Posts

Pesona Bawah Laut Pulau Legundi, Lampung Selatan

WISATA air memang masih menjadi salah satu wisata yang paling diminati oleh masyarakat dewasa ini. Ketika anda memutuskan berlibur maka tidak perlu berencana mengunjungi negara lain, karena perlu anda ketahui bahwa Indonesia sendiri memiliki banyak kekayaan alam yang tentunya akan membuat anda takjub. Anda tidak perlu terbang jauh-jauh ke luar negeri karena di Lampung saja banyak pulau indah.

Pulau Legundi. Mungkin masih belum setenar pulau Pahawang atau pulau Kiluan, namun anda jangan salah kira karena keindahannya tidak kalah dengan dua pulau yang disebutkan tadi. Pulau yang ada di Lampung Selatan, tepatnya di Wilayah Punduh Pidada ini memang memiliki daya tarik besar sehingga membuat wisatawan tak henti untuk datang.

Keindahan pulaunya, kebersihan pantainya, kecantikan alam bawah lautnya serta keramahan penduduk sekitarnya menjadi alasan penting ketenaran pulau Legundi semakin melesat tinggi. Tentu wajib adanya untuk memasukkan pulau ini dalam daftar destinasi berlibur anda.

Di pulau ini Anda bisa melihat dengan dekat ikan Nemo yang lucu secara langsung dibawah laut. Sajian terumbu karang yang cantik juga bisa menjadi destinasi lain, atau anda hanya akan memanjakan diri di pantai Legundi yang dihiasi dengan pasir putih. Banyak obyek wisata lain yang bisa anda kunjungi sehingga tentu liburan ke Legundi sangatlah menguntungkan.

Di Legundi juga kita bisa menikmati atraksi lumba-lumba liar di Selat Legundi dan eksotisme terumbu karang serta aktivitas memancing ikan tuna. Akses menuju lokasi dan harus ditempuh antara 2 sampai 4 jam perjalanan dengan perahu nelayan dari Dermaga Canti, Kalianda. Dermaga Canti bisa diakses dari Bandar Lampung sekitar satu jam perjalanan normal. Sementara untuk menuju Bandar Lampung sendiri aksesnya cukup mudah, yakni dengan rute Merak – Bakaheuni dari ibu kota Jakarta.

Setelah menyimak berbagai uraian di atas mungkin anda berminat untuk mengunjungi pulau indah ini. Namun jika anda ingin lebih simpel menjelajahi pulau di Lampung ini maka bisa menggunakan paket wisata pulau Legundi yang ditawarkan di sana. Yang pastinya akan memberikan anda kenyamanan, teman baru hingga penghematan biaya untuk berlibur dan lainnya.

pulau legundi pulau legundii

|Dikutip dari berbagai sumber

Pesona Bukit Kabut Bawang Bakung Lampung Barat

SETELAH Pantai Gigi Hiu di Pegadungan, Kelumbayan, Tanggamus berhasil mencuri perhatian para fotografer nasional, kini hadir tempat di Lampung yang juga bakal menjadi spot foto idola para pemotret dan para traveler. Tempat tersebut adalah Bukit Kabut Bawang Bakung atau yang juga dikenal Bukit Geredai yang berada di Kota Besi, Liwa, Lampung Barat.

Bukit yang memiliki pemandangan kota Liwa dari atas ketinggian ini, menghadirkan pesona tak kalah menakjubkan dibanding Pananjakan, Gunung Bromo, Jawa Timur. Karena di sini kita serasa menempati negeri di atas awan dengan pemandangan Gunung Pesagi dan Seminung yang tampak di kejauhan.

Bukit Bawang Bakung ini sendiri letaknya tidak begitu jauh dari pusat kota Liwa. Hanya sekitar 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Akses jalan yang ada pun sudah cukup baik. Kendaraan roda dua dan roda empat bisa masuk. Namun, dianjurkan untuk kendaraan roda empat berukuran besar, agar parkir di bawah atau di dekat perkampungan warga karena jalan tidak begitu lebar.

