Posts

Meriahnya Temu Kangen Alumni dan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat

MENGGUNAKAN pakaian olahraga terlihat beberapa orang berkumpul di Halaman Kabara Foodcourt, satu persatu orang mulai berdatangan ke stand pameran Fakultas Kesehatan Masyarakat sejak pukul delapan pagi. Terlihat Dekan Muharso juga sudah hadir disana. Mahasiswa, dosen bahkan alumni juga terlihat berkumpul di tempat itu.

Dekan sengaja datang untuk meresmikan Reuni Fakultas Kesehatan Masyarakat, Sabtu 22 Agustus 2015. Sekaligus ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu. Setelah melakukan pemotongan pita dan melepaskan rangkaian balon ke udara, para mahasiswa, alumni, dosen dan dekan melakukan jalan sehat. Merka berkeliling Universitas Malahayati sambil bercanda dan berbincang di perjalanan. Suasana hangat dan keabraban terlihat jelas saat itu.

Setelah jalan sehat, mereka langsung menuju Malahayati Career Center untuk beristirahat dan melanjutkan rangkaian acara selanjutnya.

Sambutan Dekan FKM, sambutan alumni, dan laporan ketua panitia membuka acara Temu kangen alumni dan Mahasiwa tahun 2015.

Suasana khidmat seketika pecah dengan suara musik yang membuat acara ini semakin meriah saja. Para alumni dan dekan Muharso tak malu-malu untuk bergoyang bersama menikmati alunan musik. Mereka seolah terhanyut dengan suasana akrab yang terbangun di acara ini.

Tak ada jarak yang memisahkan baik para alumni, dosen maupun dekan. Seperti layaknya sahabat yang jarang bertemu, acara reuni ini mereka jadikan sebagai tempat mencurahkan kerinduan berkumpul bersama teman seperjuangan dulu.

Mereka bergantian menyanyikan lagu di iringin musik organ, lagu sendu, lagu bahagia, lagu-lagu lawas bertema kerinduan di antunkan dengan merdu oleh para peserta reuni.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh Wakil Rektor I dan Wakil REktor III yang ikut memeriahkan dan berpartispasi dalam game-game. Uniknya, kedua Wakil Rektor Universitas Malahayati itu tak mau kalah bersaing dengan peserta reuni yang lain. Alhasil Keduanya memenangkan lomba “berebut kursi”.

“Kalau kalau mau menang di game ini, kalian harus punya bokong besar seperti kami,” ujar Wakil Rektor III sambil bercanda.

Acara ini berakhir sekitar pukul 13.00 dan ditutup dengan doa agar fakultas kesehatan masyarakat dan Universitas Malahayati semakin maju dan jaya.

Apa Kata Dekan Muharso tentang Kedokteran Malahayati?

FAKULTAS Kedokteran adalah salah satu unggulan Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Di Provinsi Lampung ini hanya ada dua universitas yang memiliki program pendidikan ini, selain Universitas Malahayati satu lagi dari universitas negeri.

Bahkan di seluruh Indonesia hanya ada 74 Fakultas Kedokteran di berbagai universitas. “Setengahnya ada di Pulau Jawa,” kata dokter Muharso SKM, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati di ruang kerjanya, lantai lima Gedung Rektorat Kampus Malahayati, Kamis 21 Mei 2015. “Fakultas Kedokteran di Malahayati sudah sangat lama dibandingkan yang lain.”

Muharso menjelaskan, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dari tahun ke tahun terus melakukan pembenahan. “Secara fasilitas yang kita miliki sudah sangat baik. Kita terus mengasah kemampuan hingga ke titik ideal, tentu kita berkejaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju, dan kita wajib mengupdate perkembangan ini,” kata Muharso.

Secara keilmuan yang dimiliki para alumni Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, kata Muharso, sudah cukup baik. Ia juga mengatakan belum pernah menerima komplain dari masyarakat menyangkut pelayanan kesehatan yang ditangani anak didiknya. “Semua alumni Fakultas Kedokteran terserab dengan baik, di antaranya sudah mendapatkan kepercayaan untuk memimpin,” katanya.

Selain itu, kata Muharso, pengelola fakultas juga terus membenahi berbagai soal yang dirasakan mengganjal untuk sebuah kemajuan. “Manajemen fakultas, kita sempurnakan semaksimal mungkin. Sehingga mahasiswa menjadi nyaman menuntut ilmu,” katanya.

Di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati ada beberapa program pendidikan, di antaranya Program Studi Kedokteran Umum, Program Studi Ilmu Keperawatan, Program D-3 Kebidanan, dan Program Studi Diploma IV Bidan Pendidik. Fakultas ini dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang pendidikannya. Bahkan ada fasilitas Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin untuk memperkuat program pendidikan di Fakultas Kedokteran. []

Petuah Muharso untuk Dokter Muda Malahayati

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandarlampung melaksanakan Sumpah Dokter pada tanggal 12 Mei 2015. Diselenggarakan di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, pesertanya sebanyak 181 mahasiswa.

