Posts

Potret Kunjungan Bupati Pesawaran Beserta Staf Ke Malahayati [part2]

BUPATI Pesawaran, H Dendi Romadhona ST beserta staf pemda Pesawaran Berkunjung ke Malahayati, Senin 21 Maret 2016. Mereka datang untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi mengenai percepatan pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan di Pesawaran. Hal itu tentu saja disambut baik oleh Rektor Kadafi beserta jajarannya.

Selain Bupati Dendi, Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran ikut hadir dalam diskusi ini. Diawali dengan ekpos data mengenai perkembangan pendidikan dan kesehatan di Pesawaran sejak 2014, mereka berdiskusi untuk mencari solusi percepatan pembangunan yang efektif dengan membangun sinergitas antar keduanya. Dengan harapan, pembuatan nota kesepakatan antar kedua pihak demi meningkatkan potensi yang mereka miliki.

Setelah didapat kesimpulan dari hasil diskusi, Bupati Dendi beserta staf pemda menyempatkan diri untuk menilik Laboratorium Terpadu serta UPT-Perpustakaan Universitas Malahayati.

Berikut galeri foto saat kunjungan Bupati Pesawaran di Universitas Malahayati part 2:

 

Potret Kunjungan Bupati Pesawaran Beserta Staf Ke Malahayati [part1]

BUPATI Pesawaran, H Dendi Romadhona ST beserta staf pemda Pesawaran Berkunjung ke Malahayati, Senin 21 Maret 2016. Mereka datang untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi mengenai percepatan pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan di Pesawaran. Hal itu tentu saja disambut baik oleh Rektor Kadafi beserta jajarannya.

Selain Bupati Dendi, Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran ikut hadir dalam diskusi ini. Diawali dengan ekpos data mengenai perkembangan pendidikan dan kesehatan di Pesawaran sejak 2014, mereka berdiskusi untuk mencari solusi percepatan pembangunan yang efektif dengan membangun sinergitas antar keduanya. Dengan harapan, pembuatan nota kesepakatan antar kedua pihak demi meningkatkan potensi yang mereka miliki.

Setelah didapat kesimpulan dari hasil diskusi, Bupati Dendi beserta staf pemda menyempatkan diri untuk menilik Laboratorium Terpadu serta UPT-Perpustakaan Universitas Malahayati.

Berikut galeri foto saat kunjungan Bupati Pesawaran di Universitas Malahayati:

 

Bupati Pesawaran Berkunjung ke Malahayati Untuk Diskusi Percepatan Pembangunan

BUPATI Pesawaran, H Dendi Romadhona ST beserta staf pemda Pesawaran Berkunjung ke Malahayati, Senin 21 Maret 2016. Mereka datang untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi mengenai percepatan pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan di Pesawaran. Hal itu tentu saja disambut baik oleh Rektor Kadafi beserta jajarannya.

“Kami datang mengusung misi percepatan pembangunan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Pesawaran. Dan kita tahu Malahayati adalah salah satu penopang pendidikan dan kesehatan di Provinsi Lampung. Malahayati sudah mencetak lulusan yang terserap dengan baik di dunia kerja, khususnya di Kabupaten Pesawaran. Pesawaran sendiri merupakan daerah penyangga kota. Sehingga akan sangat baik jika kami bisa bekerja sama dan sepakat untuk memajukan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Pesawaran,” kata Bupati Dendi kepada malahayati.ac.id.

Selain Bupati Dendi, Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran ikut hadir dalam diskusi ini. Diawali dengan ekpos data mengenai perkembangan pendidikan dan kesehatan di Pesawaran sejak 2014, mereka berdiskusi untuk mencari solusi percepatan pembangunan yang efektif dengan membangun sinergitas antar keduanya. Dengan harapan, pembuatan nota kesepakatan antar kedua pihak demi meningkatkan potensi yang mereka miliki.

Tak hanya itu, Bupati dan Staf Pemda Pesawaran juga berharap untuk saling memantapkan keyakinan karena hal ini tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah. “Saya meminta dukungan dan keyakinan atas program rencana MoU antara pihak Malahayati, RSPBA dan Pemda Pesawaran untuk menciptakan efek domino psoitif pada semua sektor. Menurut saya, kalau sudah ada kampus yang berpotensi dan Rumah Sakit yang terakreditasi di Lampung ini, untuk apa harus jauh-jauh keluar daerah kan?,” ujar Bupati Dendi menutup diskusi.

