Posts

Materi Rekutmen dan Seleksi oleh Octareni Setiawati

SEMINAR dan Pelatihan Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Gedung Malahayati Career Center (MCC) Sabtu, 19 Maret 2016. Adapun materi yang diberikan pemateri dalam kegiatan yang diselenggarakan MCC, seperti materi “Rekrutmen dan Seleksi” yang dijelaskan Octareni Setiawati SPsi MPsi Psikolog, Ketua Program Study Psikologis Universitas Malahayati.

Rekrutmen adalah suatu proses penerimaan calon tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja (lowongan pekerjaan) pada suatu unit kerja dalam suatu organisasi atau perusahaan. Proses seleksi adalah proses pemilihan calon tenaga kerja yang paling memenuhi syarat untuk mengisi lowongan pekerjaan.

Dalam materinya Octareni menjelaskan beberapa jenis psikologi test, diantaranya:

  • Tahap seleksi
  • Hal yang perlu dilakukan oleh seorang pelamar kerja
  • Persiapan kemampuan
  • Persiapan surat lamaran kerja
  • Persiapan foto
  • Persiapan wawancara kerja
  • Persiapan psikotes

Ia juga menjelaskan tata cara penulisan surat lamaran kerja. Dimana surat lamaran kerja kerja adalah salah satu jenis surat resmi yang di sampaikan ke suatu perusahaan atau perorangan dalam rangka melamar pekerjaan. Dalam formatnya, surat lamaran kerja biasanya berbentuk sebagai surat pengantar atas berbagai lampiran lain sehingga menjadi satu berkas lamaran kerja.

Berikuti materi selengkapnya:

Materi REKRUTMEN DAN SELEKSI

Materi Peningkatan Mutu dan Kualitas Pada Mahasiswa untuk Menghadapi MEA 2016 oleh Fathurrozi

SEMINAR dan Pelatihan Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Gedung Malahayati Career Center (MCC) Sabtu, 19 Maret 2016. Adapun materi yang diberikan pemateri dalam kegiatan yang diselenggarakan MCC, seperti materi “Peningkatan Mutu dan Kualitas Pada Mahasiswa untuk Menghadapi MEA 2016” yang dijelaskan Drs Fathurrozi MARS, Wakil Direktur SDM dan Umum Rumah Sakit Pertamina- Bintang Amin (RSPBA) Malahayati.

MEA adalah sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk menghilangkan, jika tidak, meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi. Program MEA membutuhkan kemampuan bahasa, keterampilan dan kesadaran berwirausaha.

Adapun delapan [8] profesi yang akan bersaing di MEA, yakni:

  1. Insinyur
  2. Arsitek
  3. Tenaga Pariwisata
  4. Akuntan
  5. Dokter Gigi
  6. Tenaga Survei
  7. Praktisi Medis
  8. Perawat

Dalam hal ini salah satunya perlunya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkemampuan tinggi yaitu berkemampuan, berkreasi, ulet dan berprestasi serta perlunya manajemen SDM.

Mengapa manajemen SDM penting?

“Karena keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran dan kemampuan menghadapi tantangan internal dan eksternal organisasi, hal itu sangat ditentukan oleh kemampuan Manajer SDM dalam mengelola SDM secara tepat dan benar,” kata Fathurrozi dalam materinya.

Berikut materi selengkapnya:

Peningkatan Mutu dan Kualitas Mahasiswa untuk mengahadapi MEA [1]

Peningkatan Mutu dan Kualitas Mahasiswa untuk mengahadapi MEA [2]

Potret Seminar dan Pelatihan MEA [part 2]

SEMINAR dan Pelatihan mengahdapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Sabtu, 19 Maret 2016 di Malahayati Career Center (MCC) Universitas Malahayati. Acara ini mengusung tema “Peningkatan Mutu dan Kualitas Mahasiswa Universitas Malahayati dalam Menghadapi Dunia Kerja Masyarakat Ekonomi Asean”.

