Posts

Ini Dia Alur Pengurusan Administrasi Ujian Sidang Skripsi atau KTI

SKRIPSI adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Bagi  mahasiswa Universitas Malahayati semester akhir yang sedang disibukkan dengan sidang skripsi atau Karya Tulis Ilmiah (KTI), berikut alur pengurusan Administrasi Ujian Sidang Skripsi atau KTI:

alur ujian sidang

Alur Pengurusan Administrasi Ujian Sidang Skripsi atau KTI

SKRIPSI adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Seperti halnya mahasiswa Universitas Malahayati semester akhir yang sedang disibukkan dengan sidang skripsi atau Karya Tulis Ilmiah (KTI). Berikut alur pengurusan Administrasi Ujian Sidang Skripsi atau KTI:

alur ujian sidang

Potret Usai Sidang Komprehensif Akafarma

MAHASISWA Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati melakukan sidang komprehensif yang dilaksanakan di Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Malahayati Kamis, 3 Desember 2015.

Berikut potret kebersamaan usai sidang komprehensif:

galery3 galerry2 galerry1 galery4

Agung Sutisna Berbagi Ceritanya Usai Sidang Komprehensif

MAHASISWA Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati ini sudah melaksanakan sidang komprehensifnya Kamis, 3 Desember 2015 di Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Malahayati. Ia bernama  Agung Sutisna. Mahasiswa yang berasal dari Lampung Tengah.

Agung, begitu ia disapa. Mahasiswa tingkat akhir ini melakukan sidang komprehensifnya sejak pukul 10.30 dengan judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) “Penentuan Angka DISSOLVED OXYGEN (DO) Pada Air Sumur Warga Sekitar Industri CV Bumi Waras Bandar Lampung“. Dalam sidang KTI ini juga hadir empat penguji yaitu Ade Maria Ulfa M Kes Apt, Gusti Ayu R.S M Si Apt, Nofita, S Farm Apt dan penguji dari dosen Teknik Lingkungan Natalina ST M Si.

Mahasiswa kelahiran Lampung Tengah, 21 Mei 1994 ini menjelaskan latar belakang pengambilan judul KTI ini adalah karena daerah tersebut merupakan daerah perindustrian dan tingkat kadar pencemaraan air sangat dibutuhkan maka perlu untuk dianalisis pada oksigen terlarut atau dissolved oxygen karena oksigen merupakan indikator pertama atau indikator utama.

“Tujuan dari judul KTI ini untuk mengetahui angka oksigen terlarut dan apabila angka oksigen teralut rendah dapat dikatakan air tersebut sudah tercemar dan apabila angka oksigen tinggi dapat dikatakan air tersebut belum tercemar,” kata Agung.

Ia juga mengaku sangat senang dan lega sudah menyelesaikannya dengan lancar. Agung juga memberikan pesan kepada rekan-rekannya untuk belajar jangan terlalu jauh dari materi yang diambil, menggali terus materi dan diperdalam materinya.[]

Nilam Berbagi Ceritanya Saat Sidang Komprehensif Perdana

LEGA mungkin kalimat itu yang tergambar pada raut wajahnya. Ia yang duduk di lorong sidang Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Malahayati Kamis, 26 November 2015. Ia adalah Nilam Noviriani, mahasiswa Program Studi Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) yang perdana dan menyelesaikan sidang komprehensif. Nilam, sapaan akrabnya.

Nilam yang memulai sidangnya sejak pagi pukul 08.00 WIB ini merasa lega sekali. Terlihat jelas saat berbincang dengan malahayati.ac.id yang raut wajahnya terlihat sangat lega.

“Jujur ini sidang perdana yang dilakukan angkatan 2012, gugup pasti terlebih mengadapi pertanyaan dari setiap pembimbing namun didalam hati selalu mengucap, bisa ini pasti bisa jangan gugup,” kata Nilam.

Ia juga mengatakan banyak rintangan yang dihadapi hingga akhirnya dapat menyelesaikan sidang komprehensif, namun sikap optimisnnya yang mengahantarkannya hingga pada saat ini.

Nilam juga berpesan kepada rekan-rekannya untuk segera menyelesaikan sidang komprehensifnya dan yang terpenting adalah pemahaman materi dan jangan pernah menerapkan metode menghafal, namun pemahaman.[]

Mahasiswa Akafarma Ikuti Sidang Karya Tulis Ilmiah

MAHASISWA Fakultas Kedokteran, Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) ikuti sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Ruang Sidang lantai tiga Gedung Rektorat Universitas Malahayati, 26 November 2015. Sidang KTI ini berlangsung hingga akhir Desember 2015 mendatang.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini merupakan kegiatan wajib perdana yang dilaksanakan mahasiswa Akafarma angkatan 2012. Seperti dua mahasiswa yang telah usai mengikuti sidang KTI kemarin, Nilam Noviriani dan Sri Pujiati.

