Posts

Panorama Pasir Hitam Pantai Mandiri di Kabupaten Pesisir Barat

PANTAI Mandiri terletak di dusun Mandiri Heni, sekitar 11 km dari pusat kota Krui, ke arah selatan. Pantai yang terletak di ujung kota Krui ini berada di dekat sungai Way Mahenay, yang dahulu merupakan pemisah antara kecamatan Pesisir Tengah dengan kecamatan Pesisir Selatan. Sekarang, setelah pemekaran kecamatan, Pantai ini terletak di kecamatan berbeda, yaitu di kecamatan Krui Selatan.

Krui adalah ibukota Kabupaten Pesisir Barat. Krui berada di daerah pesisir Samudera Hindia. Sebagai daerah pesisir, Krui memiliki potensi pariwisata terutama wisata pantai. Potensi Krui sebagai daerah tujuan wisata sudah terkenal sampai mancanegara. Wilayah ini sering dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, dengan tujuan utama untuk berselancar.

Pantai Mandiri berpasir hitam. Berbeda dengan kebanyakan pantai Krui lainnya, Pantai Mandiri tidak mempunyai terumbu karang. Ombak di pantai ini pecah di pasir. Pada bagian paling pinggir, ombak yang memecah bercampur dengan pasir sehingga berwarna coklat kehitaman. Namun pada bagian agak ke tengah, air lautnya bersih bening, tidak terkena polusi apa pun.

Letak Pantai Mandiri agak jauh dari perkampungan penduduk. Kalau Anda datang ke pantai ini pada saat hari kerja, Anda nyaris tidak akan menemui siapa-siapa. Tidak ada pangkalan nelayan berlabuh di sini. Pantai ini terekspos untuk wisata semata.

Panjang garis pantainya yang mencapai 1 km lebih akan membuat Anda tambah terasing. Dengan demikian, pantai ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menyendiri.

Pada bagian selatan, dekat muara sungai Way Mahenay, terdapat surf camps, tempat menginap para peselancar. Di sini terdapat ombak yang cocok untuk berselancar. Meski tidak terlalu bagus jika dibandingkan dengan ombak di pantai-pantai lainnya, ombak di pantai ini mempunyai keunikan karena pecah di pasir (peselancar menyebutnya beach breaks). Ombak di Pantai Mandiri adalah satu-satunya beach breaks di Krui. |Dari berbagai sumber.

Tercipta Keakraban Mahasiwa Teknik Lingkungan dan Industri di Lampung Barat

RIBUAN kata terucap tak mampu mewakili rasa senang dalam hati. Entah harus bagaimana hati meluapkan rasa bersyukur ini. Memiliki kelas dan teman-teman yang ideal. Fakultas Teknik Jurusan Lingkungan dan sebagian dari Teknik Industri Universitas Malahayati membuat suatu acara untuk menyambut tahun baru dan merayakan hari ulang tahun sahabat kami, Cut Mutiawati.

Berberapa tempat sudah terfikirkan, dan berbagai rencana sudah dirundikan alhasil kita On the way to Krui, Lampung Barat selama empat hari yang semula direncanakan hanya satu hari,. Dikarenakan perjalanan yang cukup jauh sekitar 10 jam dari Bandar Lampung dan sudah terlanjur nyaman dengan suasana alam yang menakjubkan di Lampung Barat.

Semilir angin dan hempasan ombak di pingggiran pantai yang ikut serta melengkapi suasana nyaman ini. Kami menginap di salah satu rumah milik salah satu sahabat kami, Rizki Saputra di Pugung Tampak, Pesisir barat. Penginapan yang memungkinkan serta amat nyaman. Tempat ini memang sangat asri, terlihat dari pegunungan dan pantai membatasi perkampungan ini serta rumah panggung yang masih kokoh berdiri di atas tanah lampung ini.

Terlihat sempurna perjalanan kami, namun dibalik itu semua sangat banyak halangan yang kami lalui. Maupun itu hal kecil dari pecah ban, kedinginan, kepanasan, habis bensin sampai ke hal yang lebih besar. Hal itu tak menjadi halangan kami untuk melanjutkan perjalanan kami.

Kekurangan tersebut dapat kami tutupi dengan kebersamaan kami. Saling menjaga, saling peduli, saling berkorban, bertanggungjawab serta susah senang bersama. Perjalanan kami tak akan sempurna jika tak ada hal tersebut.

“Perjalanan luar biasa yang saya rasakan pada hari itu, teman yang menurut saya memang seorang teman. Hingga sekarang yang berawal dari kelas ideal menjadi kelas yang sempurna. Empat hari yang membuat perubahan besar dalam kelas dan susah tuk dilupakan,” ujar Nezla Anisa, Teknik Lingkungan Angkatan 014.[]

IMG_8534IMG_8698 IMG_8500 IMG_8507

 

Tradisi Sekura Masyarakat Lampung Barat

TOPENG merupakan salah satu ragam kesenian yang tidak dapat dipisahkan dari khazanah budaya tradisional Lampung. Seni topeng asli Lampung telah berkembang sejak provinsi paling timur di Pulau Sumatera ini berada di bawah Kesultanan Banten. Secara garis besar, ada beberapa jenis seni topeng yang berkembang di Lampung. Salah satunya adalah tradisi sekurayang berasal dari daerah pesisir barat Lampung.

Sekura merupakan jenis topeng yang digunakan dalam perhelatan pesta sekura. Seseorang dapat disebut ber-sekura ketika sebagian atau seluruh wajahnya tertutup. Penutup wajah dapat berupa topeng dari kayu, kacamata, kain, atau hanya polesan warna. Untuk menambah kemeriahan acara, sekura bisa dipadukan dengan berbagai busana dengan warna-warna meriah atau mencolok.

Pesta sekura merupakan perhelatan rutin yang diadakan oleh masyarakat Kabupaten Lampung Barat. Pesta rakyat ini selalu diadakan ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri. Dalam acara ini, peserta acara diwajibkan mengenakan topeng dengan berbagai karakter dan ekspresi. Pestasekura merupakan wujud ungkapan rasa syukur dan suka cita menyambut hari yang suci.

Dalam pesta sekura, berbagai kalangan ikut terlibat aktif dan berbaur menjalin kebersamaan. Setiap peserta dapat membawa berbagai makanan yang didapat dari hasil silaturahmi berkeliling dari rumah ke rumah. Makanan ini kemudian disantap secara bersama-sama dengan para peserta lainnya dalam suasana yang hangat. Pesta sekura menjadi ajang silaturahim dan menjalin keakraban antar tetangga.

Berikut foto tradisi sekura masyarakat Lampung Barat: