Posts

Mahasiswi Kebidanan Adakan Latihan Untuk Persiapan Capping Day

MAHASISWI Kebidanan Universitas Malahayati mengadakan latihan untuk persiapan Capping Day. Latihan kali ini diadakan di Lapangan Basket Green Dormitory Universitas Malahayati pada Rabu, 11 Mei 2016. Pada kesempatan itu pula para senior kebidanan memperlihatkan hasil karya mahasisiwi kebidanan selama mereka menikmati liburan.

Capping Day sendiri sudah tidak asing lagi di kalangan bidan di dunia. Karena Capping Day merupakan suatu tradisi atau seremonial yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat satu yang telah menjalani perkuliahan selama kurang lebih satu semester. Prosesi Capping Day ditandai dengan penyematan cap sebagai simbol bahwa para mahasiswi prodi Kebidanan telah siap untuk mengabdikan diri pada dunia kesehatan.

Selama proses latihan para junior kebidanan nampak serius memperhatikan para senior memberikan arahan. Mereka berlatih menyanyikan lagu Hymne Malahayati, Mars Capping Day, Lagu syukur dan lagu ayah dan ibu dan juga janji mahasiswi kebidanan.

“Ini merupakan latihan rutin menjelang Capping Day, biasanya mereka berlatih lagu Hymne Malahayati, Mars Capping Day, Lagu syukur dan lagu ayah dan ibu dan juga janji mahasiswi kebidanan,” Kata Filiyen Nasution, Ketua Pelaksana Capping Day.

Lagu Daerah “Teluk Lampung” Refleksi Keindahan Alam Lampung

LAGU Teluk Lampung, merupakan satu dari sekian banyak lagu daerah asli Lampung yang selalu dinyanyikan di acara-acara baik pernikahan, pemerintahan dan acara lainnya. Lagu ini bercerita tentang Keindahan Teluk Lampung di sore hari. Bahkan kedalaman makna dari lagu ini membuat lagu Teluk Lampung mendapatkan pengakuan tinggi di tingkat internasional dengan tampil pada Korean World Travel (Kofta) di Kota Seoul, Korea Selatan pada Juni 2008 silam bersama dengan 2 lagu Lampung lainnya seperti Tanoh Lado dan Mekhanai Toho.

Berikut Lirik Lagu Teluk Lampung:

Jak teluk sampai panjang
Lamun tengah debingi
Lampu sinagh menyinagh
Sehelau pumandangan

Lamun kak ghani minggu
Nayah ulun sai guk san
Bak haga nyari judu
Di saksiko lautan

Reff:
Ghang laya helau ghulus
Nutuk pinggegh lautan
Ngiwi bubaghis lughus
Sehelau pumandangan

Lamun jak sana misan
Nyak haga nyita mulang
Nutuk ghik pumandangan
Sayup mata gham mandang
Sayup mata gham mandang

|Sumber: lampung-song.blogspot.co.id & youtube-A. Effendi Sanusi

Lagu Daerah Lampung “Puncak Sai Indah”

Puncak Sai Indah adalah lagu daerah lampung. Lagu ini biasanya dinyanyikan saat perlombaan adat. Selain itu lagu ini juga sering dinyanyikan di upacara pernikahan. Berikut lirik lagu Puncak Sai Indah:

Puncak Sai Indah

Wawai bukit sai e jou
Pusako gham jejamo
Pemandangan cawo tian hou
Dikenal jak jaman Belando

Di Sukadanaham tempat nou
Bandar Lampung kota nou
Puncak sai indah namo nou
Pakai wisata agou nou

Matei wawai pemandangan nou
Teluk Lampung seluruh nou
Bandar Lampung sai dikiri nou
Gunung Betung di kanan nou

Puncak sai indah 3x
Gham bilang yo
Puncak yo

|sumber: dokumentasi smandapringsewu

Lagu Daerah Lampung “Bumi Lampung”

