Posts

Seminar Kesehatan Bersama Dokter Ryan Thamrin

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Malahayati mengadakan Seminar Kesehatan Nasional 2015 yang akan diadakan Minggu, 11 Oktober 2015, Pukul 08.00-12.00 WIB di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Dengan Pembicara I oleh dr.Ryan Thamrin M.Kes (DR OZ Indonesia) mengenai “Fenomena Gaya Hidup Terhadap Kesehatan Reproduksi”, Pembicara II oleh dr. Dika Ori Putra, Sp.OG mengenai “Dampak Kesehatan Reproduksi Bagi Ibu dan Anak”, dan Pembicara III oleh Andoko, S.Kep,.Ns,.M.Kes mengenai “Merawat Kesehatan Reproduksi agar Tetap Harmonis, Romantis, dan Awet Muda Sepanjang Masa”.

Dengan Fasilitas yang diberikan:
-Sertifikat PPNI 1 SKP
-Sertifikat IBI 1 SKP
-Seminar Kit
-Snack
-Soft Drink (VIP)
-Special Place (VIP)
-Full Doorprize

Tiket Terbuka Untuk Umum

Harga Tiket Masuk:
VIP        : 130.000
UMUM : 100.000

Catatan:

Setelah Tanggal 20 September Harga Tiket Naik 10%, 1 Oktober Harga Tiket 20%, dan On The Spot 30%.

Untuk info lebih alnjut dapat menghubungi Contac Person Pendaftaran

Chandra: 081373615778
Mukhbit: 089631190745

Bank Bni
361 827542 A/N Mukhbit Agung W

Penyakit Menular di Tema Seminar Kesehatan

Seminar Dampak Seks Bebas Usia Muda merupakan salah satu rangkaian Dies Natalis Universitas Malahayati ke 22, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan efek positif kepada pesertanya.

Semiar yang diadakan di Ruang MCC, Kamis 20 Agustus 2015 diikuti oleh seluruh siswa/i SMA/SMK di kawasan Bandar Lampung dan mahasiswa/i Universitas Malahayati. Ketua Panitia semnar, Andoko.S.Kep.,Ns.,M.Kes menyampaikan,”Dengan adanya informasi yang diberikan melalui seminar ini dapat memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dan pelajar tentang bahaya nya seks bebas, menjauhkan dari adanya ancaman seks bebas pada generasi penerus bangsa. Seperti yang disampaikan materi kedua yang disampaikan langsung oleh Andoko.S.Kep.,Ns.,M.Kes dengan tema Penyakit Menular Seksual.

Ia menjelaskan, “Penyakit menular seksual (PMS) adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual, pms juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga kelahiran dan menyusui”. Ujarnya.

Menurut The Centers for Disease Control (CDC) terdapat lebih dari 15 juta kasus pms dilaporkan pertahunnya. Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) dan lebih dari 3 juta kasus adalah kelompok umur yang memiliki resiko paling tinggi untuk tertular pms.

Dalam materi ini juga dijelaskan gejala-gejala umum pada laki-laki dan pada wanita. Hal ini bertujuan agar remaja sekarang mengerti akan bahayanya pergaulan bebas, dampak-dampak yang kan terjadi bila melakukan pergaulan bebas. Agar kasus-kasus dikalangan remaja seperti ini dapat menurun,”Ujar Andoko dalam materinya.[]

Dampak Psikologis Dari Tema Seminar Kesehatan

Seminar Kesehatan. Salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Malahayati dengan tema “Dampak Seks Bebas Usia Muda”, acara itu berlangsung di ruang Malahayati Carrer Center (MCC)  kamis 20 Agustus 2015.

“Tujuan dari acara ini adalah memberikan pengetahuan tentang bahayanya seks bebas dan sebagai acuan untuk kedepannya,” ujar Andoko.S.Kep.,Ns.,M.Kes selaku ketua panitia.

Dalam seminar yang diikuti oleh seluruh SMA/SMK di kawasan Bandar Lampung dan mahasiswa/i Universitas Malahayati ini para pemateri menyampaikan materi yang sangat baik dan bermanfaat untuk diketahui.

Salah satunya yang disampaikan oleh Lolita Sary S.Kep M.Kes, yaitu mengenai “Dampak Psikologi Perilaku Seks Bebas di Usia Remaja”.

Menurut data suryoputro, 2012. Sejak kurun waktu 2003-2012, 5-10% wanita dan 18-38% pria usia 16-24 tahun telah ‘melakukan hubungan seksual sebelum nikah’. Sedangkan menurut data Departemen Kesehatan, 2012. Anak usia 10-11 tahun sebesar 600.000 kasus, Remaja usia 12-14 tahun(tidak terdata) dan Remaja usia 15-19 tahun sebesar 2,2 juta kasus ‘hamil diluar nikah’.

