Posts

Sambutan Rektor Universitas Malahayati Dalam Kuliah Umum Bersama Menpora

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi didampingi Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi berkunjung ke Universitas Malahayati pada Jum’at, 13 April 2018. Selain meresmikan Futsal Center Universitas Malahayati dan membuka Dekan Cup 2018, Menpora juga Groundbreaking Stadion yang diberi nama sesuai namanya, Stadion H. Imam Nahrawi. Tak hanya itu Ia juga memberikan kuliah umum di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Dalam kuliah umum ini sambutan pertama diberikan kepada Rektor Universitas Malahayati. Dalam hal ini Ia menyampaikan bahwa generasi muda harus bisa menjadi tauladan seperti Imam Nahrawi, Menpora. “Dengan adanya kesempatan dan peluang, untuk menjadi generasi yang tauladan yaitu dengan mengikuti jejak pengalaman orang sukses. Kesempatan ini akan bermanfaat dan berguna bagi mahasiswa untuk menjadi estafet jajaran generasi yang produktif dan juga membanggakan, bukan hanya di Indonesia ataupun di Provinsi Lampung,” kata Kadafi menambahkan.

Selain itu, Rektor juga menceritakan sosok pendiri Universitas Malahayati, Rusli Bintang. Rusli dulunya adalah buruh kasar dan tidak sekolah namun mampu mendirikan empat perguruan tinggi di berbagai provinsi. Itu semua disebabkan perilaku yang rajin dan pantang menyerah.

“Rusli Bintang telah mendirikan empat universitas. Dimulai dengan Universitas Abulyatama di Banda Aceh, lalu Universitas Malahayati di Bandar Lampung, menyusul Universitas Batam di Batam, dan saat ini telah mendirikan Institute Kesehatan Indonesia di Jakarta,” kata Kadafi.

Diakhir sambutannya Ia berharap semoga para pemuda dapat membangkitkan semangat. “Khususnya mahasiswa Universitas Malahayati dalam berprestasi dengan mengharumkan budaya asli kita,” ujarnya.[]

 

[*Windi.

Foto Kunjungan Dr Muhammad Kadafi SH, MH. ke kampus Politeknik Negeri Lampung

Foto Kunjungan Dr Muhammad Kadafi SH, MH. selaku ketua Kadin Lampung pada acara Dies Natalis ke-34 kampus Politeknik Negeri Lampung. Selain mengunjungi stand pameran, Rektor Universitas Malahayati juga memberikan Kuliah Umum Kewirausahaan di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Lampung.

Berikut beberapa potret kunjungan Rektor Universitas Malahayati :

Muhammad Kadafi; Jurnal Tembak Mati Sebagai Eksekutif Pidana Mati Dalam Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Islam (Telaah Putusan Mahkamah Konstitusi No. 21/PUU-VI/2008)

Muhammad Kadafi, Jurnal Al-‘Adalah, Terakreditasi, Vol. XII No. 3, Juni 2015): Tembak Mati Sebagai Eksekutif Pidana Mati Dalam Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Islam (Telaah Putusan Mahkamah Konstitusi No. 21/PUU-VI/2008).

Muhammad Kadafi merupakan dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Malahayati, menyelesaikan Pendidikan Kesarjanaan (2006) dan Magister Hukum (2009) di Fakultas Hukum Universitas Lampung sedangkan Pendidikan Program Doktor Ilmu Hukum (2015) diraih dari Universitas Diponegoro Semarang. Adapun karya ilmiahnya yang berjudul “Tembak Mati Sebagai Eksekutif Pidana Mati Dalam Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Islam (Telaah Putusan Mahkamah Konstitusi No. 21/PUU-VI/2008)” bisa dilihat disini:

Belajar Hingga ke Negeri China

WANLI Changcheng. Begitu istilah untuk Tembok Besar Tiongkok (Tembok Raksasa Tiongkok atau Tembok Panjang) disebut di negeri aslinya yang artinya Tembok Sepanjang 10.000 Li.

Menurut catatan sejarah, tembok itu mulai dibangun sejak 722 SM-481 SM. Negeri-negeri yang tercatat berkontribusi dalam konstruksi pertama antara lain negeri Chu, Qi, Yan, Wei dan Zhao. Mengunakan ratusan ribu pekerja paksa, pekerjaan pembangunan berlanjut di era kekuasaan Kaisar Qin Shi Huang pada 220 SM hingga berakhir di masa Dinasti Ming (1368-1644).

