Posts

Foto Bersama Rektor Universitas Malahayati di Final LSN 2018 sub Regional Lampung 1

REKTOR Universitas Malahayati, Muhamaad Kadafi SH MH hadiri Final Liga Santri Nusantara (LSN) 2018 sub Regional Lampung 1 pada Rabu, 19 April 2018. Kegiatan yang berlangsung sejak Jum’at, 13 April 2018 hingga Rabu, 19 April ini dilaksanakan di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung, Pesisir Barat. Selain Kadafi yang juga Pembina LSN Regional Lampung, final ini juga dihadiri Erlina SP MH, Wakil Bupati Pesisir Barat.

Dalam kegiatan yang diikuti 20 Pondok Pesantren dari 8 Kabupaten/ Kota ini, final LSN 2018 sub regional Lampung dijuarai Pondok Pesantren Al-Huda Lampung Selatan yang menang adu pinalty melawan Pondok Pesantren Radatus Shalihin Lampung Selatan. Diikuti Pondok Pesantren Darul Ulum Tanggamus yang meraih juara 3 dan Pondok Pesantren Nurul Huda Lampung Barat yang menduduki juara ke-4.

Berikut galerinya:

Galeri Foto Rektor Universitas Malahayati Hadiri Final LSN 2018 sub Regional Lampung 1

REKTOR Universitas Malahayati, Muhamaad Kadafi SH MH hadiri Final Liga Santri Nusantara (LSN) 2018 sub Regional Lampung 1 pada Rabu, 19 April 2018. Kegiatan yang berlangsung sejak Jum’at, 13 April 2018 hingga Rabu, 19 April ini dilaksanakan di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung, Pesisir Barat. Selain Kadafi yang juga Pembina LSN Regional Lampung, final ini juga dihadiri Erlina SP MH, Wakil Bupati Pesisir Barat.

Dalam kegiatan yang diikuti 20 Pondok Pesantren dari 8 Kabupaten/ Kota ini, final LSN 2018 sub regional Lampung dijuarai Pondok Pesantren Al-Huda Lampung Selatan yang menang adu pinalty melawan Pondok Pesantren Radatus Shalihin Lampung Selatan. Diikuti Pondok Pesantren Darul Ulum Tanggamus yang meraih juara 3 dan Pondok Pesantren Nurul Huda Lampung Barat yang menduduki juara ke-4.

Berikut galeri fotonya:

Rektor Universitas Malahayati Hadiri Final LSN 2018 sub Regional Lampung 1

REKTOR Universitas Malahayati, Muhamaad Kadafi SH MH hadiri Final Liga Santri Nusantara (LSN) 2018 sub Regional Lampung 1 pada Rabu, 19 April 2018. Kegiatan yang berlangsung sejak Jum’at, 13 April 2018 hingga Rabu, 19 April ini dilaksanakan di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung, Pesisir Barat. Selain Kadafi yang juga Pembina LSN Regional Lampung, final ini juga dihadiri Erlina SP MH, Wakil Bupati Pesisir Barat.

Dalam kegiatan yang diikuti 20 Pondok Pesantren dari 8 Kabupaten/ Kota ini Sugirin Tjastoni, Ketua Penitia Pelaksana LSN Lampung mengatakan bahwa LSN menggali potensi santri dibidang olahraga sepak bola yang ada di pondok pesantren. “LSN menunjukkan bahwa santri bisa berprestasi di bidang olahraga, bahkan pada LSN 2017 dapat melahirkan pemain Nasional,” katanya.

Kadafi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Pesisir Barat, terutama Bupati dan Wakilnya atas terselenggaranya LSN 2018 ini. “Kita coba evaluasi bagaimana nanti bisa meningkatkan kualitas permainan agar tak hanya bisa menang di provinsi tetapi di tingkat Nasional juga. Mudah-mudahan dari LSN kedepannya dari bakat yang kita asah akan melahirkan pemain tingkat Nasional,” kata Kadafi dalam sambutannya.

Sambutan selanjutnya disampaikan Erlina SP MH, Wakil Bupati Pesisir Barat. “Kami atas nama Pemda Pesisir Barat memberikan apresiasi sebesarnya untuk para pemain, untuk mau datang ke pesisir barat sebagai tuan rumah. Ini adalah sebuah bagian promosi bagaimana indahnya pesisir barat. Saya tunggu semangat pemain LSN Lampung untuk tampil di kota Solo dan membawa nama baik Provinsi Lampung. Terus Semangat bermain, dilatih fisiknya agar bisa lebih baik dalam permainan dan semangat menghadapi kompetisi,” ujarnya.

Final LSN 2018 sub regional Lampung ini dijuarai Pondok Pesantren Al-Huda Lampung Selatan yang menang adu pinalty melawan Pondok Pesantren Radatus Shalihin Lampung Selatan. Diikuti Pondok Pesantren Darul Ulum Tanggamus yang meraih juara 3 dan Pondok Pesantren Nurul Huda Lampung Barat yang menduduki juara ke-4.

