Posts

Fadhlie Ibrahim, Rahma Elliya dan Teguh Pribadi; Jurnal Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat TB Paru Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Penyakit TB Paru (Tuberkulosis Paru) merupakan salah satu contoh penyakit infeksi pada saluran pernapasan dan
merupakan menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis.Di Wilayah Kerja Puskesmas Dayamurni, prevalensi penderita TB Paru itahun 2012 sebesar 33 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB parudi Wilayah Kerja Puskesmas Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013.

Hal tersebut menjadi dasar Fadhlie Ibrahim, Rahma Elliya dan Teguh Pribadi melakukan sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat TB Paru Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013”.

Berikut selengkapnya jurnal 5-fadhlie_rahma_teguh

Ade Maria Ulfa; Jurnal Identifikasi Boraks Pada Pempek Dan Bakso Ikan Secara Reaksi Nyala Dan Reaksi Warna

Ade Maria Ulfa M Kes Apt. Ade begitu ia disapa. Ia merupakan Dosen dan juga Wakil Direktur Akademik di Akadmei Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati. Wanita ini sudah sejak 2007 bergabung dengan Universitas Malahayati.

Ibu dari satu orang anak ini mengawali perkuliahan Diploma III Farmasi poltekes negeri Jakarta dan Strata satu Farmasi di Universitas Indonesia lalu pada tahun 2006 kembali ke kampung halaman dan mengajar di Akafarma Putra Indonesia Lampung pada awal tahun 2007.

Ade melanjutkan Megister Kesehatan di Universitas Malahayati tahun 2010 dan melanjutkan kembali ke Jakarta untuk mengambil porofesi Apoteker selama satu tahun. Ia menjelaskan disela kesibukannya menjadi Dosen di Akafarma, Ia merupakan ibu rumah tangga dan Apoteker di Apotek Bandung Tanjung Karang.

Ade melakukan sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul “Identifikasi Boraks Pada Pempek Dan Bakso Ikan Secara Reaksi Nyala Dan Reaksi Warna”

Berikut Selengkapnya 8. Ade_Maria

Iwan Indriawan, Wahid Tri Wahyudi dan Agustina Rahayuningsih: Jurnal Analisis Pengelolaan Obat Di Puskesmas Gaya Baru V Kecamatan Bandar Surabaya Kabupaten Lampung Tengah

IWAN Indriawan, Wahid Tri Wahyudi dan Agustina Rahayuningsih  berkolaborasi melakukan sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul “Analisis Pengelolaan Obat Di Puskesmas Gaya Baru V Kecamatan Bandar Surabaya Kabupaten Lampung Tengah”.

Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah diketahui informasi pelaksanaan pengelolaan obat di Puskesmas Gaya Baru V Kecamatan Bandar Surabaya Kabupaten Lampung Tengah.

Wahid Tri Wayudi, termasuk salah satu Dosen Keperawatan Universitas Malahayati. Ia mulai bergabung dengan Universitas Malahayati sejak tahun 2007. Ia mengajar untuk mata kuliah Promosi Kesehatan dan bahkan ia  bekerja di Enumerator Riset Kesehatan Dasar-RI 2010 & 2013 Kota Bandar Lampung.

Berikut Selengkapnya 1. Iwan

Kemenristek Dikti Berikan Tawaran Menarik untuk Para Dosen

Yth.

  1. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Bidang Akademik
  2. Koordinator Kopertis Wilayah I s.d. XIV

Dalam rangka mendorong inovasi metode pembelajaran di perguruan tinggi, Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Tahun 2016 memberikan tawaran kepada dosen di perguruan tinggi  untuk mengikuti Program Insentif Pengembangan Bahan Ajar dan Pedoman Pembelajaran Tahun 2016.

Program ini bertujuan menghasilkan pengembangan bahan ajar dan pedoman pembelajaran dengan pendekatan Student Centered Learning (SCL) yang terbukti efektif untuk pencapaian kompetensi dan capaian pembelajaran.

Pada tahun ini, Program Insentif Pengembangan Bahan Ajar dan Pedoman Pembelajaran diperuntukkan bagi dosen program studi dari cabang ilmu: Pariwisata, Maritim, serta Teknologi Kesehatan dan Obat. Mohon kepada pimpinan perguruan tinggi negeri dan Koordinator Kopertis Wilayah I s.d. XIV untuk menyampaikan tawaran program tersebut diatas di lingkungan perguruan tinggi Saudara.

Kepada dosen yang berminat untuk mengikuti Program Insentif Pengembangan Bahan Ajar dan Pedoman Pembelajaran dengan pendekatan SCL, dapat mengirimkan berkas usulan paling lambat tanggal 20 Mei 2016 Pukul 14.00 WIB. Sistematika penulisan usulan dan ketentuan lainnya dapat merujuk pada panduan yang dapat diunduh melalui laman http://belmawa.ristekdikti.go.id/ .

