Posts

Stand Fakultas Kesehatan Masyarakat Menyuguhkan Aneka Makanan Khas Lampung

FAKULTAS Kesehatan Masyarakat membuka stand bazar di halaman parkir gedung rektorat Universitas Malahayati. Stan yang dibuka sejak 31 Mei 2015 ini dibuka dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Malahayati ke-23, tanggal 27 Agustus mendatang.

Nampak ramai dari pengunjung, menandakan produk yang ditawarkan FKM begitu menarik. Mereka menjual berbagai makanan khas Lampung, diantaranya sambal asli Lampung, kerupuk kemplang, aneka kripik khas Lampung.

Selain itu mereka juga menyediakan berbagai jilbab, pakaian hingga produk kecantikan. Bazar tersebut juga menjadi salah satu sarana mereka mengaplikasikan ilmu pemasaran yang telah didapat dibangku kuliah. “Seperti praktek pemasaran langsung gitu,” ujar Desi Elvianti Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat semester empat.

Awalnya mereka ditawarkan oleh para dosen untuk menjual produk yang mereka buat sendiri. “Awalnya ditawarin sama dosen buat jualian barang sendiri, tapi masih takut jadi coba untuk memasarkan dulu deh,” ujar Listiana Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat semester empat.

Tari Nyambai; Tarian Khas Lampung Barat

TARI Nyambai diperkirakan lahir bersamaan dengan kebiasaan masyarakat untuk meresmikan gelar adat, pelaksanaanya diselenggarakan bersamaan dengan upacara perkawinan. Nama Nyambai diambil dari kata Cambai dalam bahasa Lampung berarti sirih. Sirih menjadi simbol keakraban bagi masyarakat Lampung pada umumnya. Oleh karena itu, sirih digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan upacara adat, yang memiliki makna berbeda-beda tergantung penempatanya.

Nyambai adalah acara pertemuan khusus diselenggarakan untuk Meghanai (bujang) dan Muli (gadis) sebagai ajang silaturahmi, berkenalan, dengan menunjukan kemampuannya dalam menari. Di lain pihak, kehadiran tari Nyambai digunakan sebagai salah satu sarana komunikasi dan media untuk mencari jodoh antara Muli dan Meghanai. Selain itu, tari Nyambai juga merupakan sarana untuk mempererat kekerabatan adat Saibatin

Tari Nyambai tergolong sebagai tari klasik, penampilan tari Nyambai diikuti dan dihadiri oleh kalangan bangsawan, yang diselenggarakandi Lamban Gedung. Lamban Gedung merupakan tempat tinggal Ketua Adat sekaligus istana yang digunakan untuk musyawarah adat.

Konon tari Nyambai sudah dipertunjukan sebelum Indonesia merdeka namun tidak diketahui secara pasti awal kemunculannya. Tari Nyambai adalah salah satu bentuk seni pertunjukan dalam konteks upacara perkawinan yang ditarikan oleh putra dan putri dari para para ketua adat. Tari ini dijadikan salah satu sarana untuk tetap mempertahankan daerah kebangsawan adat Saibatin. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwasanya tari Nyambai bagi adat Saibatin menunjukan adanya sebuah pretise dan legitimasi seorang Ketua Adat.

Gerakan tari Nyambai merupakan perpaduan dari dua bentuk pertunjukan yaitu tari Dibingi dan tari Kipas. Gerak dalam tari Nyambai terdiri dari tiga ragam yaitu, kekindai, Ngesesayak, dan Mampang kapas. Tiga ragam gerak ini dilakukan oleh Muli dan Meghanai secara berulang-ulang. Ragam gerak memiliki keunikan pada gerak yang dilakukan pada level rendah (jongkok).

Musik yang untuk mengiringi tari Nyambai, menggunakan dua alat musik yaitu Rebana dan Kulintang, berbeda dengan kulintang yang dikenal umum, yang bila dilihat secara fisik merupakan instrument yang terbuat dari bilah-bilah bambu. Kulintang Lampung bentuknya hampir sama dengan beberapa instrument yang tersebar di seluruh nusantara, misalnya Totobuang (Maluku), Talempong (Sumatra Barat) atau Bonang dalam karawitan Jawa. Selain kedua alat musik tersebut, tari Nyambai juga diiringi oleh alunan pantun yang disebut nga’ududang.

|sumber: tutorial-lampung.blogspot.co.id, id.wikipedia.org

sumber gambar: polpplampungbarat.com

Serdam, Mengungkapkan Isi Hati Sang Peniup

SERDAM adalah alat musik tiup tradisional dari Provinsi Lampung yang terbuat dari bambu dan memiliki nada pentatonis. Berbeda dengan Seruling atau Suling, Serdam umumnya menghasilkan nada dasar G = do, terdiri dari 5 lubang yang menghasilkan tangga nada berirama do, re, mi, sol, la dan si (1, 2, 3, 5, 6 dan 7).