“Jujur ini sidang perdana yang dilakukan angkatan 2012, gugup pasti terlebih mengadapi pertanyaan dari setiap pembimbing namun didalam hati selalu mengucap, bisa ini pasti bisa jangan gugup,” kata Nilam.

KTI ini merupakan karya tulis yang disusun mahasiswa dan diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Pendidikan Program Studi Diploma III.[]

Potret Usai Sidang Karya Tulis Ilmiah Keperawatan

Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan karya tulis yang disusun mahasiswa dan diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Pendidikan Program Studi Diploma III Keperawatan. Seperti yang di rasakan Pipit Puspita Sari, yang sudah menyelesaikan sidang KTI.

Berikut potret yang tertangkap malahayati.ac.id, usai Sidang KTI:

Pipit: Universitas Malahayati It’s Amazing

MAHASISWA tingkat akhir DIII Keperawatan Malahayati sedang disibukkan dengan sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) di ruangan sidang Lantai 3 Gedung Rektorat, Kamis 3 September 2015.

Salah satu di antaranya adalah  Pipit Puspita Sari. “Lega, meski tegang saat sidang berlangsung namun masukan dari para penguji sangat bermanfaat,” ujarnya usai mengikuti sidang kepada malahayati.ac.id.

Mahasiswi yang akrab disapa pipit ini mengangkat judul KTI cukup menarik yaitu, Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Khususnya Tn. S Dengan Kasus Hipertensi di Kelurahan Sumber Sari Batul, Metro.

Pipit mengaku saat penyuluhan ia mengalami sedikit kendala, karena kurang pedulinya keluarga terhadap kondisi kesehatan Tn.S. Namun ia dapat menyelesaikannya dengan baik, terlihat dari rona wajah bahagianya usai menjalani sidang ini.

“Saran untuk teman-teman yang ingin sidang KTI, sebaiknya penguasaan materi yang baik dan persiapan matang untuk bahan materi dan lain-lain,” ujar Pipit menambahkan.

Mahasiswi kelahiran 1 Januari 1993 ini mengatakan Universitas Malahayati it’s Amazing.[]

Begini Suasana Sidang Karya Tulis Ilmiah Mahasiswi Akademi Keperawatan

Berada di lantai tiga Gedung Rektorat Universitas Malahayati, suasana ruang sidang Karya Tulis Mahasiswa (KTI) untuk Akademi Keperawatan Malahayati, tampak sunyi. Di dalamnya seorang mahasiswi bernama Pipit Puspita Sari tampak berwajah  tegang dan gugup. Sesekali ia menunjukkan senyuman tipis manisnya.

“Materi atau bahan yang di dapat harus terpercaya, akurat dan memang sudah terbukti,” ujar Rahma Elliya, S.Kep,.M.Kes salah satu penguji KTI kepada malahayati.ac.id, Kamis 3 September 2015.

Pipit menguasai materinya dengan baik, terbukti ia mampu menjawab dengan lancar semua pertanyaan dari pembimbing dan penguji. Pembimbing I dan II yaitu, Ricko Gunawan, S.Kep dan Wahid Tri Wahyudi, S.Kep, Ns dan untuk penguji, Rahma Elliya, S.Kep,.M.Kes.

Judul KTI yang ia buat cukup menarik yaitu, Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Khususnya Tn. S Dengan Kasus Hipertensi di Desa Sumber Sari Batul, Metro. Dengan judul yang menarik dan pembawaan materi yang cukup baik, ia menyelesaikan sidang KTI dengan lancar, namun mendapat catatan agar laporan kasusnya di perbaiki dahulu. []

Hamim; Senang Walaupun Ada Perbaikan

Hamim Rahman Shaleh, Mahasiswa tingkat akhir dari DIII Keperawatan ini sudah menjalankan Sidang Karya Tulis (KTI), Selasa 1 September 2015. KTI yang disusun mahasiswa bertujuan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III Keperawatan.

Mahasiswa asal Lampung Tengah ini mengambil judul KTI, Sistem Neurologi Stroke Non Hemoragik (SNH). KTI ini bertujuan agar masyarakat mengetahui sebab akibat terjadinya stroke. Ia mengatakan, saya melihat lingkungan sekitar yang kebanyakan menderita stroke, Lampung sendiri mendapat urutan nomer tiga untuk penyakit stroke. Jadi saya mengambil tema tentang stroke, penyebab mengapa stroke di Lampung ini tinggi.

Kelahiran Sumber Agung, 4 juli 1994 ini mengaku, banyak kendala untuk menyelesaikan KTI ini karena data harus didapat dari sumber yang benar dan tepat, mengambil data pun langsung ke departemen kesehatan Lampung.

“Intinya saya sangat bersyukur, senang dan bahagia sudah menyelesaikan KTI, walaupun masih ada yang perlu diperbaiki kembali,” ujarnya.