Kegiatan yang diikuti 230 peserta dari berbagai program studi, seperti Kebidanan, Keperawatan, Akuntansi dan Manajemen ini dibuka langsung oleh Dr Dessy Hermawan SKep Ns MKes, Wakil Rektor III Universitas Malahayati. Dan menghadiri 4 orang pemateri, diantaranya Drs Fathurozi MARS selaku Wakil Direktur SDM dan Umum RSPBA, Iskandar Muda SH MH, Dosen Fakultas Hukum Universitas Malahayati dan Tambat Seprizal SE, alumni sekaligus perwakilan Palm Oil Industry serta Octa Reni Setiawati SPsi MPsi Psikolog, Ketua program study Psikologi.

Berikut potret Seminar dan Pelatihan MEA:

DSC_0027 DSC_0021 DSC_0025 DSC_0026 DSC_0058 DSC_0020 DSC_0059 DSC_0034 DSC_0041 DSC_0050 DSC_0064 DSC_0068

Seminar dan Pelatihan Menghadapi MEA di MCC Dihadiri 230 Peserta

Malahayati Career Center (MCC) meyelengkarakan seminar dan pelatihan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Sabtu, 19 Maret 2016. Dengan tema  “Peningkatan mutu dan kulitas mahasisiwa Universitas Malahayati menghadapi dunia kerja Masyaratak Ekonomi Asean”, kegiatan ini dihadiri 230 peserta dari berbagai program study, seperti Kebidanan, Keperawatan, Akuntansi dan Manajemen.

Seminar yang diadakan di Gedung MCC ini dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Malahyati Dr Dessy Hermawan SKep Ns Mkes. “Terimakasih kepada MCC telah menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan ini,” ujar Dessy.

Seminar ini menghadiri 4 orang pemateri diantaranya Wakil Direktur Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin, Drs Fathurozzi MARS. Dosen Fakultas Hukum Universitas Malahayati, Iskandar Muda SH MH. Alumni sekaligus perwakilan Palm Oil Industry, Tambat Seprizal SE. Dan juga Ketua program study Psikologi, Octa Reni Setiawati SPsi MPsi Psikolog.

Dengan diadakannya seminar dan pelatihan ini diharapkan mahasisiwa dapat lebih mengasah kemampuan dan potensi, sehingga mampu bersaing didunia kerja khususnya era Masyaratak Ekonomi Asean.

Besok, Seminar dan Pelatihan MEA di MCC

Malahayati Career Center (MCC) akan meyelengkarakan seminar dan pelatihan dengan tema “Peningkatan mutu dan kulitas mahasisiwa Universitas Malahayati menghadapi dunia kerja Masyaratak Ekonomi Asean”. Seminar dan pelatihan yang diselenggarakan pada:

Hari/tanggal : Sabtu, 19 Maret 2016
Waktu            : 08.00-selesai
Tempat           : Malahayati Career Center Universitas Malahayati

Pembicara/ Narasumber dari:

  1. Rumah Sakit
  2. Perusahaan
  3. Pemerintah, dan
  4. Psikolog

Persyratan:

  1. Biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,-
  2. Foto 3×4 dan 4×6

Ayo buruan daftar, sebelum kehabisan tiket. Seminar dan Pelatihan ini dibuka untuk umum dengan fasilitas snack, kartu MCC, sertifikat dan DOORPRIZE .

