Posts

Info Pengajuan Proposal Transfer Kredit Mahasiswa PTS Tahun 2016

Yth. Koordinator Kopertis Wilayah I s.d. XIV
Di
Tempat

Dengan hormat, bersama ini diberitahukan bahwa sesuai dengan program kerja dan rencana strategis tahun 2016, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti akan melaksanakan program Transfer Kredit Mahasiswa ke beberapa negara di ASEAN, ASEAN plus Three dan Eropa/ASEM. Berkenaan dengan hal itu, untuk tahun anggaran 2016, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti mengalokasikan anggaran untuk 50 (lima puluh) orang mahasiswa PTN dan PTS seluruh Indonesia yang akan diseleksi oleh Ditjen Belmawa untuk mengikuti program Transfer Kredit ke beberapa negara tujuan tersebut.

Oleh karena itu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti dengan hormat mengundang seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk berpartisipasi dalam program Transfer Kredit dengan mendaftar dan mengisi formulir registrasi (terlampir) serta mengirimkan Surat Keterangan yang berisi usulan biodata nama-nama mahasiswa peserta, program studi, dan penunjukan satu orang koordinator program Transfer Kredit untuk masing-masing perguruan tinggi. Pengiriman surat keterangan dapat dilakukan dengan mengirim email kepada Sdr. Septian: maulanaseptian16@yahoo.co.id atau Sdri. Tsania: tsania.hanintisya@gmail.com atau via pos ke alamat Ditjen Belmawa Kemristekdikti, Gedung D Lantai 7, Jalan Pintu 1 Senayan Jakarta 10270.

Sehubungan dengan masih adanya Perguruan Tinggi yang belum menerima surat kami nomor: 403/B2/LL/2016 tanggal 17 Mei 2016 perihal edaran program transfer kredit mahasiswa tahun 2016, dengan ini kami sampaikan, bahwa kami memperpanjang pendaftaran dan pengusulan proposal sampai dengan tanggal 30 Juni 2016. Untuk proses seleksi mahasiswa calon peserta masing-masing perguruan tinggi dapat mengikuti panduan program transfer kredit (terlampir).

Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Direktur Pembelajaran,

ttd

Paristiyanti Nurwardani
NIP. 196305071990022001

Persyaratan mahasiswa mengikuti program Transfer Kredit Belmawa:

  1. Mahasiswa Program Sarjana (S1)
  2. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif di PTN/PTS
  3. Sedang menempuh perkuliahan minimal pada semester IV
  4. Memiliki sertifikat TOEFL dengan skor minimum 450 atau IELTS minimum 5.0

Proses seleksi:

  1. Proses seleksi diselenggerakan oleh Perguruan Tinggi masing-masing
  2. Pada proses seleksi mahasiswa wajib melampirkan CV, transkrip akademik dan sertifikat kemampuan berbahasa inggris (TEOFL/IELTS)
  3. Proses seleksi meliputi desk evaluation dan wawancara
  4. Wawancara dilaksanakan bagi mahasiswa yang lulus tahap seleksi desk evaluation
  5. Kriteria wawancara meliputi: prestasi akademis, kemampuan Bahasa inggris, keperibadian, kemampuan berbahasa Inggris dan aktivitas extra kurikuler
  6. Kelulusan calon peserta diumumkan paling lambat 1 minggu setelah proses wawancara

 

Tembusan:

  1. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
  2. Sekretaris Ditjen Belmawa
  3. Wakil Rektor/Direktur bidang Akademik
  4. Wakil Rektor/Direktur bidang Kerjasama

Lampiran:

  1. Surat Edaran Perpanjangan Edaran 
  2. Panduan Program Transfer Kredit
  3. Formulir Transfer Kredit

Menteri Nasir Resmikan Pembangunan Iradiator Gamma

Sebagai negara agraris maritim dengan potensi keanekaragaman produk pertanian, perkebunan, dan perikanan yang sangat melimpah. Produk komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bahan makanan, obat, obat herbal, kosmetika dan bahan baku industri. Dengan kondisi wilayah Indonesia yang bersifat tropis maka sebagian besar produk tersebut akan cepat matang, mudah busuk atau rusak. Untuk itu diperlukan sistem pendistribusian yang baik agar tidak menurunkan kualitas produk.