Instrumen musik Lampung ini terbuat dari bambu yang berbentuk bulat berdiameter + 1 cm dengan panjang + 25,5 cm. Diameter lubang peningkah + 4 mm, jarak dari ujung buluh ke lubang peningkah + 4 cm, sedang jarak antara masing-masing lubang peningkah + 2 cm. Jarak lubang klep I dan klep II + 1,5 cm sedangkan jarak peniup ke klep I + 4 cm.

Serdam juga merupakan alat musik bersuara merdu dan menyayat hati, dengan pembawaan nada dari sang peniup untuk mengungkapkan isi hati. Alat musik tiup tradisional ini begitu merakyat pada masyarakat.

Fungsi :
Kegunaan Serdam sebagai alat hiburan. Dalam memainkan Serdam bersama-sama dengan instrument lainnya, Serdam biasanya untuk mengambil suara atau solis dan untuk mengiringi solis yang ada kaitannya dengan lagu.

Cara Memainkan:
Serdam biasanya dimainkan oleh seorang putra. Setiap satu Serdam dimainkan oleh seorang putra. Cara memainkannya ujung lubang peniup ditiup dan lubang-lubang penghasil nada ditutup dengan jari-jari. Seperti telah diterangkan di atas untuk mencari nada rendah atau tinggi dengan cara menutup atau membuka lubang-lubang jari yang ada di sepanjang tubuh Serdam. Instrumen ini dapat dimainkan dengan duduk, berdiri maupun berjalan.

Persebaran :
Mengenai persebaran alat ini, kiranya tidak akan mendapat kesulitan, sebab hampir semua lapisan masyarakat, gemar akan mendengarkannya. Dengan demikian alat ini mudah disebarluaskan sampai ke pelosok desa, baik melalui perorangan maupun secara kelompok.

 

||sumber: www.tradisikita.my.idibnuasmara.comwww.kamerabudaya.com dan berbagai sumber lainnya.[]

Geguduh, Kuliner Khas Lampung dengan Cita Rasa yang Manis

LAMPUNG kaya akan budaya dan kuliner. Secara kultural, Lampung memiliki dua masyarakat adat, yakni Lampung Sai Batin dan Lampung Pepadun. Keduanya sama-sama memiliki kebiasaan berkumpul. Saat berkumpul, diperlukan makanan yang bisa dinikmati bersama-sama. Selain seruit, Geguduh khas lampung juga bisa disajikan sebagai camilan saat berkumpul.

Geguduh adalah salah satu makanan dengan cita rasa manis yang dimiliki oleh Lampung. Makanan ini merupakan sejenis kue yang bahan baku utamanya adalah pisang pisang yang dihaluskan sampai lembut. Pisang yang sudah dihaluskan ditambah dengan tepung terigu, diaduk hingga merata. Setelah itu anda bisa menambahkan susu, selai, dan rasa lainnya sebelum kemudian digoreng dan disajikan sebagai teman minum kopi atau juga nikmat sebagai sajian dalam acara-acara tertentu.

Pisang yang biasa digunakan dalam makan ini adalah Pisang Kapok. Sedangkan untuk menambah aroma pada kuliner yang satu ini, orang Lampung biasanya menggunakan air kapur sirih, dan juga anda bisa menambah aroma daun pandan. ||Dari berbagai sumber.[]

Rotan ini Dijadikan Lalapan Khas Lampung

ROTAN dapat diolah menjadi makanan? Sebagian orang mungkin lebih mengenal rotan sebagai bahan kerajinan seperti furniture, namun tidak untuk sebagian masyarakat Lampung tradisional. Untuk masyarakat lampung rotan ini diolah menjadi sebuah lalapan yang disebut Umbu.