“Ada hal menarik dari liga santri ini, dimana pemain yang melakukan pelanggaran berjabat tangan dengan wasit dengan menunduk dan pemain yang mencetak goal sujud syukur,” kata salah satu penonton liga santri itu.

[*Dimas.

Muhammad Kadafi Kunjungi SMA N 1 Pesisir Tengah

Muhammad Kadafi SH MH kunjungi SMA N 1 Pesisir Tengah pada Kamis, 19 April 2018. Kunjungannya ke SMA N 1 Pesisir Tengah ini dalam acara bincang-bincang dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Lampung. Ia yang merupakan Ketua KADIN sekaligus Rektor Univeritas Malahayati ini memberikan materi dengan tema “Menumbuhkan Wirausaha Sejak Dini menuju Bonus Demografi 2045″.

Kegiatan yang diikuti seluruh siswa SMA N 1 Pesisir Tengah ini disambut langsung oleh Putrawan Jayaningrat SPd MPd, Kepala Sekolah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Ketua KADIN yang telah berkunjung ke SMA N 1 Pesisir Tengah dan berbagi pengalaman mengenai wirausaha. “Siswa tolong dengarkan pengarahan atau materi yang diberikan, ambil ilmunya dan diharapkan bisa mengikuti jalan pak rektor, sukses di usia muda,” katanya menambahkan.

Usai sambutan kepala sekolah acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus materi yang disampaikan oleh Ketua KADIN Lampung. Ia mengatakan Pesisir Barat merupakan tempat yang sangat indah, sangat banyak potensi untuk dikembangkan. Potensi ini tentu saja dapat meningkatkan perekonomian dan mempengaruhi taraf hidup masyarakat banyak.

“Dari sekarang kita harus siap, dimana di tahun 2045, Indonesia akan memiliki bonus demografi generasi produktif di masa keemasan. Kita harus siap menghadapi masa itu. Pernah ada istilah pengusaha itu ada by nasab dan ada by nasib, ada yang memang keturunan dari orang tua pengusaha ada juga memang nasibnya jadi pengusaha. Sekarang kita harus menciptakan pengusaha itu, jadi pengusaha by desain. Pengusaha harus diciptakan, mempunyai mental tahan banting dan pantang menyerah. Kita harus merubah Mindset dari mental karyawan, jadi mental juragan,” tutur Kadafi.

Acara diakhiri dengan tanya jawab dan dilanjutkan dengan pembagian bingkisan kepada siswa-siswi SMAN 1 Pesisir Tengah.

[*Dimas.

Galeri Mahasiswa Malahayati Pada Kegiatan Debat Perpajakan Se-Lampung

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Malahayati masuk 5 (lima) besar Debat Perpajakan Mahasiswa se-Lampung. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) dan Gedung QB I Politeknik Negeri Lampung pada Sabtu, 14 April 2018. Olimpiade Akuntansi dan Perpajakan ini diikuti 18 perguruan tinggi di Lampung.

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini mengirimkan 2 tim (1 tim terdiri dari 3 orang) dari masing-masing perguruan tinggi. Tahapan lomba menggunakan sistem gugur untuk penyisihan dan perempat final sampai final. Babak penyisihan dibagi menjadi 8 (delapan) grup, yang terdiri dari 3 (tiga) kelompok dari perguruan tinggi yang berbeda. Juara grup akan maju pada babak perempat final dengan sistem gugur dilanjutkan hingga menyisahan juara I dan II.

Berikut Galeri Mahasiswa Malahayati Pada Kegiatan Debat Perpajakan Se-Lampung:

Potret Kunjungan Menpora di Universitas Malahayati Lampung [part 2]

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) kunjungi Universitas Malahayati Bandar Lampung Jum’at, 13 April 2018. Selain memberikan kuliah umum, H. Imam Nahrawi di dampingi Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi juga meresmikan Futsal Center Malahayati dan membuka Dekan Cup 2018. Tak hanya itu, Ia juga melakukan groundbreaking pembangunan stadion sepak bola Universitas Malahayati yang kelak dinamakan Stadion H. Imam Nahrawi.

Peresmian Futsal Center Universitas Malahayati ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Menpora. Sedangkan pembukaan dekan cup 2018 ditandai kick off oleh Menpora. Dilanjutkan dengan Peletakan Batu Pertama secara simbolis untuk Pembangunan Stadion Universitas Malahayati.

Berikut potret kunjungan Menpora di Universitas Malahayati:

Potret Kunjungan Menpora di Universitas Malahayati Lampung [part 1]

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) kunjungi Universitas Malahayati Bandar Lampung Jum’at, 13 April 2018. Selain memberikan kuliah umum, H. Imam Nahrawi di dampingi Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi juga meresmikan Futsal Center Malahayati dan membuka Dekan Cup 2018. Tak hanya itu, Ia juga melakukan groundbreaking pembangunan stadion sepak bola Universitas Malahayati yang kelak dinamakan Stadion H. Imam Nahrawi.