Sejalan dengan agenda Nawa Cita Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional pada bagian hilir (pasca panen) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerjasama dengan Izotop-Hongaria mengembangkan fasilitas iradiasi sinar gamma yang disebut Iradiator Gamma Serbaguna.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, melakukan peletakan batu pertama pada Groundbreaking  pembangunan Iradiator Gamma. Pembangunannya diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2017 dan diperkirakan awal tahun 2018 akan beroperasi seperti yang dikatakan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto pada acara yang digelar di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan pada Selasa (29/3/2016).

”Iradiator ini untuk pengawetan makanan dan juga sterilisasi obat serta alat-alat pengobatan bahkan jamu verbal juga bisa dibunuh mikro organismenya sehingga lebih berkualitas,” ujar Djarot.

Dibangunnya Iradiator Gamma di Puspiptek ini masih terbilang skala yang kecil. Dia menambahkan bahwa harapan kedepan bisa dibangun dengan skala yang lebih besar di berbagai daerah di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama M. Nasir (Menristekdikti) menghimbau untuk tantangan kedepan Reaktor harus kita bangun di Indonesia karena dari tenaga kimia atau nuklir yang dihasilkan sangat penting untuk membangun energi yang lebih besar yang jadi kebutuhan kedepannya.

“Dengan dibangunnya ini, harapan kami dapat menambah nilai ekonomi, terutama pada masyarakat. Para peneliti haruslah digiatkan bisa menghasilkan suatu produk yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Nasir.

Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany juga berkomitmen bahwa tugasnya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dengan pembangunan Iradiator Gamma Serbaguna ini karena menurutnya banyak masyarakat yang pasti belum tahu tentang Iradiator ini.

Kedepan, Iradiator Gamma Serbaguna diharapkan akan menjadi model atau master dari pembangunan  iradiator lain di seluruh Indonesia karena saat ini hanya terdapat satu iradiator gamma komersial yang beroperasi untuk melayani industri sterilisasi. | sumber: ristekdikti.go.id

Ini Program Co-op Tahun 2016 dari Kemenristek Dikti, Tertarik? Klik Artikel Ini

DIREKTORAT Kemahasiswaan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek Dikti kembali meluncurkan program Co-operative Academic Education (Co-op). Program ini ditujukan untuk PTN (Non BLU & PTN BH) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Program ini dilaksanakan berdasarkan surat Ditjen Belmawa Kementerian Ristek Dikti Nomor 174/B3.2/KM/2016, perihal Tawaran Program Co-op Tahun 2016.

Disebutkan, bagi perguruan tinggi yang berminat mengikuti program ini dapat mengajukan proposal ke Direktorat Kemahasiswaan dengan syarat dan ketentuan dapat dibaca di Pedoman Program Belajar Bekerja Terpadu (Co-op) tahun 2016, pengajuan proposal dikirim melalui email: coop.belmawa@gmail.com.

Baca lebih lanjut silahkan klik tautan ini.

  1. Surat Tawaran Program Co-op Tahun 2016
  2. Pedoman Program Co-op

Penghargaan dari ITSF Untuk Majukan Sains dan Teknologi

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, menghadiri Penghargaan Sains dan Teknologi Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) yang berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Selasa (8/3/2016).

Dalam acara penghargaan tersebut Nasir menyampaikan merasa bangga untuk menyaksikan prestasi luar biasa di bidang penelitian dan pendidikan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang memang layak untuk diberikan penghargaan atau hibah. ”Saya percaya bahwa penghargaan dan hibah hari ini akan memberikan kontribusi untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia”, ujarnya.

Sejumlah skema insentif setiap tahun sudah dianggarkan oleh Kemristekdikti untuk mendukung para peneliti di universitas maupun di lembaga penelitian untuk teknologi baru yang inovatif. Namun, karena segala keterbatasan, Pemerintah Indonesia tidak bisa sepenuhnya mendanai semua topik penelitian. “Oleh karena itu, apa yang telah dilakukan oleh Toray Foundation benar-benar sejalan dengan kebijakan Kementerian untuk merangsang kegiatan penelitian di Indonesia dengan memberikan bantuan dana riset kepada para peneliti muda di universitas dan lembaga riset melalui program Science and Technology Research Grant”, tuturnya.