Selama perjalanan menuju ke sini, kita akan mendapati perkampungan masyarakat Lampung Barat dengan rumah-rumah tradisionalnya serta aktivitas masyarakatnya kala pagi hari. Mulai dari pergi ke sawah, mandi di pancuran dan sungai, hingga anak-anak yang berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki atau mengendarai motor. Persawahan yang ada juga sangat menarik untuk jadi obyek foto. |sumber: pariwisatalampung.com

Pesona Curup Gangsa, Air Terjun di Kabupaten Way Kanan

KABUPATEN Way Kanan merupakan salah satu dari kabupaten di Provinsi Lampung yang letaknya paling utara dari kabupaten lainnya,  berbatasan langsung dengan Kabupaten Oku Timur Provinsi Sumatra Selatan. Mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa di bumi petani ini banyak sekali objek wisata yang belum tergarap dengan maksimal. Mulai dari wisata alam hingga wisata budaya seperti kampung-kampung tua yang masih tetap eksis dengan keragaman budayanya.

curup gangsa(rumah)

 Rumah Panggung khas Suku Semendo

Perjalanan ke Curup Gangsa merupakan perjalanan panjang untuk menemukan “surga” yang tersembunyi di pedalaman Lampung. Jalanan yang lumayan terjal saat memasuki kawasan kasui hingga desa Kotaway sempat saya rasakan. Sepanjang perjalanan rimbunnya pepohonan tersembul di berbagai sisi. Kebun kopi, lada dan aneka tanaman perkebunan juga banyak ditemukan disini.

Sesekali perkampungan khas pedesaan yang kondisinya masih sepi tampak bergerombol di beberapa titik. Jejeran rumah panggung suku Semendo juga sempat saya lihat di beberapa kampung. Semua berpadu, menjadi bagian yang tak terpisahkan menuju kawasan wisata Curup Gangsa.

Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Baradatu yang menjadi sentra ekonomi di Way Kanan membutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan. Dari Baradatu kita melanjutkan perjalanan menuju desa Kota Way di Kecamatan Kasui, dimana tempat air terjun Curup Gangsa berada. Hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam kita akan sampai di objek wisata Air Terjun Curup Gangsa. Jalanan dari desa Kota Way menuju Curup Gangsa mulus dan tak banyak tikungan.

Air terjun Curup Gangsa bersumber dari patahan sungai Way Tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur melalui beberapa desa di Kasui seperti Tanjung Kurung dan Lebak Peniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjung Raya.

curup gangsa (pemandangan sisi kiri)

Pemandangan Alam berupa Sawah berundak-undak di sisi sebelah kiri Curup Gangsa

Air terjun Curup Gangsa terletak di  dusun Tanjung Raya, Kampung Kota Way Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan berjarak sekitar 10 km dari Kecamatan Kasui. Kasui sendiri bisa disebut sebagai transit area. Aneka kebutuhan hidup bisa didapat dengan mudh disini sebelum memasuki kawasan objek wisata Curup Gangsa. Anda juga bisa memesan aneka makanan dan kudapan disini.

Sementara didalam kawasan wisata susah ditemukan tempat berjualan. Namun, jika Anda ingin berbelanja snack, banyak warung-warung kecil yang bisa kita jumpai di Kota Way. Sementara dari Blambangan Umpu, Ibukota kabupaten Way Kanan, menuju Curup Gangsa berjarak sekitar 40 km.  Obyek Wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat atau dua. Namun, sepertinya kendaraan roda dua lebih menantang dan menyenangkan.

Pemandangan yang sungguh luar biasa, air terjun yang berpadu dengan hijaunya hutan di lereng pegunungan. Untuk menikmati debur sungai dan derasnya curup gangsa kita harus menuruni anak tangga yang berjumlah sekitar 67 anak tunggu. Ketinggian air terjun ini mencapai ± 50 m dengan lebar pematang air sekitar 20 meter, disisi lain ada juga air terjun kecil yang terpisah tetapi masih dalam satu kawasan. Pemandangan yang benar-benar menakjubkan jika kita lihat air terjun ini dari aliran sungai.

Lebar sungai Gangsa ini kurang lebih 20 meter. Banyak sekali batu-batu besar yang bertebaran di sepanjang sungai. Pemdangan air terjun secara keseluruhan tampak jelas dari sungai ini. Letaknya yang berada di daerah perbukitan sangat cocok untuk wisata adventure, memancing, berrenang ataupun aktivitas air lainnya.

