Posts

Ini Kata Imam Suhadak Tentang Lingkungan Hidup

IMAM Suhadak, adalah mahasisiwa jurusan Teknik Lingkungan Universitas Malahayati. Memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 05 Maret, Imam memberikan pendapatnya mengenai Lingkungan hidup.

Menurut Imam Lingkungan hidup merupakan hubungan antara satu dan yang lain (baik benda hidup maupun benda mati) yang dapat mempengaruhi kesejahteraan manusia serta kondisi lingkungan itu sendiri 9lingkugan masih terjaga dengan baik atau sudah tercemari).

Dalam upaya melestarikan lingkungan baiknya kita mulai lebih bijak dalam membuang sampah dan menggunakan fasilitas sehari-hari. “Pertama mulailah lebih bijak untuk sesalu membuang sampah pada tempatnya, Kedua kita juga harus bijak dalam menggunakan fasilitas sehari-hari (barang ramah lingkungan), serta tidak merusak lingkungan dengan menebang pohon tanpa memperhitungkan kelangsungan dimasa yang akan datang,” ujar Imam kepada malahayati.ac.id via telepon Minggu, 05 Juni 2016.

Imam juga mengatakan bahwa kita harus bijak dalam menggunakan air. “Gunakanlah air secukupnya serta tidak mencemarinya,” ujar Imam. Ia juga terus mengajak kita semua agar selalu meningkatkan kesadaran dalam diri akan kelestarian hidup dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang. []

Hari Air Internasional, Ini kata Mahasisiwa Teknik Lingkungan Tentang Air

Muhammad Aji Darmawan, biasa disapa Aji adalah mahasisiwa jurusan Teknik Lingkungan Universitas Malahayati. Memperingati hari air internasional yang diperingati setiap tanggal 22 Maret, Aji memberikan pendapatnya mengenai air dan memperlakukan air yang baik.

Menurut Aji yang paling penting dari air adalah kualitas dan kuantitasnya.. Saat ini  setiap orang bekerja kebanyakan berkaitan dengan air, ditambah populasi yang terus meningkat sehingga kebutuhan air pun meningkat, oleh sebab itu kita perlu menjaga air tersebut.

Dalam memperlakukan air dapat dimulai dari gaya hidup kita contohnya dalam membuang sampah. “Jangan buang sampah sembarangan, apalagi buang sampah dibadan air, karena samapah akan mempengaruhi kualitas air,” ujar Aji kepada malahayati.ac.id via telepon Selasa, 22 Maret 2016.

Aji menyarankan agar air kotor (air yang mengandung bahan kimia) tidak langsung dibuang ke saluran air bersih, agar proses alami air kotor menjadi air bersih tidak memakan waktu lama.

Menurut Aji dalam menjaga kuantitas air, idealnya kita menjaga tanaman. Pasalnya tanaman dapat menyimpan cadangan air untuk kita. Selain itu ia juga menyarankan alternatif lain dengan membuat lubang biopori dirumah untuk menyerap air hujan dan menyimpan cadangan air.

Dengan ditetapkannya Hari Air Internasional yang diperingati setiap tanggal 22 Maret, Aji berharap agar semakin banyak individu yang mengerti bagaimana menjaga lingkungan. “Karena ketika kita mengerti bagaimana menjaga lingkungan, kita akan tau dan merasakan bagaimanan memiliki kualitas air bersih dan sehat serta lingkungan yang sehat,” ujar Aji.

Pendapat Rika Yulendasari Tentang Kanker pada Peringatan Hari Kanker Dunia

SEJAK tahun 2000, 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day. Penggagasnya adalah International Union Against Cancer atau UICC, yaitu konsorsium global beranggotakan lebih dari 280 organisasi antikanker di 90 negara. Hari Kanker Sedunia diperingati untuk meningkatkan kepedulian pada kanker dan langkah pencegahan, deteksi dini, maupun pengobatannya.

