Posts

Ibnu Hasyim, Umi Romayati Keswara, Ricko Gunawan dan Rilyani; Jurnal Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Kader Posyandu Di Wilayahkerja Upt Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan

Keberhasilan tugas para kader posyandu, sering didasarkan pada motivasi individual tanpa memulai sistem pendidikan yang tersistem dan berkelanjutan. Berdasarkan studi pendahuluan di 6 buah Posyandu diwilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Bintang Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan adalah kader yang tidak aktif sebagai kader posyandu sebanyak 13 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja Kader Posyandu di Wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan tahun 2014.

Hal tersebut manjadi dasar Ibnu Hasyim, Umi Romayati Keswara, Ricko Gunawan dan Rilyani bersama-sama melakukan sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Kader Posyandu Di Wilayahkerja Upt Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan”

Berikut selengkapnya jurnal 1-umi_ricko_rilyani

Robby Candra Purnama; Jurnal Pengaruh Lama Penyimpanan Garam Beriodium Terhadap Kadar Iodium Secara Iodometri

ROBBY Candra Purnama, akrab disapa Robby, adalah dosen tetap Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Putra Indonesia, Universitas Malahayati, Bandar Lampung yang juga Ketua Umum Malahayati Rider Community. Selain itu ia juga kerap menulis jurnal penelitian, salah satunya jurnal yang meneliti “Pengaruh Lama Penyimpanan Garam Beriodium Terhadap Kadar Iodium Secara Iodometri“.

Dalam hal ini membahas bahwa kekurangan iodium masih menjadi masalah besar di beberapa negara di dunia, khususnya negara-negara berkembang, karena semakin banyak gizi dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari maka semakin baik pula kemampuan manusianya. Garam merupakan salah satu media yang difortifikasi iodium, adapun garam yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah garam dengan bentuk kasar dan halus dengan penyimpanan yang berbeda-beda, ini akan berpengaruh terhadap kadar iodium pada garam konsumsi. Dan KIO3 merupakan zat oksidator, sehingga zat itu teredusi dengan penyimpanan dalam keadaan terbuka.

Dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah lama dan cara penyimpanan garam beriodium secara terbuka dan tertutup berpengaruh terhadap kadar iodium. Baca selengkapnya:

jurnal Robby Candra Purnama [part 1]

jurnal Robby Candra Purnama [part 2]

jurnal Robby Candra Purnama [part 3]

 

Lolita Sary dan Dina Dwi Nuryanti; Jurnal Hubungan Faktor Interpersonal dengan Komitmen Pencegahan Tersier pada Siswa Perokok di Kota Bandar Lampung Tahun 2013

SEJAK setengah abad yang lalu telah diketahui bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan pada perokok itu sendiri maupun orang-orang disekitarnya yang menghirup asap rokok. Asap rokok mengandung banyak racun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu lebih dari 4.000 macam racun yang 69 diantaranya bersifat karsinogenik (zat yang menyebabkan kanker) bagi manusia. Zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok antara lain: tar, karbon monoksida, sianida, arsen, formalin, nitrosamine, dan lain-lain. Merokok sama saja dengan memasukan bahan-bahan berbahaya kedalam tubuh. Penyakit-penyakit yang diketahui dapat disebabkan oleh rokok antara lain: kanker tenggorokan, kanker paruparu, kanker lambung, penyakit jantung koroner, pneumonia, gangguan sistem reproduksi, dan lain-lain.

Manfaat remaja mampu berhenti merokok sejak dini secara total maka tekanan darah dan kadar CO cenderung kembali normal, lingkungan social menjadi sehat, pengeluaran dapat dialihkan untuk kebutuhan lain.Berhenti merokok harus dimulai dari diri sendiri. Seseorang yang memiliki niat kuat untuk berhenti merokok akan lebih mampu berhenti merokok secara total. Untuk mampu berhenti merokok diawali dengan niat dan komitmen perokok untuk berhenti merokok. Hal inlah yang membuat Lolita Sary dan Dina Dwi Nuryanti tertarik melakukan penelitian yang mereka tuangkan dalam sebuah jurnal yang berjudul “Hubungan Faktor Interpersonal dengan Komitmen Pencegahan Tersier pada Siswa Perokok di Kota Bandar Lampung Tahun 2013“.