Setelah didapat kesimpulan dari hasil diskusi, Bupati Dendi beserta staf pemda menyempatkan diri untuk menilik Laboratorium Terpadu serta UPT-Perpustakaan Universitas Malahayati.[]

Galeri Foto Kunjungan Bupati Pesawaran di RSBPA

BUPATI Kabupaten Pesawaran, H Dendi Ramadhona ST berkunjung ke Universitas Malahayati, Rabu 16 Maret 2016. Ia datang untuk bersilaturahmi dengan Rektor Kadafi sekaligus menilik fasilitas yang ada di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Malahayati. Selain bersilaturahmi ia juga mengusung misi bersinergi dengan RSPBA dan Universitas Malahayati dalam percepatan pembangunan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Pesawaran.

Setelah selesai bersilaturahmi dengan Rektor Kadafi, Bupati Dendi langsung “tur” ke RSPBA. Sambil mendengarkan Mulai dari ruang IGD, CT-Scan, ESWL, hingga ruang rawat inap kelas III tak luput dari perhatiannya. Ia juga menyempatkan diri menyapa pasien yang ada di RSPBA.

Berikut Galeri Foto saat kunjungan Bupati Dendi ke RSPBA:

7 1 2 3 4 5

2 1

Silaturahmi Bupati Pesawaran Ke Universitas Malahayati

BUPATI Kabupaten Pesawaran, H Dendi Ramadhona ST berkunjung ke Universitas Malahayati, Rabu 16 Maret 2016. Ia datang untuk bersilaturahmi dengan Rektor Kadafi sekaligus menilik fasilitas yang ada di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Malahayati. Selain bersilaturahmi ia juga mengusung misi bersinergi dengan RSPBA dan Universitas Malahayati dalam percepatan pembangunan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Pesawaran.

“Saya kesini untuk bersilaturahmi dengan Rektor Kadafi, kebetulan kami bersahabat. Selain itu saya juga mengusung misi percepatan pembangunan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Pesawaran. Dan kita tahu malahayati adalah salah satu penopang pendidikan dan kesehatan di Provinsi Lampung,” Kata Dendi saat berbincang dengan malahayati.ac.id.

Bupati Dendi juga mengatakan Kabupaten Pesawaran masih perlu berbenah dalam segala sektor. Terutama masih minimnya fasilitas dan tenaga kesehatan di Pesawaran. Dan langkah untuk bersinergi dengan RSPBA dan Universitas Malahayati adalah langkah tepat dan strategis untuk mewujudkan misi percepatan pembangunan di Kabupaten Pesawaran.

Ia berharap, kerjasama yang dijalin kelak mampu memberikan dampak positif yang signifikan pada kesejahteraan masyarakat Lampung khususnya Kabupaten Pesawaran dalam berbagai sektor.[]

Indahnya Air Terjun Gunung Betung

GUNUNG Betung merupakan salah satu gunung yang sangat dekat dengan kota Bandar Lampung. Gunung ini menjadi salah satu destinasi wisata selain wisata bahari yang ada di kota Bandar Lampung.

Memiliki tinggi 1.240mdpl, tidak terlalu sulit untuk menempuh perjalanan menuju Gunung Betung. Cukup 15 menit saja perjalanan dari pusat kota bandar lampung menggunakan kendaraan roda dua untuk menempuh gunung yang terletak di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Hari Minggu lalu, kami tim malahayati.ac.id melakukan perjalanan wisata ke Gunung Betung. Tujuan kami adalah lokasi air terjun Gunung Betung bawah, 30 menit perjalanan dari pos pengamanan gunung yang di kelola oleh warga dan perum perhutani, perjalanan kami di sambut oleh rimbunya pepohonan kakao dan kopi karena sebagian besar kaki gunung di gunakan para warga untuk bercocok tanam kakao dan kopi.

Medan yang kami lalui tidak terlalu berat, indahnya pemandangan gunung ditambah udara yang sangat sejuk membuat pikiran ini menjadi tenang dan damai. Tidak seperti udara di kota yang sudah tercemar  polusi dan tidak enak untuk dihirup.

Sesampainya di tujuan, kami harus membelah sungai untuk sampai ke tujuan. Hanya 15 meter kami langsung disambut dengan indahnya ciptaan Tuhan, air yang berjatuhan dari puncak gunung betung membasahi tanah kaki gunung betung.

Kurang lebih dari 30M tinggi air terjun itu, percikan air yang berbenturan dengan batu membuat hati ini semakin tenang. Sesampainya di bawah air terjun, kami langsung mengabadikan gambar. Sungguh indahnya pemandangan ini.

Setelah mengabadikan gambar, kami langsung mandi di air terjun yang sangat dingin menusuk tulang. Sangat segar! Keringat perjalanan dan lelahnya otot hilang seketika. Untuk menghilangkan dingin agar tidak hipotermi kami langsung membuat api unggun dan memasak mie rebus dengan kompor lapangan yang kami bawa.