Secara kultural, Lampung memiliki dua masyarakat adat, yakni Lampung Sai Batin dan Lampung Pepadun. Umumnya masyarakat Lampung gemar berkumpul dan bersilaturahmi. Mereka berkumpul di acara pernikahan, acara adat, atau acara keagamaan. Baik antar keluarga maupun antar tetangga. Umbu khas lampung ini juga bisa disajikan sebagai lalapan saat makan bersama.

Berbicara soal lalapan, tak salah bila berfikir lalapan itu adalah makanan yang berasal dari daun segar maupun yang di rebus. Namun tidak untuk yang satu ini, Umbu ialah lalapan yang terbuat dari rotan muda yang di rebus hingga lunak.

Umbu ini cenderung bercita rasa pahit seperti pare, tetapi pahit umbu ini dapat membangkitkan nafsu makan. Nikmat bila disajikan bersama seruit khas Lampung sebagai pelengkap makanan pokok Anda. ||Dari berbagai sumber.[]

Tempoyak Olahan Fermentasi Durian Dengan Rasa Unik

TEMPOYAK merupakan mahanan khas Lampung yang terbuat dari olahan fermentasi durian dengan rasa yang unik, meskipun dengan aroma yang sedikit menyengat. Tempoyak biasanya dikonsumsi sebagai lauk saat menyantap nasi dan dapat juga dimakan langsung. Selain itu tempoyak juga sering dijadikan bumbu masakan.

Makanan dengan citra rasa asam ini cukup terkenal diberbagai daerah terutama di Bengkulu, Palembang, dan Kalimantan bahkan tempoyak terkenal hingga ke Negeri Jiran Malaysia.

Membuat tempoyak pun tidak sulit, makanan ini dibuat dengan cara menyiapkan daging durian, baik durian lokal atau durian monthong (kurang bagus karena terlalu banyak mengandung gas dan air). Pilih durian yang sudah masak, biasanya yang sudah nampak berair. Pisahkan daging durian dari bijinya, lalu diberi sedikit garam. Setelah selesai, lalu ditambah dengan cabe rawit agar mempercepat proses fermentasi.

Simpan adonan dalam tempat yang tertutup rapat. Usahakan untuk disimpan dalam suhu ruangan. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas, namun fermentasi akan berjalan lebih lambat. Proses fermentasi tidak membutuhkan waktu yang lama karena akan mempengaruhi cita rasa akhir.

Tempoyak yang telah difermentasi selama 3-5 hari cocok untuk dibuat sambal, karena sudah asam dan masih ada rasa manisnya. Sambal tempoyak biasanya dipadukan dengan ikan Teri, ikan mas, ikan mujair ataupun ikan-ikan lainnya.

Nikmatnya Seruit Makanan Khas Lampung

SERUIT adalah Makanan khas Lampung dengan masakan ikan yang digoreng atau dibakar dicampur sambal terasi, tempoyak (olahan durian) atau mangga. Biasanya masyarakat Lampung menggunakan jenis ikan sungai seperti belide, baung, layis dll, dan ditambah lalapan.

Umumnya masyarakat Lampung gemar berkumpul dan bersilaturahmi. Mereka berkumpul di acara pernikahan, acara adat, atau acara keagamaan. Baik antar keluarga maupun antartetangga.

Hidangan Seruit biasanya disajikan saat masyarakat lampung sedang berkumpul agar bisa dinikmati bersama-sama. Lampung memiliki dua masyarakat adat, yakni Lampung Sai Batin dan Lampung Pepadun. Bagi Lampung Pepadun, seruit adalah makanan pokok.

Jika kalian ingin membuat seruit pastikan bahwa ikan yang sudah disediakan terlebih dahulu dibumbui dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Bumbunya berupa bawang putih, garam, kunyit, dan jahe. Setelah itu, ikan pun dibakar selama sepuluh menit. Jika ikan sudah setengah matang olesi ikan dengan kecap manis dan campuran bumbu dari bawang putih, garam, dan ketumbar. Sementara itu, siapkan bahan untuk membuat sambal seruit berupa cabai merah, cabai kecil, garam, rampai, dan terasi. Bahan sambal ini lalu ditumbuk hingga halus.