Info lebih lanjut bisa hubungi nomor yang tertera dibawah ini:

Putri Elisabeth Pakpahan: 082285780727

Jangan Lewatkan Seminar dan Pelatihan MEA di MCC, Tiga Hari Lagi

JANGAN lupa, tiga hari lagi akan diadakan seminar dan workshop di Malahayati Career Center (MCC). Bertema “Peningkatan mutu dan kualitas mahasisiwa Universitas Malahayati menghadapi dunia kerja Masyarakat Ekonomi Asean” ,  Hardini selaku ketua MCC mengajak seluruh mahasiswa malahayati khususnya Fakultas Ekonomi untuk mengikuti seminar dan pelatihan yang diselenggarakan pada:

Hari/tanggal : Sabtu, 19 Maret 2016
Waktu            : 08.00-selesai
Tempat           : Malahayati Career Center Universitas Malahayati

Acara ini akan menghadirkan beberapa narasumber yang berasal dari Instansi pemerintahan, rumah sakit, perusahaan dan psikolog. Jadi kegiatan ini bisa diikuti oleh seluruh kalangan dan terbuka untuk umum.

Bagi yang berminat akan memperoleh fasilitas seperti snack, kartu MCC, sertifikat dan doorprize.

Persyaratan:

  1. Biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,-
  2. Membawa Foto 3×4 dan 4×6 ..

Info lebih lanjut bisa hubungi nomor yang tertera dibawah ini:

Putri Elisabeth Pakpahan: 082285780727

 

Ayo Ikutan Seminar dan Pelatihan MEA

Malahayati Career Center (MCC) akan meyelengkarakan seminar dan pelatihan dengan tema “Peningkatan mutu dan kulitas mahasisiwa Universitas Malahayati menghadapi dunia kerja Masyaratak Ekonomi Asean”. Seminar dan pelatihan yang diselenggarakan pada:

Hari/tanggal : Sabtu, 19 Maret 2016
Waktu            : 08.00-selesai
Tempat           : Malahayati Career Center Universitas Malahayati

Pembicara/ Narasumber dari:

  1. Rumah Sakit
  2. Perusahaan
  3. Pemerintah, dan
  4. Psikolog

Persyratan:

  1. Biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,-
  2. Foto 3×4 dan 4×6 ..

Ayo buruan daftar, sebelum kehabisan tiket. Seminar dan Pelatihan ini dibuka untuk umum dengan fasilitas snack, kartu MCC, sertifikat dan DOORPRIZE .

Info lebih lanjut bisa hubungi nomor yang tertera dibawah ini:

Putri Elisabeth Pakpahan: 082285780727

 

Malahayati Career Center Akan Gelar Seminar MEA

Malahayati Career Center (MCC) akan meyelengkarakan seminar dan pelatihan dengan tema “Peningkatan mutu dan kulitas mahasisiwa Universitas Malahayati menghadapi dunia kerja Masyaratak Ekonomi Asean”. Seminar dan pelatihan yang diselenggarakan pada:

Hari/tanggal : Sabtu, 19 Maret 2016
Waktu            : 08.00-selesai
Tempat           : Malahayati Career Center Universitas Malahayati

Pembicara/ Narasumber dari:

  1. Rumah Sakit
  2. Perusahaan
  3. Pemerintah, dan
  4. Psikolog

Persyratan:

  1. Biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,-
  2. Foto 3×4 dan 4×6 ..

Seminar dan Pelatihan ini dibuka untuk umum dengan fasilitas snack, kartu MCC, sertifikat dan DOORPRIZE . Ayo buruan daftar, tiket terbatas!

Info lebih lanjut bisa hubungi nomor yang tertera dibawah ini:

Putri Elisabeth Pakpahan: 082285780727

Ayo Meriahkan Seminar dan Pelatihan dalam Rangka Mengahadapi Dunia Kerja MEA

Ayoo meriahkan!

Dalam rangka meningkatkan mutu kualitas mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016, maka Malahayati Career Center (MCC) mengadakan seminar dan pelatihan untuk seluruh mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung. Seminar dan pelatihan yang diselenggarakan pada:

Hari/tanggal : Sabtu, 19 Maret 2016

Waktu             : 08.00-selesai

Tempat           : Malahayati Career Center Universitas Malahayati

Pembicara/ Narasumber dari:

  1. Rumah Sakit
  2. Perusahaan
  3. Pemerintah, dan
  4. Psikolog

Biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,-. Akomodasi yang bersahabat dengan fasilitas snack, kartu MCC, sertifikat dan DOORPRIZE. Dengan persyaratan, membawa foto 3×4 dan 4×6.