Atas perhatian dan kerja sama Saudara, diucapkan terima kasih.

Direktur Pembelajaran

TTD

Paristiyanti Nurwadani

NIP. 196305071990022001

Tembusan:

  1. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (sebagai laporan)
  2. Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Lampiran :

  1. Pengumuman : Tawaran Program Insentif Pengembangan Bahan Ajar dan Pedoman Pembelajaran dengan Pendekatan Student Centered Learning (SCL)
  2. Panduan Pengajuan Insentif Bahan ajar dan pedoman pembelajaran

Obat Penghilang Rasa Sakit Punya Sifat Anti-Kanker Signifikan

Obat penghilang rasa sakit ternyata memiliki sifat anti-kanker yang signifikan. Obat yang biasa digunakan untuk mengobati migrain, demam dan rheumatoid arthritis ini, dinilai dapat memainkan peran kunci dalam mengobati kanker.

Para peneliti yang terlibat dengan proyek The Repurposing Medicine in Oncology (ReDo) mengatakan obat diklofenak, juga dijual sebagai Voltaren, Zipsor, Solaraze dan Cambia, terbukti mengandung sifat anti-kanker yang signifikan. Efeknya terhadap sistem kekebalan tubuh, dan pada pengembangan pembuluh darah yang menggerakan oksigen dan nutrisi ke jaringan.

Analisis retrospektif dari catatan medis menunjukkan obat memiliki dampak yang signifikan terhadap risiko metastasis dan mengurangi kematian untuk pasien kanker yang diobati dengan diklofenak sebelum operasi untuk mengangkat tumor. Penemuan ini dipublikasikan dalam akses terbuka jurnal Cancer Medical Science.

Para peneliti ReDo sedang menyelidiki obat efek non-steroid anti-inflamasi (NSAID) pada kanker dalam empat uji klinis. Tiga dari uji coba menggunakan obat penghilang rasa sakit sebagai bagian dari TL-118, satu percobaan menggunakan kombinasi empat obat.

“Ini masih agak mengejutkan bahwa masih begitu banyak hal yang tidak kita mengerti tentang obat-obat standar yang kita gunakan setiap hari, seperti diklofenak, ternyata dapat berperan dalam pengobatan kanker,” Dr. Pan Pantziarka, seorang peneliti di Anticancer Fund, mengatakan dalam sebuah siaran pers. ||sumber: nationalgeographic.co.id

Bakteri Kebal Obat Jadi Ancaman Kesehatan Terbesar

BEBERAPA jenis penyakit telah menjadi teror global dalam kurun waktu lama, sebut saja kanker, HIV/AIDS, dan penyakit jantung. Tetapi ada ancaman baru yang dianggap lebih berbahaya, yaitu resistensi antibiotik.

Penyakit infeksi sebelumnya menjadi masalah kesehatan utama di beberapa negara dengan wilayah terpencil dan tidak memiliki akses pengobatan yang baik. Namun setelah ditemukannya antibiotik, penyakit infeksi bukan lagi penyebab kematian utama.

Sayangnya, penggunaan antibiotik yang tidak rasional membuat masalah baru muncul, yakni resistensi antibiotik.

Resistensi antibiotik alias kuman dan bakteri yang tidak lagi kebal obat diperkirakan akan menjadi penyebab kematian utama melebihi kanker di tahun 2050.

Jenis infeksi yang kebal obat termasuk strain baru E.coli, malaria dan tuberkulosis, telah membunuh 700.000 orang tahun ini. Tetapi angkanya bisa meningkat menjadi 10 juta jika tidak ada tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini.

Bukan cuma menjadi penyebab kematian, tetapi juga menghabiskan anggaran kesehatan yang sangat besar. Menurut laporan the Review on Antimicrobial Resistance, beban kesehatan akibat resistensi antibiotik bisa mencapai 100 triliun dollar AS setiap tahun.

Laporan tersebut juga menekankan bahaya penggunaan antibiotik pada bidang agrikultur. Praktek tersebut seharusnya dikurangi atau dilarang sama sekali.

Keprihatinan tersebut seharusnya menjadi kesadaran banyak pihak, mengingat kita belum memiliki antibiotik terbaru yang lebih efektif.

“Kebanyakan konsumsi antibiotik di banyak negara justru pada hewan, bukan manusia. Hal ini akan menciptakan risiko resistensi pada setiap orang, apalagi sudah ada laporan dari China mengenai resistensi obat kolistin, antibiotik generasi terakhir yang dipakai secara luas pada hewan,” kata Jim O’Neill, penulis laporan tersebut.

Para ahli yang terlibat dalam penelitian itu juga sepakat diperlukan batasan dari level antibiotik yang boleh dipakai perkilogram daging hewan.

Bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah polusi, antimikroba sisa limbah yang dibuang ke air dan memicu risiko resistensi. | sumber: nationalgeographic.co.id