Posts

Baksos Nasional pada Antibiotic FULDFK Indonesia Bersama LDF Karim Malahayati

FORUM Ukhwah Lembaga Dakwah Kampus Fakultas Kedokteran (FULDFK) Indonesia bersama dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDF) Karim Universitas Malahayati gelar Bakti Sosial (BAKSOS) Nasional pada Jum’at, 07 Oktober 2016 di Kantor Kepala Desa Way Hui, Sukarame-Bandar Lampung. Kegiatan yang dihadiri 23 orang delegasi dari berbagai univeersitas yang terdaftar di FULDFK Indonesia ini diikuti warga sekitar Desa Way Hui, Sukarame.

Ini merupakan rangkaian kegiatan Antibiotic 12 FULDFK Indonesia. Yang mana LDF Karim Universitas Malahayati ditunjuk sebagai tuan rumah pada 2016,” kata Siti Pajriyatul Aropah. Baksos ini berupa Pengobatan Gratis, Pemeriksaan Gula Darah, Pemeriksaan Kolesterol dan Asam Urat.

Kegiatan Antibiotic ini bertemakan “The 12th Annual training for better islamic health knowledge and aplication (Antibiotics XII)“ dimulai sejak 06-09 Oktober 2016.

Opening ceremoni Antibiotic FULDFK telah berlangsung pada Kamis, 06 Oktober 2016 di Gedung Malahayati Career Centre, Universitas Malahayati. Dilanjutkan dengan City Tour Kota Bandar Lampung. Pada 07 Oktober 2016 dilaksanakannya bakti sosial kesehatan di Desa Way Hui. Tiba puncak acara Antibiotic pada Seminar Kesehatan “The Miracle of ASI” pada 08 Oktober 2016 sekaligus closing ceremony. Dan rangkaian tambahan lainnya yakni City Tour kedua di Pulau Pasir Timbul, Pantai Sari Ringgung, Lampung pada Minggu, 09 Oktober 2016.

02 Oktober Diperingati Sebagai Hari Batik Nasional, Berikut Sejarahnya!

INDONESIA melalui badan PBB untuk kebudayaan UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpieces of the oral and intangible Heritage of Humanity) pada 02 Oktober 2009. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik sebagai bentuk peringatan Hari Batik Nasional.

Bahkan, melalui surat edaran bernomor SE-11/Seskab/X/2013, tertanggal 1 Oktober 2014, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam meminta para menteri dan seluruh pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) untuk memerintahkan kepada seluruh pegawai di bawah jajajrannya agar memakai baju batik hari ini.

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 02 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.
Penetapan Hari Batik Nasional juga sebagai usaha pemerintah dalam meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif indonesia di forum internasional. Karena pengakuan terhadap batik sebagai warisan leluhur bangsa indonesia sama hal nya dengan pengakuan dunia internasional terhadap mata budaya Indonesia. Tujuan lain dari pengakuan batik sebagai warisan leluhur indonesia adalah untuk menumbuhkan kecintaan serta rasa bangga masyarakat indonesia terhadap kebudayaan Bangsanya.

Dalam situs resmi UNESCO ditulis bahwa Batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, alam, kebudayaan lokal dan sejarah itu sendiri. Batik merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Batik dipercaya menjadi bagian penting yang tak terpisahkan pada masyarakat Indonesia sejak ia lahir hingga meninggal. Karena Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia, khususnya Jawa, yang sampai saat ini masih ada.

||sumber: id.wikipedia.org, www.markijar.com dan berbagai sumber lainnya.