Info lebih lanjut bisa hubungi nomor yang tertera dibawah ini:

Putri Elisabeth Pakpahan: 082285780727

Ayo buruan daftar, tiket terbatas!

 

Apa yang Harus Anda Ketahui Tentang Masyarakat Ekonomi Asean

Persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean pada akhir 2015.

Ini akan mempengaruhi banyak orang, terutama pekerja yang berkecimpung pada sektor keahlian khusus.

Berikut lima hal yang perlu Anda ketahui dan antisipasi dalam menghadapi pasar bebas Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Apa itu Masyarakat Ekonomi Asean?

Lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang.

Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Bagaimana itu mempengaruhi Anda?

Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya.

Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari, menjelaskan bahwa MEA mensyaratkan adanya penghapusan aturan-aturan yang sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja asing.

“Pembatasan, terutama dalam sektor tenaga kerja profesional, didorong untuk dihapuskan,” katanya.

“Sehingga pada intinya, MEA akan lebih membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau minim tenaga asingnya.”

Apakah tenaga kerja Indonesia bisa bersaing dengan negara Asia Tenggara lain?

Sejumlah pimpinan asosiasi profesi mengaku cukup optimistis bahwa tenaga kerja ahli di Indonesia cukup mampu bersaing.

Ketua Persatuan Advokat Indonesia, Otto Hasibuan, misalnya mengatakan bahwa tren penggunaan pengacara asing di Indonesia malah semakin menurun.

“Pengacara-pengacara kita, apalagi yang muda-muda, sudah cukup unggul. Selama ini kendala kita kan cuma bahasa. Tetapi sekarang banyak anggota-anggota kita yang sekolah di luar negeri,” katanya.

Di sektor akuntansi, Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia, Tarko Sunaryo, mengakui ada kekhawatiran karena banyak pekerja muda yang belum menyadari adanya kompetisi yang semakin ketat.

“Selain kemampuan Bahasa Inggris yang kurang, kesiapan mereka juga sangat tergantung pada mental. Banyak yang belum siap kalau mereka bersaing dengan akuntan luar negeri.”

Bagaimana Indonesia mengantisipasi arus tenaga kerja asing?

Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari, menyatakan tidak ingin “kecolongan” dan mengaku telah menyiapkan strategi dalam menghadapi pasar bebas tenaga kerja.

“Oke jabatan dibuka, sektor diperluas, tetapi syarat diperketat. Jadi buka tidak asal buka, bebas tidak asal bebas,” katanya.

“Kita tidak mau tenaga kerja lokal yang sebetulnya berkualitas dan mampu, tetapi karena ada tenaga kerja asing jadi tergeser.

Sejumlah syarat yang ditentukan antara lain kewajiban berbahasa Indonesia dan sertifikasi lembaga profesi terkait di dalam negeri.

Apa keuntungan MEA bagi negara-negara Asia Tenggara?

Riset terbaru dari Organisasi Perburuhan Dunia atau ILO menyebutkan pembukaan pasar tenaga kerja mendatangkan manfaat yang besar.

Selain dapat menciptakan jutaan lapangan kerja baru, skema ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan 600 juta orang yang hidup di Asia Tenggara.

Pada 2015 mendatang, ILO merinci bahwa permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41% atau sekitar 14 juta.

Sementara permintaan akan tenaga kerja kelas menengah akan naik 22% atau 38 juta, sementara tenaga kerja level rendah meningkat 24% atau 12 juta.

Namun laporan ini memprediksi bahwa banyak perusahaan yang akan menemukan pegawainya kurang terampil atau bahkan salah penempatan kerja karena kurangnya pelatihan dan pendidikan profesi. | sumber: bbc.co.id