Posts

Mahasiswa Malahayati Masuk Lima Besar Debat Perpajakan Mahasiswa se-Lampung

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Malahayati masuk 5 (lima) besar Debat Perpajakan Mahasiswa se-Lampung. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) dan Gedung QB I Politeknik Negeri Lampung pada Sabtu, 14 April 2018. Olimpiade Akuntansi dan Perpajakan ini diikuti 18 perguruan tinggi di Lampung.

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini mengirimkan 2 tim (1 tim terdiri dari 3 orang) dari masing-masing perguruan tinggi. Tahapan lomba menggunakan sistem gugur untuk penyisihan dan perempat final sampai final. Babak penyisihan dibagi menjadi 8 (delapan) grup, yang terdiri dari 3 (tiga) kelompok dari perguruan tinggi yang berbeda. Juara grup akan maju pada babak perempat final dengan sistem gugur dilanjutkan hingga menyisahan juara I dan II.

Selain debat pajak, perlombaan Number One dan Photo Booth juga melengkapi olimpiade ini. Tak hanya itu berbagai pertanyaan juga diajukan kepada supporter para perguruan tinggi yang diundang. “Dan tak sedikit supporter dari Universitas Malahayati yang menerima hadiah dari setiap pertanyaan yang mereka jawab,” kata Hardini Ariningrum, dosen pendamping.[]

Memenuhi Syarat, 104 PTS Telah Diaktifkan Kembali

Kementerian Ristek dan Dikti telah mengaktifkan 104 pergguruan tinggi swasta (PTS) yang berstatus pembinaan. Saat ini PTS yang masih berstatus pembinaan tersisa 21 PTS.

Selain itu ada 103 PTS yang telah ditutup atau dicabut izinnya karena  permohonan dari PTS yang bersangkutan atau rekomendasi dari Kopertis. Masalahnya, setelah dilakukan visitasi, PTS tersebut tidak bisa memenuhi syarat minimal yang ditetapkan menurut peraturan yang berlaku.

Adapun PTS yang masih dalam status pembinaan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohamad Nasir berupaya terus mendampingi. Hal tersebut diungkapkan Nasir dalam acara diskusi dan rapat dengan perguruan tinggi yang sedang dibina oleh Kemenristekdikti.

Diskusi yang dipimpin oleh Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo, berlangsung di auditorium lantai 2 Kemenristekdikti Senayan, Jakarta pada 22 Februari 2016.

Pada acara ini juga dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kemenristekdikti, Jamal Wiwoho, Staf Ahli Kemenristekdikti bidang Akademik, Paulina Panen, Para Dirjen Kemenristekdikti, dan Rektor 243 perguruan tinggi pembinaan.

Sebagaimana diketahui bahwa pada September 2015, informasi melalui PD Dikti, PTS yang dalam status pembinaan sejumlah 243 PTS, yang terdiri dari 228 PTS di lingkungan Kemenristekdikti dan 15 PTS dari Kementerian Agama. Selanjutnya Kemenristekdikti melalui Ditjen kelembagaan, membentuk tim pendampingan akademik yang bertugas untuk melakukan pembinaan kepada PTS-PTS yang dalam status pembinaan tersebut.

Tim pendampingan akademik selanjutnya bekerjasama dengan Kopertis untuk melakukan visitasi, dan selanjutnya PTS membuat pakta integritas yang berisi kesanggupan memenuhi persyaratan beserta sanksi bila tidak sanggup memenuhi persyaratannya. Pakta integritas tersebut selanjutnya dijadikan dasar bagi Kopertis untuk mengajukan rekomendasi pengaktifan PTS.

Dalam sesi tanya jawab Nasir mangatakan akan menyiapkan tim untuk melakukan pendampingan ke PTS yang memerlukan pendampingan. “Hingga saat ini sudah ada 8 tim yang kita bentuk,” ujar Nasir. | sumber: ristekdikti.go.id