Tujuan dalam penelitian ini diketahui pengaruh usia, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, kepercayaan, keluarga, teman, dan iklan terhadap komitmen pencegahan tersier pada siswa perokok di kota Bandar Lampung salahsatunya melalui media CD Interactive. Baca selengkapnya:

Jurnal Lolita Sary dan Dina

Rohadi, M Ricko Gunawan, Iit Imas Masitoh dan Dian Prima Furqon; Jurnal Hubungan Pola Makan Dengan Sindroma Dispepsia Remaja Putri di SMP Neger I Karya Penggawa Kab Pesisir Barat Tahun 2013

DISPEPSIA merupakan kumpulan gejala berupa keluhan nyeri, perasaan tidak enak perut bagian atas yang menetap atau episodik disertai dengan keluhan seperti rasa penuh saat makan, cepat kenyang, heartburn, kembung, sendawa, anoreksia, mual, dan muntah. Berdasarkan ada tidaknyapenyebab dan kelompok gejala maka dispepsia dibagi atas dispepsia organik dan dispepsia fungsional (Tarigan, 2003).

Besarnya angka kejadian sindroma dispepsia pada remaja sesuai dengan pola makannya yang sebagian besar tidak teratur. Dispepsia dapat disebabkan oleh banyak hal (Harahap, 2009). Menurut Annisa (2009, dikutip dari Djojoroningrat, 2001), penyebab timbulnya dispepsia diantaranya karena faktor pola makan dan lingkungan, sekresi cairan asam lambung, fungsi motorik lambung, persepsi visceral lambung, psikologi dan infeksi Helicobacter pylori. Menurut Susanti (2011), sindroma dispepsia dipengaruhi oleh tingkat stres, makanan dan minuman iritatif dan riwayat penyakit (gastritis dan ulkus peptikum).

Dispepsia dapat disebabkan oleh banyak hal. Hasil wawancara awal yang dilakukan peneliti terhadap 10 orang Siswi SMP Negeri Karya Penggawa, maka ditemukan dari 10 siswa 6 diantaranya mengalami sindroma dispepsia. Hal inilah yang mendorong keinginan Rohadi, M Ricko Gunawan, Iit Imas Masitoh dan Dian Prima Furqon untuk mengetahui hubungan pola makan dengan sindroma dispepsia remaja putri Di SMP Negeri I Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2013 yang kemudian mereka tuangkan kedalam sebuah jurnal penelitian. Dengan tujuan diketahui hubungan pola makan dengan sindroma dispepsia remaja putri di SMP Negeri Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2013.

Baca selengkapnya:

9. Rohadi_Ricko_Iit

Bambang Hirawan, Dessy Hermawan dan Rika Yulendrasari: Jurnal Hubungan Lamanya Pemasangan Kateyer Intravena Dengan Kejadian Flebitis di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani Metro Tahun 2013

PEMENUHAN kebutuhan cairan dan elektrolit merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia secara fisiologis. Air merupakan komponen kritis dalam tubuh karena fungsi sel bergantung pada lingkungan cair. Air menyusun 60-70 % dari seluruh berat badan (Potter & Perry, 2006). Dalam jumlah yang kira-kira sama, air dan elektrolit yang masuk kedalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin, keringat dan pernafasan. Fenomena fisiologis dimana tubuh memelihara keseimbangan ini dikenal dengan nama homeostatis. Terapi cairan parenteral dibutuhkan apabila asupan nutrisi melalui oral tidak memadai (Otsuka, 2012).