Potret Kebersamaan Delegasi HIPMI-PT Lampung di Perjalanan ke Telkom University Bandung [part2]

BADAN Pengurus Daerah HIPMI Lampung mengirimkan 15 delegasi dari 3 Universitas seperti Unila, Malahayati dan Teknokrat untuk Jambore HIPMI PT Se-ASEAN, 22 Mei 2016, di Bandung. Jambore ini adalah program HIPMI Perguruan Tinggi yang merupakan basis kaderisasi HIPMI di tingkat mahasiswa dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pengusaha muda di tanah air. Berkumpul di meeting point (Sekretariat BPD HIPMI), mereka berangkat pada pukul 08.00 WIB. Sepanjang perjalanan menuju Bandung, kebersamaan di antara delegasi sangat terasa. Canda tawa memenuhi perjalanan mereka hari ini.

Penasaran bagaimana potret kebersamaan mereka?

Chek this out:

IMG_7027 IMG_7022 IMG_7015 IMG_7011 IMG_7003 IMG_6990

Potret Kebersamaan Delegasi HIPMI-PT Lampung di Perjalanan ke Telkom University Bandung [part1]

BADAN Pengurus Daerah HIPMI Lampung mengirimkan 15 delegasi dari 3 Universitas seperti Unila, Malahayati dan Teknokrat untuk Jambore HIPMI PT Se-ASEAN, 22 Mei 2016, di Bandung. Jambore ini adalah program HIPMI Perguruan Tinggi yang merupakan basis kaderisasi HIPMI di tingkat mahasiswa dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pengusaha muda di tanah air. Berkumpul di meeting point (Sekretariat BPD HIPMI), mereka berangkat pada pukul 08.00 WIB. Sepanjang perjalanan menuju Bandung, kebersamaan di antara delegasi sangat terasa. Canda tawa memenuhi perjalanan mereka hari ini.

Penasaran bagaimana potret kebersamaan mereka?

Chek this out:

IMG_6982 IMG_7001 IMG_7010 IMG_7012 IMG_7021 IMG_7024

 

Sejarah Singkat Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

SETIAP 20 Mei, bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari yang menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang ditandai dengan kelahiran organisasi Budi Oetomo pada tahun 1908. Kebangkitan Nasional merupakan bangkitnya semangat Nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk memajukan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan. Sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial yang menjadi cikal bakal gerakan yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Harkitnas kali ini mengusung tema “Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata dan Berkarakter”.

Pada awal berdirinya, organisasi Boedi Oetomo yang digagaskan pertama kali oleh Dr Wahidin Sudiro Husodo ini hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial budaya. Organisasi ini mendirikan sejumlah sekolah yang bernama Boedi Oetomo dengan tujuan berusaha memelihara serta memajukan kebudayaan Jawa. Anggota Boedi Oetomo terdiri dari kalangan atas suku Jawa dan Madura. Namun sejak tahun 1915 organisasi Boedi Oetomo mulai bergerak di bidang politik. Gerakan nasionalisme Boedi Oetomo yang berciri politik disebabkan oleh berlangsungnya Perang Dunia I. Peristiwa Perang Dunia I mendorong pemerintah kolonial Hindia-Belanda memberlakukan milisi bumiputera, yaitu wajib militer bagi warga pribumi.

Dalam perjuangannya di bidang politik, Boedi Oetomo memberi syarat untuk pemberlakuan wajib militer tersebut. Syarat tersebut adalah harus dibentuk terlebih dulu sebuah lembaga perwakilan rakyat (Volksraad). Usul Boedi Oetomo disetujui oleh Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum sehingga terbentuk Volksraad pada tanggal 18 Mei 1918. Di dalam lembaga Volksraad terdapat perwakilan organisasi Boedi Oetomo, yaitu Suratmo Suryokusomo. Menyadari arti penting organisasi bagi rakyat, maka pada tahun 1920 Boedi Oetomo mulai menerima anggota dari masyarakat biasa. Dengan bergabungnya rakyat biasa ini, menjadikan Boedi Oetomo menjadi sebuah organisasi pergerakan rakyat dengan ditandai oleh pemogokan kaum buruh untuk menuntut kehidupan yang lebih baik.

