Posts

30 Maret; Peringatan Hari Film Nasional

Hari Film Nasional (HFN) diperingati setiap tahunnya pada 30 Maret. Namun tahukah Anda sejarah penetapan 30 Maret sebagai hari peringatan HFN?

Diawali dengan berdirinya bioskop pertama di Indonesia pada 5 Desember 1900 di daerah Tanah Abang, Batavia dengan nama Gambar Idoep yang menayangkan berbagai film bisu. Lebih dari dua dekade setelahnya pada tahun 1926 film lokal pertama yang bertajuk Loetoeng Kasaroeng dirilis. Film bisu ini disutradarai oleh sutradara Belanda G. Kruger dan L. Hueveldorp. Pada tahun 1928 pekerja film dari Shanghai datang ke Indonesia untuk menggarap film Lily Van Shanghai.

Meski menggunakan banyak aktor lokal, kedua film pertama tersebut mencerminkan adanya dominasi Belanda dan Cina dalam sejarah perkembangan film Tanah Air. Tidak berhenti di situ, pada tahun 1940-an, perfilman Indonesia dijadikan alat propaganda politik Jepang selama kurang lebih 7 tahun lamanya. Pada masa ini film Indonesia tidak memiliki izin produksi karena hanya film politik Jepang dan film Indonesia lama yang diperbolehkan tayang.

Titik terang kebangkitan film nasional pun akhirnya terlihat. Sutradara Indonesia Usmar Ismail berhasil memproduksi sebuah film berjudul Darah dan Doa atau The Long March of Siliwangi melalui perusahan film miliknya sendiri, Perfini. Hari pertama pengambilan gambar ini jatuh pada 30 Maret 1950. Tanggal inilah yang kemudian dipilih oleh Dewan Film Nasional sebagai HFN melalui konferensi Dewan Film Nasional dengan Organisasi Perfilman pada 11 Oktober 1962.

Kemudian pada perkembangannya, penetapan HFN secara resmi dilakukan pada masa pemerintahan BJ Habibie melalui keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999 tentang Hari Film Nasional (Keppres RI No. 25 Tahun 1999).

Film Indonesia pun akhirnya mengalami kesuksesan pada tahun 1980-an di mana industri film nasional pada masa itu melahirkan bintang-bintang berbakat seperti Lidya Kandouw, Meriam Bellina, Onky Alexander dan lainnya. Hanya saja kesuksesan itu menurun drastis pada dekade berikutnya seiring pesatnya pertumbuhan tontonan televisi dan masuknya film Hollywood di Indonesia. Pada tahun 2000-an, film Indonesia kembali bangkit melalui film-film ternama seperti AADC (Ada Apa Dengan Cinta), Petualangan Sherina, Arisan, dan Ayat-Ayat Cinta.

Hingga saat ini jumlah produksi film Indonesia terus meningkat pesat meski masih didominasi oleh tema-tema film horor dan film remaja. Pada tahun 2005, hadir Blitzmegaplex di dua kota besar di Indonesia, Jakarta dan Bandung. Kehadiran bioskop dengan konsep baru ini mengakhiri dominasi Cineplex yang dimiliki oleh kelompok 21 yang selama bertahun-tahun mendominasi penayangan film. |sumber: id.Wikipedia.org dan berbagai sumber lainnya.[]

02 Oktober Diperingati Sebagai Hari Batik Nasional, Berikut Sejarahnya!

INDONESIA melalui badan PBB untuk kebudayaan UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpieces of the oral and intangible Heritage of Humanity) pada 02 Oktober 2009. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik sebagai bentuk peringatan Hari Batik Nasional.

Bahkan, melalui surat edaran bernomor SE-11/Seskab/X/2013, tertanggal 1 Oktober 2014, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam meminta para menteri dan seluruh pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) untuk memerintahkan kepada seluruh pegawai di bawah jajajrannya agar memakai baju batik hari ini.

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 02 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.
Penetapan Hari Batik Nasional juga sebagai usaha pemerintah dalam meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif indonesia di forum internasional. Karena pengakuan terhadap batik sebagai warisan leluhur bangsa indonesia sama hal nya dengan pengakuan dunia internasional terhadap mata budaya Indonesia. Tujuan lain dari pengakuan batik sebagai warisan leluhur indonesia adalah untuk menumbuhkan kecintaan serta rasa bangga masyarakat indonesia terhadap kebudayaan Bangsanya.

