Posts

Kubu Perahu Dibalik Bukit Barisan Selatan, Lampung Barat

WAKTU senggang yang menjemukan dan cuaca juga tidak bersahabat membuat inginnya kaki ini beranjak ke tempat yang sejuk. Sejuknya udara pegunungan, hijaunya hamparan pepohonan, gemericik air sungai, dan kicauan burung liar; hal yang jarang kita temui di perkotaan. Namun ada suatu tempat dimana ia menawarkan suasana yang berbeda dari bisingnya kota, Kubu Perahu.

Secara administratif, Wisata Alam Kubu Perahu terletak di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Sedangkan menurut pengelolaan Balai Besar TNBBS termasuk dalam wilayah kerja Seksi Pengelolaan TN Wilayah III Krui, Bidang Pengelolaan TN Wilayah II Liwa, BBTNBBS.

Bentang Alam yang ditawarkan Kubu Perahu sangat ingin membuat wisata jungle trekking (menjelajah hutan). Jungle trekking merupakan salah satu kegiatan alam bebas yang berkaitan dengan ekowisata yang kental dengan unsur petualangan. Selama ini kebanyakan orang berpendapat bahwa kegiatan penjelajahan hutan merupakan kegiatan yang beresiko tinggi, karena bisa saja tersesat, ataupun tergelincir dan jatuh. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar.

Di Wisata Alam Kubu Perahu disediakan papan interpretasi dan petunjuk arah, serta jalan trail wisata yang cukup jelas, sehingga kemungkinan untuk tersesat sangat kecil. Selain itu juga, wisatawan yang akan melakukan aktivitas jungle trekking akan didampingi oleh pemandu berpengalaman yang merupakan masyarakat lokal, sehingga kegiatan jungle trekking di Kubu Perahu relatif aman dilakukan.

Jika beruntung, kitapun dapat menyaksikan atraksi Wawau (Hylobates agilis) dan Siamang (Hylobates syndactylus) yang bergelayutan dengan lincah dari ranting pohon satu ke pohon lainnya, serta jenis fauna lain diantaranya cecah (Presbytis melalophos), beruk (Macaca nemestrina), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan rusa sambar (Cervus unicolor); berbagai jenis burung langka, seperti rangkong badak (Bucheros rhinoceros), kuau kerdil (Polyplectron calculum), giant pitta (Pitta caeurella), dan juga jenis burung yang tak pernah terlihat sejak 1916, yaitu tokhtor sunda (Carpococyx viridis).

Kubu Perahu yang menjadi potensi sebagai salah satu tujuan wisata di Provinsi Lampung. Hal ini disebabkan karena kawasan ini memiliki potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan pariwisata khususnya ekowisata. Keanekaragaman ekowisata ini meliputi vegetasi hutan hujan tropis yang masih asli dengan berbagai potensi keanekaragaman flora fauna serta keindahan gejala alam. Potensi ekowisata tersebut telah dikelola namun perlu dikembangkan lebih lanjut baik melalui sentuhan manajemen maupun melalui pembangunan obyek dan pembangunan sarana prasarana pendukung.

Kubu Perahu terletak di bagian tengah TNBBS dan secara geografis terletak pada koordinat 5,07’ Lintang Selatan dan 104,05’ Bujur Timur. Kawasan ini berjarak sekitar ± 5 km dari pusat kota Kabupaten Lampung Barat (Liwa) dengan waktu tempuh ± 10 menit. Akses menuju Kubu Perahu dari Kota Liwa cukup mudah dan lancar, dengan sarana jalan dalam kondisi terawat, tidak rawan longsor karena topografi jalan yang dilalui cukup landai meskipun jenis tanah termasuk jenis tanah yang peka. Kubu Perahu dapat ditempuh dengan rute Bandar Lampung menuju Kotaagung kemudian dilanjutkan ke Krui dan sampailah di Kubu Perahu atau dengan rute yang berbeda yaitu, dari Bandar Lampung ke Bandar Jaya lalu melewati Kota Bumi kemudian ke Bukit Kemuning dan dilanjutkan ke Liwa setelah itu sampailah di Kubu Perahu.

Sarana prasarana jalan pada dusun-dusun dapat dikatakan cukup baik karena jalan berbentuk aspal, terutama di dusun Kubu Perahu, Taman Jaya, Taman Indah dan Kampung Baru. Sarana angkutan yang melalui Kubu Perahu antara lain angkutan desa jenis mobil kecil dan angkutan umum jenis bus jurusan Krui dan/atau Kotaagung. Dukungan akses ini memberikan potensi yang kuat terhadap kegiatan wisata di Kubu Perahu. Dukungan akomodasi penginapan juga penting bagi pengunjung yang berasal dari luar daerah maupun mancanegara.[]