Bumi Lampung adalah salah satu lagu daerah lampung. Lagu ini menceritakan hasil daerah lampung yang berupa Kopi dan lada. Selain itu lagu ini juga mengambarkan pemandangan Lampung yang Indah. Tak hanya itu dalam lirik lagu ini juga mengajak untuk bersama-sama memajukan Daerah Lampung. “Lapah gham jamo-jamo Guwai ngebangun bumi Lampung”  Ayo bersama-sama kita membangun Bumi Lampung.
Berikut Lirik Lagu Bumi Lampung:
Sangun kak jak zaman ho
Lampung ghadu dikenal
Hasilno kupi lado
Jadi idaman kaum modal
Wawai pemandangannyo
Jak pinggegh Teluk Lampung
Pek ulun besoko-soko
Lamun gham di nggak gunung
Sang Bumi Ghuwa Jughai
Eno lambang sai agung
Lapah gham jamo-jamo
Guwai ngebangun bumi Lampung
Sang Bumi Ghuwa Jughai
Eno lambang sai agung
Lapah gham jamo-jamo
Guwai ngebangun bumi Lampung

|sumber: Dokumentasi A. Effendi Sanusi

Lagu Daerah Lampung “Sang Bumi Ruwa Jurai”

Sang Bumi Ruwa Jurai adalah salah satu lagu daerah lampung. Makna dari lagi ini sendiri yaitu didalam satu bumi (lampung) terdapat dua cabang yakni pesisir dan pepadun. Dalam tafsiran lain disebut dengan penduduk pendatang dan asli. Kedua komponen besar ini ingin disatukan dalam kalimat “sang bumi ruwa jurai”.

Selain itu lagu ini juga menceritakan betapa melimpahnya sumberdaya seperti kopi, lada dan cengkeh yang menandakan kemakmuran.

Berikut lirik dan terjemahan lagu Sang Bumi Ruwa Jurai

Sang Bumi Ruwa Jurai
Cipt. Syaiful Anwar

Jak ujung Danau Ranau
Dari ujung danau ranau
Teliu di Way Kanan
Melewati way kanan

Sampai pantai lawok jaoh
sampai pantai laut jawa
Pesisir rik Pepadun
pesisir dan pepadun
Jadi sai delom lambang
Bersatu di dalam lambang
Lampung sai kaya-raya
lampung yang kaya raya

Kik ram aga burasa
jika kita mau merasakan
Hujau ni pemandangan
hijaunya pemandangan
Kupi lada di pematang
kebon lada di pematang
Api lagi cengkeh ni
apalagi cengkehnya
Telambun beruntaian
Banyak beruntaian
Tandani kemakmuran
tandanya kemakmuran

Lampung sai…
lampung satu,
Sang bumi ruwa jurai
Satu bumi dua macam

Cangget bara bulaku
Penghormatan pemuka adat [Pepadun]
Sembah jama saibatin
Penghormatan pemuka adat [Sebatin]
Sina gawi adat sikam
itulah aturan adat kami
Manjau rik sebambangan
berkunjung dan larian
Tari ragot rik melinting
tari ragat melinting
Ciri ni ulun Lampung
tandanya orang lampung

Lampung sai…
lampung satu,
Sang bumi ruwa jurai
Satu bumi dua macam

| Sumber: dokumentasi Putra Lampung

Lagu Daerah Lampung “Cangget Agung”

Cangget agung merupakan salah satu lagu daerah Lampung. Lagu ini biasanya dinyanyikan ketika ada acara perkawinan dengan memakai adat Lampung dan cakak pepadun (acara begawi untuk mendapatkan gelar adat). Lagu ini menceritakan tentang kekayaan adat budaya Lampung dan ajakan pemuda pemudi Lampung untuk melestarikan budaya Lampung. Berikut lirik beserta terjemahan lagu Cangget Agung.
Sessat agung sai wawai
Rumah adat  yang bagus
Talo butabuh tarei cangget
Tala bertabuh tri cangget
Gaweiadat Tano tigeh
Pesta adat hingga
cakak pepadun
Naik pepadun
Adat budayo Lampung
Adat budaya lampung
Nayah temmen ragem wawaino
banyak sekali ragam kebaikannya
Jepano, gerudono
Singgasana, garudanya
rato sebatin
Sesuai kedudukannya
Cangget agung 2x
Cangget agung
Mulei batangan
Gadis tuan rumah adat
Dilem kutomaro 2x
Di dalam kereta [singgasana]
Mejjeng busanding
Duduk bersanding
Gawei adat lappung 2x
Upacara adat lampung
Jak zaman tuho
dari zaman dahulu
Lapah gham jamo-jamo
Mari kita bersama-sama
Ngelestareiken adat lappung
melestarikan adat lampung

|sumber: dokumentasi A. Effendi Sanusi