Dalam situs resmi UNESCO ditulis bahwa Batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, alam, kebudayaan lokal dan sejarah itu sendiri. Batik merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Batik dipercaya menjadi bagian penting yang tak terpisahkan pada masyarakat Indonesia sejak ia lahir hingga meninggal. Karena Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia, khususnya Jawa, yang sampai saat ini masih ada.

||sumber: id.wikipedia.org, www.markijar.com dan berbagai sumber lainnya.

1 Juni Juga Diperingati Sebagai Hari Anak Internasional

SELAIN memperingati hari lahirnya Pancasila, 1 Juni juga diperingati sebagai hari Anak Internasional. Secara Internasional Hari Anak atau Childern’s Day diperingati setiap tanggal 1 Juni, sedangkan secara Universal diperingati pada tanggal 20 November. Hari Anak merupakan event penting yang peringatannya memiliki tanggal yang berbeda-beda setiap negara. Perayaan sekaligus hari besar ini bertujuan untuk menghormati hak-hak bagi seluruh anak di dunia.

Hari peringatan yang juga ditujukan sebagai Hari Internasional untuk Perlindungan Anak-anak ini telah dirayakan pertama kalinya di sekitar tahun 1950-an oleh 51 negara seluruh dunia. Meski demikian, kesepakatan 1 Juni sebagai Hari Anak Internasional mulai terbangun dalam konvensi International Women Democratic Federation di Moskow, 1949.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan persoalan anak-anak di dunia dalam kelangsungan hidupnya. Hingga dewan memutus untuk secara resmi menghormati hak anak, mulai dari hak hidup, pendidikan, kesehatan.

Pada 20 November 1959, Majelis Umum juga mengajukan Deklarasi Hak-hak Anak yang pada akhirnya disahkan pada hari yang sama di tahun 1989. Tak kurang dari 191 negara menandatanganinya. Sehingga 20 November juga dikenal sebagai Hari Anak Universal.

Di Bulgaria, digelar banyak acara untuk peringatan Hari Anak Internasional. Begitu pula di China. Serangkaian parade, konser, penampilan seni teater, balap sepeda, sampai demonstrasi cara berkendara atau berlalu lintas yang baik bagi anak-anak.

Sedangkan di Indonesia sendiri sejumlah siswa tingkat SD dan SMP di Bandung, Jawa Barat sempat memperingati Hari Anak Internasional dengan melakukan napak tilas Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 mulai dari tugu Nol Km hingga Gedung Merdeka. Selain napak tilas, para siswa juara itu juga mengeluarkan pernyataan terkait hari anak serta membacakan Deklarasi Hak-hak Anak. |Dikutip dari berbagai sumber.[]

Peringatan Hari Sindrom Down Sedunia

WORLD Down Syndrome Day (WDSD) diperingati setiap 21 Maret. Pada hari ini, organisasi down sindrome di seluruh dunia mengadakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran publik akan Down Syndrome. Dipilihnya tanggal tersebut oleh Down Syndrome International (DSI) sesuai dengan keunikan Down syndrome dalam triplication (trisomy) dari 21 kromosom. Ide ini awalnya diajukan oleh Stylianos E. Antonarakis, seorang dokter ahli genetika dari University of Geneva Medical School, dan dengan antusias diadopsi oleh ART21. Acara peringatan pertama kali diadakan pada 21 Maret 2006 di Geneva. Pengenalan WDSD juga diluncurkan pada 21 Maret 2006 di Singapura oleh Down Syndrome Association.(int)

Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid maka sering juga dikenal dengan mongolisme. Pada tahun 1970an para ahli dari Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut dengan merujuk penemu pertama kali sindrom ini dengan istilah sindrom Down dan hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah yang sama.

Gejala yang muncul akibat sindrom down dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali, tampak minimal sampai muncul tanda yang khas. Penderita dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar.

Hari Sindrom Down Sedunia merupakan hari istimewa bagi mereka yang menghadapi sindrom Down di seluruh dunia. Hari itu disambut pada 21 Maret setiap tahun dengan berbagai pelaksanaan aktivitas dan acara bagi meningkatkan kesedaran awam terhadap hak dan kesejahteraan kepada mereka yang mengalami penyakit ini.

|Sumber:Hari-hari Besar Internasional, ms.wikipedia.org, koranmakassaronline.com.[]

1 Maret, Peringatan Peristiwa Serangan Umum di Yogyakarta

SERANGAN Umum 1 Maret 1949 adalah serangan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta secara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Divisi III, Kol. Bambang Sugeng, untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI – berarti juga Republik Indonesia – masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Soeharto pada waktu itu sebagai komandan brigade X/Wehrkreis III turut serta sebagai pelaksana lapangan di wilayah Yogyakarta.