Konon, nama ‘Gangsa’ berasal dari legenda masyarakat setempat yang artinya suara gemerincing air terjun ini bagaikan suara seruling Gangsa. Seruling Gangsa sendiri merupakan seruling bambu yang biasa digunakan oleh masyarakat pada masa lalu. Nah, dari suara inilah nama Curup Gangsa kemudian disematkan pada air terjun yang masih alami ini.

curup gangsa curup gangsa (alam sekitar) curup gangsa (pesona

|sumber: lampungtreveller.blogspot.com, jayanjayan.com

Pesona dan Sejarah Taman Dipangga Bandar Lampung

SEJARAH adalah sesuatu yang tidak bisa kita lepaskan begitu saja dari setiap kehidupan yang kita jalani. Karena sejarah memberikan pembelajaran yang sangat berharga untuk kita sendiri dan generasi di masa depan.
Kota Bandar Lampung tercinta juga punya sejarahnya sendiri. Sejarah itut bisa kita jumpai di salah satu sudut Kota, Tepatnya berada di Teluk Betung, yakni Taman Dipangga.

Sekilas, tak ada hal istimewa yang bisa kita temukan disini hanya ada halaman luas, dengan pepohonan yang ada serta adanya pedagang asongan yang menjual makanan dan minuman kepada semua orang yang menimati keindahan taman di pangga. Tetapi, banyak yang tidak tahu bahwa disinilah salah satu saksi bisu perjalanan Sai Bumi Ruwa Jurai sejak musibah melutusnya gunung krakatau yang diikuti gelombang pasang tsunami dari Selat Sunda.

Taman Dipangga didirikan pada 1981 dengan luas areal 800 meter persegi. Di sini terdapat monumen dengan mercusuar atau lampu kapal di atasnya yang dibangun untuk mengenang dahsyatnya letusan Gunung Krakatau 1883. Lampu kapal ini terdampar saat terbawa arus tsunami letusan Krakatau.

Di tengah taman yang di kelilingi patung gajah, beruang, badak, dan juga rumput dan pepohonan nan hijau itu berdiri monumen sederhana yang terbuat dari marmer. Di atas monumen terdapat sebuah pelampung lampu rambu kapal terbuat dari besi yang konon terpental ratusan mil jauhnya dari Selat Sunda hingga Telukbetung

Pada dinding monumen terdapat relief yang menggambarkan aktivitas masyarakat sebelum kejadian dan kepanikan yang tiba-tiba menimpa masyarakat seketika Gunung Krakatau mengeluarkan erupsi berupa debu vulkanik dan membawa gelombang tsunami besertanya. Terdapat juga relief yang menggambarkan masyarakat yang berbondong-bondong mengungsi dengan membawa barang-barang di atas kepala. Ada juga gambar relief Krakatau yang meletus, hingga kehidupan masyarakat di pesisir.

Taman Dipanggaa Monumen Patung GajahMonumen Taman Dipangga

 

||Dari berbagai sumber.[]

Wisata Alam Pulau Mengkudu di Lampung Selatan

JALANAN berliku dengan view perbukitan, punggung Gunung Rajabasa ini menjadi pemandangan menarik saat akan menuju salah satu spot jalur wisata yang ada di Lampung Selatan.  Salah satunya adalah pulau mengkudu di Kecamatan Rajabasa yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Ibukota Kabupaten Kalianda. Dan dibutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk tiba di bibir pantai desa belebuk Kecamatan Bakauheni.

Pantai belebuk merupakan lokasi paling strategis untuk menuju pulau mengkudu. Di pantai ini sejumlah perahu nelayan siap mengantarkan pengunjung ke pulau mengkudu yang hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Adapun jalan darat untuk sampai ke pulau mengkudu, namun jalan yang licin dan curam tidak dianjurkan bagi  pengunjung untuk menggunakan rute ini.

Keindahan alam nan memesona sudah tersaji dan bisa dinikmati telanjang mata di sepanjang perjalanan menuju pulau mengkudu. Hamparan pepohonan hijau seakan tersusun rapi dan berjajar di tepi pantai dan pulau yang dilewati.

Pulau mengkudu tidak terpisah langsung dengan daratan  melainkan dihubungkan dengan hamparan pasir putih seluas 10 meter dengan panjang sekitar 200 meter. Pasir  putih penghubung pulau mengkudu membelah laut membuat areal pantai di sekitarnya tampak begitu berbeda dengan wisata lain.

Air laut disekitarnya begitu jernih biru dan tenang, pasir putih berkarang dan berbatu terhampar memanjang. Pulau Mengkudu ini menjadi lokasi yang sangat unik dan menjadi lokasi tepat untuk menenangkan diri karena jauh dari hiruk pikuk. Cocok untuk mencari keheningan dan mensyukuri keindahan yang telah diberikan Pencipta di alam Indonesia khususnya di Lampung Selatan. Selain itu , terdapat juga pesona pantai batu berlapis.