawatan Malahayati

BEBERAPA hal dilakukan program studi (prodi) Keperawatan, Universitas Malahayati (Unimal), dalam menjalankan tridarma Perguruan Tinggi dengan baik. “Sehingga visi keperawatan dapat tercapai ditahun 2018 mendatang,” kata Handoko S.Kep Ns M.Kes kepada malahayati.ac.id, Selasa 27 Mei 2015.

Handoko menjelaskan, dalam memberikan pendidikan yang kredibel, setiap awal semester prodi akan menetapkan mata ajar  dengan bimbingan dosen berpendidikan minimal satu level diatas mahasiswa, semua dosen minimal S2.  Dalam perekrutan dosen diambil yang sudah berpengalaman.

“Dosen harus memiliki pengalaman dari lahan klinik seperti  RS, RSJ dan Puskesmas  minimal 10 tahun.  Ini tertuang dalam SK Ka Prodi No. 1019.44.02.401.07.11 Tentang Syarat & Kreteria Dosen Pengampu mata ajar,” katanya.

Proses pembelajaran yang disusun dengan baik sejak perencanaan hingga dilakukan monitoring oleh tim SPMI di tingkat Fakultas dan Universitas, hal ini terlihat dari berita acara audit mutu internal yang dilakukan oleh SPMI pada tahun 2012 menunjukkan bahwa 100% mata ajar telah dilengkapi dengan RPKPS.

“Hampir 100% dosen telah mengumpulkan SAP tetap waktu walaupun Indeks prestasi dosen (IP Dosen) hasil penilaian dari mahasiswa masih banyak yang nilainya di bawah 2.75  (30 %),” ujarnya.

Prodi Keperawatan pun terus melakukan proses pendidikan yang transparan dalam setiap proses pembejalaran,  agar terciptanya civitas akademik yang berkualitas. Prinsip transparansi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasinya atau proses pemberian nilai, diterapkan prodi.

“Hal ini dilakukan agar siapa saja termasuk mahasiswa memberikan feed back terhadap proses yang prodi lakukan. Semuanya dapat diakses di web Universitas Malahayati pada bagian prodi Keperawatan,” tegasnya.

Pendidikan yang akuntabel dalam melaksanakan pendidikan, dimulai dengan prodi mengusulkan jumlah dosen dan dana yang akan digunakan dalam satu tahun akademik. Dalam proses pendidikan, prodi mengawal agar sesuai dengan rencana, baik kehadiran dosen ataupun mahasiswa agar sesuai dengan rencana kegiatan yang dibuat pada setiap tahunnya.

“Jumlah tatap muka atau pertemuan dosen dalam setiap  amata ajar harus 16 kali dalam setiap semester, terdiri 14 tatap muka perkuliahan, 2 pertemuan untuk jadwal ujian tengah semester/UTS dan UAS,  jika dosen belum memenuhi kewajibannya, maka mahasiswa dapat meminta kepada dosen untuk mengganti/memenuhi tatap mukanya. Kaprodi bertugas untuk merekap pertemuan dosen setiap bulan dari Pusat Pelayanan Pendidikan Terpadu (P3T),” katanya.

Sesuai dengan SK Kaprodi Keperawatan SK Ka Prodi No. 1018.44.02.401.07.11tentang mekanisme penggantian dosen. Jika sudah 3 kali berturut-turut dosen tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas, maka kaprodi berhak melakukan pergantian dosen.

Pemantauan atau monitoring proses pembelajaran dapat dilakukan oleh Ka-Prodi  dan SPMI kapan saja melalui ruang monitoring CCTV yang ada di lantai 5 sebelah ruang Lembaga Penjamin Mutu Internal (LPMI). “Dengan fasilitas ini, prodi dapat melakukan monitoring tidak hanya kehadiran dosen, tapi juga dapat memantau isi dari proses pembelajaran,” ujarnya.