Dan dari data itu adapun kasus aborsi yang dilakukan remaja karena terdorong rasa takut akan sanksi sosial/hukuman dari masyarakat. Menurut data mujayyanah, 2014. Lebih dari 200 wanita meninggal setiap harinya karena aborsi yang tidak aman, secara Fisik yaitu perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis, gangguan kesuburan infertilitas dan kematian. Dan secara psikologis, hilangya harga diri, perasaan dihantui dosa, dampak pernikahan, penghinaan masyarakat dan lain- lain.

Adapun hasil riset perilaku seks bebas pada remaja di Kecamatan “Ulu Belu” Kab. Tanggamus lampung. 30,3% remaja telah melakukan Petting – Intercouse sedangkan 69,7% telah melakukan Berciuman – Meraba.

Berikut dampak prilaku seks bebas mengenai hasil riset itu.

Cemas adalah emosi tanpa obyek yang spesifik, penyebabnya tidak diketahui dan didahului oleh pengalaman baru. Dan dari data riset itu terdapat 45,4% remaja yang cemas akan prilakunya dan 54,6% yang tak cemas karena menganggapnya biasa.

Rasa bersalah adalah suatu perasaan terhadap diri sendiri ketika perilaku seseorang melanggar batasan perilaku moral.Jika dari perasaan bersalah ada 38,7% dan 61,3% nya tak ada rasa bersalah.

Amarah adalah respon terhadap kecemasan yang dirasakan sebagai ancaman. Persentase adanya rasa marah ada 45,4% dan 54,6% sudah biasa.

Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup seseorang yang terjadi sebagai respon terhadap stimulus tertentu. 49,6% merasa takut setelah melakukan prilaku seks bebas dan 50,4% tak merasa takut.

Depresi adalah emosional yang berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berfikir, berperasaan dan perilaku). 24,4% ada rasa depresi dan 75,6% tak ada rasa depresi.

Rendah diri adalah respon individu yang mengangap dirinya sendiri tidak mempunyai kemampuan yang berarti. Dan hanya 48,7% yang merasa rendah diri dan 51,3% tak merasa rendah diri.

“Menurut hasil riset, bahkan di tingkat kabupaten pun banyak prilaku seks bebas yang dilakukan pada remaja,” ujar Lolita.

Dan tujuan dari materi ini berharap para remaja sadar akan dampak psikologis dari prilaku seks bebas dan “pesan untuk remaja kuatkan keimanan kita kepada Tuhan, tentukan visi dan misi hidup kita demi kesuksesan di masa depan, perbanyak mengukir prestasi , dan remaja harus punya pondasi kuat berupa nilai hidup sehat berdasarkan pemahaman dan kesadaran yang komprehensif tentang seksualitas termasuk risiko seksual,” ujar Lolita menambahkan.[]

Seminar Dies Natalis Memberikan Informasi akan Kesehatan

Seminar Dampak Seks Bebas Usia Muda menjadi salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalies Universitas Malahayati, kegiatan itu diharapkan dapat memberikan efek positif kepada pesertanya.

Ketua Panitia seminar, Andoko, kepada Malahayati.ac.id, Kamis 20 Agustus 2015, mengatakan
dengan adanya informasi yang diberikan melalui seminar itu dapat memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dan pelajar tentang bahanyanya seks bebas, menjauhkan dari adanya ancaman seks bebas pada generasi muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa ini. Pengetahuan akan pergaulan bebas memang sangat penting untuk menambah wawasan dan pengentahuan akan hal itu. Di Ruang MCC, Kamis 20 Agustus 2015.

Dalam seminar yang diikuti oleh seluruh SMA/SMK di kawasan Bandar Lampung juga diikuti seluruh mahasiswa/i Universitas Malahayati. Materi yang diberikan juga sangat baik dan bermanfaat untuk diketahui.

Pemateri pertama yang di sampaikan oleh Regina Locita Pratiwi yaitu mengenai Konsep Kesehatan Reproduksi, Seksual dan Hak. Dalam materi ini dijelaskan tentang keadaan sehat fisik, psikologi dan sosial yang berhubungan dengan fungsi dan proses sistem reproduksi lalu mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi.

Pengetahuan akan pegaulan bebas ini memberikan informasi akan kesehatan seksual. Kesehatan seksual adalah keadaan fisik, emosianal mental dan kesejahteraan sosial yang berkaitan dengan seksualitas. Pada tahun 2011, 69,6% atau 462 remaja telah melakukan pergaulan bebas, hasil survei perilaku pergaulan bebas terhadap 663 remaja laki-laki dan perempuan usia 15-25 tahun di Jabotabek, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.