Tahun ini sebanyak 18 proposal dinyatakan lulus untuk mendapat bantuan dana, dengan total jumlah bantuan sebesar 700 juta rupiah. Para pemenang ini dipilih dari 158 proposal. ITSF juga memberikan Penghargaan Pendidikan Sains (Science Education Award) yang diberikan kepada 10 orang guru sains tingkat SMP dan SMA melalui kompetisi pengembangan metode pengajaran sains yang kreatif dan inovatif. “Saya percaya bahwa hasil penelitian mereka akan signifikan untuk memperkuat lingkungan inovasi di Indonesia,” ungkap Nasir.

Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) adalah lembaga nirlaba yang dibiayai oleh raksasa bisnis Jepang Toray Industries Inc. Keberadaannya di Indonesia diwakili oleh PT Toray Industries Indonesia, yang sudah sangat memberikan motivasi pada penelitian dan sains teknologi untuk membangun lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan terus maju mengikuti perkembangan zaman. | sumber: ristekdikti.go.id

Sinergi Academic Health System; Tombak Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Lebih Baik

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (Dirjen SDID) Kemristekdiki, Ali Gufron, memberikan orasi ilmiah dalam acara Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalies ke 70/Lustrum XIV Fakultas Kedokteran UGM, di Grha Sabha Pramana UGM, Sabtu (5/3).

Pada acara yang dihadiri oleh ratusan undangan yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan pemangku kepentingan bidang kedokteran itu, Ali Gufron mengungkapkan bahwa konsep Sinergi Academic Health System (AHS)  sudah berjalan dengan baik di Negara Belanda dan Amerika Serikat. Gufron mengatakan, “kami akan melaksanakan konsep AHS ini. Kami ingin agar konsep AHS ini benar-benar diimplementasikan.”

AHS merupakan konsep yang memadukan beberapa komponen untuk bersinergi. Komponen tersebut antara lain Kemristekdikti, Kementerian Kesehatan, RSUP Dr. Sardjito, RS UGM, termasuk Puskesmas, klinik, kemudian bersama-sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas terkait, menjadi satu kesatuan terintegrasi, terutama dalam hal yang bersifat fungsional. Semuanya berfungsi untuk memperkuat penelitian, pendidikan, dan pelayanan kesehatan menjadi evidence based medicine sehingga masyarakat diharapkan menjadi sehat.

“Dengan begitu, pelayanan rumah sakit akan menjadi lebih baik dan berbasis penelitian. Karena rumah sakit memberikan pelayanan yang baru, alat baru, inovasi baru. Rumah sakit yang menjadi bagian dari AHS jika mengalami kesulitan dapat menghubungi Rumah Sakit yang lain yang lebih baik atau melakukan rujukan. Jadi pelayanannya lebih kompherensif,” kata Gufron.

Dalam acara tersebut juga diberikan penghargaan kepada pendidik, tenaga kependidikan, purnakarya yang dianggap berprestasi bagi Fakultas Kedokteran UGM dimana Gufron juga menjadi salah satu orang yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Gufron bersama Rektor UGM Dwikorita dan Co-Chair Tahir Foundation Dato’ Sri Tahir meresmikan pembangunan Gedung Pascasarjana FK UGM. Menurut Gufron kelemahan riset di Universitas ternama di Indonesia adalah keterbatasan peralatan laboratorium.

“Dengan adanya pembangunan gedung ini, saya harapkan dapat terselesaikan permasalahan tersebut. Karena dengan gedung yang mendukung, peralatan laboratorium yang lengkap dan canggih, semakin memacu riset menjadi lebih cepat lagi,” kata Gufron. | sumber: ristekdikti.go.id

Menristekdikti Jalin Kerja Sama Intensif dengan Swedia

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja ke Swedia. Dalam kunjungan itu Menteri Nasir didampingi beberapa Direktur Jenderal di lingkungan Kemenristekdikti antara lain Dirjen Kelembagan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi dan Staf Khusus Lukmanul Khakim.

