Posts

Eka Augesleni, Eka Trismiana, Zaenal Abidin dan Karbito; Jurnal Hubungan Karakteristik Kontainer Tempat Penampung Air dengan keberadaan Jentik aedes Aegypti di Kelurahan Tanjung Seneng

ABJ (Angka Bebas Jentik) merupakan persentase rumah atau tempat-tempat umum yang tidak ditemukan jentik. ABJ kota Bandar Lampung berkisar antara 81,7% sampai dengan 86,1% dan masih dibawah target yang telah ditetapkan sebesar 95%. Dan pada tahun 2011 kasus yang terjadi di Kelurahan Tanjung Seneng sebanyak 11 kasus, dengan ABJ 86,75 %.

Hal tersebut menjadi dasar Eka Augesleni, Eka Trismiana, Zaenal Abidin dan Karbito melakukan sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul Hubungan Karakteristik Kontainer Tempat Penampung Air dengan keberadaan Jentik aedes Aegypti di Kelurahan Tanjung Seneng.

Tujuan penelitian ini diketahui hubungan karakteristik kontainer tempat penampung air dengan keberadaan jentik Aedes Aegypti di Kelurahan Tanjung Seneng.

Berikut Selengkapnya 4. Eka_Eka_Zaenal

Hari Malaria Sedunia, Mewujudkan Indonesia Bebas Malaria

Hari Malaria Sedunia (HMS) diperingati di seluruh dunia tiap 25 April setiap tahunnya. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan tanggal penandatanganan Deklarasi Abuja 25 April 2001 oleh 44 kepala negara yang endemis Malaria.

Pada 25 April ini ditetapkan sebagai Hari Malaria Sedunia, disepakati pada World Health Assembly (WHA) 23 Mei 2007 di Genewa yang dihadiri oleh 192 negara anggota WHO. Pada 2016 ini, peringatan HMS merupakan yang ke-9 sejak pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada 25 April 2008.

Penyakit Malaria ini jika disandingkan dengan penyakit mematikan lainnya termasuk salah satu yang paling ditakuti dari jajaran penyakit paling berbahaya di dunia. Peringatan HMS ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kebijakan program pencegahan dan pengendalian Malaria, sekaligus menjadi momentum guna menggalang kekuatan dan sumber daya guna mewujudkan Indonesia Bebas Malaria pada 2030.

Malaria adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles. Dalam sejarahnya, sampai hari ini Malaria adalah penyakit yang sudah membunuh ratusan juta orang. Dalam kajian medis, sederhananya dijelaskan Malaria adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dari manusia yang tertular atau hewan lain. Inti sel dari penyakit malaria ini tertanam dalam protozoa parasit, atau sekelompok mikroorganisme bersel tunggal dalam tipe Plasmodium.

Jutaan kasusnya di dunia paling sering ditularkan oleh gigitan nyamuk berjenis Anopheles berkelamin betina yang sudah terinfeksi. Setiap kali nyamuk ini hinggap di tubuh manusia, maka ia pun akan menyebarkan parasit Malaria dari air liur nyamuk ke dalam aliran darah manusia. Prosesnya berlangsung sangat cepat, tanpa ada gejala langsung yang bisa dirasakan oleh si korban.

Sampai akhirnya, gejala Malaria akan muncul setelah sepuluh atau lima belas hari pasca digigit, gejala akibat penyakit Malaria ini biasanya menyebabkan demam panjang, kelelahan yang berlebihan, muntah terus menerus, sakit kepala. Bahkan dalam gejala yang parah, penyakit Malaria dapat menimbulkan gejala parah berupa kulit berubah menjadi kuning, kejang tanpa sebab, koma, bahkan sampai kematian. Cara terbaik untuk mencegah Malaria menginfeksi tubuh Kita adalah dengan mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu untuk tidur, atau mengoleskan penolak serangga di tangan dan kaki sebelum tidur. Selain itu, serupa dengan penyakit Demam Berdarah Dengue yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, mencegah pertumbuhan nyamuk jenis Anopheles pun dapat dilakukan dengan cara menutup genangan air saat musim hujan.