Tentu saja rakyat China bangga dengan bangunan bersejarah terpanjang yang pernah dibuat manusia, apalagi sudah masuk dalam Situs Warisan Dunia Unesco. Jadi tak heran jika lukisannya menghiasi ruang pertemuan di Capital Medical University, Beijing, China.

rektor kdv dan prof dong zheDi ruangan itulah, Direktur Kerjasama Internasional Capital Medical University, Profesor Dong Zhe menerima kedatangan Rektor Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi dan Rektor Universitas Abulyatama R Agung Efriyo Hadi PhD. Dua rektor ini ditemani Wakil Ketua Yayasan Alih Teknologi (badan hukum Universitas Malahayati) Muhammad Rizki dan Wakil Rektor Universitas Malahayati Wahyu Dhani Purwanto MPd.

Pertemuan hangat menjelang petang pada 16 Oktober 2015 ini menghasilkan kesepakatan yang cukup bagus untuk Universitas Malahayati dan Universitas Abulyatama. “Kita bisa mengirim mahasiswa ke kampus ini untuk belajar,” kata Agung Efriyo Hadi. “Setidaknya untuk jangka waktu tiga bulan. Mungkin, nanti kita akan memilih waktu liburan akan kita kirim mahasiswa kita ke sana.”

Agung menjelaskan, semula mereka hanya minta diberikan kesempatan belajar yang singkat saja. “Namun malah mereka menawarkan dalam bentuk lebih luas, berupa SKS. Jadi bisa sampai tiga bulan belajar di CMU (Capital Medical University),” katanya. Tentu saja, tawaran itu sangat baik. “Kita akan menjalani untuk peningkatan di kampus kita juga. Kita juga hendak ingin menunjukkan kepada mahasiswa proses akademik kita itu tiada henti-hentinya kita mengembangkannya,” katanya.

rektor di beijing 2Kesempatan untuk belajar ke negeri China akan terbuka lebar untuk mahasiswa yang berprestasi. “Yang punya talenta punya kualitas punya mutu, mereka harusnya terpacu dengan potensi keilmuannya. Itu menjadi kunci bagi mereka. Mereka yang juga menjaga nama baik almamater dan nama baik Indonesia. Sebab bagaimana pun mahasiswa yang akan ke China nantinya tetap saja membawa nama negara, mereka di sana dengan wajah kampusnya,” kata Kadafi.

Selain prestasi, mahasiswa yang akan dikirim ke negeri Tirai Bambu diwajibkan bisa berbahasa asing, seperti bahasa Inggris, dan juga belajar bahasa Mandarin. “Saya pernah bertanya pada CMU apakah mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia mengalami kesulitan dalam berbahasa Mandarin?Mereka katakan tidak ada. Bahkan tiga bulan mahasiswa Indonesia yang belajar di CMU sudah bisa berbahasa Mandarin, bahkan sudah mampu menulis arikel dalam bahasa Mandarin. Artinya soal itu tak menjadi kendala sama sekali,” katanya.

Belajar ke Capital Medical University  (CMU) tentu akan membawa dampak yang sangat bagus untuk dua kampus ini. CMU adalah sebuah universitas ternama di negeri China. Berdiri pada 1960, Capital University of Medical Sciences semula  bernama Beijing Second Medical College yang dipimpin Profesor Wu Jieping, seorang urolog terkenal di dunia, orang kedua di Chinese Academy of Sciences dan Chinese Academy of Engineering.  Saat ini, kampus ini dipimpin Profesor Lu Zhaofeng.

CMU terdiri dari 10 sekolah, 14 rumah sakit afiliasi dan 1 lembaga pengajaran. Universitas yang berafiliasi dengan rumah sakit ini memiliki 20.000 staf, lebih 1.000 dosen, dan sekitar 2.000 profesor asosiasi.

Universitas yang memiliki 9.000 mahasiswa aktif ini meliputi berbagai bidang. Di antaranya pelatihan general practitioner, clinical medicine, basic kedokteran, ilmu saraf, ophthalmology, geriatrics, urologi, kardiologi, pain medicine, toksikologi, teknik biomedis, pengobatan tradisional Cina, reproduksi, kebijakan kesehatan, dan sejumlah bidang ilmu kesehatan lainnya.

Bahkan, beberapa bidang yang ada di CMU sudah mendapat pengakuan internasional. Misalnya  neurobiologi, cytobiology, imunologi, kedokteran ikonografi, neurologi, neurosurgery, kardiologi, bedah cardio-vaskular, transplantasi ginjal, penyakit pernafasan, pengobatan pencernaan, bedah oral-maksilofasial, mata, THT dan hematologi anak.