Tepatnya pada 1 Maret 1949, pagi hari, serangan secara besar-besaran yang serentak dilakukan di seluruh wilayah Divisi III/GM III dimulai, dengan fokus serangan adalah Ibukota Republik, Yogyakarta, serta koar-besaran oleh pasukan Brigade X yang diperkuat dengan satu Batalyon dari Brigade IX, sedangkan serangan terhadap pertahanan Belanda di Magelang dan penghadangan di jalur [[Magelta-kota di sekitar Yogyakarta, terutama Magelang, sesuai Instruksi Rahasia yang dikeluarkan oleh Panglima Divisi III/GM III Kolonel Bambang Sugeng kepada Komandan Wehrkreis I, Letkol Bahrun dan Komandan Wehrkreis II Letkol Sarbini. Pada saat yang bersamaan, serangan juga dilakukan di wilayah Divisi II/GM II, dengan fokus penyerangan adalah kota Solo, guna mengikat tentara Belanda dalam pertempuran agar tidak dapat mengirimkan bantuan ke Yogyakarta.

Pos komando ditempatkan di desa Muto. Pada malam hari menjelang serangan umum itu, pasukan telah merayap mendekati kota dan dalam jumlah kecil mulai disusupkan ke dalam kota. Pagi hari sekitar pukul 06.00, sewaktu sirene dibunyikan serangan segera dilancarkan ke segala penjuru kota. Dalam penyerangan ini Letkol Soeharto langsung memimpin pasukan dari sektor barat sampai ke batas Malioboro. Sektor Timur dipimpin Ventje Sumual, sektor selatan dan timur dipimpim Mayor Sardjono, sektor utara oleh Mayor Kusno. Sedangkan untuk sektor kota sendiri ditunjuk Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki sebagai pimpinan. TNI berhasil menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam. Tepat pukul 12.00 siang, sebagaimana yang telah ditentukan semula,seluruh pasukkan TNI mundur

Serangan terhadap kota Solo yang juga dilakukan secara besar-besaran, dapat menahan Belanda di Solo sehingga tidak dapat mengirim bantuan dari Solo ke Yogyakarta, yang sedang diserang secara besar-besaran – Yogyakarta yang dilakukan oleh Brigade IX, hanya dapat memperlambat gerak pasukan bantuan Belanda dari Magelang ke Yogyakarta. Tentara Belanda dari Magelang dapat menerobos hadangan gerilyawan Republik, dan sampai di Yogyakarta sekitar pukul 11.00.

Kerugian dikedua belah pihak
Dari pihak Belanda, tercatat 6 orang tewas, dan diantaranya adalah 3 orang anggota polisi; selain itu 14 orang mendapat luka-luka. Segera setelah pasukan Belanda melumpuhkan serangan terebut, keadaan di dalam kota menjadi tenteram kembali. Kesibukan lalu-lintas dan pasar kembali seperti biasa, malam harinya dan hari-hari berikutnya keadaan tetap tenteram.

Pada hari Selasa siang pukul 12.00 Jenderal Meier (Komandan teritorial merangkap komandan pasukan di Jawa Tengah), Dr. Angent (Teritoriaal Bestuurs-Adviseur), Kolonel van Langen (komandan pasukan di Yogya) dan Residen Stock (Bestuurs-Adviseur untuk Yogya) telah mengunjungi kraton guna membicarakan keadaan dengan Sri Sultan.

Dalam serangan terhadap Yogya, pihak Indonesia mencatat korban sebagai berikut: 300 prajurit tewas, 53 anggota polisi tewas, rakyat yang tewas tidak dapat dihitung dengan pasti. Menurut majalah Belanda De Wappen Broeder terbitan Maret 1949, korban di pihak Belanda selama bulan Maret 1949 tercatat 200 orang tewas dan luka-luka.

Perkembangan setelah serangan umum 1 Maret 1949
Mr. Alexander Andries Maramis, yang berkedudukan di New Delhi menggambarkan betapa gembiranya mereka mendengar siaran radio yang ditangkap dari Burma, mengenai serangan besar-besaran Tentara Nasional Republik Indonesia terhadap Belanda. Berita tersebut menjadi Headlines di berbagai media cetak yang terbit di India. Hal ini diungkapkan oleh Mr. Maramis kepada dr. W. Hutagalung, ketika bertemu pada tahun 50-an di Pulo Mas, Jakarta.