Sejak tahun 1930, Boedi Oetomo membuka keanggotaannya untuk seluruh rakyat Indonesia. Dengan seiringnya waktu, dalam bidang politik Boedi Oetomo mempunyai cita-cita untuk membuat Indonesia merdeka. Dengan hal ini Boedi Oetomo berubah menjadi sebuah organisasi dengan tujuan nasionalisme.

Untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia tersebut, pada 1935, Boedi Oetomo bergabung dengan Partai Bangsa Indonesia (PBI) yang didirikan oleh Dr. Sutomo. Kemudian dari dua organisasi ini melebur menjadi satu dalam partai Indonesia Raya (Parindra) yang diketuai oleh Dr. Sutomo.

Namun menurut beberapa sumber, kebangkitan nasional sebenarnya berawal dari berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo. Sarekat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.

Untuk memperingatinya, tanggal berdirinya Boedi Oetomo yakni 20 Mei 1908, di peringati sebagai hari Kebangkitan Nasional. |Artikel ini dikutip dari berbagai sumber.

Sejarah May Day yang Ditetapkan pada 01 Mei

HARI buruh adalah hari perayaan keberhasilan dan andil para pekerja dan buruh atas kemajuan ekonomi dan sosial di seluruh dunia. Hari buruh juga sering disebut sebagai May day karena selalu dirayakan pada 01 Mei setiap tahunnya.

May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Di saat itu tututan utama dari para pekerja adalah waktu kerja yang lebih manusiawi yaitu delapan jam. Angka delapan jam ini diambil berdasarkan pembagian waktu 24 jam sehari menjadi: 8 jam kerja, 8 jam beristirahat dan 8 jam berekreasi.

Walaupun organisasi pekerja di Amerika Serikat dan Eropa Barat makin bertambah jumlahnya, masing-masing organisasi pekerja masih merayakan hari buruh di tanggal yang berbeda-beda. Contohnya provinsi Oregon di Amerika Serikat menetapkan hari pekerja pada bulan September. Maka 01 Mei baru diperingati sebagai hari buruh setelah terjadinya bentrok antara pihak keamanan dan pekerja yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa pada 04 Mei 1886. Di tahun-tahun berikutnya, 01 Mei kemudian diggunakan sebagai tanggal untuk memperingati peristiwa berdarah ini.

Baru di 1889, 01 Mei ini dipilih oleh kongres sosialis dunia sebagai hari buruh sedunia. Resolusi merayakan 01 Mei sebagai hari pekerja internasional ini mendapat sambutan hangat oleh seluruh negara. Di sinilah awal mula perayaan 01 Mei sebagai hari pekerja yang juga disebut sebagai May day yang diperingati oleh seluruh kaum pekerja di dunia.

Di Indonesia hari buruh ini sebenarnya telah diperingati sejak 01 Mei 1920. Namun pada masa orde baru, hari buruh di Indonesia tidak lagi diperingati dan 01 mei tidak lagi ditetapkan sebagai hari buruh karena gerakan buruh dan perserikatan pekerja selalu dikaitkan dengan partai komunis.

Ketika orde baru berakhir, meski pada tanggal 01 Mei sudah bukan lagi hari libur namun aksi para buruh dan pekerja di berbagai kota di Indonesia kembali marak setiap 01 Mei. Baru pada 2013, Pemerintah Indonesia kembali menetapkan 01 Mei sebagai hari buruh internasional dan penetapannya sebagai hari libur nasional telah dilakukan pada 2014 lalu. |sumber: wikipedia.org dan berbagai sumber lainnya

Hari Persatuan Artis Film Indonesia Diperingati Setiap 10 Maret

10 Maret merupakan hari peringatan Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Persatuan Artis Film Indonesia didirikan pada awal bulan Maret 1956 dalam kongres yang diadakan para pemain dan pekerja film melakukan kongres pada saat itu. Para tokohnya yang mendirikan pada saat itu adalah Usmar Ismail dan Djamaludin Malik.