Saat ini, CMU menyelenggarakan program pertukaran internasional yang sangat baik. Memiliki kemitraan dan perjanjian dengan banyak universitas dan institusi dengan lebih dari 20 negara dan wilayah. Kerjasama yang terjalin antara lain seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, pendidikan bersama dan proyek-proyek penelitian bersama.

***

PENINGKATAN kualitas kampus memang perioritas Kadafi. Bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi ternama tentu ditempuhnya. Tak hanya dengan perguruan tinggi dari negara-negara lain, namun juga yang ada di dalam negeri.

Tak cuma dengan kampus-kampus di negeri China, sebelumnya Kadafi sudah menggandeng perguruan tinggi dari Malaysia dan Singapura. Bahkan di dua negara tetangga ini ikatan kerjamasa sudah berjalan dengan baik. Salah satu wujudnya adalah pengiriman mahasiswa D-IV kebidanan untuk studi banding ke National University Hospital Singapura pada 7-10 April 2015.

Wakil Rektor II Universitas Malahayati Lampung, Wahyu Dhani Purwanto MPd mengatakan praktik langsung mahasiswa di Singapura itu sebagai bentuk komitmen menghasilkan bidan-bidan yang tak hanya mampu bersaing di lokal atau nasional tetapi juga internasional. “Kami harapkan mereka mendapatkan pembelajaran dari pengalaman baik di dalam maupun di luar negeri, sehingga dapat mendukung lulusan sebagai bidan yang profesional,” katanya.

Salah satu mahasiswa yang ikut program itu, Linda Agustina, mengatakan studi banding itu menambah pengalamannya.  “Kami mendapat pengarahan yang baik dan langsung dari perawat senior yang ada di sana, banyak pengetahuan dan pengalaman yang diberikan kepada kami,” kata Linda. Salah satu contohnya, ia bisa melihat langsung bagaimana Singapura sudah tidak menggunakan metode persalinan biasa. “Di sana sudah menggunakan metode persalinan di air dan metode kangaroo setelah anak itu dilahirkan langsung diletakkan di ibu nya,” katanya.

Linda juga melihat bagaimana sistem rumah sakit melayani pasiennya. “Setelah kelahiran anak, pihak rumah sakit berkunjung ke rumah pasiennya,” katanya. Mereka mengajarkan bagaimana cara merawat bayi yang benar, bagaimana cara persalinan itu dapat berjalan normal. “Singapore sendiri tidak dianjurkan untuk minum susu formula, jadi benar-benar menggunakan asi eksklusif,” ujarnya. “Rumah sakit sangat mengutamakan kesehatan, jadi wilayah rumah sakit hanya boleh dikunjungi orang-orang yang steril sekali.”

Lalu bagaimana dengan Universitas Malahayati? Kampus ini juga menjadi tempat studi banding para mahasiswa dari berbagai negara lain. Misalnya, mahasiswa  Cyberjaya University College of Medical Science di Malaysia yang pernah magang di Universitas Malahayati yaitu di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin pada Juli-September 2015. Ada 42 Mahasiswa dan 2 dosen pembimbing yang mengikuti kegiatan paramedic science clinical training, salah satunya Ezam.

Bagaimana pendapatnya tentang Universitas Malahayati? “Di sini kami merasa sedang di rumah sendiri, semuanya baik dan ramah, serta semuanya bekerja sama dengan baik. Bahkan, di sini kami dilayani lebih baik, dan diberikan fasilitas yang mendukung dengan sangat memuaskan di banding saat kami di tempat asal kami,” ujar Ezam. “Semoga Cyberjaya University dan Malahayati bisa terus berkolaborasi dan bisa saling berbagi pengalaman.”

Selain itu di bulan yang sama, Universitas Malahayati kedatangan tamu dari Malaysia, mereka adalah students/mahasiswa Keperawatan dari University Putra Malaysia (UPM). Ada tujuh orang yang datang. Tujuannya untuk praktikum. Kegiatan ini, di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa Malaysia itu melaksanakan kegiatannya di Kelurahan Sumber Sari Bantul Kota Metro.

Sebelum menuju ke lokasi, mereka ke Universitas Malahayati. Mahasiswa Malaysia ini berkeliling kampus, mulai dari ruangan skill lab sampai perpustakaan Universitas Malahayati.  Mereka sangat terkesan sekali ketika melihat fasilitas kampus yang begitu hebat.