Ada pula beberapa vaksin atau obat yang bisa ditebus di apotek untuk mencegah Malaria. Pengobatan yang direkomendasikan untuk malaria adalah kombinasi obat antimalaria yang mencakup artemisinin. Secara garis besar, penyakit malaria ini adalah penyakit khas yang muncul di daerah tropis dan subtropis sepanjang garis khatulistiwa. Banyak wilayah Sub Sahara, Amerika Latin menjadi endemik dari penyakit Malaria ini.

Upaya untuk terus mencegah dan memberantas malaria harus terus ditingkatkan. Tetap saja, sampai saat ini sekitar 500 ribu orang meninggal karena malaria setiap tahunnya di seluruh dunia. Angka tersebut masih sangat tinggi dibandingkan target 2015 yang sebelumnya merujuk pada Millenium Development Goals (MDGs) adalah menghentikan penyebaran malaria di seluruh dunia. Mengutip pernyataan Direktur RBM, Dr. Fatoumata Nafo Traore, capaian saat ini yang masih rentan dan belum merata di seluruh dunia menandakan Malaria adalah urusan global yang belum tuntas.

Program MDGs telah berganti menjadi SDGs (Sustainability Development Goals) dan strategi global pemberantasan malaria dipimpin RBM mengusung tema “Action and Investment to defeat Malaria (AIM) 2016-2030: for a Malaria-Free World” (Aksi dan Investasi untuk mengalahkan Malaria 2016-2030 untuk Dunia yang Bebas Malaria). Semoga ke depannya perhatian kita semua semakin meningkat dan malaria dapat diberantas dari seluruh dunia.|Dikutip dari berbagai sumber.

Penemuan Rekayasa Genetik Nyamuk untuk Cegah Penyebaran Virus Zika

Saat ini virus zika telah menyadi ancaman bagi masyarakat dunia. Para ilmuan turut membuat berbagai penelitian terkait virus ini. Salah satunya Oxitec, Perusahaan bioteknologi Inggris, berhasil menemukan genetik nyamuk yang dimodifikasi untuk memerangi virus zika yang kini sedang mewabah di Brasil.

Virus Zika (ZIKV) merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus ini dapat menyebabkan sakit yang ringan kepada manusia yang dikenal sebagai demam Zika atau. Kesakitan tersebut adalah satu bentuk penyakit ringan dari demam dengue.

Perusahaan telah meneliti sejak april 2015. Uji coba penelitian ini bahkan menyebabkan menurunnya populasi nyamuk Aedes Aegypti sampai 90 persen. Penelitian tersebut dilakukan di Piracicaba, Provinsi Sao Paolo, Brasil. Kasus penyakit DBD bahkan ikut menurun dari 133 kasus menjadi satu kasus antara tahun 2014-2015 ke tahun 2015-2016.

“Secara keseluruhan, nyamuk rekayasa genetika ini bisa dengan cepat menghentikan wabah. Kami berharao bisa mendapat lampu hijau segera,” kata Hadyn Parry, Chief Executive Oxitec.

Nyamuk yang dimodifikasi tersebut merupakan nyamuk jantan Aedes aegypti yang menyebabkan virus zika, virus demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya. |sumber: cnnindonesia.com, republika.co.id

Kemenkes: Cara Mencegah Virus Zika Sama dengan DBD

Penyebaran virus zika semakin meluas, Kementerian Kesehatan mengimbau warga untuk tetap waspada dan terus melakukan pencegahan.

Oscar Primadi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, pencegahan yang dilakukan sama seperti dengan pencegahan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). “Virus ini kan penularannya sama dengan DBD, yaitu dari nyamuk aedes aegepti sehingga pencegahan virus ini sama juga dengan DBD,” ujar Oscar.

Satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik) merupakan salah satu upaya pencegahan. Masih ingat dengan rumus 3M, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD, hal tersebut juga merupakan upaya pencegahan virus zika.

“Ingat, nyamuk aedes aegepti itu sukanya di air bersih. Untuk memutus mata rantai, intinya jangan bikin sarang nyamuk,” kata Oscar.

Selain itu, direktorat Surveillance dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan juga mengaktifkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara.