Tak ketinggalan tambahkan tempoyak, yaitu durian yang sudah diawetkan dan dihaluskan. Jangan Lupa juga untuk menambahkan beberapa jenis lalapan, seperti daun kemangi timur, terong baker, jengkol, dan daun jambu monyet. Bahan tambahan ini kemudian dicampurkan dan diaduk menjadi satu. Barulah seruit siap dinikmati.[]

Sulam Usus, Sulaman Khas Lampung

Selain memiliki kain tapis sebagai kerajinan khas Lampung, ternyata Lampung masih memiliki satu lagi kerajinan tangan dalam bentuk kain yang juga sangat terkenal disebut sebagai Sulam usus. Sulam usus adalah Sulaman yang berbahan baku kain satin berbentuk usus ayam dengan motif yang khas. Sulam Usus dirajut dengan benang emas dan adapula yang  disertai  dengan kaca dan uang  logam kuno.

Pada awalnya, sulam usus merupakan bagian dari pakaian adat pengantin wanita daerah Lampung, yang berfungsi sebagai penutup bagian dada (bebe) di atas balutan kain tapis. Selanjutnya, sulam usus dikreasikan sebagai baju, kebaya, atau gaun yang dipadu padankan dengan bawahan kain.

Sulam usus juga memiliki beragam model rancangan dan aksesoris. Selain memiliki motif klasik khas Lampung, kain Sulaman Usus ini banyak dicari oleh para wisatawan sebagai salah satu oleh-oleh khas Lampung.

Sulam Usus memiliki nilai jual yang tinggi sulaman ini banyak dipasarkan di daerah; Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Sedangkan pemasaran ke luar negeri mencakup negara ; Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Di dalam negeri nilai penjualan sulam usus sangat tinggi. Sulam usus dihargai dari Rp.70.000; hinggaRp.500.000; per buah. Dan tergantung dengan motifnya. Semakin sulit motifnya, maka akan semakin mahal harganya.

Selain motif dan bentuk yang klasik, sulam usus juga sangat halus. Maka tak heran jika sulam usus diminati banyak orang baik pasar dalam negeri ataupun mancanegara.

Siger, Simbol dan Identitas Masyarakat Lampung

SIGER merupakan benda atau perangkat adat penting dalam ritual tradisional masyarakat Lampung. Benda tersebut berwujud sebuah mahkota logam berwarna keemasan yang memiliki detail bentuk yang sangat khas. Mahkota ini menjadi simbol kehormatan dan status sosial seseorang dalam masyarakat Lampung. Karena kekhasan bentuknya, siger menjadi simbol kedaerahan yang melekat pada Provinsi Lampung.

Siger yang biasa disebut sigokh dalam dialek Saibatin, memiliki bentuk simetris bilateral, memajang ke arah kiri dan kanan dari penggunanya. Di bagian atas, terdapat lekukan dengan jumlah spesifik. Jumlah lekukan di bagian atas mencirikan asal wilayah siger tersebut berasal. Selain dari lekukannya, asal daerah siger juga dapat dikenali dari detail-detail lain seperti rumbai-rumbai dan batangsekala.

Secara umum, variasi bentuk siger berkembang seiring perkembangan tradisi di dalam masyarakat adat di Lampung. Hal ini terlihat dari perbedaan bentuk siger dalam masyarakat adat Saibatin dan Pepadun. Siger dalam adat Saibatin yang mendiami daerah pesisir memiliki tujuh lekukan yang bermakna tujuh adoq (gelar adat dalam masyarakat Saibatin) yaitu suttan/dalom/pangeran (kepaksian/marga), raja jukuan/depati, batin, radin, minak, kimas, danmas/itton. Adapun siger dalam adat Pepadun memiliki sembilan lekukan yang melambangkan adanya sembilan marga (abung siwo megou).

Selain perbedaan dari kedua masyarakat adat tersebut, masuknya kebudayaan Hindu-Buddha dan Islam juga ikut memperkaya variasi bentuk siger yang ada di wilayah tertentu. Menurut riwayat sejarah, bentuk siger yang pertama kali berkembang dalam budaya Lampung adalahsigokh tuha, yang memiliki lima lekukan. Siger ini telah ada sejak masa kerajaan Hindu-Budha, yaitu Kerajaan Sekala Brak. Adapun pengaruh Islam yang diduga berasal dari Kesultanan Banten dan Cirebon terlihat dalam bentuk siger yang berkembang dalam adat Melinting yang mirip dengan siger Saibatin tetapi memiliki aksen berupa rumbai-rumbai yang menyerupai cadar.

siger3 siger4 siger2 siger

Tari Cangget Khas Lampung

LAMPUNG merupakan sebuah provinsi yang letaknya paling selatan di Pulau Sumatera. Sebagaimana masyarakat lainnya, mereka juga mengembangkan kesenian daerah yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi jatidirinya. Dan, salah satu kesenian yang ditumbuhkembangkan oleh masyarakat Lampung, khususnya Orang Pepadun, adalah jenis seni tari yang disebut “Tari Cangget”.