Dari Eropa datang Kaye Jujnovich, seorang dekan di Whitireia University, New Zealand, 13 Juni 2015. Kunjungan Kaye Jujnovich perwakilan dari Whitireia ini untuk meneken memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Malahayati. Sebelum meneken MoU, Rektor Kadafi mengajak Kaye berkeliling kampus dan Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin. Kaye melihat sejumlah fasilitas dan penunjang akademik yang dimiliki Universitas Malahayati. Usai melihat kelengkapan fasilitas, Rektor Kadafi mengajak Kaye melihat gedung perpustakaan terpadu.

Kemudian, Kadafi membawa Kaye berkunjung ke Rumah Sakit RS Pertamina-Bintang Amin. Dalam kunjungan ini, ia sempat disuguhi beberapa alat kesehatan yang moderen, seperti CT scan 128 slice, chat lab, dan beberapa alat kesehatan terbaru lainnya. Tidak hanya melihat fasilitas rumah sakit, Kaye juga sempat bertemu dengan lima mahasiswa asing dari Malaysia. Keberadaan lima mahasiswa negeri jiran di RS Pertamina Bintang Amin, program pertukaran mahasiswa.

Usai meninjau beberapa fasilitas yang dimiliki oleh kampus, Kaye bersama rombongan sepertinya kepincut. Ia mewakili pimpinan kampus memutuskan untuk langsung melakukan kerjasama dengan Malahayati, padahal dalam agenda sebelumnya ia hanya berkunjung. Dari kerjasama ini, dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati bisa kuliah di Whitireia University, begitu juga sebaliknya. Kedua kampus juga bisa menjalani penelitian, dan pertukaran karya ilmiah.

***

KEMBALI ke China. Kadafi dan Agung tak hanya berada di Capital Medical University di Beijing, mereka juga diundang menjadi pembicara pada acara “The 2nd Silk Road Higher Education Cooperation Forum” yang berlangsung pada 16-18 Oktober 2015 di China University of Geosciences (CUG), Wuhan, Provinsi Hubei, China. Di sini mereka langsung disambut Professor Yanxin Wang, President of Chinese University of Geosience.

rektor kadafi dan president cugKegiatan ini disponsori oleh Silk Road Institute, International Education College of CUG, dan National Natural Science Foundation of China. Forum yang diselenggarakan bersamaan dengan The 2nd International Workshop on Tethyan Orogenesis and Metallogeny in Asia (IWTOMA) ini membahas dan bertukar informasi terbaru tentang evolusi tektonik, metallogeny, geologi minyak bumi, sumber daya air dan bahaya geologi di Asia.

Kegiatan ini adalah kelanjutan dari The 1st Silk Road Higher Education Forum yang diadakan  di China University of Geosciences, Wuhan, pada 12-16 Oktober 2014. Hampir 90 akademik peneliti, administrator dan mahasiswa dari lembaga pendidikan tinggi/universitas dari 15 negara berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Para delegasi disuguhi materi menarik yang disampaikan para rektor (presiden) dan dekan dari universitas terkenal di dunia. Di sini bisa disimak berbagai sudut pandang tentang kerjasama pendidikan tinggi, kualitas dan kemampuan yang diperlukan untuk pemimpin masa depan.

Dari kegiatan ini akan melahirkan berbagai kerjasama yang penting untuk pelatihan dan penelitian.  Dari Indonesia yang menghadiri forum  di China University of Geosciences (CUG) ini ada tiga universitas, selain Universitas Malahayati dan Universitas Abulyatama ada Universitas Indonesia, yang datang langsung rektornya Profesor Dr Ir Muhammad Anis MMet.

agung dan para rektorCUG adalah universitas negeri di China yang berada langsung di bawah  administrasi Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Cina. Universitas ini ada dua kampusnya, satu terletak di Kecamatan Haidian di Beijing, yang kedua terletak di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, China. “Universitas ini paling berpengaruh dalam industri pertambangan dan minyak China,” kata Kadafi.

Benar, CUG memang salah satu perguruan tinggi sangat top di China. Salah satu alumni Universitas yang memiliki motto “Being austere and simple, keeping on practice and acting for truth” ini tak lain adalah Wen Jiabao, Perdana Menteri Dewan Negara China, yang terpilih pada 2003. Wen dianggap sebagai tokoh di balik kebijakan ekonomi China. Menjabat selama dua periode, Wen mengakhiri masa jabatannya pada 2013.