Pendidikan yang bertanggung jawab, prodi dalam melaksanakan proses Akademik bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan yang diajarkan hingga dapat menghasilkan lulusan yang berkuialitas.

“Kurikulum yang digunakan Prodi Keperawatan sesuai dengan permintaan oleh organisasi profesi (PPNI) dan AIPNI, yang mengacu pada delapan kompetensi utama Ners Indonesia,” katanya.

Dalam melaksanakan kegiatan akademik prodi tidak membeda-bedakan siapa pun, adil dalam proses penilaian, adil dalam memberikan reward dan sanksi baik kepada dosen ataupun kepada mahasiswa.

“Semua peraturan tentang reward dan sanksi bagi mahasiswa dan dosen tercantum dalam buku kode etika Universitas Malahayati Bandar Lampung dan telah di sahkan melalui SK Rektor No 1157.10.401.08.12,” katanya.[]

Menelisik Prodi Keperawatan Universitas Malahayati

PROGRAM Studi (Prodi) Keperawatan, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Malahayati (Unimal), didirikan sebagai upaya mendidik dan meningkatkan peran serta masyarakat, keluarga dan pasien untuk meningkatkan derajat kesehatannya.

Berdasarkan Izin penyelenggaraan program studi no 4470/D/T/2004 dialjutkan dengan Izin penyelenggaraan program pendidikan profesi ners 267/D/D/2008,  Surat  Keputusan BAN-PT no 488/SK/BAN-PT/Akred/PN/XII/2014 tentang nilai dan peringkat akreditasi program studi keperawatan  dan program studi ners. Dengan nilai B (304 dan 307). SK pendirian  Akper  no 2757/D/T/K-II/2009/ (perpanjangan), izin pendirian Akper dimulai sejak tahun 2000. memberikan ijin penyelenggaraan Program Studi Akademi keperawatan pada Universitas Malahayati.

Visi

“Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati menghasilkan lulusan Ners (Ns) yang berakhlak mulia, dan mampu bersaing serta kompeten dalam memberikan asuhan keperawatan, secara komprehensif khususnya pada pasien dengan kegawat-daruratan, dalam tatanan keluarga dan komunitas sesuai dengan standar kompetensi perawat nasional dan regional pada tahun 2018”

Misi

Menghasilkan lulusan Ners yang kompeten, baik secara kognitif, afektif dan psikomotor dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, khususnya pada pasien dengan kegawat-daruratan dalam tatanan keluarga dan masyarakat.

Menghasilkan lulusan Ners yang kompeten dalam melakukan penelitian guna mencari solusi masalah-masalah kesehatan/keperawatan khususnya pada pasien dengan kegawat-daruratan dalam tatanan keluarga dan masyarakat.

Menghasilkan lulusan Ners yang kompeten dan peka terhadap permasalahan sosial dan kesehatan khususnya pada permasalahan pasien dengan kegawat-daruratan dalam tatanan yang ada di keluarga dan masyarakat.

Memperluas jaringan kerja sama baik institusi pemerintah maupun swasta secara nasional dan regional dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan serta memperkenalkan calon lulusan pada dunia kerja.

Mengembangkan kurikulum dan sumber pembelajaran keperawatan yang berbasis kompetensi, khususnya pada keperawatan kegawat-daruratan dalam tatanan keluarga dan komunitas sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Ketua Prodi Ilmu Keperawatan Andoko, S.Kep.,Ns.,M.Kes, usaha yang telah dilakukan Prodi Keperawatan dalam mensosialisasikan visi misi cukup berhasil, ini terlihat dari hasil audit oleh Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) Universitas yang dilakukan pada tahun 2012.

