Posts

Tabuhan Kompang atau Khaddap Yang Menyemarakkan Adat Lampung

Musik merupakan suara yang dihasilkan dari satu atau beberapa alat yang dimainkan secara bersamaan sehingga menghasilkan suara yang merdu. Provinsi Lampung memiliki beberapa alat musik tradisional, salah satunya Kompang atau Khaddap.

Kompang merupakan alat musik tradisional dari Provinsi Lampung yang dibuat dari kayu dan kulit kambing. Alat musik ini juga erat kaitannya dengan penyebaran agama Islam di Indonesia. Alat musik ini hampir mirip dengan alat musik rebana.

Kompang dimainkan dengan menggunakan kedua belah tangan. Sebelah tangan memegang kompang, dan sebelah tangan lagi memukul kompang. Alat ini dimainkan secara tim dalam keadaan duduk, berdiri atau berjalan. Kompang terdiri dari berbagai ukuran. Ada yang berukuran garis pusat sepanjang 22.5 cm, 25 cm, 27.5 cm dan ada juga yang mencapai 35 cm.

Terdapat tiga rentak dalam permainan kompang. Pertama, rentak yang biasa dimainkan ialah rentak biasa. Kedua, rentak kencet ialah rentak di tengah-tengah pukulan, kemudian seolah-olah terhenti seketika. Terakhir, rentak sepulih dimainkan untuk kembali pada rentak lagu pertama.

Biasanya kompang dimainkan saat upacara adat, acara pernikahan, dan pawai menyambut pejabat daerah atau pejabat negara. Pemain kompang ini akan berjalan mengiringi pengantin atau pejabat daerah, atau pejabat negara tersebut. |sumber: tradisikita.my.id

Ahmad Iqbal; Pejabat Sementara Kepala P3T Yang Hobi Musik

Ahmad Iqbal, Pejabat sementara kepala Pusat Pelayanan Pengajaran Terpadu (P3T),  pria yang lahir di Jogja ini sedang mealitih Tim  Paduan Suara saat tim malahayati.ac.id menghampirinya di ruang Pascasarjana Universitas Malahayati, Rabu, 28 Januari 2015.

Iqbal panggilan akrabnya, memang menyukai musik sejak dulu. Terbukti ia kerap mengisi acara musik di berbagai Hotel dan Cafe di Jakarta maupun di Bandar Lampung. Tak hanya sekedar hobi, musik juga memberikan prestasi untuk iqbal. Ia tercatat pernah meraih Best Vokalis pada tahun 1998 dan tahun 1999 pada Festival Musik Rock Sumatra. Namun semenjak menikah ia mengurangi aktivitas musiknya. Saat ini pria kelahiran 15 November 1973 ini sedang menggemari burung kicau.

Sebelum bergabung dengan Universitas Malahayati Iqbal sempat bekerja sebagai Guide, bahkan ia pernah bekerja di perusahaan asing di Sumatra Barat. Iqbal yang bergabung sejak 2013 merasa bahwa bekerja di Universitas Malahayati merupakan sebuah pelayanan. “Bekerja melayani secara ikhlas insyaallah kita dapat balasan dari Allah SWT,” ujar Iqbal.

Ia berharap agar Mahasiswa lebih disiplin. Ia menambahakan bahwa ingatlah orangtua kita agar memotivasi dalam menjalankan aktivitas. “Kuliah yang baik dan banggakan Orangtua,” ujar Iqbal mengakhiri.

Thomas Alva Edison: Jenius Adalah 1% Inspirasi dan 99% Keringat

Thomas Alva Edison (lahir 11 Februari 1847 – meninggal 18 Oktober 1931 pada umur 84 tahun) adalah salah seorang penemu pertama yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuan.

Masa kecil Edison selalu mendapat nilai buruk disekolah. Oleh karena itu ibunya memberhentikannya dari sekolah dan mengajarkan Edison dirumah. Edison kecil sering membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan sendiri. Di usianya yang masih 12 tahun ia bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan
gula-gula di kereta api dan menjadi operator telegraf, Ia pindah ke kota New York. Disana ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf. Mesin ini berfungsi mengirimkan berita bisnis keseluruh perusahaan terkemuka di New York.

Pada 1870 Edison Menemukan mesin telegraf yang lebih baik. Mesin ini dapat mencetak pesan-pesan diatas pita kertas yang panjang. Dari hasil dari penemuannya ini ia mendirikan perusahaan sendiri. Pada 1874 ia pindah ke Menlo Park, New Jersey. Disana ia membuat sebuah bengkel ilmiah terbesar pertama di dunia. Dari bengkel
tersebutlah lahir penemuan-penemuan penting. Tiga tahun kemudian ia menemukan Gramofon. Gramofon adalah mesin untuk mereproduksi suara dan musik yang direkam pada piringan hitam. Pada 1879 ia berhasil menemukan lampu listrik yang diikuti penemuan proyektor untuk film-film kecil. Pada 1882 Edison memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York. Ini adalah pertama kalinya lampu listrik dipakai di dunia. Kemudian ia mendirikan Perusahaan General Electric pada 1890.

Edison adalah seorang penemu produktif, memegang 1.093 paten AS dalam namanya, serta banyak paten di Inggris, Perancis, dan Jerman. Banyak dampak luas dari penemuannyadiantaranya: lampu listrik dan kekuasaan utilitas, rekaman suara, dan gambar gerak semua industri besar yang didirikan baru di seluruhdunia. Beberapa penelitiannya antara lain: mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase dan masih banyak lagi.

Ia meninggal pada usianya yang ke-84, pada hari ulang tahun penemuannya yang terkenal, bola lampu modern.