Rektor Universitas Abulyatama, Agung Efriyo Hadi menjelaskan di forum itu mereka membahas perkembangan “Jalur Sutra”. Ini adalah jalur yang sangat luas membelah dari utara ke selatan meluas dari pusat perdagangan China Utara dan China Selatan. Bahkan rutenya jika dari utara melintas hingga ke Eropa Timur tembus ke Laut Hitam. Jalur selatan sampai ke Laut Tengah, Mesir, dan Afrika Utara.

rektor di beijing 1Penamaan Jalur Sutra sangat berkaitan arus perdagangan sutra di kawasan ini pada abad 19. Dari perdagangan sutra, kemudian berkembang ke berbagai komoditi lainnya, bahkan sampai pengembangan kebudayaan China, India dan Roma, bahkan disebut-sebut sebagai dasar dari dunia modern.

Nah jalur itulah yang hendak dihidupkan lagi oleh China. “Nanti melalui forum Rektor kita memiliki koneksi ke berbagai program yang ada di China itu. Yaitu jaur sutra perguruan tinggi. Artinya bukan saja perguruan tinggi dari China saja di jalur sutra ini, juga negara-negara lain yang berada di sepanjang jalur itu. Artinya kita punya peluang dan koneksi membuka kerjasama perguruan tunggi yang berbeda di lintas jalur sutra,” kata Agung.

jalur sutraKhusus untuk Aceh, kata Agung, memiliki koneksitas yang cukup kuat dengan Jalur Sutra. “Dalam forum rektor saya mengangkat sejarah Aceh Samudra Pasai dulu juga menjadi transit perdagangan jalur sutra yang sekarang letaknya di Lhokseumawe,” katanya. “Demi kemajuan pemuda Aceh, saya katakan sangat menyambut baik program itu. Jadi saya sampaikan juga, bahwa Indonesia itu sangat luas dan Aceh ada dalam Jalur Sutra sejak dulu,” katanya.

Nah, alasan Agung dan Kadafi sangat antusias hadir dalam forum ini memang pula da anilai historisnya. “Berbasis historis, di masa depan kerjasama akan lebih baik,” katanya.

Itulah sebabnya, Kadafi bilang sangat tepat jika menuntut ilmu meski sampai ke negeri China sekalipun. “Begitu amanah dalam hadis Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Profesor Hasriadi: Saya Juga Keluarga Besar Universitas Malahayati

PROFESOR Dr Ir Hasriadi Mat Akin, Rektor Unila yang terpilih untuk periode 2015-2019, kemarin berkunjung ke Kampus Universitas Malahayati. “Saya sudah beberapa kali ke sini. Saya juga keluarga besar Universitas Malahayati,” kata Hasriadi di Danau Cinta Universitas Malahayati.

Hasriadi datang ke Universitas Malahayati untuk bersilaturahmi dengan pendiri Universitas Malahayati, H Rusli Bintang. Selain itu pada hari yang sama juga datang dua pejabat dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd dan Dr Ridwan. Selain itu, ada juga Rektor Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi SH MH dan Rektor Universitas Abulyatama Ir R Agung Efriyo Hadi PhD.

Hasriadi menyempatkan diri berkeliling kampus bersama para pejabat dari Kemenristek Dikti dan dua rektor itu. Kemudian mereka berkumpul di Danau Cinta Universitas Malahayati. Di sini sudah menunggu seribuan anak-anak yatim. Di sini mereka makan bersama anak-anak yatim, dan menyantuni anak-anak yatim.

Hasriadi mengatakan, sebelum melihat sendiri ia tak menyangka jika begitu banyak anak-anak yatim yang disantuni Rusli Bintang. “Ini sungguh luar biasa. Saya sudah beberapa kali ke sini. Sebelum jadi rektor (Rektor Unila), saya bersama anak-anak yatim berdoa bersama di sini. Alhamdulillah kemudian saya terpilih menjadi rektor,” kata Hasriadi yang disambut tepak tangan anak-anak yatim. []

Forum Seperti Inilah yang Dihadiri Rektor Kadafi di Hubei-China

THE 2nd Silk Road Higher Education Cooperation Forum telah berlangsung pada 16-18 Oktober 2015 di China University of Geosciences (CUG), Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kegiatan ini disponsori oleh Silk Road Institute, International Education College of CUG, dan National Natural Science Foundation of China.