“Dari hasil audit yang tertuang pada berita acara audit oleh LPMI (Lembaga Penjamin Mutu Internal) Universitas Malahayati No. 104.80.408.07.12 terlihat bahwa tingkat efektifitas tentang pemahaman visi misi mendapatkan nilai 2.0 (rentang nilai 1-4). Hasil ini memberikan gambaran kepada Prodi Keperawatan (Ners) FK Universitas Malahayati untuk terus melakukan peningkatan sosialisasi visi misi Prodi Keperawatan kepada seluruh civitas akademika,” jelas dia kepada malahayati.ac.id

Tujuan Program Studi Prodi ilmu keperawatan

Memiliki kompetensi yang handal secara kognitif, afektif dan psikomotor untuk dapat memecahkan permasalahan kesehatan/keperawatan yang ada pada pasien, khususnya permasalahan yang ada di keluarga dan masyarakat.

Memiliki kompetensi dalam melakukan penelitian untuk memecahkan permasalahan kesehatan/keperawatan yang ada pada pasien, khususnya pada kasus-kasus di keluarga dan masyarakat.

Memiliki kompetensi untuk dapat melakukan pengabdian masyarakat sehingga memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam menangani permasalahan-permasalahan pasien dalam konteks keluarga dan masyarakat.

Beriman, bertaqwa, bermoral dan beretika profesi sebagai seorang perawat profesional. Bersifat terbuka dan tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

Mampu mencermati dinamika perubahan yang terjadi di masyarakat dengan lebih mengedepankan pelayanan keperawatan keluarga dan komunitas secara komprehensif. Mampu mengenali dan menganalisis masalah kesehatan secara tepat, serta bersama masyarakat, keluarga dan pasien melakukan upaya pemecahan masalah []

 

Apa Kata Rektor Kadafi Soal Seminar Generasi Emas?

USAI memberi sambutan, Rektor Universitas Malahayati, Dr Muhammad Kadafi SH MH, tekun menyimak materi yang disampaikan pamateri seminar bertajuk “Lahirkan Generasi Emas dengan Brain Booster,” Sabtu 18 April 2015.

Ia baru meninggalkan tempat seminar di Gedung Graha Bintang, Universitas Malahayati, Bandar Lampung, menjelang berakhirnya acara. “Seminar seperti ini sangat positif. Agar kita semua bisa paham bagaimana membentuk generasi penerus kita di masa depan. Dari sini, kelak akan lahir generasi emas yang mampu bicara di dunia internasional,” katanya.

Kadafi mengatakan, untuk menciptakan sebuah generasi yang brilian tak seperti membalikkan telapak tangan. “Harus dirancang dengan matang. Bahkan sudah mulai dipikirkan sebelum si ibu mengandung. Artinya ada konsep yang jelas sebelum si anak ini lahir. Dan proses seperti ini tentu saja harus melibatkan banyak pihak,” kata Kadafi lagi.

Itulah sebabnya, Kadafi mengapresiasi Prodi Kebidanan Universitas Malahayati yang telah mengadakan seminar yang dinilainya sangat bermutu dan bermanfaat. “Narasumber yang ditampilkan juga sangat bagus. Antara thema seminar dan pembicaranya sangat pas, sehingga pesertanya bisa memahami apa yang disampaikan di dalam seminar,” kata Kadafi.

Seminar ini, dihadiri lebih 1000 mahasiswa dari Prodi Kebidanan dan Keperawatan. Dimulai sejak pukul 09.00, acara yang digagas Prodi Kebidanan ini membuat mahasiswa tak beranjak meninggalkan kursinya. Pembicara yang tampil, ada yang dari Kementerian Kesehatan, yaitu dr Trisa Wahjuni Putri M.Kes dan dr Leny Evanita, MM.

Pembicara lainnya adalah Wayan Aryawati SKM, M.Kes., dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Selain itu juga ditampilkan juga Kepala Prodi Kebidanan Universitas Malahayati, Dainty Maternity SST, M.Kes.

Seminar yang berlangsung hingga petang ini mengupas bagaimana melahirkan generasi emas di masa depan. Bahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, seperti yang disampaikan Wayan Aryawati, sudah memiliki konsep Kebijakan Penerapan Brain Booster Provinsi Lampung. []