Konon, sebelum tahun 1942 atau sebelum kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia, tari cangget selalu ditampilkan pada setiap upacara yang berhubungan dengan gawi adat, seperti: upacara mendirikan rumah, panen raya, dan mengantar orang yang akan pergi menunaikan ibadah haji. Pada saat itu orang-orang akan berkumpul, baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan dengan tujuan selain untuk mengikuti upacara, juga berkenalan dengan sesamanya. Jadi, pada waktu itu tari cangget dimainkan oleh para pemuda dan pemudi pada suatu desa atau kampung dan bukan oleh penari-penari khusus yang memang menggeluti seni tari
tersebut.

Waktu itu para orangtua biasanya memperhatikan dan menilai gerak-gerik mereka dalam membawakan tariannya. Kegiatan seperti itu oleh orang Lampung disebut dengan nindai. Tujuannya tidak hanya sekedar melihat gerak-gerik pemuda atau pemudi ketika sedang menarikan tari cangget, melainkan juga untuk melihat kehalusan budi, ketangkasan dan keindahan ketika mereka berdandan dan mengenakan pakaian adat Lampung. Bagi para pemuda dan atau pemudi itu sendiri kesempatan tersebut dapat dijadikan sebagai arena pencarian jodoh. Dan, jika ada yang saling tertarik dan orang tuanya setuju, maka mereka meneruskan ke jenjang perkawinan

Tarian cangget yang menjadi ciri khas orang Lampung ini sebenarnya terdiri dari beberapa macam, yaitu:
  • Cengget Nyambuk Temui, adalah tarian yang dibawakan oleh para pemuda dan pemudi dalam upacara menyambut tamu agung yang berkunjung ke daerahnya.
  • Cangget Bakha, adalah tarian yang dimainkan oleh pemuda dan pemudi pada saat bulat purnama atau setelah selesai panen (pada saat upacara panen raya).
  • Cangget Penganggik, adalah tarian yang dimainkan oleh pemuda dan pemudi saat mereka menerima anggota baru. Yang dimaksud sebagai anggota baru adalah pada pemuda dan atau pemudi yang telah berubah statusnya dari kanak-kanak menjadi dewasa. Perubahan status ini terjadi setelah mereka melalukan upacara busepei (kikir gigi).
  • Cangget Pilangan, adalah tarian yang dimainkan oleh para pemuda dan pemudi pada saat mereka melepas salah seorang anggotanya yang akan menikah dan pergi ke luar dari desa, mengikuti isteri atau suaminya.
  • Cangget Agung adalah tarian yang dimainkan oleh para pemuda dan pemudi pada saat ada upacara adat pengangkatan seseorang menjadi Kepala Adat (Cacak Pepadun). Pada saat upacara pengangkatan ini, apabila Si Kepala Adat mempunyai seorang anak gadis, maka gadis tersebut akan diikutsertakan dalam tarian cangget agung dan setelah itu ia pun akan dianugerahi gelar Inten, ujian, Indoman atau Dalom Batin.

Gerakan Tari Cangget ini seperti gerakan sembah yang bertujuan sebagai pengungkapan rasa hormat lalu gerakan knui melayang yang sebagai lambang keagungan lalu gerak igel sebagai lambang gerak keperkasaan lalu gerak ngetir yaitu lambang keteguhan dan kesucian hati lau gerak rebah pohon yaitu lambang kelembutan hati lalu gerak jajak atau pincak yaitu lambang kesiagaan dalam menghadapi bahayat dan gerak knui tabang sebagai lambang rasa percaya diri.

Busana yang digunakan oleh penari perempuan seperti kain tapis, kebaya panjang, warna putih, siger, gelang burung, gelang ruwi, kalung papan jajar, buah jarum, bulu seratai, tanggai, peneken, anting-anting dan kaos kaki warna putih. Sedangkan untuk laki-laki seperti kain tipis setengah tiang, bulu seratai, ikat pandan, jubah dan baju sebelah.

maxresdefault tari cangget2 TARI-LAMPUNGTARI-LAMPUNG tari cangget2 maxresdefault