Forum yang diselenggarakan bersamaan dengan The 2nd International Workshop on Tethyan Orogenesis and Metallogeny in Asia (IWTOMA) ini membahas dan bertukar informasi terbaru tentang evolusi tektonik, metallogeny, geologi minyak bumi, sumber daya air dan bahaya geologi di Asia.

Kegiatan ini adalah kelanjutan dari The 1st Silk Road Higher Education Forum yang diadakan  di China University of Geosciences, Wuhan, pada 12-16 Oktober 2014. Hampir 90 akademik peneliti, administrator dan mahasiswa dari lembaga pendidikan tinggi/universitas dari 15 negara berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Para delegasi disuguhi materi menarik yang disampaikan para rektor (presiden) dan dekan dari universitas terkenal di dunia. Di sini bisa disimak berbagai sudut pandang tentang kerjasama pendidikan tinggi, kualitas dan kemampuan yang diperlukan untuk pemimpin masa depan.

Dari kegiatan ini akan melahirkan berbagai kerjasama yang penting untuk pelatihan dan penelitian.  Di forum seperti itulah yang dihadiri Rektor Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi SH MH dan Wakilnya Wahyu Dhani Purwanti MPd serta Rektor Universitas Abulyatama Ir R Agung Afriyo Hadi PhD.

Bahkan acara itu juga dihadiri Rektor Universitas Indonesia Profesor Dr Ir Muhammad Anis MMet.

Berikut foto-foto kegiatan di forum itu.

rektor kadafi dan president cugwuhan forum 1wuhan forum 2wuhan forum 3wuhan forum 4wuhan forum 5

Di Wuhan, Rektor Kadafi Kunjungi Kampus Paling Top di China

REKTOR Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi SH MH kemarin berkunjung ke Wuhan, China. Didamping Wakil Rektor  Wahyu Dhani Purwanto MPd, mereka menghadiri  undangan acara bertajuk “2nd Silk Road Education Cooperation Forum” yang berlangsung di Octagon Conference Hall, China University of Geosciences (CUG), Wuhan, Hubei, China.

CUGCUG adalah universitas negeri di China yang berada langsung di bawah  administrasi Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Cina. Universitas ini ada dua kampusnya, satu terletak di Kecamatan Haidian di Beijing, yang kedua terletak di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, China.

Menghadiri acara itu, kata Rektor Kadafi, sangat penting bagi Universitas Malahayati. Apalagi ini adalah universitas yang khusus membidangi geosains yang paling top di China. “Universitas ini paling berpengaruh dalam industri pertambangan dan minyak China,” kata Kadafi kepada malahayati.ac.id tadi siang.

Benar, CUG memang salah satu perguruan tinggi sangat top di China. Salah satu alumni Universitas yang memiliki motto “Being austere and simple, keeping on practice and acting for truth” ini tak lain adalah Wen Jiabao, Perdana Menteri Dewan Negara China, yang terpilih pada 2003.

wen jiabaoWen sangat populer di mata rakyatnya hingga ia digelar “perdana menteri rakyat”. Bersuara lembut dan memiliki etos kerja yang kuat, Wen dianggap sebagai tokoh di balik kebijakan ekonomi China. Menjabat selama dua periode, Wen mengakhiri masa jabatannya pada 2013.

Secara terpisah, Wakil Rektor Universitas Malahayati, Wahyu Dhani Purwanto MPd, menjelaskan kunjungan ke CUG, Wuhan-Hubei, terlaksana setelah selesainya acara di Capital Medical University di Beijing. “Kami tiba di Wuhan via kereta cepat dari Beijing pukul 07.00 pagi. Dengan kecepatan 304 km/jam, jarak antara Beijing dan Wuhan yang mencapai 1500 kilometer (sama dengan jarak Bandar Lampung-Banda Aceh) hanya ditempuh lima jam,” kata Wahyu.

pembicara di hubeiWahyu menjelaskan, mereka berangkat ke Wuhan bertiga. Selain Rektor Kadafi, ada Rektor Universitas Abulyatama Ir R Agung Efriyo Hadi MSc PhD. “Kami dijemput oleh panitia. Kemudian langsung ke ruang conference. Di sini kami disambut Professor Yanxin Wang, ia adalah President of Chinese University of Geosience. Presiden itu adalah sebutan untuk rektor di perguruan tinggi itu,” kata Wahyu.