PARFI adalah salah satu organisasi yang menaungi para artis regional maupun nasional. Berpusat di Jakarta, banyak diantara kalangan artis nasional yang bergabung di organisasi ini. Parfi juga merupakan suatu organisasi profesi keratisan film Indonesia yang menjadi wadah bagi para seniman seni peran film. PARFI turut membina kemampuan profesi anggota melalui pendidikan dan latihan maupun sarana lain yang menunjang serta kegiatan-kegiatan sosial yang mampu menjembatani hubungan para artis film dengan masyarakat.

Keinginan para artis untuk membentuk organisasi profesi sudah ada sejak tahun 1940, saat dibentuk Sari (Sarikat Artist Indonesia). Mereka yang menjadi anggota Sari adalah pemain sandiwara, penari, sutradara, penyanyi hingga pelukis.

Pada tahun 1951, lahir Persafi (Persatuan Artis Film dan Sandiwara Indonesia). Ini adalah wadah lanjutan dari Sari, meski selanjutnya terjadi pula kemandulan, sebelum kemudian lahirlah Parfi pada tahun 1956. Kongres Pertama embrio Parfi diadakan di Manggari pada tahun 1953.

Lahirnya Parfi berawal dari kevakuman kegiatan Sarikat Artis Indonesia (SARI) akibat masuknya Jepang ke Indonesia. Seiring dengan perjalanan waktu dan menjadi saksi sejarah, pada 10 Maret 1956 PARFI didirikan di Gedung SBKA Manggarai, Jakarta dengan sekretariat di Jalan, Kramat V Jakarta Pusat, Ketua Umum yang pertama PARFI adalah Suryo Sumanto.

Dan ketika era orde baru, parfi sempat dikabarkan membentuk sebuah badan politik dikarenakan banyak dari para artis yang terjun di dunia politik. Setelah berhasil melepaskan diri dari cengkaraman politik saat itu, PARFI semakin dikenal masyarakat Indonesia. Lewat berbagai kegiatan yang bermanfaat baik dalam segi budaya, sosial hingga pelestarian lingkungan. Cabang organisasi PARFI hingga saat ini hampir merambah seluruh nusantara sehingga tidak hanya terpusat di ibu kota namun hingga kota-kota besar lainnya. |Dikutip dari berbagai sumber

28 Februari; Peringatan Hari Gizi Nasional Indonesia

HARI Gizi Nasional Indonesia yang diperingati setiap 28 Februari ini merupakan agenda penting bagi pemerintah dalam rangka untuk mensosialisasikan program Perbaikan Gizi Nasional. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Gizi demi kelangsungan hidup yang sehat dan berkualitas.

Hari Gizi bukan hanya sebuah seremonial belaka, namun harus menjadi momen untuk meneropong kenyataan masalah malnutrisi di lapangan dan melakukan strategi penyelesaian yang terpadu dan menyeluruh di semua area. Karena sampai saat ini masih ada beberapa kasus meninggal terhadap balita penderita gizi buruk di hampir semua wilayah di Indonesia. Hal ini menjadi pertanda masih kurang perhatiannya pemerintah dan masyarakat akan masalah ini. Bahayanya kasus ini dapat mengakibatkan suramnya masa depan anak-anak bangsa generasi penerus, bahkan terburuk kita bisa kehilangan satu generasi harapan karena kasus kematian yang semakin berkembang. Kasus gizi buruk ini juga dapat mengakibatkan balita yang menderita dapat menjadi seseorang yang kelainan mental atau IQ yang dibawah rata-rata pada saat dewasa nanti. Jelas hal ini tidak bisa menjadi gambaran ideal masa depan bangsa.

Hari Gizi, merupakan hari pengingat kita untuk berusaha membangun manusia yang lebih sehat dan cerdas. Permasalahan-permasalahan yang terjadi saat ini mengenai gizi antara lain yaitu penderita gizi buruk yang ditemukan pada anak balita (di bawah usia lima tahun), Tragedi kemanusiaan marasmus (busung lapar karena kekurangan kalori) dan kwashiorkor (karena kekurangan protein) pada anak. Masyarakat sekarang saat ini banyak mengalami permasalahan seputar gizi buruk, masih ada anak-anak yang sengsara karena kurang asupan gizi, maupun mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.

