Posts

Pandi Indra Pramudita: Lega Sudah Menyelesaikan Sidang Komprehensif

MAHASISWA Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati ini sudah melaksanakan sidang komprehensifnya di Ruang Sidang lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Malahayati pada Rabu, 23 Desember 2015 . Ia bernama Pandi Indra Pramudita. Mahasiswa yang berasal dari Mesuji.

Pandi, begitu ia disapa. Mahasiswa tingkat akhir ini melakukan sidang komprehensifnya sejak pukul 08.30 dengan judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) “Penetapan Kadar Timbal (Pb) pada Sotong yang Dijual di Tempat Pelelangan Ikan Kecamatan Panjang Bandar Lampung dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom”. Dalam sidang KTI ini juga dihadiri empat dosen yaitu Gusti Ayu Rai Saputri S Farm MSi Apt sebagai pembimbing I, Agustina Retnaningsih M Farm Apt sebagai pembimbing II dan Annisa Primadiamanti M Sc Apt sebagai penguji I serta Sudewi Mukaromah K M Sc Apt sebagai penguji II.

Mahasiswa kelahiran Mesuji, 29 Mei 1993 ini menjelaskan latar belakang pengambilan judul KTI ini karenasebagian besar wilayah Republik Indonesia berupa perairan laut yang letaknya sangat strategis. Selain dimanfaatkan sebagai sarana perhubungan Lokal maupun Internasional juga memiliki sumber daya laut yang sangat kaya seperti perikanan, terumbu karang, mangrove, bahan tambang dan pada daerah pesisir dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata.

“Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah hewan sotong (Sepia sp) yang dijual di tempat pelelangan ikan telah tercemar logam berat timbal (Pb) dan Kadar logam berat timbal (Pb) pada hewan itu apakah masih sesuai dengan nilai ambang batas yang telah ditentukan oleh Badan Standarilisasi Nasional (BSN) adalah 1,5 mg/kg,” kata Pandi.

Ia juga mengaku sangat senang dan lega sudah menyelesaikannya dengan lancar. Pandi juga memberikan pesan kepada rekan dan adik tingkatnya yang kelak akan menyusulnya untuk lebih belajar lagi serta memperdalam materi yang akan diujikan.[]

Tips Menyelesaikan KTI dari Mahasiswa Akafarma

MAHASISWA Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati ini sudah melaksanakan sidang komprehensifnya Kamis, 26 November 2015 di Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Malahayati. Ia adalah Sri Pujiati, mahasiswa asal Tulang Bawang.

Puji, sapaan karibnya. Ia memulai sidangnya pukul 13.00 WIB dengan judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) “Pengaruh suhu pada kadar asam mefenamat menggunakan spektrofotometri Ultra Violet“.

Ia menjelaskan tujuan dari pengangkatan judul itu adalah nantinya dapat mengetahui sebatas mana asam mefenamat itu memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat.

“Obat asam mefenamat merupakan obat yang sering di konsumsi oleh masyarakat dan bebas dan ini berguna agar masyarakat itu mengerti bagaimana kadar asam mefenamat jika berada pada suhu, cuaca atau keadaan tertentu,” kata Puji kepada malahayati.ac.id usai sidang komprehensif.

Ia mengaku grogi namun sangat bersyukur sekali dapat menyelesaikan semuanya dengan lancar.

Puji juga memberikan tips kepada rekan-rekannya yang akan segera menyelesaikan sidang komprehensifnya yaitu untuk selalu terus bersemangat untuk mempelajarinya, pengumpulan literatur yang harus sangat lengkap karena merupakan salah satu kebutuhan dan yang terpenting adalah persiapkan diri dengan cara memeahami semua materi yang ada dalam KTI tersebut.[]

Mahasiswa ini Berbagi Cerita Setelah Sidang Komprehensif

KETEGANGAN masih nampak di wajahnya, ia berjalan gontai keluar dari ruang sidang di Lantai 3 Gedung rektorat Universitas Malahayati, Selasa 10 November 2015. Ialah Kemas Zulkifli, mahasiswa Fakultas Ekonomi yang baru saja menyelesaikan sidang komprehensif. Kemas, sapaan akrabnya di uji langsung oleh Lestari Wuryanti SE MM dan Erna Listyaningsih Phd.

Kemas yang sudah datang sejak pukul 10 pagi ini, merasa tidak maksimal hari ini. Terlebih saat berbincang dengan malahayati.ac.id, wajah kurang puas tak bisa ia tutupi meski ia mencoba bersikap tenang.

“Jujur saja saya kurang puas hari ini. Saya memang bisa melewati sidang dengan baik, tapi ‘senjata’ yang saya persiapkan untuk hari ini, tidak saya gunakan. Sehingga apa yang saya ingin sampaikan saat menjawab pertanyaan penguji tidak tersampaikan dengan sempurna,” kata Kemas.

Senjata yang ia maksud adalah catatan-catatan kecil yang menjadi poin-poin penting presentasinya hari ini. Padahal judul yang ia buat cukup menarik, yaitu “Pengaruh Sensual Marketing Sales Promotion Girl”. Terlepas dari itu semua, Kemas tetap merasa bersyukur dan optimis kalau usahanya selama ini untuk meraih gelar sarjana ekonomi tidak pernah sia-sia. Terbukti, saat pengumuman kelulusan sidang, Kemas berhasil lulus meski ada beberapa hal yang masih harus direvisi kembali.

Kemas berharap, IPK nya bisa naik diatas 3.00 karena saat ini ia baru meraih IPK 2.97. Semua itu agar mampu bersaing di dunia kerja nanti katanya.[]