Materi yang mudah diterima ini bertujuan agar pada hasil akhirnya remaja memiliki hak dan tanggung jawab akan kesehatan seksual dan reproduksi, memiliki semangat, tujuan hidup dan kebersamaan dan untuk kasus-kasus KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga), Aborsion, Menikah usia dini, IMS (Infeksi Menular Seks), HIV & AIDS, Kekerasan dan Narkoba dikalangan remaja juga dapat menurun,”Ujar Regina dalam materinya.[]

Mau Jadi Apa Sarjana Kesehatan Lingkungan?

Ilmu Kesehatan Lingkungan mempelajari hubungan interaksi antara masyarakat dengan lingkungan hidup yang memiliki potensi bahaya (menimbulkan) kesehatan baik diri maupun masyarakat disebuah wilayah atau kawasan. Baik kawasan permukiman, kawasan industry, kawasan pariwisata maupun transportasi. Misalnya udara yang tercemar bahan berbahaya, meminum air yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan, makan makanan menggunakan atau tercampur bahan kimia berbahaya dan lain sebagainya. Itu semua adalah potensi bahaya kesehatan masyarakat.

Kesehatan lingkungan juga mempelajari nyamuk di pemukiman baik yang menyebabkan penyakit demam berdarah, kaki gajah, radang otak. Tugas Sarjana dan profesi kesehatan lingkungan kelak menentukan sebuah kawasan sehat atau tidak dengan cara mengukur potensi bahaya kesehatan tersebut, menganalisa dan kalau terdapat potensi lingkungan yang membahayakan maka ahli kesehatan lingkungan diberi kewenangan untuk melakukan pencegahan dari bahaya tersebut.

Sejarah mencatat selama dunia masih ada, kesehatan lingkungan merupakan area (bidang) garapan kesehatan yang senantiasa muncul. Dengan kata lain proses pendidikan praktisi maupun ilmuwan akan senantiasa diperlukan sepanjang jaman, untuk melakukan pengawasan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

Di Indonesia, ilmu teori dan praktek kesehatan lingkungan dimulai sejak jaman penjajahan, bahkan secara global sejarah kesehatan lingkungan mencatat sudah menjadi perhatian (concern) sejak jaman Hippocrates yang menduga bahwa penyakit malaria adalah akibat udara buruk (mal-aria). Dengan kemajuan ilmu pengetahuan teori kejadian penyakit malaria diketahui ditularkan oleh nyamuk yang membawa parasit malaria.

Substansi atau area garapan kesehatan lingkungan akan berubah dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kondisi sosial ekonomi yang mengubah potensi bahaya kesehatan lingkungan pada masyarakat disebuah kawasan.

Kini Area garapan Tenaga Kesehatan Lingkungan amat luas, mulai dari penyehatan industry, pertambangan, perkotaan, sanitasi dasar, restoran, perhotelan, pest control, pariwisata, pelabuhan bandara, alat transportasi dan lain sebagainya.

Bergabunglah bersama kami di Institut Kesehatan Indonesia, Program Studi Kesehatan Lingkungan untuk menyehatkan Indonesia. Gelar kesarjanaannya adalah Sarjana Kesehatan Lingkungan dan dapat meneruskan kejenjang yang lebih tinggi yakni Praktisi Konsultan Kesehatan Lingkungan, Auditor Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Lingkungan, Environmental Health and Safety Specialist, Sanitarian yang bisa mandiri maupun bekerja diberbagai institusi.[]

Penulis: Prof. Umar Fahmi Achmadi, dr., MPH., Ph.D.* Wakil Rektor I Institut Kesehatan Indonesia – Jakarta.

Seminar Generasi Emas Dihadiri Seribu Mahasiswa

LEBIH 1000 Mahasiswa Ikuti Seminar bertajuk “Lahirkan Generasi Emas dengan Brain Booster” yang digagas Prodi Kebidanan Universitas Malahayati. Acara yang sudah dimulai sejak pukul 09.00 ini berlangsung di Graha Bintang, Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampng, Sabtu 18 April 2015.

Bahkan, Rektor Universitas Malahayati Dr. Muhammad Kadafi SH MH dan wakilnya dr Achmad Farich SKM ikut serta dalam seminar yang menghadirkan pembicara dari pusat dan daerah. Panita seminar menghadirkan dua pembicara dari Kementerian Kesehatan, dr Trisa Wahjuni Putri M.Kes dan dr Leny Evanita, MM.

Pembicara lainnya adalah Wayan Aryawati SKM, M.Kes., dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Selain itu juga ditampilkan juga Kepala Prodi Kebidanan Universitas Malahayati, Dainty Maternity SST, M.Kes.

Seminar yang berlangsung hingga petang ini mengupas bagaimana melahirkan generasi emas di masa depan. Bahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, seperti yang disampaikan Wayan Aryawatu, sudah memiliki konsep Kebijakan Penerapan Brain Booster Provinsi Lampung. []