Posts

Saksikan Fajar Terindah, 5 Planet Akan Tampak di Angkasa

Lima dari delapan planet anggota tata surya akan terlihat sekaligus sebelum matahari terbit. Wwarga Indonesia berkesempatan melihat fenomena indah ini. Waktu terbaik untuk melihat peristiwa ini pada Sabtu 23 Januari, sampai akhir minggu pertama bulan Februari.

Kelima planet tersebut diantaranya  Mars, Venus, Jupiter, Saturnus, dan Merkurius.  Terakhir, tampilnya lima planet sekaligus terjadi pada akhir tahun 2004 hingga pertengahan 2005.  Waktu utama untuk melihat planet-planet ini sekitar 30 –  60 menit sebelum matahari terbit lokal.

Berdasarkan aplikasi astronomi Stellarium, Venus merupakan planet yang akan tampak paling terang. Magnitudonya -3,4. Magnitudo menyatakan kecerlangan benda langit, makin kecil nilainya, makin terang penampakannya.

Jupiter akan menjadi planet paling terang dari sisi barat dengan magnitudo -1,95. Sebelumnya Jupiter, pertama kali dilihat oleh Galileo pada tahun 1609 dengan teleskop yang baru diciptakan. Merkurius dan Saturnus akan tampak paling redup, magnitudonya 0,21 dan 0,73. Namun, dalam kondisi langit cerah dan gelap, keduanya masih bisa diamati dengan mata telanjang. Mars cukup terang dan mudah dibedakan karena warnanya yang kemerahan.

Bulan juga ambil andil di fenomena ini ia akan bermain kosmik hopscotch, yakni melompat dari satu planet ke planet berikutnya.

Awalnya bulan akan berpasangan dengan Jupiter pada tanggal 27 dan 28 Januari, kemudian pada 1 februari ia akan memarkir sendiri di sebelah Mars , Saturnus pada tanggal 3 Februari, Venus pada tanggal 5 Februari, dan akhirnya Merkurius pada 6 Februari.

Jika anda bingung membedakan antara planet dan benting perbedaan antara keduanya adalah cahayanya. Bintang akan tampak berkedip, sementara planet tidak.

Waktu pengamatan terbaik adalah sekitar pukul 4.30 – 5.00 pagi. Pengamatan setelah pukul 5.00 mungkin akan sulit karena terang cahaya matahari akan memburamkan planet. Jika Anda melewatkan keselarasan ini, kesempatan Anda berikutnya melihat parade besar lima planet ini pada Juli 2020. |sumber: kompas.com

Planet ke-9 Baru Ditemukan di Belakang Neptunus

Tata surya kita kemungkinan besar memiliki “planet ke-9” yang ukurannya diperkirakan 10 kali lebih besar daripada Bumi dan terletak jauh di belakang Planet Neptunus.

Michael E Brown dan Konstantin Batygin dari California Institute of Technology mengungkap riset yang menunjukkan adanya planet kesembilan itu dalam publikasi di Astrophysical Journal pada Rabu (20/1/2016).

“Meskipun kami tadinya masih skeptis, namun setelah meneliti orbitnya dan pengaruhnya terhadap bagian terluar tata surya kita, kami pun semakin yakin bahwa planet ini benar-benar ada di luar sana,” ujar pakar astronomi Konstantin Batygin.

Brown mengatakan, planet itu memiliki massa 5-10 kali bumi. Dengan massa itu, planet kesembilan pantas disebut sebagai Bumi super atau Neptunus mini.
Letak planet kesembilan itu begitu jauh. Di titik terdekat, jaraknya dengan Matahari mencapai 32 miliar kilometer, sedangkan di titik terjauh 160 miliar kilometer, 200-1.200 kali lebih jauh dari jarak Bumi ke Matahari.

Dijelaskan, pencarian kini difokuskan untuk menentukan titik planet tersebut, yang diperkirakan memerlukan waktu (menurut ukuran waktu di Bumi) 10 ribu hingga 20 ribu tahun untuk mengitari matahari sebagai pusat tata surya kita.

Menurut Prof. Brown, ini adalah penemuan planet yang ketiga kalinya sejak ditemukannya Uranus dan Neptunus.||sumber: detik.com