Menteri Nasir bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Riset Swedia, Helene Hellmark Knutsson untuk menandatangani “Surat Pernyataan Kehendak Terkait Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Riset dan Inovasi”.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk mempererat sekaligus meningkatkan hubungan kedua negara dibidang pendidikan tinggi, riset dan inovasi. Adapun ruang lingkup kerja sama antara lain meliputi peningkatan kerja sama dan pertukaran informasi dan pengalaman dalam bidang riset saintifik, mendorong dan memfasilitasi entitas/institusi di Indonesia dan Swedia yang berminat melakukan kerja sama di bidang riset, pendidikan  dan inovasi, serta meningkatkan program pertukaran ilmuwan/peneliti, tenaga ahli, dosen dan mahasiswa.

Menteri Nasir mengatakan, “kerja sama dengan Swedia merupakan salah satu kerja sama antar Negara yang konstruktif, terutama di bidang riset dan pendidikan tinggi yang saat ini masih sangat perlu ditingkatkan. Hal ini merupakan loncatan yang baik bagi peran riset dan inovasi di Indonesia sekaligus mempererat dan memperluas akses Pendidikan Tinggi di Indonesia.”

Swedia saat ini merupakan Negara yang berada pada posisi ke-3 dalam Indeks Inovasi berdasarkan Global Inovation Index (GII). Saat ini sekitar 150 pelajar Indonesia belajar di Swedia baik di Perguruan Tinggi Swasta maupun Negeri. Mereka adalah penerima beasiswa LPDP, setidaknya ada 6 Perguruan Tinggi yang sudah bekerjasama dengan LPDP. Hal ini juga sebagai kunjungan balasan kembali dimana pada beberapa tahun lalu ada delegasi pimpinan Perguruan Tinggi dari Swedia yang mengunjungi Indonesia untuk kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset dan inovasi.

Saat ini banyak ilmuwan yang sudah melakukan kerja sama dibidang kesehatan masyarakat, energi terbaharukan, pengelolaan limbah dan teknik. Pada tahun 2016 ini, Kemenristekdikti ingin meningkatkan kerjasama dengan mendatangkan beberapa peneliti Swedia ke Indonesia untuk penelitian serta mengimplementasikan proyek kerja sama strategis lainnya seperti Science Technology Park (STP) dan Center of Excellence (CoE) demi peningkatkan kerjasama untuk kedua Negara.

Kemudian dalam lawatannya selama beberapa hari di Swedia, beberapa tempat yang dikunjungi Nasir diantaranya Karolinska Istitutet, KTH Royal Institute of Technology, Lund University dan Ideon Science Park Swedia, serta bertemu dengan pelajar Indonesia. Hal ini dilakukan seiring bertambahnya pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Swedia untuk pendidikan dan penelitian. | sumber: ristekdikti.go.id

Pengumuman Hibah Pusat Karir dan Tracer Study tahun 2016

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi

Di Seluruh Indonesia

Bersama ini kami sampaikan bahwa Kementerian Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, pada tahun 2016 kembali memberikan bantuan berupa hibah kepada Pusat karir dan Tracer Study di tingkat Perguruan Tinggi.

Sejak tahun 2012, Kementerian telah memberikan Hibah Pusat Karir dan Tracer Study kepada beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia dengan melalui pelaksanaan seleksi proporsal dan evaluasi dokumen oleh tim reviewer yang telah ditetapkan.

Hibah ini sangat penting bagi terselenggaranya pengembangan pusat karir dan terlaksananya tracer study di Perguruan Tinggi.

Informasi panduan tersebut dapat dilihat pada website Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi ( www.ristekdikti.go.id dan belmawa.ristekdikti.go.id ).