Pada acara itu yang menjadi pembicara ada sembilan universitas. Dari Indonesia ada tiga, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Malahayati, dan Universitas Abulyatama. Selain itu semuanya dari negara lain (lihat daftar pembicara dan materinya). []

Tahun Depan, Mahasiswa Malahayati Bisa Belajar ke Negeri China

BELAJAR ke Negeri China sudah sangat dekat dengan para dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Bahkan kesempatan terbuka pun sangat bagus, yaitu di sebuah perguruan tinggi ternama di Tirai Bambu, Capital Medical University yang terletak di Beijing, ibukota negara China.

“Tahun depan kita bisa mengirimkan mahasiswa kita untuk mengambil short course di Beijing,” kata Wakil Rektor Universitas Malahayati, Wahyu Dhani Purwandi Mpd kepada wartawan malahayati.ac.id yang menghubunginya melalui saluran telepon internasional kemarin.

Saat ini, Wahyu memang sedang berada di China. Ia mendampingi Rektor Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi SH MH yang mengadakan pertemuan dengan tim dari Capital Medical University di Beijing, China, Jumat 16 Oktober 2015. Bersama mereka ada juga Rektor Universitas Abulyatama-Aceh Ir R Agung Afrino PhD dan Wakil Ketua Yayasan Alih Teknologi (Badan Hukum Universitas Malahayati) Muhammad Rizki.

Di kampus ternama di Beijing itu, mereka disambut oleh Prof Dong Zhe , Direktur Kerjasama Internasional Capital Medical University bersama dua stafnya. Mereka melangsungkan pertemuan di meeting room lantai dua gedung kampus itu.

Wahyu juga mengatakan, tim dari Capital Medical University akan segera berkunjung ke Universitas Malahayati di Bandar Lampung untuk visitasi. “Yang datang nanti adalah Vice President Capital Medical University, Direktur International Program dan dekan fakultas kedokterannya,” katanya.

Capital University of Medical Sciences, juga dikenal sebagai CUMS, CCMU atau CMU, adalah sebuah universitas di Beijing, China. Berdiri pada 1960, Capital Medical University (CMU) semula bernama Beijing Second Medical College yang dipimpin Profesor Wu Jieping, seorang urolog terkenal di dunia, orang kedua di Chinese Academy of Sciences dan Chinese Academy of Engineering.  Saat ini, kampus ini dipimpin Profesor Lu Zhaofeng.

CMU terdiri dari 10 sekolah, 14 rumah sakit afiliasi dan 1 lembaga pengajaran. Universitas dan rumah sakit yang berafiliasi memiliki staf sekitar 20.000. Di antaranya, ada 6 anggota Akademi Ilmu Pengetahuan China atau Chinese Academy of Engineering, lebih dari 1.000 dosen, dan lebih dari 2.000 profesor asosiasi. Universitas ini memiliki lebih dari 9.000 siswa.

Bahkan, beberapa bidang yang ada di CMU sudah mendapat pengakuan internasional. Misalnya  Neurobiologi, Cytobiology, Imunologi, Kedokteran Ikonografi, Neurologi, Neurosurgery, Kardiologi, Bedah Cardio-vaskular, Ginjal Transplantasi, Penyakit Pernafasan, Pencernaan Pengobatan, Oral-maksilofasial Bedah, Mata, THT dan Hematologi anak. []

Malahayati-Abulyatama Jalin Kerjasama dengan CMU Beijing

PERTEMUAN tim Universitas Malahayati dan Universitas Abulyatama dengan tim dari Capital Medical University (CMU) di Beijing, China, Jumat 16 Oktober 2015, menghasilkan kesepakatan yang menarik. “Kita akan bekerjasama dalam bidang exchange student, short course program,” kata Wakil Rektor Universitas Malahayati, Wahyu Dhani Purwanto MPd, kepada malahayati.ac.id melalui saluran telepon internasional selepas magrib tadi.

Wahyu mendampingi Dr Muhammad Kadafi SH MH dalam lawatannya ke Beijing untuk memenuhi undangan dari Capital Medical University itu. Bersama Wahyu ada juga Rektor Universitas Abulyatama-Aceh Ir R Agung Efriyo Hadi PhD dan Wakil Ketua Yayasan Alih Teknologi (Badan Hukum Universitas Malahayati) Muhammad Rizki.

Di kampus ternama di Beijing itu, mereka disambut oleh Prof Dong Zhe , Direktur Kerjasama Internasional Capital Medical University bersama dua stafnya. Mereka melangsungkan pertemuan di meeting room lantai dua gedung kampus itu. “Dari pertemuan itulah muncul kesepakatan untuk kerjasama,” kata Wahyu.