Pemberian cairan parenteral diberikan melalui terapi intravena dengan pemasangan kateter intravena. Tindakan terapi intravena bertujuan untuk mensuplai cairan melalui vena ketika pasien tidak mampu mendapatkan makanan, cairan elektrolit lewat mulut, untuk menyediakan kebutuhan garam untuk menjaga keseimbangan cairan, untuk menyediakan kebutuhan gula sebagai bahan bakar untuk metabolisme, dan untuk menyediakan beberapa jenis vitamin yang mudah larut melalui intravena serta untuk menyediakan medium untuk pemberian obat secara intravena (Smeltzer, 2002).

Pemberian terapi intravena diperlukan secara terus menerus dan dalam jangka waktu tertentu sehingga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi dari pemasangan infus, salah satunya adalah flebitis. Insiden flebitis meningkat sesuai dengan lamanya pemasangan jalur intravena, komposisi cairan atau obat, ukuran dan tempat kanula dimasukkan, pemasangan jalur intravena yang tidak sesuai, dan masuknya mikroorganisme pada saat penusukan. Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan terhadap 25 pasien yang terpasang infus lebih dari tiga hari, terdapat 6 pasien (24%) yang mengalami tanda-tanda flebitis, sehingga mengakibatkan bertambahnya masa rawat di Rumah Sakit dibandingkan 19 pasien (76 %) yang tidak mengalami tanda-tanda flebitis.

Hal itulah yang membuat Bambang Hirawan, Dessy Hermawan dan Rika Yulendrasari melakukan sebuah penelitian yang mereka tuangkan dalam sebuah jurnal penelitian. Dengan judul “Hubungan Lamanya Pemasangan Kateyer Intravena Dengan Kejadian Flebitis di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani Metro Tahun 2013”. Dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lamanya pemasangan kateter intravena dengan kejadian flebitis di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Jend. A. Yani Metro tahun 2013.

Baca Selengkapnya:

8. Bambang_Dessy_Rika

Magister Kesehatan Masyarakat Masih Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

AYO raih gelar Megister Kesehatan di Universitas Malahayati! Dengan motto “Your Public Health Change Agent”, Pasca Sarjana FKM Malahayati sudah terakreditasi “B”. Disini Anda bisa memilih beberapa peminatan seperti Manajemen Pelayanan, Perilaku & Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi, Biostatistik, dan Gizi Masyarakat.

Fasilitas yang lengkap dan mendukung perkuliahan seperti ruang kuliah Ekslusif, full AC, dan IQ Board akan membuat suasana belajar menjadi lebih efektif dan nyaman. Perkuliahan dengan sistem tatap muka dan E-learning, internet hotspot area dan kegiatan seminar rutin yang diadakan di kampus akan menunjang keilmuan yang sedang anda gali. Magister FKM sendiri menawarkan beberapa peminatan seperti Manajemen Pelayanan, Perilaku & Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi, Biostatistik, dan Gizi Masyarakat.

Berdiri tahun 2002 dengan visi Terwujudnya lulusan Kesehatan Masyarakat yang mampu bersaing, kompeten dan berkarakter di bidang kesehatan masyarakat di tingkat nasional dan regional pada tahun 2015. Magister Fakultas Masyarakat sudah meluluskan ratusan mahasiswa yang siap bersaing di dunia kerja.Tentunya dengan misi yang mendukung keinginan itu, staff pengajar yang berkompeten dengan dedikasi dan integritas tinggi, mahasiswa akan mampu menyerap ilmu dengan baik.

Bagi yang berminat, info lebih lengkap bisa menghubungi panitia penerimaan mahasiswa baru Universitas Malahayati, isi formulir online atau datang langsung ke Gedung Perpustakaan Pusat Lantai 7 Jalan Pramuka No. 27, Kemiling, Bandar Lampung, Telp (0721)273592, 271112; — Fax: (0721) 271119 CP : Muhammad, S.Kom.,MM (0821 8688 9977, 081366427888), Email : muhammad.6889977@gmail.com Meni Sutarsih, S.Pd.,M.Si (0821 8500 0515).[]