Perguruan Tinggi dapat mengirimkan proposal kegiatan pusat karir dan tracer study di Perguruan Tinggi dengan syarat dan ketentutan seperti tertera di panduan  hibah, dalam bentuk softcopy (format pdf) melalui email : pktskemahasiswaan@ristekdikti.go.id dan hardcopy (1 eksemplar) di jilid, dengan sampul warna hijau untuk hibah PHTS dan warna merah untuk hibah PHPK, ditujukan kepada :

Direktorat Kemahasiswaaan,

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Gedung D, Lantai 7

Jln.Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan. Jakarta 10270

Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Buku panduan dapat di download pada tautan dibawah ini :

Buku panduan dan surat resmi dapat di download pada tautan dibawah ini :

  1. Pengumuman Hibah Pusat Karir
  2. Panduan Tracer Study tahun 2016
  3. Panduan Hibah Pusat Karir tahun 2016

| sumber: ristekdikti.go.id

Memenuhi Syarat, 104 PTS Telah Diaktifkan Kembali

Kementerian Ristek dan Dikti telah mengaktifkan 104 pergguruan tinggi swasta (PTS) yang berstatus pembinaan. Saat ini PTS yang masih berstatus pembinaan tersisa 21 PTS.

Selain itu ada 103 PTS yang telah ditutup atau dicabut izinnya karena  permohonan dari PTS yang bersangkutan atau rekomendasi dari Kopertis. Masalahnya, setelah dilakukan visitasi, PTS tersebut tidak bisa memenuhi syarat minimal yang ditetapkan menurut peraturan yang berlaku.

Adapun PTS yang masih dalam status pembinaan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohamad Nasir berupaya terus mendampingi. Hal tersebut diungkapkan Nasir dalam acara diskusi dan rapat dengan perguruan tinggi yang sedang dibina oleh Kemenristekdikti.

Diskusi yang dipimpin oleh Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo, berlangsung di auditorium lantai 2 Kemenristekdikti Senayan, Jakarta pada 22 Februari 2016.

Pada acara ini juga dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kemenristekdikti, Jamal Wiwoho, Staf Ahli Kemenristekdikti bidang Akademik, Paulina Panen, Para Dirjen Kemenristekdikti, dan Rektor 243 perguruan tinggi pembinaan.

Sebagaimana diketahui bahwa pada September 2015, informasi melalui PD Dikti, PTS yang dalam status pembinaan sejumlah 243 PTS, yang terdiri dari 228 PTS di lingkungan Kemenristekdikti dan 15 PTS dari Kementerian Agama. Selanjutnya Kemenristekdikti melalui Ditjen kelembagaan, membentuk tim pendampingan akademik yang bertugas untuk melakukan pembinaan kepada PTS-PTS yang dalam status pembinaan tersebut.

Tim pendampingan akademik selanjutnya bekerjasama dengan Kopertis untuk melakukan visitasi, dan selanjutnya PTS membuat pakta integritas yang berisi kesanggupan memenuhi persyaratan beserta sanksi bila tidak sanggup memenuhi persyaratannya. Pakta integritas tersebut selanjutnya dijadikan dasar bagi Kopertis untuk mengajukan rekomendasi pengaktifan PTS.

Dalam sesi tanya jawab Nasir mangatakan akan menyiapkan tim untuk melakukan pendampingan ke PTS yang memerlukan pendampingan. “Hingga saat ini sudah ada 8 tim yang kita bentuk,” ujar Nasir. | sumber: ristekdikti.go.id

Perkuat Infrastruktur dan Publikasi Demi Keberhasilan Penelitian

Salah satu perhatian khusus yang perlu didukung untuk memperkuat kuantitas dan kualitas penelitian adalah infrastruktur. Indonesia harus mengedepankan infrastruktur, mengingat seorang peneliti harus berada dekat obyek penelitian dan dengan komunitas untuk mendiskusikan letak permasalahannya di mana tanpa halangan pekerjaan lain.  Terutama terkait penyusunan pertanggung jawaban keuangan yang relatif kaku.

Karena itu, dibutuhkan terobosan kebijakan baru guna menciptakan lingkungan yang kondusif untuk melaksanakan riset, sehingga para peneliti dapat menghasilkan kinerja yang lebih produktif, terukur, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hambatan kegiatan penelitian selama ini ada dalam struktur penganggaran akun belanja barang (52), yang menyebabkan pertanggungjawaban keuangan dibebankan kepada peneliti.