Pengambilan Sumpah Dokter di Pimpin langsung oleh Dekan dr. Muharso SKM. Pada pengambilan sumpah kali ini ada mahasiswa yang IPKnya mencapai 4,00, yaitu Muhammad Firmansyah.

Muharso dalam sambutannya menitipkan sejumlah pesan untuk dijalankan mahasiswa saat terjun ke tengah-tengah masyarakat. “Berubahnya status saudara yang dulu mahasiswa sekarang telah menjadi dokter, maka bertambah pula tugas dan tanggung jawab moril yang harus saudara emban,” katanya.

“Semua berharap, jerih payah yang telah dilakukan akan berbuah manfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga serta bermanfaat bagi pembangunan masyarakat dan bangsa,” Muharso menambahkan.

Setelah sekian lama mengikuti kuliah, kata Muharso, kini saatnya  mengabdi kepada masyarakat dengan bekal ilmu yang telah dimiliki. “Yang paling penting adalah Saudara harus memegang teguh Kode Etik Kedokteran Indonesia.” []

Dekan Muharso: Jadilah Dokter yang Baik dan Benar

BERWAJAH sumringah, Dokter Muharso SKM rajin menebar senyum. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati ini terlihat rapi dan pas dengan balutan jas berwarna gelap. Hari ini, Kamis 16 April 2015, bertempat di Graha Bintang, Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Muharso bertugas mengambil sumpah 36 anak didiknya yang telah meraih gelar dokter.

Selain itu, ia sebagai dekan tentu saja memberi wejangan dalam sambutan singkatnya. “Dokter-dokter baru ini sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan benar sehingga hari ini mereka diambil sumpahnya sebagai dokter,” kata Muharso dalam sambutannya.

Muharso mengatakan, 36 dokter muda dari Universitas Malahayati yang telah diambil sumpahnya itu kini menjadi sejawatnya sesama dokter. Ia berpesan bahwa menjadi dokter tidaklah mudah, namun juga menyenangkan. “Sebab kita bertugas menolong menyelamatkan banyak orang,” katanya.

Ia memberi nasihat kepada dokter muda untuk menjalankan tugasnya melayani masyarakat dengan baik dan benar. “Saya mengharapkan mereka menjaga nama baik almamater dalam menjalankan profesi sebagai dokter di tengah-tengah masyarakat. Jadilah dokter yang baik dan benar,” katanya.

Selain itu, Muharso juga mengucapkan terimakasih kepada para orang-tua maupun wali mahasiswa. “Mereka telah mempercayai Universitas Malahayati untuk tempat mandidik putra putrinya. Semoga tak salah pilih,” katanya.

“Kepada para dokter muda saya berharap mereka juga mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga,” Muharso menambahkan. []

Ini Pesan untuk Dokter Muda Universitas Malahayati

Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati meyudisium sejumlah mahasiswanya. Wajah-wajah dokter muda terlihat sumringah mengikuti seremonial yudisium yang berlangsung di Graha Bintang, Kampus Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Rabu 15 April 2015.

Mereka tekun menyimak petuah dari Dekan Fakultas Kedokteran, dr Muharso SKM, yang menginginkan anak didiknya mengabdi dengan baik dan benar di tengah-tengah masyarakat. “Taati sumpah seorang dokter, laksanakan hakekat kerja seorang dokter itu dengan baik dan benar,” kata Muharso.

Muharso tak berpanjang-panjang berbicara. Ia menekankan tentang pentingnya profesi seorang dokter dalam melayani masyarakat. Ia juga menyampaikan tentang harapan-harapan masyarakat pada seorang dokter yang bekerja dengan profesional.

Keinginan Muharso senada dengan Wakil Rektor I Universitas Malahayati, dr Achmad Farid, MM. “Layani masyarakat dengan senyum dan salam. Agar masyarakat melihat sebuah keteduhan yang ada pada diri seorang dokter,” katanya.

Farid juga menyampaikan bahwa, di zaman sekarang ini masyarakat sudah memiliki pengetahuan-pengetahuan yang sangat memadai tentang kesehatan dirinya. “Misalnya jika dulu warga di perkampungan tidak paham dengan istilah hypertensi, sekarang pengetahuan mereka sudah melampauinya. Ini semua karena kemajuan teknologi, masyarakat dengan mudah mengakses berbagai informasi dari berbagai tempat,” katanya.

“Itu semua menjadi kemudahan sekaligus tantangan bagi seorang dokter. Itulah sebabnya, seorang dokter yang sudah terjun ke tengah-tengah masyarakat wajib membekali dirinya dengan berbagai pengetahuan yang baik, dan mengikuti perkembangan zaman,” katanya. []