Yunni Eka Lestari, Aryanti Wardiyah, Samino dan Lolita Sary; Jurnal Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Hamil dengna Penggunaan Kelambu Berinsektisida Long Lasting Insect Net (LLINS) di Wilayah Puskesmas Way Nipah Kab. Tanggamus

PENYAKIT malaria di Indonesia merupakan salah satu penyakit menular yang upaya pengendalian dan penurunan kasusnya merupakan komitmen internasional dalam Millenium Development Goals (MDGs) (Profil Kesehatan RI, 2008). Target yang disepakati secara internasional oleh 189 negara adalah mengusahakan terkendalinya penyakit malaria dan mulai menurunnya jumlah kasus malaria pada tahun 2015 (http://gudangmakalah.com, 2012).

Penyakit malaria juga merupakan salah satu penyakit yang membahayakan kehamilan. Pemerintah telah melaksanakan program eliminasi malaria melalui distribusi kelambu berinsektisida Long Lasting Insect Net (LLINs). Pada kenyataannya setelah pembagian kelambu masih banyak ibu hamil yang tidak menggunakan kelambu berinsektisida Long Lasting Insect Net (LLINs) dengan baik.

Hal itulah yang membuat Yunni Eka Lestari, Aryanti Wardiyah, Samino dan Lolita Sary melakukan sebuah penelitian yang mereka tuangkan dalam jurnal penelitian dengan judul “Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Hamil dengna Penggunaan Kelambu Berinsektisida Long Lasting Insect Net (LLINS) di Wilayah Puskesmas Way Nipah Kab. Tanggamus“. Dengan tujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan pengetahuan dengan perilaku penggunaan kelambu berinsektisida Long Lasting Insect Net (LLINs) di wilayah kerja Puskesmas Way Nipah.

Baca selengkapnya:

6. Yuni_Aryanti

Wujudkan Cita-Cita Bersama Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

AYO raih gelar Megister Kesehatan di Universitas Malahayati! Dengan motto “Your Public Health Change Agent”, Pasca Sarjana FKM Malahayati sudah terakreditasi “B”. Disini Anda bisa memilih beberapa peminatan seperti Manajemen Pelayanan, Perilaku & Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi, Biostatistik, dan Gizi Masyarakat.

Fasilitas yang lengkap dan mendukung perkuliahan seperti ruang kuliah Ekslusif, full AC, dan IQ Board akan membuat suasana belajar menjadi lebih efektif dan nyaman. Perkuliahan dengan sistem tatap muka dan E-learning, internet hotspot area dan kegiatan seminar rutin yang diadakan di kampus akan menunjang keilmuan yang sedang anda gali. Magister FKM sendiri menawarkan beberapa peminatan seperti Manajemen Pelayanan, Perilaku & Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi, Biostatistik, dan Gizi Masyarakat.

Berdiri tahun 2002 dengan visi Terwujudnya lulusan Kesehatan Masyarakat yang mampu bersaing, kompeten dan berkarakter di bidang kesehatan masyarakat di tingkat nasional dan regional pada tahun 2015. Magister Fakultas Masyarakat sudah meluluskan ratusan mahasiswa yang siap bersaing di dunia kerja.Tentunya dengan misi yang mendukung keinginan itu, staff pengajar yang berkompeten dengan dedikasi dan integritas tinggi, mahasiswa akan mampu menyerap ilmu dengan baik.

Bagi yang berminat, info lebih lengkap bisa menghubungi panitia penerimaan mahasiswa baru Universitas Malahayati, isi formulir online atau datang langsung ke Gedung Perpustakaan Pusat Lantai 7 Jalan Pramuka No. 27, Kemiling, Bandar Lampung, Telp (0721)273592, 271112; — Fax: (0721) 271119 CP : Muhammad, S.Kom.,MM (0821 8688 9977, 081366427888), Email : muhammad.6889977@gmail.com Meni Sutarsih, S.Pd.,M.Si (0821 8500 0515).[]

Raih Gelar Diploma, Sarjana dan Megister di Universitas Malahayati

LULUS SMA mau lanjut kuliah? Ke Universitas Malahayati aja. Universitas Malahayati dilengkapi dengan fasilitas yang memadai serta dibimbing oleh tenaga pengajar yang berkompeten.