Senja pun datang, kami bergegas untuk pulang. Tidak lupa sampah kami kumpulkan dan membuang pada tempatnya, agar alam tetap terjaga.[]

Melupakan Kepenatan Kota di Pulau Tegal

Menghabiskan akhir pekan dan melupakan kepenatan kota bisa dengan melakukan berbagai kegiatan. Selain ke mall, Lampung memiliki beberapa pilihan pulau yang bisa dikunjungi. Salah satunya pulau Tegal yang terletak di desa Gebang, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Pulau ini memiliki Topografi berupa pantai pasir putih yang landai (Bagian Barat, Selatan Timur dan Utara) dan pantai berbatu (bagian Timur Laut, Tenggara, Barat Daya dan Barat Laut). Wilayah daratannya berupa dataran hingga lereng bukit.

Untuk bisa sampai di pulau ini, ada 3 pintu akses yang bisa kita pilih, yaitu dari pantai mutun (1,5 -2 jam perjalanan), BBL Hanura (1-1,5 jam perjalanan) ataupun dari Pantai Sari Ringgung, dermaga inilah yang paling sering dipilih karena waktu penyebrangan yang cukup singkat (20-40 menit perjalanan). Mengendarai motor dari pusat kota Bandar Lampung, hanya membutuhkan kurang dari 1 jam untuk sampai di pantai Ringgung. Tiba di pantai Ringgung kita bisa jumpai beberapa pemilik kapal yang bisa disewa seharian. Mereka siap antar ke beberapa titik di pulau Tegal yang biasa dikunjungi wisatawan yang ingin snorkel.

Pulau Tegal ini masih belum begitu terekspose, tapi pulau ini gak kalah cantiknya dengan pulau lainnya. Karena pulau ini kaya akan biota laut dan ekosistem yang beragam, sehingga ketika di pulau ini pengunjung akan dimanjakan dengan panorama pantai indah, pasir yang putih, serta background bukit dengan eksistensi hutan yang masih alami.

Untuk yang baru pertama kali mau snorkeling, spot snorkeling di pulau tegal ini recommended banget karena wilayah terumbu karangnya yang relatif dangkal dengan perairan yang jernih sehingga menarik perhatian para pecinta snorkeling maupun kegiatan lainnya. Bagi yang suka diving, dikedalaman setengah meter sudah bisa melihat berbagai biota laut, mulai dari terumbu karang, anemon, clown fish, Nemo sampai bintang laut warna pink.

 

Jalan Kaki Ke Pulau Maitem

Pulau Maitem di Pesawaran. Pulau Maitem ini sebenarnya lebih dekat dengan desa Ketapang, Lampung Selatan daripada pulau Pahawang yang memangsudah tidak asing di masyarakat. Akses menuju ke pulau ini bisa ditempuh dengan dua cara yaitu sewa perahu dengan harga 400.000 dan jalan kaki. Akses jalan menuju pulau ini berada di bagian yang berlawanan arah dari dermaga ketapang, di tempat penyemaian bibit mangrove.

Di pulau Maitem ini terdapat sebuah tower atau menara suar yang berada di balik bukit pulau Maitem. Dari arah pantai yng berpasir putih, jalan satu-satunya menuju ke menara ini adalah dengan menyusuri pantai sepanjang separuh pulau Maitem. Perjalanan menyusuri pantai dimulai dari pantai berpasir putih, pantai berbatu, hingga pantai berlumpur tempat mangrove tumbuh. Lamanya sekitar 30 menit.

Menara suar ini terbuat dari rangka besi setinggi 30 meter dan terdapat ratusan anak tangga. Banyak para wisatawan menaiki beberapa anak tangga menara suar ini dan jika beruntung dapat melihat hewan-hewan seperti biawak dan monyet di sekitar menara suar.

Pulau Maitem ini juga terdapat homestay. Selain keindahan pemandangannya snorkling bawah lautnya juga sangat indah.[]

Pesona Pulau Balak di Pesawaran

UNIK dan memesona. Itulah kalimat yang tepat untuk melukiskan Pulau Balak di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Dalam areal seluas 200 hektar tampak perpaduan antara bebatuan padas di sisi timur dan selatan serta hamparan pasir putih di sisi barat dan utara. Berjarak 2 jam perjalanan menggunakan perahu motor dari Dermaga Ketapang, Pesawaran. Terdapat pondokan berkapasitas 20-30 orang dengan fasilitas yang cukup memadai hanya saja listrik disini cuma hidup 6 jam dalam sehari mulai pukul 6 sore sampai 12 malam.