Itulah sebabnya, Kemenristekdikti melakukan berbagai diskusi dengan instansi terkait. Salah satu usulan adalah Penyederhanaan Pertanggungjawaban Anggaran Penelitian.

Kemenristekdikti menyusun Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) sebagai panduan peta kerja teknis bagi seluruh pemangku kepentingan nasional dalam tahap perencanaan sampai evaluasi, khususnya terkait dengan anggaran. Sehingga para peneliti dapat berkinerja sesuai standar global, yaitu melakukan riset dengan baik, mempublikasi hasilnya, mempatenkan, dan bertransaksi lisensi secara terhormat.

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati menerangkan pada acara Coffee Morning – Kabar Terhangat Ristekdikti (19/02/2016) di Gedung D Senayan, bahwa keberhasilan penelitian di Indonesia bukan hanya tergantung pada kualitas peneliti, kelengkapan sarana prasarana, dan pendanaannya, tapi justru yang paling penting adalah bagaimana mengkomunikasikan hasil-hasil yang diteliti kepada publik itu menjadi variabel penentu.

“Jika kita berbicara tentang penelitian itu indikatornya adalah kemanfaatan dengan masyarakat, untuk itu saya mengajak seluruh teman-teman jurnalis untuk sesering mungkin berkomunikasi dengan seluruh peneliti yang ada di seluruh Indonesia. Banyak peneliti yang memiliki penelitian luar biasa namun tidak memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat, sehingga penemuan-penemuan tersebut seolah-olah lenyap ditelan angin,” ujar Dimyati.

Untuk itu keterlibatan teman-teman jurnalis menjadi bagian penting keberhasilan penelitian di indonesia. Bersama kita bantu keberhasilan penelitian di Indonesia. | sumber: ristekdikti.go.id

Kiat Menteri Nasir Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Inspektorat Jenderal ditandai dengan pemukulan Gong yang berlangsung di Hotel Lorin Solo, Rabu (3/2/2016).

Dalam rapat koordinasi tersebut Menteri Nasir menyampaikan tentang bagaimana mewujudkan pendidikan tinggi bermutu, serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa. Menteri Nasir mengatakan bahwa Inspektorat Jenderal dalam melakukan pengawasan bertugas menciptakan Good Governance, yaitu tata kelola pemerintahan yang baik, dan Good University Governance tata kelola universitas yang baik.

Ukuran–ukuran yang harus dilakukan dalam tata kelola pemerintah yang baik ada empat instrumen utama, yaitu transparansi, awareness, accountability, dan responsibility. Empat instrumen tersebut dapat diterapkan pada perguruan tinggi dan satuan kerja utama yang ada di Kemenristekdikti, sehingga bisa berjalan dengan baik.

“Menristekdikti harus dikawal dengan baik agar pencapaian tugas dan fungsi yang telah diamanatkan kepada beliau dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” jelas Inspektur Jenderal Jamal Wiwoho.

Sesuai amanat yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden kepada Kemenristekdikti bersama dengan Akademi Pengetahuan Indonesia, bidang-bidang riset yang harus dikembangkan dengan lebih baik pada bidang pangan dan pertanian.

“Melihat dari sumber alam yang kita miliki dalam bidang pangan dan pertanian seharusnya tidak lagi impor, tetapi pada kenyataanya kita masih impor. Berarti ada sesuatu yang salah dalam pengelolaan negeri ini. Untuk itu tugas–tugas tersebut yang harus dilakukan dan diterapkan,” himbau Menteri Nasir.

Menteri Nasir juga mengungkapkan bahwa telah terlihat adanya peningkatan yang luar biasa pada produktifitas di bidang pangan dan pertanian dari riset–riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi dan LPNK di bawah Kemenristekdikti.

Diharapkan segera terlihat peningkatan yang juga luar biasa pada bidang-bidang lainnya, antara lain: bidang kesehatan dan obat-obatan, bidang teknologi informasi dan komunikasi, bidang transportasi, bidang nano teknologi, bidang teknologi pertahanan, dan bidang energi. | sumber: ristekdikti.go.id