Kerjasama juga terjalin dengan Universitas Abulyatama. Rektor Universitas Abulyatama Agung Efrino membenarkan informasi itu. Agung berharap, kerjasama ini akan mampu meningkatkan semangat belajar para pengajar dan mahasiswa. Sehingga kerjasama ini akan terjalin dengan mulus.

Capital University of Medical Sciences, juga dikenal sebagai CUMS, CCMU atau CMU, adalah sebuah universitas di Beijing, China. Berdiri pada 1960, Capital Medical University (CMU) semula bernama Beijing Second Medical College yang dipimpin Profesor Wu Jieping, seorang urolog terkenal di dunia, orang kedua di Chinese Academy of Sciences dan Chinese Academy of Engineering.  Saat ini, kampus ini dipimpin Profesor Lu Zhaofeng.

CMU terdiri dari 10 sekolah, 14 rumah sakit afiliasi dan 1 lembaga pengajaran. Universitas dan rumah sakit yang berafiliasi memiliki staf sekitar 20.000. Di antaranya, ada 6 anggota Akademi Ilmu Pengetahuan China atau Chinese Academy of Engineering, lebih dari 1.000 dosen, dan lebih dari 2.000 profesor asosiasi. Universitas ini memiliki lebih dari 9.000 siswa.

Bahkan, beberapa bidang yang ada di CMU sudah mendapat pengakuan internasional. Misalnya  Neurobiologi, Cytobiology, Imunologi, Kedokteran Ikonografi, Neurologi, Neurosurgery, Kardiologi, Bedah Cardio-vaskular, Ginjal Transplantasi, Penyakit Pernafasan, Pencernaan Pengobatan, Oral-maksilofasial Bedah, Mata, THT dan Hematologi anak.[]

Seperti Ini Kampus yang Dikunjungi Rektor Kadafi di Beijing

REKTOR Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi SH MH hari ini menghadiri pertemuan di Capital Medical University, Beijing, China. Ia diterimaProf Dong Zhe, Direktur Kerjasama Internasional di Capital Medical University.

Bersama Rektor Kadafi ada Wakil Rektor Wahyu Dhani Purwanto MPd, Rektor Universitas Abulyatama R Agung Efriyo Hadi PhD,  Muhammad Rizki mewakili Yayasan Alih Teknologi, dan Yudil Chatim yang adalah perwakilan Universitas Malahayati untuk regional China. “Capital Medical University (CMU) adalah sebuah kampus ternama di China,” kata Wahyu tadi siang.

rektor di beijing 2Berdiri pada 1960, Capital University of Medical Sciences semula  bernama Beijing Second Medical College yang dipimpin Profesor Wu Jieping, seorang urolog terkenal di dunia, orang kedua di Chinese Academy of Sciences dan Chinese Academy of Engineering.  Saat ini, kampus ini dipimpin Profesor Lu Zhaofeng.

CMU terdiri dari 10 sekolah, 14 rumah sakit afiliasi dan 1 lembaga pengajaran. Universitas yang berafiliasi dengan rumah sakit ini memiliki 20.000 staf, lebih 1.000 dosen, dan sekitar 2.000 profesor asosiasi.

Universitas yang memiliki 9.000 mahasiswa aktif ini meliputi berbagai bidang. Di antaranya pelatihan general practitioner, clinical medicine, basic kedokteran, ilmu saraf, ophthalmology, geriatrics, urologi, kardiologi, pain medicine, toksikologi, teknik biomedis, pengobatan tradisional Cina, reproduksi, kebijakan kesehatan, dan sejumlah bidang ilmu kesehatan lainnya.

rektor di beijing 3Bahkan, beberapa bidang yang ada di CMU sudah mendapat pengakuan internasional. Misalnya  neurobiologi, cytobiology, imunologi, kedokteran ikonografi, neurologi, neurosurgery, kardiologi, bedah cardio-vaskular, transplantasi ginjal, penyakit pernafasan, pengobatan pencernaan, bedah oral-maksilofasial, mata, THT dan hematologi anak.

Saat ini, CMU menyelenggarakan program pertukaran internasional yang sangat baik. Memiliki kemitraan dan perjanjian dengan banyak universitas dan institusi dengan lebih dari 20 negara dan wilayah. Kerjasama yang terjalin antara lain seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, pendidikan bersama dan proyek-proyek penelitian bersama. []