Sekarang Ada beberapa program studi baru seperti; Program Studi Ilmu Hukum Program Sarjana, Program Studi Farmasi (S1), dan program Studi Psikologi lho. Ketiga Prodi itu diselenggarakan oleh Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung, Kota Bandar Lampung. Jadi calon mahasiswa yang berminat kuliah di Fakultas Hukum bisa segera mendaftar secara online atau langsung datang ke Sekretariat PMB di Malahayati. Selain itu ini daftar program studi yang bisa diambil di Malahayati:

FAKULTAS KEDOKTERAN

  • Program Studi Kedokteran Umum
  • Program Studi Ilmu Keperawatan (S1)
  • Program D-3 Kebidanan
  • Program Studi Diploma IV Bidan Komunitas
  • Program Studi Farmasi (S1)
  • Program Studi Psikologi

FAKULTAS EKONOMI

  • Program Studi Ekonomi Akuntansi
  • Program Studi Ekonomi Manajemen

FAKULTAS TEKNIK

  • Program Studi Teknik Sipil
  • Program Studi Teknik Mesin
  • Program Studi Teknik Industri
  • Program Studi Teknik Lingkungan

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

  • Program Studi Kesehatan Masyarakat

FAKULTAS PROGRAM PASCA SARJANA

  • Magister Kesehatan Masyarakat

AKADEMI FARMASI & ANALISIS MAKANAN

  • Program Studi Diploma III Farmasi & Makanan

Temuan Populer dan Bermanfaat Ini Ternyata Karya Anak Bangsa Indonesia

 

INDONESIA memiliki anak bangsa yang begitu hebat dan berpotensi di segala bidang. Baik itu teknik, teknologi, kesehatan, dan masih banyak lagi. Misalnya si jago hacker tanpa kuliah Jim Geoverdi, lalu Warsito Taruno sang pencipta mesin scanning MRI , ada juga penemu kromosom Joe-Hin Tjio yang juga orang Indonesia. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Tapi kalian pasti tidak menyangka jika beberapa penemuan populer ini merupakan karya anak Indonesia. Penemuan itu seperti:

1. Kontainer Nuklir (Yudi Utomo Imardjoko)

container nuclear biologi

Seorang Peneliti dan Ketua Jurusan Teknik Nuklir Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM), Yudi Utomo Imardjoko, berhasil menemukan kontainer limbah nuklir. Temuan tersebut merupakan hasil penelitian bersama lima koleganya. Kontainer tersebut berbentuk silinder berbahan titanium. Diameternya 1,6 meter dengan panjang 4 meter. Sedangkan dindingnya setebal 24 sentimeter.

Pemikiran Yudi didasarkan pada kemungkinan penanganan limbah radioaktif nuklir dari uraian uranium dan plutonium. Diperkirakan jika ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia berkapasitas 1000 megawatt, paling tidak per tahun menghasilkan limbah sebanyak 797 ton. Klasifikasinya ialah 27 ton limbah aktivitas tinggi, limbah aktivitas sedang sebanyak 310 ton sedangkan limbah aktivitas rendah 460 ton. Untuk mendaur-ulangnya, dibutuhkan wadah penyimpanan yang memadai.

Ide kontainer limbah nuklir Yudi dibangun berdasarkan fungsi untuk menimbun limbah tersebut. Limbah yang disimpan tersebut harus dibiarkan molekulnya meluruh sendiri dalam tenggang waktu yang panjang. Jika secara fisik dan kimia telah dinyatakan stabil barulah bisa dipindahkan ke tempat yang terisolasi dari lingkungan, karena bagaimana pun juga limbah nuklir tersebut tetap berbahaya bagi lingkungan.