Meski pemerintah tidah memberikan travel warning bagi WNI yang ingin berpergian ke daerah yang sedang dilanda virus Zika. Namun, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk sebaiknya menunda rencana berpergian ke wilayah Amerika Latin.

Di Brasil, lebih dari 2700 kasus mikrosefali ditemukan sepanjang tahun 2015 pada ibu hamil yang terinfeksi virus Zika melalui gigitan nyamuk. ibu hamil yang terinfeksi virus Zika berpotensi melahirkan bayi dengan mikrosefali atau kecacatan pertumbuhan otak pada tahun ini. |sumber: kompas.com

Seputar Virus Zika yang Harus Kita Diketahui

Virus Zika adalah anggota dari keluarga Flaviviridae dan ditularkan ke manusia oleh nyamuk. Orang yang terjangkit virus Zika akan merasakan gejala seperti sakit kepala, ruam di wajah, leher, lengan atas, mungkin juga menyebar ke telapak tangan dan kaki, demam dan nyeri punggung.

Di Indonesia, Lembaga Eikjman telah melaporkan kehadiran virus zika kepada Kementerian Kesehatan. Peneliti Eikjman Institute menemukan virus ini saat terjadi wabah demam dengue di Provinsi Jambi pada periode Desember 2014 sampai April 2015.

Virus ini dapat menimbulkan risiko terhadap janin pada wanita hamil. Virus telah dikaitkan dengan mikrosefali, sebuah kondisi dimana bayi memiliki kepala kecil dan perkembangan otak yang tidak lengkap. Virus Zika dianggap sebagai penyakit menular yang muncul dengan potensi untuk menyebar ke daerah-daerah baru di mana ada nyamuk Aedes. Keberadaan virus Zika telah dilaporkan di daerah Afrika, Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik dan baru-baru ini di Amerika Latin dan Karibia.

Saat ini belum ada vaksin atau obat untuk mencegah demam Zika. Kita dan terutama ibu hamil dapat melindungi diri dengan mencegah gigitan nyamuk dan menjaga kesehatan tubuh.||sumber: nationalgeographic.com

7 Cara Alami Ini Membuat Nyamuk Takut Menggigit Kulit

NYAMUK, serangga pengganggu yang membuat kulit gatal setelah menghisap darah kita. Ironisnya, serangga kecil ini hampir ada di setiap sudut daerah, dan tersebar di seluruh dunia. Mudahnya mereka berkembang biak di tambah lingkungan yang tidak bersih dan banyak genangan air akan meningkatkan perkembangbiakkan serangga pengganggu ini. Faktanya sulit sekali menghindari hama kecil pembawa masalah ini. Selain membuat kulit gatal, nyamuk juga membawa berbagai macam penyakit yang membahayakan kesehatan kita.

Serperti dilansir boldsky.com, data ststistik mengatakan adanya peningkatan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti malaria, yellow fever dan demam berdarah dengue (DBD). Sebenarnya ada cara alami untk menghindari serangan nyamuk, karena biasanya nyamuk menyerang daerah yang kelembapannya rendah dan orang itu mengganggu daerah mereka, misalnya hutan atau kebun.

Penasaran bagaimana cara mencegah serangan nyamuk yang menjengkelkan ?

Dikutip dari boldsky.com, berikut adalah cara alami menghindari serangan nyamuk:

1. Teteskan minyak Eucalyptus di bak mandi anda.
2. Usahakan hindari keringat berlebih, aroma keringat bisa mengundang nyamuk untuk datang.
3. Hindari memelihara habitat nyamuk seperti genangan air.
4. Hindari menggunakan baju satin, gunakan katun untuk melindungi kulit.
5. Gunakan aroma lemon, nyamuk benci wangi lemon.
6. Jel lidah buaya, aroma lidah buaya juga di benci nyamuk.
7. Jus bawang putih, jika di aplikasikan ke kulit maka nyamuk tidak berani mendekat.

7 Cara di atas di percaya bisa membuat nyamuk enggan menyerang kita, dan itu lebih sehat di bandingkan kita menggunakan lotion anti nyamuk yang mengandung berbagai zat kimia yang berdampak kurang baik pada kulit.