Serangan Umum 1 Maret mampu menguatkan posisi tawar dari Republik Indonesia, mempermalukan Belanda yang telah mengklaim bahwa RI sudah lemah. Tak lama setelah Serangan Umum 1 Maret terjadi Serangan Umum Surakarta yang menjadi salah satu keberhasilan pejuang RI yang paling gemilang karena membuktikan kepada Belanda, bahwa gerilya bukan saja mampu melakukan penyergapan atau sabotase, tetapi juga mampu melakukan serangan secara frontal ke tengah kota Solo yang dipertahankan dengan pasukan kavelerie, persenjataan berat – artileri, pasukan infantri dan komando yang tangguh. Serangan umum Solo inilah yang menyegel nasib Hindia Belanda untuk selamanya. |Dikutip dari berbagai sumber

13 Februari, Hari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia

Hari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia diperingati setiap tanggal 13 Februari. Yang juga merupakan tanggal terbentuknya Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (Pafi).  Pada 13 Februari 1946, Bpk. Zainal abidin diangkat Ketua PAFI pertama atas jasanya di Hotel Merdeka Jogyakarta.

Farmasi (bahasa Inggris: pharmacy, bahasa Yunani: pharmacon, yang berarti: obat) adalah bidang profesiona kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, dan bertanggungwab memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat.

Sedangkan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia disingkat Pafi adalah organisasi yang menghimpun tenaga ahli farmasi profesi Asisten Apoteker (AA) seluruh Indonesia, sekarang disebut Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK). Pembentukan PAFI didasari oleh suatu keinginan untuk membangun bangsa dengan memberikan dharma baktinya lewat keahlian yang dimiliki oleh ahli farmasi Indonesia dalam pembangunan kesehatan.

Profesi Asisten Apoteker lebih dahulu muncul keberadaannya daripada profesi apoteker. Hal ini disebabkan karena pada masa pemerintahan Kolonial Belanda, hanya pendidikan Asisten Apoteker yang mampu dijalankan, bahkan rintisannya harus dididik langsung di Negeri Belanda. PAFI sendiri merupakan organisasi farmasi tertua di Indonesia. |sumber: id.wikipedia.org

Mengapa Hari Kavaleri Diperingati Setiap 9 Februari?

KAVALERI dipergunakan untuk menyebut unit militer berkuda. Secara historis, kavaleri memainkan peran penting dalam banyak konflik dan pembentukan koloni. Di era modern, istilah ini digunakan untuk menggambarkan unit militer ringan dan sangat mobile. Militer berbagai negara juga masih mempertahankan sejumlah kecil unit berkuda untuk fungsi seremonial.

Kavaleri berasal dari bahasa Latin caballus yang berarti “kuda”. Di Prancis, kata itu berkembang menjadi cavaliere yang kemudian diadopsi ke dalam bahasa Inggris menjadi “cavalry.”

Sejarah Kavaleri ini dimulai dari pertempuran di Surabaya pada bulan Nopember 1945 yang melibatkan beberapa pemuda Indonesia diantaranya pemuda Subiantoro yang dikemudian hari menjabat sebagai Danpussenkav. Pada saat itu para pejuang telah menggunakan beberapa Ranpur Panser hasil rampasan dari Jepang, Belanda dan Inggris untuk melawan tentara Sekutu.

Kendaraan tempur hasil rampasan tersebut telah digunakan di beberapa daerah antara lain pada akhir Desember 1949 di Palembang dan awal tahun 1950 di Pulau Jawa dan Medan. Didorong oleh semangat, tekad dan cita-cita yang kuat untuk mempertahankan kemerdekaan, meskipun hanya menggunakan alat peralatan yang serba terbatas, para pemuda menggabungkan Ranpur hasil rampasan perang untuk membentuk organisasi satuan berlapis baja.

Selanjutnya pimpinan Angkatan Darat pada saat itumengeluarkan Surat Keputusan pembentukan organisasi satuan lapis baja, dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat nomor: 5 / KSAD / Pntp / 50 tanggal 9 Februari 1950 tentang pembentukan satuan Berlapis Baja. Oleh karena itu maka pada tanggal 9 Februari 1950 ditetapkan sebagai hari jadi Kavaleri. |sumber: id.wikipedia.org, amazine.co

Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provinciën)

TEPAT delapan puluh tiga tahun yang lalu, pimpinan pemberontakan mengeluarkan siaran pers dalam tiga bahasa, yaitu Belanda, Inggris, dan Indonesia, yang memberitahukan bahwa Kapal perang “Zeven Provincien” sudah diambil-alih oleh mereka dan sedang bergerak ke Surabaya. “Maksud kami adalah memprotes pemotongan gaji yang tidak adil dan menuntut agar rekan-rekan kami yang ditahan pada waktu berselang segera dibebaskan!” tulis pemberontak dalam siaran persnya.