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Kanker berkembang dari satu sel tunggal yang terjadi sebagai akibat dari interaksi antara faktor genetik seseorang dan tiga faktor eksternal. Tiga faktor eksternal itu bisa dikategorikan sebagai karsinogen fisik, radiasi ultraviolet, dan proses ionisasi.

Normal_cancer_cell_division_from_NIH Ketika sel normal (A) rusak atau tua (2), mereka mengalamiapoptosis (1); sel kanker (B) menghindari apoptosis dan terus membelah diri.

Rika Yulendasari SKep Ns MKes kepada malahayati.ac.id, Kamis, 04 Februari 2016, menjelaskan kanker merupakan suatu penyakit yang masih bisa disembuhkan jika sudah terdeteksi sejak dini. Terlebih pada dewasa ini sudah banyak tips dan trik mendeteksi kanker sejak dini. “Hanya saja masalahnya banyak orang tak peduli dengan itu, kebanyakan sekarang kasus yang tidak tertolong itu pada stadium awal,” katanya.

Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Malahayati ini mengatakan, ada hal yang dapat kita lakukan agar terhindar dan bersahabat dengan kanker, yaitu hidup sehat seperti pola makan yang baik, konsumsi air putih dan olahraga yang cukup untuk hindari kanker dengan melakukan deteksi dini, pengobatan untuk semua pasien kanker, dan meningkatkan kualitas hidup.

“Dengan menghindari faktor-faktor yang bisa memicu kanker, kemungkinan terserang oleh penyakit ini bisa diperkecil. Jika sudah mengidap kanker, pengobatan dan tata laksana yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup penderita,” kata Ajeng, sapaan akrabnya.

Sebagai makhluk sosial tentunya peduli sesama merupakan bagian dari hidup termasuk peduli kepada penderitakanker, hal ini baik untuk memotivasi mereka agar lebih percaya diri akan kesembuhannya. “Terutamabagi yang memiliki basic ilmu kesehatan itu harus merangkul dan memberikan motivasi serta mengarahkan mereka untuk berjuang melawan kanker,” kata wanita kelahiran Palembang, 27 Maret 1989.

Menurutnya, komunikasi adalah hal utama yang harus dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri penderita kanker. Memberi motivasi pun tak hanya kepada si penderita, penting juga memberi motivasi kepada keluarganya. Agar pihak keluarga ikut support dan memotivasi si penderita kanker.[]

 

 

 

 

Rizki Muliadi: Maknai HAM Dengan Kasih Sayang

DUNIA memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang jatuh setiap tanggal 10 Desember. Penetapan tanggal tersebut adalah untuk memperingati pengadopsian Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada 1948 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada 1950, Majelis Umum menerbitkan resolusi 423 yang isinya mengimbau semua negara anggota dan organisasi PBB untuk setiap tahunnya mengingat 10 Desember sebagai Hari HAM Internasional.

Sebagai makhluk sosial, Riski Muliadi berpendapat bahwa hak asasi manusia berupa hak asasi sosial, ekonomi, politik, sosial budaya, hak untuk mendapat perlakuan yang sama dalam tata cara peradilan, dan hak untuk mendapat persamaan dalam hukum dan pemerintahan. “Selain itu kebebasan berpendapat, kebebasan beribadah, kebebasan dari kemiskinan, dan kebebasan dari rasa takut juga termasuk akan HAM,” kata Riski yang berstatus mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Malahayati itu.

Riski menambahkan hari HAM harus dimaknai dengan kasih sayang. Mahasiswa pun harus bisa saling menyayangi sebagai civitas di Universitas Malahayati. Jangan sampai aksi demonstrasi yang berujung konflik, mencoreng hari HAM yang jatuh 10 Desember ini.

“Terciptanya kondisi kampus yang kondusif akan menjadikan suasana hati setiap orang akan damai. Begitupun mahasiswa yang menggelar aksi memperingati hari HAM sebaiknya menyampaikan aspirasi secara damai, agar tuntutan mereka bisa didengarkan,” kata Riski menutup pembicaraan.[]