Posts

Potret Acara Foto Bersama Acara Juminten Malahayati di Hotel Emersia

MAHASISWA Universitas Malahayati asal Banten dalam kegiatan temu ramah Mahasiswa Banten (Juminten) 2016. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 12 November 2016 di Hotel Emersia. Acara ini dihadiri oleh dr Marni serta keluarga dan dr Sri Maria Puji serta keluarga, kakak coas dan seluruh angkatan mahasiswa asal Banten. Acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar mahasiswa Banten, memperkenalkan mahasiswa asal Banten 2016 dan pemilihan ketua Juminten dan ketua Keluarga Mahasiswa Banten (KMB).

Serangkaian acara Juminten kali ini ialah pembukan, sambutan, makan malam, perkenalan dan penampilan semua angkatan, games, pemilihan ketua Juminten dan ketua KMB. Acara temu ramah mahasiswa/i banten ini berjalan lancar sampai akhir acara.

Berikut beberapa potret acara temu ramah mahasiswa/i Banten :

1480134456710 1480134460366 1480134390493 1480134400777 1480134403034 1480134406093 1480134408090 1480134416179 1480134422347 1480134428658 1480134433853

 

Ribuan Mahasiswa Perantauan Terancam Golput

PEMERINTAH Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden RI Nomor 25 Tahun 2015 menyatakan bahwa pada tanggal 9 Desember 2015 sebagai hari libur nasional. Hal ini sehubungan dengan berlangsungnya penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Tanah Air.

Ribuan mahasiswa khususnya di Universitas Malahayati kecewa karena tidak bisa ikut merayakan pesta demokrasi. Sebagian mahasiswa/i Universitas Malahayati adalah anak perantauan dari seluruh bagian di Indonesia yang terancam Golput (sebutan untuk orang-orang yang memiliki hak pilih tapi enggan melaksanakan hak itu karena sejumlah alasan) karena tidak semua orang punya waktu dan biaya untuk pulang ke daerah masing-masing dan mengurusnya.

“Sejujurnya sedih sih hari ini tidak ikut serta memilih, memeriahkan pesta demokrasi dan tidak ada kenangan tinta di jari klingking. tapi yaa mau bagaimana lagi namanya juga anak perantauan terutama saya yang berdomisili di Jambi. Jika saya harus pulang ke Jambi pun sangat membutuhkan waktu yang lama sedangkan besok saya harus kembali berkuliah,” ujar Rizki Hertiati, mahasiswa asal Jambi.

Sebenarnya minat mahasiswa/i untuk memilih masih sangat tinggi. Nilai suara yang memang hanya segelintir, hanya 0,000 sepersekian persen dari total penduduk Indonesia. Tapi tolong anggap suara kami berarti.

“saya harap kedepannya agar dapat memberikan kesempatan untuk mahasiswa/i perantauan agar dapat memberikan hak pilihnya, tanpa harus pulang ke daerah masing-masing. Karena satu suara akan menentukan perubahan 5 tahun mendatang,” kata Ery, Mahasiswa Kedokteran Umum, Universitas Malahayati

Pilkada serentak adalah PR besar bagi setiap anak bangsa yang peduli akan kemajuan daerah. Wajah Indonesia ke depan akan sangat ditentukan oleh bagaimana wajah daerah-daerah ini lima tahun ke depan.

Indonesia memerlukan energi positif dari para pemimpin daerah yang berwajah cerah, energik,  jujur, cekatan, dan berani bekerja keras. Kita membutuhkan wajah-wajah baru dari daerah yang masih segar untuk membangkitkan kembali semangat membangun Indonesia dari berbagai daerah, salah satunya dalam bidang pendidikan.[]