Masalah kemiskinan yang merajalela dan semakin mahalnya harga kebutuhan makanan bergizi, menyebabkan kaum miskin hanya mampu makan seadanya yang bahkan itupun tidak teratur. Oleh karena itu, kita sebagai bagian dari masyarakat harus juga mulai secara mandiri turut dalam penyelesaian kasus ini dengan menjadi masyarakat peduli gizi, membangun generasi penerus bangsa yang lebih sehat dari segi jasmani dan rohani dalam melakukan bermacam aktivitas yang bermanfaat.

Namun demikian, ada juga beberapa masalah kekurangan gizi di beberapa keluarga mampu. Memang miris melihat jajanan anak-anak di sekolah yang cenderung tidak sehat. Orang tua seharusnya memantau jajanan anaknya. Jika makanan tidak sehat itu terus dikonsumsi, akan mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak di masa depan.

Kita beruntung karena tinggal di tanah yang subur dan menghasilkan makanan yang sehat. Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar mengkombinasikan makanan mulai dari sayur-sayuran hingga buah-buahan dari alam sekitar untuk kita dan anak-anak kita, guna memenuhi kebutuhan empat sehat lima sempurna.

|sumber: gizi.depkes.go.id dan dikutip dari berbagai sumber

Potret Teknik Lingkungan Peringati Hari Peduli Sampah [part 2]

Himpunan Mahasisiwa Teknik Lingkungan(HMTL) Universitas Malahayati telah menyelenggarakan kegiatan clean up atau kegiatan bebas sampah di area Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung, Minggu 21 Februari 2016. Kegatan ini di selenggarakan dalam rangkan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari.

Berikut Potret Teknik Lingkungan Peringati Hari Peduli Sampah:

hmtl2 1 hmtl2 2 hmtl2 3 hmtl2 4 hmtl2 5 hmtl2 6

20 Februari, Diperingati Sebagai Hari Pekerja Nasional

Penetapan tanggal 20 Februari sebagai Hari Pekerja Nasional sesuai dengan surat Keputusan Presiden No. 9 tahun 1991 tentang Hari Pekerja Indonesia yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto.

Pada tanggal 20 Februari 1973, Serikat Pekerja dari berbagai perusahaan mendeklarasikan pembentukan Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) pada tanggal 20 Februari 1973 dengan Agus Sudono sebagai Ketua Umum FBSI pertama. Para serikat pekerja tersebut ingin meyederhanakan dan menyatukan semangat seluruh pekerja di seluruh Indonesia. Kemudian para pimpinan Serikat Pekerja tersebut bertekad mewujudkan aspirasi para pekerja dengan mendeklarasikan pembentukan Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI).

Awalnya FBSI memiliki keanggotaan 21 serikat buruh, 21 serikat buruh (vak sentral) yang terintegrasi dan terorganisir ke dalam 21 Serikat Buruh Lapangan Pekerjaan (SBLP) yang bersifat sektoral. Pada tahun 1984, FBSI bersama organisasi-organisasi buruh se-ASEAN mendirikan ASEAN Trade Union Council (ATUC). ATUC adalah forum tukar menukar infomasi dan pengalaman dan kerja sama antar serikat buruh se-ASEAN yang menjadi anggotanya.

FBSI diubah menjadi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia pada Kongres FBSI tanggal 23-30 November 1985. Hari Pekerja Nasional di peringati untuk menumbuhkan jati diri di kalangan pekerja Indonesia, dan untuk lebih meningkatkan kebanggaan para pekerja Indonesia dalam rangka memotivasi pengabdiannya kepada pembangunan Nasional yang dilandasi sistem Hubungan Industrial Pancasila. |sumber: pesonacipta.co.id