Pemberontakan yang terjadi di atas kapal angkatan laut Zeven Provinciën milik Belanda di lepas pantai Sumatra pada tanggal 5 Februari 1933. Adapun yang menjadi penyebabnya adalah keputusan untuk menurunkan gaji pegawai pemerintah Hindia Belanda sebesar 17% yang diumumkan pada tanggal 1 Januari 1933. Penurunan gaji pegawai tersebut merupakan upaya pemerintah Hindia Belanda untuk mengurangi defisit anggaran belanja akibat depresi ekonomi yang melanda dunia pada saat itu.

Namun keputusan tersebut mendapat tantangan hebat dari semua pihak, baik pegawai berkebangsaan Eropa, Indonesia maupun Eurasia yang ada di pemerintahan Hindia Belanda. Pemberontakan di atas kapal Zeven Provincien tersebut di atasi dengan cara pemboman kapal tersebut oleh pesawat udara angkatan laut Belanda.

Dampak dari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi tersebut :

  1. Gubernur Jenderal De Jonge mendapat serangan atas kebijaksanaannya tersebut dari segala fihak, termasuk dari kelompok orang Eropa yang ada di Hindia Belanda.
  2. Kaum Nasionalis menjadi kambing hitam terhadap terjadinya peristiwa pemberontakan tersebut, menyebabkan pemerintah Hindia Belanda lebih ketat lagi mengawasi kegiatan kaum nasionalis tersebut.
  3. Campur tangan pemerintah terhadap semua partai politik yang ada di Hindia Belanda semakin dalam.
  4. Sejumlah media massa saat itu terkena getahnya juga, di breidel dan pimpinan redaksinya ditahan.

|sumber naskah: berdikarionline.com, id.wikipedia.org | foto: berdikarionline.com

Puisi Berjudul “Benalu Kecil Ini Takkan Menghentikan Mimpiku” Oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi

Benalu Kecil Ini Takkan Menghentikan Mimpiku

Karya R. Bara Pratama

Ini hanya cara kecil tuhan mengingatkanku
Betapa lalainya aku menjalani hidup ini
Betapa tak pedulinya aku dengan raga sempurna yang diberi tuhan
Betapa terlenanya aku dengan kenikmatan yang menyesatkan

Sahabat…
Tubuh ini rasanya sudah tak mampu menahan rasa sakit yang teramat
Benalu kecil bernama cancer mulai merangsek menggerogoti raga yang kucintai
Mengiris kadang membuatku meringis
Perlahan menggigit hingga terasa begitu sakit

Sahabat…
Aku tahu ini kehendak tuhan
Aku sadar semua terjadi tentu karena salahku sendiri
Percayalah semua rasa ini, asa ini akan terus hidup bersamaku
Aku tak kan kalah dengan benalu kecil di darahku ini
Malaikat berjas putih akan terus membantuku

Aku ingin mewujudkan semua mimpiku
Takkan kubiarkan benalu kecil menghentikannya
Virus kecil itu bukan apa-apa dibandingkan senyuman kalian
Senyuman saat aku mampu bertahan melalui rangkaian penyembuhanku

Sahabatku…
Jaga dirimu sebaik tuhan memberikan kenikmatan kepadamu
Jangan pantik penderitaan dengan gaya hidup tak karuan
Cukup aku yang lalai menjaga milikku
Sadarlah, dan jaga kenikmatan yang tuhan berikan kepadamu

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. puisi ini saya dedikasikan untuk semua penderita cancer di dunia untuk terus bangkit melawan cancer dan kembali menggapai mimpinya. Serta mengingatkan kepada manusia untuk terus menjaga kenikmatan yang selama ini tuhan titipkan.

Maulid Nabi Muhammad SAW pada 24 Desember 2015

MAULID Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah jatuh pada Kamis, 24 Desember 2015 hanya selisih satu hari dari perayaan Natal umat Kristiani yang merayakan hari kelahiran Isa Almasi atau Yesus Kristus.

Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah.

“Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata:
Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awal. Dia merayakannya secara besar-besaran. Dia adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Allah merahmatinya,” seperti yang dikutip dari wikipedia.

Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar.

Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela islam pada masa Perang Salib.

Masyarakat Muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten.

Maulid Nabi merupakan momen dimana manusia bernama Muhammad di lahirkan, Muhammad bukan hanya sosok yang penting bagi umat Islam, bahkan Muhammad menjadi manusia yang paling berpengaruh bagi peradaban manusia.

||Dari berbagai sumber.[]