Peresmian Futsal Center Universitas Malahayati ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Menpora. Sedangkan pembukaan dekan cup 2018 ditandai kick off oleh Menpora. Dilanjutkan dengan Peletakan Batu Pertama secara simbolis untuk Pembangunan Stadion Universitas Malahayati.

Berikut potret kunjungan Menpora di Universitas Malahayati:

Video Menpora Grounbreaking Pembangunan Stadion Sepak Bola di Universitas Malahayati

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ground Breaking pembangunan Stadion H. Imam Nahrawi Universitas Malahayati. Acara ini dilaksanakan pada Jum’at, 13 April 2018 di belakang Asrama Putra Green Dormitory.  Acara yang dihadiri langsung oleh Menpora dan Rektor Universitas Malahayati beserta jajarannya ini juga dihadiri dosen dan mahasiswa/i Fakultas Teknik.

“Alhamdulillah kita bisa hadir di peletakan batu pertama pembangunan Stadion Sepak Bola H. Imam Nahrawi Universitas Malahayati. Semoga ini menjadi berkah dan amal ibadah kita semua, dan semoga kita berdiri di sini juga mendapatkan pertolongan dari Allah. Sehingga cita-cita kita terkabul dengan cepat dan semoga yang kita rencanakan bisa segera dibangun dan bisa ditempati dengan baik dan mahasiswa Malahayati akan memberikan warna terbaik bagi peningkatan prestasi olahraga di Tanah Air,” jelas H. Imam Nahrawi, Menpora RI.

Berikut videonya:

Video Peresmian Futsal Center Malahayati dan Pembukaan Dekan Cup 2018 oleh Menpora RI

KUNJUNGAN Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dr.H.Imam Nahrawi,S.Ag.,M.Ap. di Universitas Malahayati pada Jum’at, 13 April 2018. Selain mengisi kuliah umum Menpora juga meresmikan Universitas Malahayati Futsal Center dan membuka Dekan Cup 2018.

Peresmian Futsal Center ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti oleh Menpora RI. Sedangkan pembukaan Dekan Cup 2018 ditandai dengan kick off oleh Menpora. “Dengan mengucapkan Bismillah, Jumat, 13 April 2018, saya Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi secara resmi membuka Dekan Cup Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati 2018,” katanya.

Berikut Videonya:

Sambutan sekaligus Kuliah Umum oleh Menteri Pemuda dan Olahraga

KULIAH Umum bersama Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dr. H. Imam Nahrawi S.Ag. M.Ap. Kuliah umum ini dilaksanakan pada Jumat, 13 April 2018 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Terlihat acara ini langsung di hadiri oleh Menpora, Pjs Gubernur Lampung, Forkopimda, Rektor Universitas Malahayati, dosen dan seluruh mahasiswa Malahayati.

Acara pertama ialah pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudari Raudhatul Aslamiyah dari Fakultas Hukum. Selanjutnya sambutan pertama disampaikan oleh Dr.Muhammad Kadafi, S.H., M.H selaku Rektor Universitas Malahayati. Sambutan kedua oleh Didik Suprayitno, MM selaku Pjs Gubernur Lampung. Selanjutnya sambutan sekaligus kuliah umum yang disampaikan oleh Menpora.

Menpora bersyukur bisa hadir di Universitas Malahayati. “Saya bersyukur dan bahagia bisa hadir di kampus hijau. Gedung ini cukup megah dan venue sangat layak kalau dijadikan tuan rumah PON dan juga kejuaraan internasional. Dan saya juga senang karena dari tangan ayanda Rusli Bintang (ayahnya Muhammad Kadafi) bisa melahirkan atlet-atlet nasional dan internasional. Karena itu, saya meminta pada mahasiwa untuk bisa bermimpi meraih prestasi baik di olahraga, seni, budaya dan sebagainya,” katanya.

Menpora mengajak seluruh mahasiswa untuk ikut menyukseskan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. “Indonesia sekarang ini sedang menuju persiapan Asian Games dan Asian Para Games 2018, maka kita sukses ajang multieven internasional ini. Di Pringsewu, Lampung ini di pemusatan Pelatnas Angkat Besi Asian Games 2018. Ini tanda bahwa Lampung punya potensi yang besar. Potensi tidak hanya di bidang olahraga tapi juga di bidang pariwisata. Kita ke depan menginginkan event olahraga sebagai sporturisme, ” ujar Imam.

Ia menceritakan bahwa momentum Indonesia sebagai tuan rumah pertama kalinya pada 1962, membuktikan bahwa Asian Games tidak hanya sekadar kompetisi olahraga, namun menjadi ajang kehormatan dan harga diri bangsa. Pada saat itu Indonesia tidak hanya sukses menjadi penyelenggara, tapi juga sukses menempati peringkat kedua dari sisi prestasi.