Posts

Mohammad Hatta; Bapak Koperasi Indonesia

Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta (Bukittinggi, Sumatera Barat  12 Agustus 1902– Jakarta, 14 Maret 1980) adalah  pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Ekonomi Kerakyatan, dimana ia  merupakan salah satu peletak dasar ekonomi Indonesia yang bertumpu kepada ekonomi kerakyatan.

Salah satu hasil Mohammad Hatta di bidang ekonomi adalah Pasal 33 UUD 1945, Pasal ini merupakan salah satu undang-undang yang mengatur tentang Pengertian Perekonomian, Pemanfaatan SDA, dan Prinsip Perekonomian Nasional, yang bunyinya sebagai berikut:

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
  3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
  5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

Pada tahun 1923 Hatta lulus dalam ujian handels economie (ekonomi perdagangan). Sejak dulu, Hatta memang tertarik dengan perkumpulan-perkumpulan pemuda. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond. Setelah terpilih sebagai bendahara, ia menyadari menyadari pentingnya arti keuangan bagi hidupnya. Namun sumber keuangan akan lancar apabila rasa tanggung jawab dan disiplin. Hal tersebut juga menjadi ciri khas Mohammad Hatta yaitu  tanggung jawab dan disiplin.

Pada bulan Juli 1951, pada kesempatan Hari Koperasi, Hatta berbicara di radio tentang koperasi. Pada tahun 1953 kontribusi Hatta terhadap koperasi, menjadikannya digelari sebagai “Bapak Koperasi Indonesia” pada Kongres Koperasi Indonesia.  Ide koperasi yang menjadi bagian integral dari perekonomian Indonesia membuat ia semakin dikenal. Ia juga menciptakan beberapa buku  tentang topik-topik ekonomi. |sumber: id.wikipedia.org, tokohindonesia.com