Sayangnya temuan Yudi yang diperkirakan mampu menyimpan limbah nuklir sampai 10 ribu tahun tersebut tak terpakai, sebab hingga saat ini di Indonesia belum ada pembangkit listrik tenaga nuklir. Diperkirakan bangsa kita baru membutuhkannya 50 tahun mendatang. Padahal penemuan tersebut sudah memperoleh hak paten di Indonesia dan Amerika sejak lama.

2. Kontruksi beton penyangga jalan layang (Tjokorda Raka Sukawati)

konstruksi sosrobahu

Tjokorda Raka Sukawati berhasil menemukan teknik pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas karena bahu jalan kota besar yang sempit. Bahu tiang jalan layang yang kerap disebut Sosrobahu (artinya : seribu pundak) tersebut bisa memutar beton seberat 480 ton sebesar 90 derajat. Berdasarkan kalkulasi eksak, kontruksi Sosrobahu mampu bertahan hingga satu abad lamanya.

Teknik Sosrobahu dipakai pada pembangunan jalan layang tol Cawang-Tanjung Priok (16,5 kilometer) awal November 1989 silam. Namun enam tahun setelahnya Direktur Jenderal Hak Cipta Paten dan Merek Indonesia baru mengeluarkan hak paten. Hal tersebut tergolong lambat sebab tahun 1992 Jepang, Malaysia, dan Filipina sudah terlebih dahulu menerbitkan hak paten.

Tjokorda Raka Sukawati yang lahir di Ubud ini sempat meraih Gelar Insinyur di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menempuh karier di PT Hutama Karya hingga menjabat sebagai direktur perusahaan.

Hasil temuan Tjokorda yang dijuluki putra ASEAN ini sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

3. BJ Habibie jagoan pembuat pesawat terbang

pesawat N250

Tak dipungkiri, mantan presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, adalah jago pembuat pesawat terbang asli Indonesia. Ketika masih kuliah di Jerman dan tengah menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat mendapat gelar doktor, Habibie diharuskan membuat pesawat yang kecepatannya 20 kali kecepatan suara.

Waktu ia menyelesaikan S-3, ia wajib merancang pesawat terbang yang terbangnya 20 kali kecepatan suara. Seperti apa pesawatnya bahkan dia sendiri tidak bisa membayangkan tapi harus dikembangkan, kalau tidak, konon tidak dapat S-3. Sewaktu mengembangkan pesawat tersebut, Habibie bekerja di perusahaan kecil di Hamburg, Jerman. Singkat cerita, usai berhasil mengembangkan pesawat tersebut, Habibie langsung disuruh pulang ke Tanah Air. Dia diminta mengembangkan industri strategis di dalam negeri.

Sesampainya di Indonesia, Habibie mulai mengembangkan industri penerbangan nasional dengan membuat pesawat N 250 yang dikerjakan hanya 20 orang. Namun harapan untuk memajukan industri strategis ini kandas ketika Habibie diangkat menjadi Wakil Presiden.

4. Penemu jaringan 4G (Prof. Khoirul Anwar)

jaringan 4G

Teknolgi 4G LTE adalah teknologi yang banyak digunakan oleh produsen smartphone di seluruh dunia. Teknologi jaringan internet super cepat ini membuat proses transfer data lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dengan teknologi 3G yang selama ini banyak dikenal orang.

Prof. Khoirul Anwar adalah penemu teknologi 4G tersebut sekaligus pemegang hak paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Sistem ini mampu menurunkan energi hingga 5dB atau 100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan.

Hasil temuan anak bangsa Indonesia tersebut sejauh ini telah digunakan perusahaan elektronik besar asal Jepang. Selain itu teknologi ini tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei Technology.

Pria asal Kediri ini adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan predikat cumlaude. Lulus dari ITB dia melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor pada 2008. Khoirul juga sempat menerima penghargaan IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, di California.

Ide awalnya Khoirul mencoba mengurangi daya transmisi guna meningkatkan kecepatan laju data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) tapi hasilnya kecepatan transmisi justru meningkat.