Pasir putih yang lembut terhampar bagaikan permadani. Pantai berpasir tersebut cukup landai dan luas. Ada sisa-sisa batang kayu di hamparan pasir itu seolah pernah ditumbuhi pohon. Jika Anda menyusuri sisi timur dan selatan Pulau Balak, tampak tebing bebatuan yang menyerupai dinding setinggi belasan meter.

Pesisir Pulau Balak banyak ditumbuhi tanaman pantai, misalnya ketapang, putat laut, waru laut, dan rumput angin. Di tengah pulau didominasi kelapa, kakao, duku, dan sejumlah tanaman lain.

Letak Pulau Balak yang berada dalam Teluk Punduh Pidada membuat air di sekitarnya cukup tenang. Kondisi tersebut mempermudah para penyelam menikmati keindahan terumbu karang di sekitar Pulau Balak. Sekitar 80 persen terumbu karang di perairan ini masih terjaga.

Tak butuh waktu lama untuk menuju ke titik terumbu karang, hanya lima menit menyeberang menggunakan perahu dari dermaga Pulau Balak. Bahkan, berbekal perlengkapan selam sederhana berupa kacamata renang, alat bantu pernapasan, sepatu katak, dan rompi pelampung, pengunjung bisa langsung menikmati pesona aneka terumbu karang. Di kedalaman 2 meter, terumbu karang dengan aneka ikan hias dengan mudah dijumpai.

Salah satu kekhasan alam bawah laut di perairan Pulau Balak adalah memiliki komposisi terumbu karang yang rapat. Terumbu karang jenis Oxypora lacera, Pectinia lactuca, dan Montipora digitata mudah ditemui di sana. Ikan hias beraneka jenis dan warna juga hidup di antara terumbu karang tersebut. Apabila beruntung, penyelam bisa bertemu dengan penyu sisik yang sesekali berenang di sekitar perairan Pulau Balak.

Wisata Air Panas di Wayratai Pesawaran

POTENSI sumber air panas bumi alami di kawasan Padangcermin Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung berlimpah tersebar di sejumlah lokasi, namun baru sebagian kecil yang dikelola.

Hasil penelusuran keberadaan potensi air panas bumi di Kabupaten Pesawaran khususnya di kawasan Wayratai di Padangcermin Kabupaten Pesawaran. Sumber air panas yang tersebar diberbagai titik-titik lokasi adanya sumber air panas alami yang banyak tersebar di kawasan permukiman, kebun warga maupun areal milik Pangkalan TNI AL Lampung.

Namun kebanyakan sumber air panas alami ini belum dikelola oleh warga, perusahaan, pemerintah maupun pihak lain. Hanya sebagian kecil yang akan mulai dikelola dan dikembangkan menjadi objek wisata pemandian umum.

Salah satunya Pemandian Air Panas Way Cempaka yang berada di pinggir jalan lintas dari Kota Bandarlampung ke arah Padangcermin yang berada di Desa Margodadi IV. Pemandian air panas untuk umum ini sedang dikerjakan kelengkapan fasilitasnya. Sejumlah pekerja sedang menaikkan konstruksi atap di atas kolam pemandian yang sudah ada di bagian bawahnya. Kawasan ini dikelola Unit Inkopal (Induk Koperasi TNI AL) Lampung.

 

Pemandian air panas itu mulai dikembangkan sejak tahun 2014, dengan tarif mandi air panas untuk dewasa Rp5.000, dan anak-anak Rp3.000.

 

Selain pemandian umum berair panas ini, terdapat pula sejumlah lokasi sumber air panas di sekitar kawasan ini. Salah satunya bahkan berupa air panas yang mengalir dari Sungai Way Panas Asin yang berada di Desa Margodadi V. Selain air sungainya yang terasa panas, terdapat pula titik sumber air panas yang menyembur keluar berupa geyser, berjarak beberapa kilometer ke dalam kawasan permukiman warga dari jalan lintas ke Padangcermin.

Menurut warga setempat, di lokasi tersebut pernah pula dilakukan survei dan penelitian oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, termasuk melakukan pengeboran air panas di beberapa lokasi di sana. Pada aliran Way Panas Asin itu direncanakan akan dikelola dengan investor lokal setempat yang berminat menjadikannya sebagai objek wisata pemandian umum air panas.

 

Provinsi Lampung yang memang diketahui menyimpan potensi wisata dan air panas alami yang belum seluruhnya dapat dikelola secara ekonomis. Sumber panas bumi maupun air panas alami itu, baru sebagian kecil yang dikelola menjadi sumber energi listrik maupun sarana wisata pemandian air panas maupun pemanfaatan langsung dan tidak langsung lainnya.[]